Hallo. Selamat datang di rumah virtual Keluarga Rustamaji. Ini adalah blog isinya tentang Tras Rustamaji (ayah), Rina rinso (bunda), Nadya dan Ivan.
rina sofiany

Wednesday, December 13, 2006

Dari blog lama : Juni 2006

Saturday, June 17, 2006

Bazaar di SDPJ

Seumur-umur aku belum pernah ikutan bazar. Akhirnya tadi pagi aku merasakannya. Di awali oleh Arita yg jadi guru di SDPJ dan menawari aku ikutan bazar di sekolah tempat dia ngajar, karena ada acara pentas seni. So setelah kerja keras (karena asisten yg biasa beberes rumah gak datang selama 1 minggu ini, plus ada pesenan cem-macem) akhirnya kelar juga persiapan untuk bazar dan inilah hasilnya

Posted by rina rinso in 11:44:37 | Permalink | Comments (4)

Sunday, June 11, 2006

Celetuk Nadya

Siang ini, baru saja pulang dari mayestik (karena mesti beli beberapa bahan untuk ikutan bazar di SDPJ tgl 17 besok), ketika mas Tras bilang.
“Ayah sholat dulu trus bunda tolong bikinin ayah kopi ya”
Permintaan yg biasa aja, karena memang mas Tras peminum kopi.
Tiba-tiba Nadya ngasih komentar
“Kok ayah udah gedhe minta dibikinin kopi sih, bikin sendiri dong”

 Tahu dari siapakah Nadya kata-kata itu…?? Entahlah, karena aku kalau lagi mood-nya baik emang suka dan rela bikinin kopi (kalau badmood mah ogah banget hehehe).
Posted by rina rinso in 08:13:11 | Permalink | Comments (2)


Monday, December 11, 2006

Dari blog lama : April 2006

Piknik ke Monas

Hari ini milis BeingMom yg digawangi Devi, Dini, Ike, dan Shanti bikin acara kumpul-kumpul di Monas. Sejak awal aku gak mau janji mau datang, tapi aku sempatkan kalau aku bisa aku akan datang. Setelah Jumat aku yakin bisa datang maka aku telpon Devi kira-kira apa acara di monas. Devi bilang sih cuma ngumpul-ngumpul aja, gak ada acara spesial. Sip deh, jadi aku gak perlu repot ntar mau ngomong apa di sana (hahahaha emang siapa ya yg suruh aku ngomong). Trus ide piknik muncul dari aku dan suamiku. Sudah lama kita gak piknik. Kemudian diputuskan untuk bikin nasi uduk, ayam goreng, tahu goreng, sambal pedesnya bu rina (maksa.com karena sambal pedas ini berusaha menyamai rasa pedasnya sambal bu rudy yg ada di sby) dan bawang goreng. Lumayan kerja keras untuk nyiapin makanan itu, soalnya aku suka makanan fresh jadi aku harus bangun pagi-pagi untuk nyiapin itu semua.
Kita baru berangkat jam 8.15 padahal janjinya jam 7.30 sudah kumpul di Monas (kalau Rina yg dulu, begitu lewat dari janji mending gak usah datang, karena aku emang bener-bener berusaha menjaga waktu, tapi setelah ada suami dan anak aku jadi berfikir ulang, daripada sebel dan bete karena mikir telat aku berfikir positif aja semoga yg lain juga datang telat, hehehehe). Alhamdulillah cuaca mendukung, mendung, jadi gak terlalu panas.
Begitu sampai Monas aku langsung buka perbekalan, maklum jam makan pagi udah hampir lewat. Semuanya terheran-heran membawa “perlengkapan” yg aku bawa piknik, padahal masih ada yg ketinggalan lho, gelas. Yup, aku lupa tidak memasukkan gelas dalam daftar peralatan piknik yg mesti dibawa. Sebetulnya “kebudaayn” piknik ini sudah diteapkan sejak jaman aku masih kecil. Biasanya piknik dilakukan saat mudik ke Ponorogo ke rumah eyangku. Perjalanan dari surabaya ke ponorogo yg berjarak 200 KM pas itu sangat melelahkan sang sopir dan penumpang, maka biasanya setelah sampai di daerah Caruban Madiun kita istirahat di tepi hutan jati dan membuka perbekalan. Biasanya menunya yg ada di rumah, karena lebaran maka menu yg dibawa ayam goreng, sambal goreng, kering tempe, nasi kuning atau nasi putih, ya…. pokoknya disesuaikan dengan menu lebaran yg ada di rumah.
Balik lagi ke Monas, ternyata emang bener, refrehing di Monas murah meriah dan menyenangkan. Suatu saat kalau balik lagi ke Monas suamiku dah punya rencana bawa coolbox, thermos isi kopi panas, dan mungkin buku yg mesti dibacanya. Thanks buat mod BeingMom yg punya ide seperti ini. Sering-sering kirim ide liburan akhir pekan yg murah meriah dan menarik ya bu.

Sunday, December 10, 2006

Dari blog lama : Maret 2006

Thursday, March 30, 2006

Masak-masak yuk….

Pekan ini diwarnai dengan kegiatan masak-memasak. Di dapurku dan di Griya Tugu Asri. Di dapurku aku baru saja membuat doll cake untuk Nanda di ulang tahunnya yg ke 5 dan cake untuk Dilla (juniornya mas Fuad) yg tahun ini sudah 14 tahun. Hehehe not balok buat Dilla bener gak sih ? Aku cuma asal nