Hallo. Selamat datang di rumah virtual Keluarga Rustamaji. Ini adalah blog isinya tentang Tras Rustamaji (ayah), Rina rinso (bunda), Nadya dan Ivan.
rina sofiany

Sunday, October 30, 2005

Dari blog lama : Agustus 2005

Bikin Permen Coklat ( 3 Agustus 2005)

Sudah lama cetakan coklat tergeletak berdebu. Trus pewarna permen coklat yang aku aku beli saat TdT juga masih utuh. 2 set warna (waran dasar dan waran garden atau taman) belum tersentuh. Karena itu siang ini aku bikin permen coklat.



Ke Bandung (18 Agustus 2005)

Sebetulnya kalau ke Bandung bukan suatu hal yang istimewa buat keluarga Rustam karena home sweet home memang ada di Bandung, Jakarta adalah tempat untuk menjemput rejeki. Amin.
Jadi saat seluruh kampung gegap gempita dengan lomba makan kerupuk, lomba balap karung, lomba sepak bola dan panjat pinang, keluarga ini malah kabur ke Bandung. Selain sudah kangen dengan udara dingin alami *di jakarta perlu AC untuk capat udara dingin* juga ingin melihat dan mencoba bangunan baru yang sudah berdiri dengan gagahnya di belakang rumah.
Karena satu dan lain hal mas Tras mesti mendirikan perusahaan dan setelah berunding dengan yang lain akhirnya diputuskan untuk membuat kantor di Bandung sajah dan daku pun mengungsi ke jakarta. Ga pa pa juga sih ke jakarta kan artinya gak terlalu lama jauh dan pisah dengan suami hi hi hi…. Selain itu rumah kontrakanku di jakarta juga strategis banget. Dekat jalan besar dan deket banget dari rumah adikku, jadi kalau mama dan papa dari Surabaya datang gak perlu repot-repot pindah tempat kalau ingin mengunjungiku dan Nungki, lha wong rumahnya deket banget.
Kami berangkat jam 10.45 dan 2,5 jam kemudian sudah sampai di Cikutra. Begitu sampai maunya makan di Selasih tapi rupanya tutup, jadi kita ke Cikutra dulu, taruh barang trus mikir mau makan di mana. Setelah 1 jam akhirnya diputuskan untuk makan di Sari Bundo di belakang Japati. Gak tahu kenapa aku jadi gak selera makan setelah sampai di situ, yg makan cuma Nadya dan mas Tras aja.
Sore itu Nadya gak bobok, mungkin karena sebelumnya sudah bobok di mobil dalam perjalanan jkt-bdg via tol cipularang. Selepas maghrib fariz datang bergabung dan kita makan di Cikapundung. sop kaki kambing di Cikapundung ini menurutku jauh lebih enak daripada Irwan di Polim. Gak tahu ya, mungkin emang seleraku aja yg pas dengan yg di sini. Rupanya seleraku menurun ke Nadya karena terbukti Nadya juga doyan makanan jerohan yang tidka sehat itu. Maaf ya nak, untuk 1 kali ini gpp deh kau makan ala bunda, ntar setelah itu harus makan sayur lagi. Dan malamny untuk pertama kalinya aku dan Nadya tidur di kamar atas, bangunan baru yang sengaja dibikin supaya kalau aku ke bandung aku bisa istirahat sementara mas Tras bisa kerja di rumah bawah.
Pagi tgl 18 Agustus Nadya bolos sekolah soali kita memang masih di  Bandung. sarapannya beli nasi kuning yang lewat depan rumah, trus makan siangnya di Soto Ayam Merdeka. Dulu soto ayam di situ termasuk favorit ku kalau kepingin makan diluar, tapi entah kenapa makan tadi siang terasa gak spesial, padahal moment makan di soto ayam merdeka itu sudah aku nantikan cukup lama, hampir 4 bulan….
Ternyata keputusan untuk ke bandung tepat juga ya, soali di jakarta sedang mati lampu. Nungki bolak-balik sms aku, selain cerita kalau mati lampu juga titip yoghurt Odise. Mati lampu kalau di Jakarta lebih nyebelin lagi soalnya sudah bisa dipastikan akan gerah. Apalagi Nadya anak eskimo yang doyan suhu dingin akan susah tidur. Alhamdulillah siang ini Nadya bisa tidur nyenyak di rumah. Dulu sebelum ada bangunan baru ini setiap kali mau bobok siang aku pasti mengungsi ke kontrakannya Fariz di Ciumbeuluit. Selain di sana relatif sepi udaranya juga masih lebih dingin dibandingkan dengan di Cikutra. Tapi sejak ada bangunan baru itu ntar aku gak usah susah mesti ngungsi ke kontrakannya Fariz lagi, soalnya selain tempatnya di atas *yang mana berarti jauh dari jangkau para programer yg ada di lantai bawah* udaranya juga relatif dingin meskipun kamar tidak ber-AC *dibandingkan dengan Jakarta*


Hari Kemerdekaan (21 Agustus 2005)

Pas hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus lampau aku, mas Tras, dan Nadya pergi ke Bandung jadi kemeriahan lomba-lomba khas 17 agustusan yang diadakan di RW tempat aku tinggal seperti lomba balap karung, makan kerupuk, menjadi tinggal kenangan. Sewaktu di Bandung-pun aku gak melihat kemeriahan permainan khas 17 agustus itu karena begitu sampai Bandung maunya tidur :-)
Tetapi alhamdulillah banyak sekali peristiwa yang terjadi di pekan ini yang membuat pekan 17 agustus tidak sesepi yang aku pikir.
Awalnya hari Sabtu tgl 19 Agustus 2005. Sekolahan Nadya mengadakan pawai keliling sekolah. Tahun lalu anak-anak diwajibkan pakai baju adat atau baju daerah tapi tahun ini pakai baju olah raga saja. Untuk wali murid lain mungkin terasa aneh tapi bagiku yang suka kepraktisan aku sangat bersyukur dengan keputusan itu. Meskipun saat aku duduk di bangku TK aku aktif ikutan berbagai macam pawai, karnaval, dan pameran, setelah punya anak seperti ini aku merasa repot, he he he, bilang aja males…

Pagi itu meskipun hari Sabtu aku membekali Nadya dengan Butter cheese cake yang aku buat 1 hari sebelumnya. Ternyata cake-nya masih empuk dan gak sekeras butter cake yang aku tahu dan pernah makan.

Ada berbagai macam lomba yang diadakan di sekolahnya Nadya dan Nadya ikut lomba juga loh. Meskipun gak menang tapi seru banget deh acaranya. Keriaan itu berakhir pukul 10 saat Nadya pulang sekolah. Seharian itu kita di rumah aja, abis mau kemana-mana males, panas rek…he he he.
Hari Minggu ini tetangga kita punya acara dalam rangka menyambut hari kemerdekaan.

Di balik jeruji pagar itu (he he he kesannya…) ada beberapa rumah yang didiami suatu keluarga besar. Mereka menyebut diri mereka “warga kompleks” mungkin untuk menyaingi suatu kompleks yang tak jauh dari “kompleks perumahan” yang ini. Mungkin lho, aku kan outsiders. Acara rame-rame itu dimulai setelah para “warga kompleks” balik dari acara Jalan Sehat yang di adakan RW setempat. Jalannya lumayan jauh, sampai POMAD trus balik lagi ke Warung Buncit dan finish di mesjid, itu katanya, soali aku gak ikutan lomba jalan sehat. Alasannya sih : 1. Emang dasarnya udah gak niat. 2. Bangun kesiangan semua.
Acara lomba dimulai dengan makan kerupuk. Lomba khas 17 Agustus ini meskipun sudah lebih dari 30 tahun aku ikuti tapi tetap asyik untuk dilihat dan disoraki. Ada 2 tipe peserta yang ikut lomba, balita beneran dan balita bo’ongan. Balita yang beneran pesertanya ini :

Sedangkan dari balita boongan pesertanya antara lain :

Karena peserta balita yang beneran masih terlalu kecil untuk bisa makan kerupuk yang digantung, maka untuk mereka ada keringan, krupuknya boleh dipegang :) ) Lomba makan kerupuk model baru… Di lomba ini Nadya gak mau ikut. Alasannya : Nadya gak mau makan kerupuk yang ada talinya.
Kemudian untuk anak PG dan TK A ada lomba memindahkan bendera. Lomba ini pernah dilihat Nadya di sekolah hari Sabtu kemarin jadi Nadya pede abis dan mau ikutan lomba ini.

Kemudian setelah itu ada lomba memakai sepatu. Nadya juga mau ikutan lomba ini. Tapi akhirnya dia nangis, soali jadi orang terakhir yang bisa memakai sepatu. Maklum, sepatunya udah pas sekali ukurannya, aku aja sering kesulitan untuk memakaikan sepatu itu.

Kemudian untuk anak-anak yang lebih besar ada acara memasukkan pinsil ke dalam botol dan memukul kantong isi air.
 
Setelah itu acara diakhiri dengan lunch. Banyak makanan yang disediakan pihak panitia, antara lain siomay dari Depok, es krim baltic dari warga kompleks, ada McD karena hari itu kak La ulang tahun, belum lagi goody bag dari Sofi yang ulang tahun juga yg ke-2.
Kemudian setelah itu pembagian hadiah, Nadya dapat hadiah juga lho, soali Nadya juara 1 lomba memasukkan bendera ke dalam botol. Dapat celengan plastik *terima kasih kepada panitia sekaligus donaturnya* kemudian setiap anak juga membawa pulang melamin cina, hanya untuk mengantisipasi kalau ada yg tidak mendapat juara dalam lomba.
Alhamdulillah hari kemerdekaan masih menyisakan sedikit keriaan di hati anak-anak.


Oleh-Oleh Dari Negeri Kompeni (31 Agustus 2005)

Alhamdulillah akhirnya temanku kembali juga ke tanah air. Sudah lebih dari 3 tahun temanku ini merantau di negara kompeni alias Belanda. Sang teman ini pulang bertepatan dengan hari Kemerdekaan Indonesia (Merdeka !!!) dan baru ke Jakarta kemarin. Aslinya sih Semarang, jadi selain membawa oleh-oleh seperti yang satu ini :

masih ada lunpia asli semarang dan masih ada lagi benda yang menjadi koleksi sejak aku masih kuliah. Setelah dari Semarang, Nuy sang temanku ini ke Jakarta. Kangen sama aku kali ye….hahahaha.


Barang yang membuatku agak sedikit kaget adalah, Nuy masih ingat kalau aku suka ngumpulin ini

Sederetan kaleng coca cola.

Friday, October 28, 2005

Dari blog lama : Juli 2005

Tour D Toko (2 Juli 2005)

Hari ini ada kegiatan yang membuatku senang dan gembira, ikut jalan-jalan dengan milis NCC keliling ke sebagian toko-toko bahan kue di Jakarta. Toko-toko yang hampir selalu menjadi tempat singgah ibu-ibu yang hobi memasak *baik yang memasak untuk kesenangan sendiri, keluarga atau untuk dijual* membeli bahan-bahan untuk membuat kue. Eh ralat, ada Handika, seorang laki-laki yang ikutan juga (kalau pak Wisnu mah emang udah 1 paket sama mbak Fatmah ha ha ha ha). Untuk yang mau ikutan milis Natural Cooking Club ( A forum for all good food lovers) bisa daftar tanpa syarat dengan mengirim e-mail ke : naturalcookingclub-subscribe@yahoogroups.com

Jam 07.10 sebetulnya aku udah berangkat tapi karena kamera ketinggalan jadi mesti balik lagi soalnya sayang sekali kalau acara yang juga diliput beberapa wartawan itu *Femina, Ummi, tabloid Nova, Sedap, the jakarta post, Warta Kota, Ummi, kalau ada yg kurang tolong ya warga NCC saya dicolek* lolos dari rekaman kameraku :-)
Jam 07.45 aku sudah sampai di Taman Amir Hamzah Matraman, dapat name tag dan berfoto sebentar di depan bis. Mejeng dengan gayanya di sebelah spanduk, he he he. Trus sebelum berangkat dibagikan goody bag yang isinya roti, air, minuman kaleng, dan minuman yg lain. Asiiikkk…bakal banyak goody bag nih. Bahkan sebelum goody bag dibagikan sudah ada beberapa kantong berisi makanan dan 2 jar kopi susu.
Korban pertama adalah Toko Ani yang ada di jl. Gn Sahari I/5. Langsung aku buka catatan belanja dan aku tahu bahwa yg aku butuhkan dari tempat ini adalah pewarna untuk coklat lolipop, stik lolipop dan pembungkus lolipop. Happy banget ibu-ibu soalnya dapat diskon dan dapat souvenir. He he he UUD juga nih ibu-ibu *Ujung Ujungnya Diskon*. Di Toko ini banyak ditemukan bawang asli Wilton yang lucu dan harganya juga cukup lucu he he he *mahal maksudku*. Cetakan karakter seperti Darth Vader, Mickey Mouse yang asli ada di sini. Cetakan untuk coklat lolipop, coklat molding dan coklat praline Wilton punya juga asik untuk dilihat-lihat *dilihat-lihat aja buatku soalnya ntar masih ada tempat yg dikunjungi* udah beberapa kali aku ke tempat itu tapi masih asik aja lihat-lihat alat-alat dan bahan untuk kue. Di sini sedia juga lho bahan kue seperti Sponge-28 (emulsifier itu lho), coklatnya ada, almond-nya mau yg apa ? yang slice, halus atau yg cincang kasar ?

Kalau gak membawa uang cash gpp jangan khawatir, toko ini menerima kartu *bukan kartu tanda penduduk ya* tinggal sret dan barang yang berdiskon ada ditangan kita he he he, dapat souvenir pula. Sip deh. Rencananya kita di toko ini 45 menit tapi kenyataannya 1 jam lebih kita berhenti di toko ini.
Persis di sebelah jalan Gn. Sahari I ini ada jalan Bangau yang merupakan salah satu sentra pembuatan dan penjualan oven, tapi hari itu kita gak mampir ke jalan Bangau.
Perjalanan di lanjutkan ke Toko Mira di Jl. KH Hasyim Ashari 9B-C. Toko Mira lokasinya ada di dekat Wilton *karena 1 dan lain hal yg terjadi sewaktu panitia survey ke toko Wilton maka kunjungan ke toko itu di drop*. Kalau disini loyangnya murah lho, soalnya bukan import, loyang yang ini asli buatan dalam negeri, makanya murah banget. Aku beli loyang oval *ni rencananya mau bikin JCC seperti yg sering dibikin ibu-ibu, cantik banget deh, semoga aku bisa mengikuti jejak mereka membuat kue enak yang cantik* dan persiapan untuk membuat tiramisu cup. Di depan toko ini dipajang oven gas yang cantik, cocok untuk yang bikin usaha per-kue-an. Aku sih hanya penggembira saja, seperti ibu-ibu di depan toko Mira ini :-) Oh iya sebelumnya aku lebih sering datang ke toko Mira yang ada di Margonda Depok

Meski di toko Mira kita gak dapat diskon dan goody bag, tetapi karena tujuan dari Tour D Toko NCC ini adalah untuk jalan-jalan melihat-lihat toko dan bukannya mencari goody bag, maka kita sih gak masyalah…senyum terusssss….. happy terusssss….
Setelah itu menuju ke toko Rossy yang bertempat di Jl. Kaji No. 38 A. Di toko yang menjual produk Toffieco ini kita disambut khusus dengan Pak Yongki Gunawan. Sempet-sempetnya ngasih sedikit produk knowledge dan membuat sponge cake (kaya’nya sih he he he, abis lembuuuuuut banget kue-nya, padahal bikinnya sambil memejamkan mata he he he gak sih tapi bikinnya kok uenak banget gitu, gak ribet). Gaya-nya kocak abis. Bayangkan aja, baru aja kita duduk udah diaksih resep telor a go go. Kirain apa *udah siap pulpen dan kertas mencatat dan menyimak resep* ealah…ternyata bikin telur ceplok sambil ber a go go he he he. Jadi kita yang tadinya dah ngantuk (eh mana ada sih ibu-biu shopping yg ngantuk he he he) jadi bersemangat kembali apalagi kita dapat goody bag. Alhamdulillah dapat 3 produk toffieco. Wuih…sip deh. Makasih kepada ibu-ibu panitia yg sudah mengusahakan kita dapat goddy bag (diskon sih gak dapat tapi gpp deh lha wong aku juga gak belanja banyak di toko Rossy). Di Toko Rossy sempet tergoda beli Strakies dan Gelmax.
Hanya terpaut 5 rumah dari Rossy terdapatlah Tiggerson, sebuah perusahaan yang memberikan pelayanan jasa berupa gambar edible. Biasanya berupa foto, bisa ditempelkan di atas roti tart. Produknya lucu-lucu deh. Kita cuma sebentar mampir di Tigerson (dapat goody bag lagi, alhamdulillah) karena sudah ditunggu di tempat lain. Di Tigerson aku cuma beli kembang gula untuk Nadya.
Selanjutnya perjalanan di teruskan menuju kawasan Gajah Mada. Tepatnya di Gajah Mada Plaza. Di dalam plaza itu terdapat toko peralatan dapur Restomart. Seperti judulnya, toko ini menyediakan pernak-pernik dapur, tapi kalau melihat benda-bendanya sih banyak yang diperuntukkan untuk usaha misalnya untuk katering. Meski aku gak belanja di toko ini aku seneng juga melihat barang-barang yang unik dan lucu. Oh iya, sebelum turun dari bis pariwisata mbak Fat sudah mewanti-wanti Shelvy untuk tidak beli bakso (he he he…kau crita-crita sih Pie kalau baksonya enak, kan bisa menggoda iman ibu-ibu).

Pemandangan di Restomart.
Piring sajinya cantik-cantik. Aku lihat Riana beli gelas dan cangkir. Kata Dewi sih gelasnya cuma buat model doang untuk difoto di blog-nya Riana he he he…
Tujuan terakhir adalah Titan. Toko bahan-bahan kue yang menjadi 1 dengan Bogasari Baking Course (ini mah ngarang tapi seingetku BBC). Lokasinya di Jl. RS Fatmawati



Berita Duka (16 Juli 2005)

Setelah sakit hampir 2 minggu, akhirnya mpok Yayah (29 tahun) yg biasa bantuin aku beberes rumah dan  menjaga Nadya kalau aku pergi, jumat malam meninggal. Inna lillahi wa inna illaihi roji’un.



Kangen (24 Juli 2005)

Gini nih kalau gak pernah ditinggal tanpa komunikasi. Kangen banget deh. Sejak Jumat pagi buta sebelum subuh (jam 4 sudah berangkat dari rumah menuju Halim) mas Tras pergi menuju ke Natuna. Selama itu sampai pagi ini (sekitar 10 menit yang lalu) tak terdengar kabar beritanya. Tak ada cerita apa bener naik helikopter itu serem ? Tak ada telpon yang mengabarkan bertemu dengan hiu pemakan plankton (hallloooo…. ada yg tahu jenis apakah hiu yg memakan plankton itu..??). Tak ada cerita apakah naik speedboat di tengah lautan lepas itu serem atau asik ?
Akhirnya pagi ini suamiku telpon. Katanya pinjem di kantor. Maklum, kalau di tengah lautan gitu mesti pakai saluran satelit kali ya. Sementara gak murah kalau pakai Byru (operator telpon satelit cmiiw abis aku tahunya cuma dari iklan aja) jadi pakai fasilitas kantor di rig itu tapi dengan syarat after office hour. Lha kalau malam jam 9 aku pasti dah tewas dengan sukses jadi mas tras jarang nelpon malam. Akhirnya 05.30 ini tadi dengan suara serak-seraknya (masih ngantuk kali ya atau bangun tidur ???) si dia-ku menelponku.
“Salam buat Nadya” kata dia.
“Oke akan aku sampaikan” jawabku.
Telpon ditutup dan masih terngiang-ngiang apa yang tadi dikatakannya.
He he he norak banget yak.



Blueberry Cheese Cake untuk Semua (28 Juli 2005)

Kemarin tanggal 27 Juli seperti ada yang lain di rumah kontrakanku. Soali sejak pagi aku sudah berkutat di dapurku yg mungil nian itu. Mau bikin sesuatu yang membuat orang di Technonatura terkejut. Kejutan ini diperuntukkan bagi mentor Technonatura dan keluarga pak Kepala Sekolah. Buat adik-adiknya kapan dong…???? Emmmm ntar aja ya sambil nyobain kompor minyak tanah yang baru beli :-)
Ceritanya sih mau bikin BCC atau Blueberry Cheese Cake. Bikinnya sih relatif gampang, tapi manggangnya itu aduhai deh, panggang au bain marie selama 90 menit.
“Itu yg bikin gak kita jadi lebih cepat habis dari biasanya” gitu komentar suamiku.
Jadinya lumayan lah (menurutku lho) seperti ini

Blueberry Cheese Cake
Tapi mungkin karena bikinnya mendadak, jadi whipped cream-nya kurang beku, selama perjalanan Warung jati – margonda jeruknya itu melorot ke bawah :-( Alhamdulillaha ku sempat motret cheese cake-nya sebelum lumer :-)
Resepnya aku dapat sewaktu ikut kursus di Dapur Bunda, waktu itu yg ngajar mbak Fatmah.

BLUE  BERRY CHEESE CAKE=========================
Bahan:
250gr   biskuit coklat
100 gr  margarine, lelehkan
½ sdt    vanilli bubuk
200gr   gula pasir
4 btr     telur
1 sdt     emulsifier
1 Kg    cheese krim
250gr   sour krim
100ml   kahlua (bila suka) —> aku gak pakai
250ml   krim kental —> misalnya whipped cream, soali pakai thickened cream ternyata sama dengan whipped cream
1 sdm   gula pasir
250 gr  selai blue berry
Cara membuat:
  1. siapkan loyang bongkar pasang 22cm/24cm, olesi mentega. Sisihkan
  2. hancurkan biskuit hingga halus, lalu tuang margarine leleh, dan vanili bubuk, aduk rata.
  3. masukkan adonan biskuit pada loyang, ratakan dan tekan-tekan sampai padat, oven sebentar (lk. 10 menit), angkat, sisihkan.
  4. Kocok gula dan telur dengan mixer kecepatan tinggi hingga naik, tambahkan emulsifier, kocok terus hingga kental, masukkan cheese krim, dan sour krim bergantian sambil dikocok terus, tuangkan kahlua (bila suka).
  5. tuangkan adonan ini kedalam loyang tadi (yg sudah beralas biskuit), lalu panggang dengan cara au bain marie selama 90 menit.
  6. angkat, dinginkan di suhu kamar hingga dingin betul.
  7. sementara itu kocok krim kental dan gula pasir hingga kental, oleskan diatas cheese cake, lalu bekukan dalam kulkas selama lk. 3 s/d 4 jam.
  8. ratakan selai blue berry diatasnya, hias dengan coklat bentukan atau buah-buahan kaleng,  potong-potong , sajikan.  



Jalan-jalan ke Bandung dan Bogor (31 Juli 2005)

Pekan ini bisa dikatakan pekan jalan-jalan. Salah satu faktor pencetus jalan-jalan ini tak lain dan tak bukan adalah kehadiran eyang-nya Nadya dari Surabaya. Hari Jumat sepulang Nadya sekolah diajak ke Bandung. Trus hari ini tadi ke Bogor.
Tujuan ke Bandung adalah :
  1. Melihat rumah yang direnovasi
  2. Menemui Toni (adikku nomer 3)
Kita berangkat setelah Nadya pulang dari sekolah TK-nya. Agak sedikit ribet dengan agent travel karena kupikir yg namanya travel bisa sewa berdasarkan jam sedangkan menurut travel cuma nge-drop ke Bandung aja. Setelah selesai jam 11 baru berangkat menuju Bandung.
“Lewat tol Cipularang” itu pesen eyang-nya Nadya.
Oh iya, rombongan yang berangkat menuju Bandung aku, Nadya, Nungki, Arief, Mama dan Papa (eyang-nya Nadya dan Arief) plus driver dari rental mobil. Sengaja menyewa mobil soali kita kepingin menikmati jalan dan males dipusingkan dengan masalah macet dan sebagainya.
Karena jam berangkatnya tanggung sekali untuk makan siang, maka aku bekal nasi goreng untuk makan di jalan. Rupanya Mama juga bawa bekal, nasi lengkap dengan ayam goreng dan tahu goreng. Jadi kita makan siang di sepanjang jalan tol Cipularang.
Jam 13.30 sudah sampai di Bank Mandiri Surapati. Sengaja mampir dulu ke Bank sebelum menuju ke rumah Cikutra soali ada masalah dengan pin ATM-ku. Gara-gara itu uang belanjaku jadi macet. Setelah urusan dengan bank selesai baru meluncur ke Cikutra Baru. Sesampainya di sana sempat kaget juga dengan rumah yang baru, meski yang dibangun hanya bagian belakang rumah tapi pengaruhnya ternyata besar sekali terhadap keseluruhan rumah.
Sementara itu penghuni kantor sedang makan siang di luar jadi kita keluar masuk kantor sekaligus rumah itu dengan bebas. Sekitar jam 14.30 barulah penghuni kantor mulai berdatangan. Lama juga makan siangnya. Rupanya pelayanan di rumah makan sebelah Selasih mengecewakan. Pesanan baru datang 1 jam dan ikan bakarnya ternyata digoreng dulu. Meski ikan bakar yang digoreng adalah salah satu ciri khas ikan bakar Cianjur, tapi aku dan mas Tras gak suka dengan ikan seperti itu. Kita suka ikan segar yang langsung dibakar. Katanya, dulu resto itu enak ikan bakarnya, tetapi setelah ada kejadian itu mas Tras gak mau lagi makan disitu.
Setelah itu numpang sholat di mesjid As-Shofa deket rumah (kok mesjid-nya dikunci pak ? kan mestinya mesjid selalu terbuka untuk orang yang ingin sholat) karena rumah merangkap kantor masih berantakan, posisi mushola belum ada karena untuk sementara mushola-nya diapakai untuk menyimpan kardus-kardus komputer. Setelah sholat meluncur ke Antapani tepatnya di jalan Depok. Melihat rumah yang direkomendasikan Toni (adikku) untuk dibeli. Sempet lewat toko Brownies kukus Amanda tapi aku kurang tertarik untuk mampir. Setelah itu nunggu mas Tras membereskan urusannya di kantor dengan Emil trus selanjutnya balik lagi ke Jakarta. Tepat pukul 18.00 meluncur menuju Jakarta. Dengan adanya tol Cipularang dan jalan layang yang melintasi Dago perjalanan dari Jakarta ke rumah di Cikutra hanya memakan waktu 2,5 jam. Begitu juga dengan perjalanan pulang. Meskipun saat pulang masih sempat mampir beli yoghurt Odise di Sukawarna dan sempat keluar tol di Karawang Barat karena solar mobil dan tipis, jam 20.30 kita sudah tiba di Jakarta dengan selamat.
Sementara itu minggu pagi tadi aku, Nadya, Mama, Papa, Nungki, Nunung (bojone Nungki) dan Arief melaju ke Bogor. Ada acara Peringatan 50 tahun Pernikahan Oom-nya Mama (Eyang Sunaryo). Dulu sewaktu Mama masih gadis, Mama pernah tinggal numpang di keluarga Eyang Sunaryo selama 1 tahun *atau 2 tahun ya?*. Meskipun sebetulnya eyang Sunaryo ini sepupu-nya eyang Sujak, tapi yang relatif masih berhubungan ya Mama aja, soalnya hanya Mama yang pernah tinggal di Bogor dan kenal dengan saudara-saudara yang lain yang tidak menetap di Ponorogo. Dulu semasa aku kecil beberapa kali pernah mampir di Bogor. Yang sangat berkesan adalah saat pergi ke Taman Safari untuk pertama kalinya. Saat itu eyang Sunaryo ada rapat di Evergreen Puncak, aku dan Nungki dianter pak sopir untuk keliling Taman Safari. Yang aku inget lagi adalah kamar salah seorang putra eyang Sunaryo yang penuh dengan komik Tintin. Waktu itu aku sedang gila membaca dan melihat setumpuk komik Tintin aku langsung girang banget dan betah sekali ngendon di kamar membaca Tintin.
Acaranya relatif sederhana tapi sangat berkesan. Ada sedikit sambutan dari pak Arief Rahman Hakim *yang mengingatkanku untuk selalu bersyukur dan melapangkan dada lebih lebar sehingga prinsip memaklumi selalu ada dalam tiap langkah untuk jalan menuju ikhlas* ada juga sedikit cerita dari eyang Sunaryo sendiri dan cuplikan foto-foto kenangan.
Inget foto kenangan aku jadi inget foto-foto di bawah ini.
    
Kedua foto kuno itu adalah foto pernikahan my ancestor. Yang tampak paling kuno *baik dari kostum maupun gaya* adalah foto pernikahan eyang Sujak atau ortunya Mama. Sedangkan di foto satu lagi yang sederhana banget *pelaminannya aja dari kursi rumah* itu adalah foto pernikahan Mama dan Papa 13 Desember 1969. Kalau pernikahan eyang Sujak mungkin tahun 1938 atau 39 *ntar mesti konfirmasi dengan Mama dulu*.


Thursday, October 20, 2005

Dari blog lama : Juni 2005

Pesawat Tenggelam ! (1 Juni 2005)

Sejak sering tersiarkan berita banyak pesawat terbang yang mengalami kecelakaan, entah karena tergelincir, ban pecah, cuaca buruk dan sebagainya, naik pesawat menjadi suatu momok tersendiri, meskipun suamiku bilang “masih banyak kecelakaan yang terhadi di jalan raya, tetapi kecelakaan yang menyangkut orang banyak sering jadi perhatian” tetapi tetep aja aku khawatir.
Beberapa hari yang lalu suamiku memberitahu aku :
  • Rustam (ayah – a) : say ada kecelakaan pesawat terbang
  • Rina (bunda-b) : ah yang bener, kok aku gak lihat kabarnya di TV *pdhl lihat berita di TV juga jarang *
  • a : iya, bener, boeing 747
  • b : dimana ?
  • a : di belakang
  • b : hah ????
  • a : sini deh *sambil ngajak aku ke belakang*
  • a : itu dia *sambil nunjuk mainan nadya berupa miniatur pesawat boeing 747 yang tenggelam di dasar ember*
  • b : gomballllll……

Ha ha ha, suamiku, yang katanya layak masuk API.
Catatan : say aku udah masukin humornya nih, ntar pulang dari Mataram kasih lagi ya.


Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Usia Dini (2 Juni 2005)

Artikel di bawah aku kutip dari MQ-nya AA Gym. Jadi inget sama anak Technonatura.

Selain membuat coklat molding dan coklat praline, anak laki-laki membuat sosis balut mie untuk dijual. Sama juga dengan jualan coklat, jualan sosis balut mie ini juga dikerjakan anak-anak dibantu dengan kak Abas. Sehari sebelumnya mereka menjual jasa berupa mencuci mobil di kompleks Griya Tugu Asri Depok. Sayang aku gak punya fotonya. dari usaha cuci mobil itu untungnya banyak lho.
Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Usia Dini
Sumber: Manajemen Qolbu Online [Kajian Bening Hati - Manajemen Diri]

Oleh : Aa Gym

“Sesungguhnya Allah SWT suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid fii sabiilillah”. (HR. Imam Ahmad).

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, Allahuma shalli ‘ala Muhammad wa’ala aalihi washahbihii ajmai’iin. Saudaraku yang baik, Indonesia ini negara yang paling besar jumlah umat Islamnya di dunia. Seperti kita ketahui, negara 350 tahun dijajah Belanda, 3,5 tahun dijajah Jepang.

Bedanya dengan Jepang, mereka sudah bisa bikin hand phone. Apa yang telah dilakukan oleh 200 juta orang ini?. Pabrik banyak, kita hanya jadi karyawannya saja, ya …sebesar-besar gaji karyawan?!. Di jalan-jalan juga banyak terdapat toko, kita sebagai penunggunya, pastinya semua keuntungan akan kembali pada pemilik toko.
Saudaraku yang budiman, bagaimana enterpreneurship Rasulullah SAW. Ternyata, beliau adalah seorang pedagang. Rasulullah semenjak usia 8 tahun 2 bulan sudah mulai menggembalakan kambing. Pada usia 12 tahun ke Syiria hafilah dagang, itu luar biasa jauhnya. Dan usia 25 tahun seperti yang kita bahas, Muhammad menikah dengan Siti Khadijah dengan mahar 20 ekor unta muda.
Di Indonesia belum kita dapati pemuda kaya yang berani memberi mahar sebanyak itu. Dan yang paling dahsyat ternyata para nabi juga begitu, bahkan sembilan dari sepuluh yang dijamin masuk syurga, mereka orang-orang yang memiliki financial yang baik. Abdurrahman Bin Auf yang pergi hijrah tidak punya apa-apa, di Madinah diberi kebun kurma malah minta ditunjukkan jalan ke pasar. Hasilnya, ketika peperangan, beliau sedekah unta begitu banyak, sedekah kuda, dan beliau wakafkan dirinya untuk berjuang.
Saudaraku, jiwa wirausaha ini benar-benar harus ditanamkan sejak kecil, karena kalau tidak, maka potensi apa pun tidak bisa dibuat jadi manfaat. Prinsipnya, enterpreneurship itu adalah kemampuan untuk meng-create, men-design sebuah manfaat dari apa pun. Seorang wirausaha melihat batu bisa punya nilai jual. Tapi, orang yang jail lihat batu, hanya akan dipakai untuk melempar orang, ini bedanya. Sebuah kulit dengan ukuran sama akan beda nilainya tergantung penilaian seseorang.
Kalau dia punya jiwa wirausaha, kulit itu bisa dibuat sedemikian rupa menjadi sebuah hiasan yang harganya tinggi. Tapi, kalau sederhana cara berpikirnya, kulit tersebut akan dijemur, dipotong-potong, digoreng menjadi dorokdok atau kerupuk kulit. Paling tinggi harganya 200 rupiah, padahal ukurannya sama. Enaknya kalau kita menjadi orang yang mandiri, seperti para sahabat, kita sendiri yang mengatur jam kerja dan gaji karena perusahaan milik sendiri, namun tetap harus dengan ketentuan yang profesional. Kita bisa berkreasi lebih luas dan lebih banyak walaupun tentu ada syarat-syarat tertentu.
Dalam Islam, yang namanya bisnis yang untung itu adalah yang membuat orang lain merasa beruntung sebanyak mungkin. Kalau mereka beruntung dan puas, mereka bilang pada siapa pun. Mending untung sedikit tapi laku banyak dari pada untung banyak tapi laku sedikit. Belajarlah menahan diri untuk menikmati kebahagiaan orang lain sebagai keberuntungan kita. Banyak untung itu bagus tapi barokah, yaitu manfaat di dunia dan manfaat di akhirat.
Niat harus bagus dalam wirausaha. Jadi, jual beli bukan masalah transaksi uang dan barang, tapi jual beli itu harus jadi amal sholeh. Rahasia amal sholeh itu ada dua, Niatnya betul dan caranya benar. Jadi, anda harus tanya dahulu niatnya apa nih?. Kalau hanya sekedar beli barang, maka anda rugi, karena uang hanyalah titipan Allah. Jadi, setiap transaksi harus menjadi pahala. Jual beli itu butuh waktu, waktu itu adalah modal kita, maka harus jadi pahala.
Bagi orang yang curang, Allah SWT akan mencabut barokahnya Masalah kecurangan ini Allah jelaskan dalam Qur’an surat Al Muthoffifin. Orang curang adalah orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, sedangkan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka akan menguranginya.
Kalau uang itu tidak barokah, dia tidak akan pernah tenang. Kalau uang itu tidak barokah, dia selalu dililit oleh kekurangan walaupun uangnya sudah melimpah. Dan kalau uang itu tidak barokah, namanya jauh lebih hina dari pada sebanyak apa pun harta yang dimiliki. Orang yang mengurangi timbangan, maka akan hancur barokahnya. Sepertinya untung, padahal kalau Allah mau membuat musibah, maka akan gampang. Contohnya, dengan gampang Allah akan membuat penyakit , semua keuntungannya habis untuk mengobati penyakitnya. Buat saja penyakit yang buat dia tidak pernah menikmati apa yang dimilikinya.
Oleh karena itu, transaksi jual beli kita harus menjadi amal sholeh. Pilihlah para pedagang yang diperkirakan berdagangnya itu menjadi kebaikan, yang kalau dia punya untung, untungnya itu juga mashlahat. Jangan sampai kita belanja kepada orang yang untungnya bisa menjadi fitnah bagi kita. Begitu pun bagi yang menjual sesuatu, usahakan kepuasan kita bukan kita yang beruntung, tapi untungkanlah sebanyak mungkin orang lain. Secara finansial untung, dan buatlah akhlak kita sebaik-baiknya, sehingga orang yang bertransaksi barang dengan kita tidak hanya mendapatkan fasilitas, tidak hanya mendapatkan barang, tapi juga melihat kemuliaan seorang penjual.
Tidak ada gagal dalam bisnis, yang gagal itu yang tidak berani mencoba. Gagal adalah sebuah ongkos sukses. Gagal itu sebuah informasi menuju sukses, asal benar mengemasnya. Keuntungan kita itu adalah punya nama baik. Jadi, nggak apa-apa untung kita pas-pasan, yang penting nama kita jadi berharga. Nah biasanya, orang-orang pemula yang belum juga untung sudah berantem sama temannya karena pembagian saham, padahal baru rencana. Pernah ada orang punya satu telor, karena terlalu keras melamunnya dalam merencanakan usaha dalam benaknya, akhirnya telor itu pecah.
Tidak sedikit orang ingin untung jangka pendek sampai membuat namanya coreng. Maka, bagi orang yang akan terjun ke dunia enterpreneurship, harus mulai kita lihat bahwa yang namanya untung itu bukan kita merasa beruntung sendiri, tapi memberikan keuntungan pada banyak orang, Jadi, uang bukanlah hal yang paling penting dalam berwirausaha.
Kita harus mulai merindukan anak-anak kita ini bukan sebagai pekerja, tapi menjadi orang yang mampu menciptakan pekerjaan. Ini penting, karena begitu banyak potensi yang ada di bangsa ini tidak tergali. Repotnya, kita tuh suka ingin untung ladang enteng, kerja sedikit untung besar. Ini salah!, yang namanya untung kalau jadi enterpreneur adalah punya ilmu saja sudah untung, walaupun uang tidak untung, termasuk pengalaman bangkrut juga untung.
Oleh karena itu, coba kita didik anak-anak kita di rumah. Kalau perlu, kita menggaji mereka untuk mengerjakan suatu pekerjaan dan terus membangun kemampuan berhemat mereka, kemampuan untuk tidak meremehkan jerih payah orang lain. Kalau anak-anak sudah tahu kepahitan cari uang, maka mereka akan menjadi pejuang yang tangguh dalam hidup ini. Jadi, mulailah kita biasakan mendidik anak-anak kita menjadi petarung dalam hidup ini. Contoh Rosululloh, beliau seorang anak yatim, bahkan jadi yatim piatu, tapi tidak pernah beliau kalah di dalam berjuang, karena selalu menumbuhkan jiwa wirausaha ini. Wallahu a’lam (yn/mq)***


Acara Perpisahan (18 Juni 2005)

Hari ini ada acara perpisahan di TK Darul Himah sekolah Nadya. Karena anak Play Group masih dianggap masih kecil (pupuk bawang, he he he) maka anak PG tampil pertama kali menyanyikan 4 buah lagu, nama hari dalam arab dan lagu 1 2 3.

Keterangan gambar :
Azka, ALif, Iqbal, Nadya, Arief, Anya, Adit.
Sebetulnya Wanda, Pangestu, Rafli termasuk kelas playgroup tapi hari itu mereka tidak datang.

Paling tidak Nadya bukan hanya jago kandang yang berani menyanyi dan menari di rumah saja (sebetulnya gak juga sih, waktu ikutan dinner cruise di bali Nadya juga ikut maju menari kabaret, tapi waktu itu dia belum genap 3 tahun).



American Risoles (19 Juni 2005)

Gara-gara kemarin posting di Blogfam resep American Risoles aku jadi glek glek sendiri nih, kepingin bikin padahal 3 hari yg lalu udah bikin. Dari hasil uji coba American Risoles yg pertama ternyata banyak modifikasi yg mesti dilakukan, terutama menyangkut isinya, he he he maklum yg nyobain risolesnya suami sendiri sih. Biasanya karena merasa bikin sendiri jadi isinya harus lain dari yang lain.

American Risoles
Adonan kulit American Risoles:
100 gr         tepung terigu
1 sdt           garam
3 btr           telur
300 ml        susu cair
75 gr           mentega, lelehkan
margarine untuk olesan

Cara membuat:
1.      Ayak  terigu,  taruh  dalam  mangkuk  bersama  garam. Buat lubang
ditengah, pecahkan telur di dalamnya, aduk satu arah. (ternyata lebih cepet ngaduk pakai whisk)
2.      Tambahkan  susu sedikit demi sedikit, hingga adonan menjadi licin dan halus.
3.      Tambahkan susu hingga habis, masukkan mentega leleh.
4.      Tutup adonan dengan plastik, diamkan 30 menit.
5.      Olesi  wajan  dadar  diameter  12  cm dengan margarine, panaskan (pakai wajan biasa dengan diameter 22 cm juga gpp).
6.      Tuangi 1 sendok adonan, ratakan sambil diputar, 2-3 menit, angkat.
Bahan isi :
4 lbr                  Smoked beef, potong kecil 2 x 2 cm (ala Rina 8 lembar)
100 gr                  keju cheddar parut (ala Rina 150 gr)
4 btr                  telur rebus, potong kecil (ala Rina 2 butir)
1 butir                   telur, kocok lepas.
250 gr                  tepung panir.(ala Rina pakai panko)
½ Kg                  minyak goreng
Cara membuat :
1.      Bentangkan crepes, isi dengan potongan smoked beef, potongan telur rebus, keju parut, lipat spt amplop. Sisihkan
2.      Lakukan hingga crepes habis.
3.      Celupkan  crepes  isi kedalam telur kocok, gulingkan dalam tepung panir.
4.      Masukkan kedalam lemari pendingin kira-kira 1 jam.
5.      Goreng hingga kuning.
6.      Sajikan dengan saus pedas, atau cabe rawit.


Nyam nyam nyam… cihuuyy banget deh (kata mbak Fatmah)


Saturday, October 15, 2005

Dari blog lama : Mei 2005

Blog-ku sadar kembali (2 Mei 2005)

Alhamdulillah, setelah sekitar 10 hari blog ini ‘pingsan’ karena exceeded bandwith, mulai sekarang bisa bernafas lagi. Makasih ya Astri yang langsung ngasih tahu blog ini sudah sadar dari tidur yang panjang :-) 
 
 

Gateau Africain (3 Mei 2005)

Hari Minggu tgl 1 Mei yang lalu Nungki (adikku) ikut kursus Aneka Coklat di Dapur Bunda. Trus hari Senin kemarin aku minta tolong Nungki untuk praktek bikin Gateau Africain di rumahku (kontrakanku tepatnya), karena bahan-bahannya sudah ada semua, kalau Sacher Torte kita gak punya jam aprikot-nya. Langsung saja hasilnya seperti ini

Kok gak dihias sih ?
Mungkin pertanyaan itu muncul di benak para pembaca. Lha gimana mau di hias kalau selama Gateau Africain ini ada di meja makan, selalu di kunjungi Nadya dengan tangan-tangan mungilnya itu

Ya sudah deh, akhirnya menyerah, langsung aja dipotong dan dinikmati. Resepnya ? Nih dia, nyontek dari catatannya Nungki selama diberi pengarahan sama Inong.
  • GATEAU AFRICAIN
    =============== Bahan Cake, pakai resep sponge cake :
    100 gr terigu
    40 gr maizena
    60 gr coklat bubuk
    1/4 sdt vanili bubuk
    8 btr telur
    200 gr gula kaster
    1 sdm emulsifier (optional)
    100 gr mentega (lelehkan)
    Bahan Vla :
    700 cc susu segar (susu UHT)
    50 gr maizena, cairkan dengan susu
    garam
    2 btr kuning telur
    2 sdm margarine
  • 150 gr gula
Cara membuat :
- campur terigu, maizena, coklat bubuk, ayak, sisihkan.
- kocok gula dan telur hingga kental, masukkan emulsifier, kocok lagi 5 menit,
matikan mixer.
- tuang tepung secara bertahap (paling bagus sambil diayak) kedalam adonan
telur, aduk hingga rata, masukkan mentega cair (yg sudah dingin), aduk perlahan hingga tercampur rata.
- tuang adonan kedalam loyang 20x20x6cm (kemarin aku pakai loyang bulat 24 cm), yg sudah dioles mentega putih dilapis kertas oles lagi dan ditaburi tepung. Oven hingga matang, lk. 45 menit dengan suhu 180′c. angkat dinginkan.
- Vla : campur susu, gula dan maizena yang sudah dicairkan terlebih dahulu, didihkan dengan api sedang, masukkan kuning telur kocok, aduk hingga rata. masukkan juga rhum-nya (aku gak pakai), aduk, setelah mendidih angkat kemudian masukkan margarine.
- Finishing : belah cake secara horizontal menjadi 3 bagian. susun diatas
piring ceper atau alas taart, mulai lapisan pertama, perciki rhum, olesi 1/2
bagian Vla, timpa dengan lapisan kedua, perciki rhum, olesi sisa vla , timpa
dengan cake lapisan teratas, oles dengan dark cooking coklat yg dilelehkan,
lalu ayak coklat bubuk diatasnya, hias dengan butter krim sesuai selera (gak sempat dihias udah keburu dimakan, he he he)
 
 
 
 

Janji Joni (6 Mei 2005)

Janji Joni. Film itu sedang diputar di bisokop. Aku belum nonton dan entah kapan aku bisa nonton. Kenapa dengan Janji Joni ? Karena Janji Joni mengingatkan aku dengan LFM (Liga Film Mahasiswa). Ingetnya ke banyak hal, misalnya :
1. Pertujukan setiap Rabu malam dan Sabtu malam. Konon karena hari itu adalah hari UTS, jadi dengan adanya hiburan setiap selesai UTS diharapkan hasil UTS bagus dan mahsiswa gak stress, tapi itu konon katanya loh.
2. Tahun 91-an tiketnya 600 rupiah saja. Tapi tahun 93 atau 94 naik jadi 1000.
3. Sering tukar uang receh ke pom bensin dago, soalnya kalau harga tiket 600 kebanyakan mahasiswa bayar pakai uang 1000, jadi mesti siap uang receh ratusan rupiah.
4. Karena tukar uang aku jadi inget kalau aku dulu ngumpulin uang 100 perak yang tebal.
5. Biasanya setelah pertunjukan selesai ada yang namanya kesra (maksudnya kesejahteraan kali ya) alias makan malam. Kalau pertujukan sedang bagus, maksudnya film yang diputar menuai penonton banyak sekali, petugas bisa makan fried chicken atau nasi padang bahkan ada snack-nya segala loh, tapi kalau penonton sedang sepi nasi goreng dengan teh manis yang jadi menu makan malamnya (bahkan ada kabar kalau supervisor nombok, he he he).
6. DD. Nah kata itu yang langsung mengingatkanku dengan LFM. Janji Joni cerita tentang seorang laki-laki yang mesti bolak-balik untuk mengantar rol film. Aduh…LFM banget deh. Sewaktu aku jadi supervisor, pernah 1 kali dapat film DD, 1 film diputar di 2 bioskop, LFM dan Artha. Udah kebayang sih aku akan ngebut di sela-sela angkot di bandung, tapi rupanya tugas DD (sempat ada pertanyaan, arti DD itu apa ya? Apakah Dolak Dalik he he he pelesetan dari bolak-balik) bisa didelegasikan ke Unang (hayo..untuk anak LF yg masih inget, tolong ingatkan aku apakah benar namanya Unang ?).
7. Ruang 9009 lebih dikenal sebagai ruang LFM daripada ruang 9009. Karena di ruangan itulah tempat kuliah bisa disulap menjadi teater untuk mutar film.
8. Punya kamar mandi sendiri, he he he, bener loh, dibandingkan dengan unit kegiatan yang lain kamar mandi punya LFM relatif lebih bersih dan lebih nyaman.

Dan ini adalah gambar yang berhasil aku rekam, gambar berbuka bersama di ruang 9009. Tahukan aku ada dimana ? Yang pakai jilbab itu. Ceweknya bagai perawan di sarang penyamun :-)


Kue Cubit (11 Mei 2005)

Awalnya
Selasa yang lalu kita beli kue cubit di depan sebuah SD. Suamiku ngingetin tentang cetakan kue cubit yang dibelikannya buat aku itu ( he he he). Ditambah Nadya yang suka dengan kue cubit. Artinya aku memang sudah lama ga bikin kue cubit. Pernah aku bikin kue cubit pakai resep dari Nova, tapi aku kurang puas dengan hasilnya, terlalu enak, gak kaya punya abang-abang yang dijual.
Ceritanya
Pagi-pagi begitu selesai sholat subuh udah nginternet nyari resep kue cubit, bahkan status di YM sengaja menyolok, Need : Resep kue cubit. Gak lama kemudian Inong nyolek aku, sama nulis di YM :
“Ada di Dapurbunda Rin”
Akhirnya aku nyari-nyari di milis Dapurbunda dan alhamdulillah dapat.
Resepnya sih Kue Cubit ala Inong (dg bbrp modifikasi) ala Rinso :-)
Berikut resepnya :
Kue Cubit ala Inong dan ditambahi sama Rinso
Bahan :
  • 100 gr terigu
  • 100 gr gula
  • 2 kuning telur (aku tambah 1 putih, jadi 1 telur dan 1 kuning telur)
  • 100 ml santan (aslinya 65 ml santa Kara plus air sampai 100 ml)
  • 1/4 sdt garam
  • 1/2 sdt baking powder (aku kasih yg double acting)
  • 1.2 sdt vanili (ini tambahanku)
Cara membuat :
  • Kocok gula dan telur sampai mengembang, masukkan terigu dan santan. Aduk rata. Bubuhkan garam dan vanili, aduk lagi.
  • Bakar di atas cetakan kue cubit yang sudah diolesi mentega (supaya tidak lengket).
Hasilnya
ups, maaf, blog.com-nya belum bisa dipakai buat upload foto. Nyusul aja ya.


Cerita Akhir Pekan (16 Mei 2005)

Jumat, 13 mei 2005
O7.45  : berangkat dari rumah
08.15      : isi bensin di SPBU warung buncit
08.45      : masuk tol dalam
kota
10.20      : sampai pintu tol pasteur
11.00   : sudah di kamar 28 Augusta, ayah ngantor di cikutra, aku dan Nadya santai
12.00   : lunch di selasih, menunya Nasi timbel (udah kepingin sejak lama)
17.00   : om Toni berkunjung, aku nengok cikutra yg sedang dibangun
20.00   : makan di selasih (lagi) Menunya : masih suka Nasi timbel
21.00   : sudah balik lagi ke Augusta

Hari jumat pagi, rencananya berangkat jam 7, tetapi karena 1 dan lain kita baru berangkat jam 7.45. Jalan warung buncit sudah penuh sesak dengan kendaraan bermotor. Harus antri dulu untuk mencapai U turn dan kemudian berbalik ke arah Mampang. Sebelumnya mampir dulu isi bensin full tank, untuk si hitam Feroza.

Warung buncit di jumat pagi yang padat mengharuskan kita antri sampai 30 menit untuk sampai di Mampang dan alhamdulillah setelah itu jalan menuju Cikampek relatif lancar. Kita kepingin nyobain jalan tol Cipularang nih untuk ke bandung. Dengan kecepatan rata-rata 80km/jam perjalanan di sepanjang jalan tol Cipularang asik banget. Pemandangannya enak, trus melewati hutan karet, bisa melihat kebun teh, melihat sawah, bahkan sempat melihat rel KA, sayang waktu itu gak ada KA yg lewat. Cuma hati-hati aja, masih ada ruas jalan yg masih belum sempurna.

Alhamdulillah jam 10.20 sudah sampai di pintu tol pasteur dan Welcome to Bandung. Macet lagi macet lagi. Tapi tenang…begitu jalan layang selesai, maka perjalanan ke Cikutra akan menyenangkan karena tidak harus melewati jalan Bandung yg ‘mbuleti’, cukup naik jalan layang dan (mungkin…) tiba-tiba sudah sampai Gasibu dan tinggal melangkahkan kaki menuju rumah :-)

Abis gitu langsung check in di Augusta. Pertimbangannya, karena dekat dengan cikutra dan dekat dengan selasih. Aku dan Nadya bersantai melepas lelah di kamar yang adem sedangkan ayah harus segera ke cikutra untuk bekerja. Jam 12 persis aku keluar dari kamar untuk makan siang. Selasih, kantin makan yang lumayan enak, murah dan bersih itu (ada menu nasi kebulinya lagi yumyy…) jadi tujuan dan untuk makan siang aku pilih nasi timbel komplit, sedangkan untuk Nadya nasi liwet opor ayam. Hmmmm.. nasi panas dibungkus daun dengan lauk tahu, tempe, jambal asin dan ayam goreng lengkap dengan sambal dan lalap yang aduhai, bisa memenuhi kepuasan akan makanan enak lagi murah. Rasanya udah lama banget gak makan nasi timbel di selasih atau pergi ke bandung, tapi setelah diinget-inget sebetulnya baru pertengahan februari yang lalu aku ke bandung.

Selesai makan siang aku balik ke Augusta. Sempat main-main sebentar sama Nadya sampai akhirnya waktu bobo siang-nya Nadya. Ternyata aku ngantuk juga, jadi akhirnya kami ber-2 tidur siang :-)

Jam 5 sore Om Toni (my lill bro) datang mengunjungi kami di kamar. Daripada bengong aku pinjem sepeda motornya pergi beli buah untuk snack-nya Nadya, di Hero gak jauh dari Augusta. Tapi sebelumnya mampir dulu ke cikutra, melihat rumah sekaligus kantor yang sedang di renovasi. Cita-cita suamiku, ntar kalau ke bandung tidak harus mengungsi ke kost-an Fariz (adikku juga yg kuliah di Unpar) atau harus ke Augusta untuk sekedar bobo siang, tapi bisa tidur di cikutra. Selama ini Nadya selalu gagal istirahat kalau di cikutra soali di cikutra banyak om-om programer yg sedang kerja. Kalau banyak orang Nadya jadi suka mencari teman bermain :-)

Selepas maghrib aku dan Nadya baru ke cikutra dan melihat langsung pembangunan yang dilakukan di halaman belakang rumah. Trus jam 20.00 baru makan malam, soali ayah mesti bicara dulu dengan pak Kurniawan (yg mbangun rumah belakang). Makan di selasih 2. Sebetulnya aku lebih suka makan di selasih 1 (tempat aku makan siang) karena meski tempatnya sederhana tapi pelayanannya cepet. Untuk orang seperti aku yang datang ke selasih hanya untuk makan, maka pilihan selasih 1 sudah tepat, tapi untuk orang yg ingin makan jasmani dan rohani (ini istilahnya Topan dan Toni) maka makan di selasih 2 menjadi suatu kenikmatan tersendiri :-)

 
Sabtu, 14 mei 2005
06.00   : sudah beres-beres untuk check out
07.00   : sarapan nasi goreng
08.00   : keluar dari augusta, menuju cikutra baru
10.30   : berangkat menuju Tegal atau tepatnya Slawi
13.00   : berhenti makan di Sumedang
17.00   : sampai di rumah Emil
18.45   : menuju obyek wisata kolam air panas Guci
19.30   : sudah tiba di obyek wisata Guci
21.00   : tewas dengan sukses

Sabtu pagi. Rencananya kita berangkat ke Tegal jam 7 pagi, tapi semalam ada kabar dari Dedy kalau mobil baru siap jam 8 jadi jam 7 pagi kita baru sarapan di Augusta. Cuma dapat nasi goreng tapi lumayanlah dapat mengganjal perut. Kita nunggu di cikutra. Tunggu punya tunggu, sampai jam 10 Dedy beserta mobil belum datang. baru jam 10.30 mobil Kijang short chasis datang. Setelah semua barang masuk sempat bingung, karena ternyata yg ikut lebih banyak jadi harus ada yg duduk di belakang. Padahal siapapun tahu duduk di belakang dengan posisi duduk menyamping sama sekali gak nyaman. Akhirnya aku putuskan untuk mengatur ruang belakang mobiol jadi seperti kasur bagi Nadya. Dan karena Nadya dan aku merupakan 1 paket (itu yg bilang suamiku) maka aku menemani Nadya di belakang.

Sempat terbersit rasa khawatir Nadya akan mabuk di daerah Cadas Pangeran. Alhamdulillah Nadya baik-baik saja, bahkan bisa tidur nyenyak. Suasana makan siang agak gak enak, soali Nadya mood-nya kurang baik. Emang sih salah kita, yg berhenti untuk makan dan istirahat saat Nadya masih terlelap dengan enaknya. Kalau yg pergi cuma aku dan ayahnya aja biasanya kami tunggu sampai dia tidur minimal 1 jam trus baru dibangunin, tapi kadang banyak situasi yang tidak bisa kita tolak meski akan berpengaruh buruk.

Setelah makan siang di Sumedang perjalanan berlanjut. Baru 20 menit perjalanan, Nadya muntah….!!!! Aduhhh kasian anak bunda. Aku menduga sih dia mabuk. Akhirnya sisa perjalanan Nadya duduk di depan dengan ayahnya atau dengan aku di tengah. Oh iya, di mobil sewaan itu yg berangkat ada 6 orang dewasa dan 1 balita. Aku, ayah, Dedy, Linda, Topan dan Heri. Balitanya the one and only Nadya. Selama perjalanan ada Topan, Heri, dan suamiku menjadikan mobil seperti sarang API (Akademi Pelawak Indonesia). Guyonan segar sepanjang jalan membuat perjalanan bandung-Tegal tanpa musik hari itu jadi segar.

Jam 17.00 tepat kita sampai di Slawi di rumah keluarga Emil. Sang calon pengantin menyambut kedatangan kami :-) Setelah sholat dan makan serta istirahat, perjalanan diteruskan ke daerah wisata Guci, tidak jauh dari Slawi. Karena kita baru berangkat setelah isya’ jadi jalanan gelap gulita. Aku hanya tahu jalanan semakin mendaki, lewat jurang, berkelok-kelok. Alhamdulillah sebelum jam 8 kita sudah sampai di tempat kita akan tidur malam ini. Ternyata oh ternyata…daerah Guci itu duinginnnnn. Air di kamar mandi bagaikan air es. Kalau tempo hari di Vila Istana Bunga Lembang aja aku udah kedinginan, maka daerah Guci ini jauh lebih dingin daripada Lembang. Dengan terpaksa mesti gosok gigi dan wudhu dengan air es itu, tapi tidak untuk mandi.

Minggu, 15 mei 2005
06.00   : jalan-jalan keliling parkiran, beli bubur ayam
07.30   : mandi di kolam pemandian air panas tertutup
11.00   : berangkat menuju Slawi ke kondangannya Emil
11.45   : salaman sama pengantin, ngasih celengan burung
13.00   : pergi dari tempat kondangan, dapat berkat telur asin
14.00   : makan sate kambing di Brebes (gak jauh dari stasiun KA Brebes)
18.00   : sudah di sumedang
20.00   : sampai di cikutra
21.00   : berangkat menuju jakarta (beli terangbulan dulu)
23.45   : sudah sampai dengan selamat di rumah kontrakan di jakarta




Outbond UI (18 Mei 2005)

Hari ini Technonatura kembali menggelar outbond. Lokasinya tidak jauh kok dari mabes Technonatura, masih daerah Depok juga, tepatnya di hutan UI (Universitas Indonesia). Medannya seru sekali, jauh berbeda dengan medan uotbond sebelumnya, padahal lokasinya sih ya di sekitar danau UI itu. Two thumbs up deh buat kakak-kakak di Technonatura yang tidak kenal lelah menembus hutan UI demi outbond :-)

Medan yang cukup berat membuatku agak khawatir, soalnya aku bawa Nadya. Aku pikir (ini salahku, cuma mikir tapi gak tanya) medannya gak jauh berbeda dengan outbond hari kemerdekaan tahun lalu, ternyata oh ternyata…. medan outbond kali ini jauh lebih berats rek..!!! Kalau bawa badan sendiri mungkin asyik jalan-jalan di tengah hutan (jadi inget masa lalu mesti bikin transek di hutan Tangkubanperahu, Alas Purwo, Baluran, kawah putih, dan hutan karet :-)) tapi kalau bawa anak balita ya…capek juga kalau mesti nggendong ha ha ha. Two thumbs up buat anak sematawayangku Nadya, yg mampu berjalan di medan berat seperti itu dan dalam jarak yang relatif jauh.

Pos 1.
Di pos 1 yang harus dilakukan adalah memecahkan balon dengan mata tertutup. Teman 1 kelompok yang lain yang memberi instruksi apa yg harus dilakukan sang pemecah balon. Kemudian jalan di titip itu hanya main-main, kebetulan sudah ada di situ :-)
Selain itu di pos 1 sudah ada jalan turunan yang harus dilewati.

Buat aku sendiri sepertinya asik banget kalau bisa melakukan aktivitas itu, tapi ada Nadya yang membuatku mesti berfikir….
Kemudian jalan dari pos 1 ke pos 2 jauuuhhh sekali. Menurut kak Didi orang dewasa perlu waktu 30 menit untuk sampai ke pos 2, jadi bisa dibayangkan dong kalau jalan dengan Nadya akan seperti apa.
Di pos 2 yang harus dilakukan adalah membuat tandu, membalut kaki, tangan dan kepala.


Eyang ke Jakarta (22 Mei 2005)

Sejak hari Kamis tanggal 19 Mei lalu, mama dan papa-ku yang tidak lain dan tidak bukan eyangnya Nadya dan Arief ada di Jakarta. Rencananya sih sampai Selasa. Karena itu maaf kepada teman-teman yang mengharapkan aku online di YM. Donggle bluetooth-ku yang ‘ketlisut’ memang mau tidak mau mengurangi ‘jam terbangku’ melanglang dunia maya, tetapi untuk pekan ini alasannya adalah, mama papaku datang dari Surabaya.

Nadya, eyang kung, Arief, di RM Situ Gintung
Biasanya selama ada mama atau papa hari-hari yang biasanya tenang, aman , tenteram, dan damai menjari hiruk pikuk, selalu ada yang dikerjakan, selalu ada kerabat di Jakarta yang dikunjungi atau selalu ada acara makan-makan. Ditambah lagi dengan kedatangan 2 adikku dari Bandung menambah ramai suasana.
Tadi siang kita makan di Situ Gintung, yang ngasih tahu adikku Nungki. Katanya enak ada saungnya. Akhirnya jam 11 siang kita berangkat dari rumah menuju Ciputat. Sampai di restoran itu 11.45 dan saung-nya udah full book, alhamdulillah ada saung di dalam. Meskipun relatif kecil untuk kami ber-8 yang kecil mungki ini (we he he he sok imut banget) tapi kami terima apa adanya sehingga acara makannya suksesssss.

ki ka : Tras (my hubby), Nunung, Nungki, Toni dan Fariz.  Ket : Nunung itu suaminya Nungki, Toni dan Fariz itu adik-adikku yg datang dari Bandung.

Arief (anaknya Nungki-Nunung) ini lengket banget dengan eyang kakungnya. Bagi dia, eyang kakung itu adalah eyang-nya Arief. Lha eyang kung-nya kakak Nadya siapa dong ? Dengan polos Arief akan jawab : Tidak tahu. He he he.. Arief sedang berpose dengan eyang kung dan eyang ti.

Tadi makanan yg kita pesen gak banyak macemnya. Ikannya cuma pesen gurame asam manis karena hari kamis dan jumat kemarin kita sudah makan gurame goreng dan bakar. Trus ayam bakar ternyata menjadi pilihan lain yang menjanjikan. Karedok sengaja dipilih untuk sayur, pesen tumis kangkung juga tapi cita rasa tauco-nya yang belum dikenal papa membuat papa menilai tumis kangkungnya kurang sip (kalau menurutku sih okeh cuma pedesnya itu lho). Nasi goreng itu menu favorit Fariz dimanapun dia diajak makan (aku ajak ke The Peak Lembang juga keukeuh milih nasi goreng ..sigh…) tapi rupanya kali ini banyak juga yang pilih nasi goreng daripada nasi putih. Lalapan sudah jelas masuk dalam daftar makananan yg kita pesen. Minumnya std es jeruk dan kelapa muda, masih enak kelapa muda di Parung soali gretonggg ha ha ha.
Acara makannya ditutup dengan Nadya dan Arief berlarian di halaman berrumput dan jam 13.00 kita sudah bubar menuju ke rumah. Jam 16.00 suamiku ke Bandung, ya..ada kerjaan yang mesti dibereskan hari Senin besok, kan Selasa ada hari libur…



Japanese Cheese Cake (23 Mei 2005)

Sudah banyak yang membuktikan kalau cheese cake ala Jepang ini enak, misalnya Riana (ini nih yg bikin heboh dunia milis per-dapuran dg uji cobanya yg sukses), Mbak Fatmah, Ruri, Yenni, Vita, Inong, dan masih banyak lagi. Katanya bagaikan kapas. Hua ha ha ha..makan kapas itu gak enak loh, tapi kalau bagaikan kapas mungkin enak.

Persiapannya sih sudah sejak Minggu pagi kemarin, beli cheese cream dan whipping cream. Trus jam 5.30 tadi maksud hati udah mulai ngukur bahan ternyata malah download e-mail hi hi hi. Praktis mulai tempur jam 7. Dibantuin Nadya juga (yg baru bangun tidur) ngaduk terigu dalam campuran cheese-nya.
Resepnya bias dilihat di Riana atau Inong, tapi supaya gak repot mesti buka link lagi jadi aku tulis di sini.

Japanese Cheese Cake
Bahan:
campur dan ayak:

 
50 gr tepung terigu
50 gr tepung maizena


60 gr mentega tawar
250 gr cream cheese, biarkan pada suhu ruang
120 ml whipped cream
3 kuning telur
1 butir telur
2 sdt kulit jeruk lemon parut
5 putih telur
1/8 sdt garam
125 gr gula pasir halus
1 sdt air jeruk lemon

topping:

2 sdm selai apricot
2 sdm air

Cara membuatnya:

Siapkan loyang bongkar pasang 22 cm, olesi dengan mentega pengoles loyang.
Pasang oven 150 derajat Celsius.
Campur mentega, cream cheese dan whip cream dalam panci.
Didihkan dengan api kecil, aduk hingga lembut, angkat dari api.
Masukkan campuran tepung, aduk rata.
Masukkan kuning telur dan 1 butir telur, aduk rata.
Masukkan kulit jeruk lemon, aduk rata, sisihkan.
Kocok putih telur hingga berbusa, masukkan gula dan air jeruk lemon sedikit demi sedikit sambil terus dikocok sampai terbentuk kerucut-kerucut tumpul (soft peak).
Tuang 1/3 adonan putih telur ke adonan cream cheese, aduk rata.
Tuang campuran ini ke sisa adonan putih telur, aduk rata.
Tuang adonan ke loyang, panggang dengan cara au bain marie, kurang lebih 60 menit sampai permukaan matang, kuning keemasan.
Keluarkan dari oven.
Setelah benar-benar dingin, lepaskan cake dari loyang.
Panaskan selai apricot dan air, oleskan ke permukaan cheesecake.


Kendala :
Loyangku rupanya bocor, yo wis lah dibungkus pakai aluminium foil, tp tetep aja merembes.
Apricot-nya gak ada
Aku belum pernah nyoba oven tangkringku untuk bikin JCC ini
Yang namanya soft peak dari putih telur belum pernah tahu

Hasilnya :
Nadya berhasil makan cheese cake ini, seneng deh, soalnya kalau aku buat blueberry cheese cake Nadya cuma ambil blueberry-nya aja



Entrepreneurship ala Technonatura (26 Mei 2005)

Berawal dari keyakinan kalau setiap anak unik, maka dibentuklah sekolah Technonatura. Salah satu yang dipercaya penggagasnya adalah, tidak semua anak bermaksud jadi jagoan di bidang  matematika *spt siapa ya….hi hi hi seperti ayahnya Nadya :-) * atau tidak semua orang bisa jadi ahli humas yang menarik, atau tidak semua anak bisa jadi mubaligh, tidak semua anak ingin jadi guru atau dosen, tidak semua anak mampu menjadi ahli di bidang bom, maka mata pelajaran entrepreneurship dilaksanakan di sekolah ini. Sejak dini ditanamkan pengertian kalau mencari uang itu harus dengan usaha, kalau tidak dengan otot ya dengan otak. Tapi karena aku bukan ahli di bidang itu aku hanya diam dan melihat. Yang aku tahu adalah membuat praline dan coklat molding, jadi kemarin aku, sekali lagi, membuat praline dan coklat molding di Technonatura.

Sebetulnya gambar-gambar di bawah ini juga aku tujukan kepada Ketty dan Hani yang ingin tahu step by step-nya membuat coklat seperti yang aku buat.
Coklat molding dan praline
Bahan :
  • coklat blok yang dark dan white (di indonesia aku pakai collata, belinya yg per-kilo ya, soalnya kalau beli yg kemasan 250 gr jatuhnya mahal sekali.
  • cetakan khusus untuk permen coklat, di jakarta aku biasa beli di toko yg jual alat dan bahan untuk kue.
  • pewarna coklat, khusus untuk permen, bahan dasarnya minyak.
  • plastik segi tiga (kalau ada, kalau gak ada gpp).
  • kacang, selei, krim, dll untuk isian praline.
  • stik lolipop dan kemasannya, ini aku beli di toko alat dan bahan kue juga
  • es batu dan wadah, untuk ditaruh di bawah cetakan sehingga coklat cepat beku
Cara membuatnya :
Potong coklat blok, kemudian masukkan ke dalam wadah tahan panas atau ke dalam plastik segitiga, masukkan ke microwave, panaskan selama 1,5 menit. Kalau belum cair sempurna panaskan lagi (tp jangan lama-lama)
 
2. Bisa diberi warna atau langsung dicetak.
 
Kalau coklatnya terdiri dari beberapa warna, sebaiknya tunggu warna pertama mengeras baru kemudian ditambahkan warna lain. Supaya coklat cepat mengeras itulah kita butuhkan es batu dengan wadah di bawah cetakan coklat, seperti ini :

Kalau ingin membuat praline caranya begini, tuangkan coklat cair kurang lebih 1/2 cetakan, kemudian sapukan dengan kuas ke sekeliling cetakan, tunggu sampai coklat mengeras. Setelah coklat keras tambahkan isi. Isi bisa berupa selai/jam, kacang, atau keju, dll. Kemudian terakhir tutup dengan coklat cair lagi, hingga penuh. Seperti yang dilakukan Syifa di bawah ini adalah contoh membuat praline.
 
Setelah itu
Mereka harus menghitung berapa modal yg dibutuhkan untuk membuat coklat seperti itu, dibagi dengan jumlah coklat yang jadi dan dijual. Rencananya dijual hari itu juga, tapi karena hujan jadi baru dijual keesokan harinya.
Yang ini sedang asyik membuat coklat molding dan praline. Awalnya anak laki-laki gak mau ikutan bikin coklat, mungkin jaim aja ya masa cowok bikin coklat kesannya gak macho :) ) tp setelah anak laki-laki melihat sendiri gimana seru dan asyiknya bikin coklat molding akhirnya mereka bisa bilang
“Aku mau juga dong bikin coklat” he he he.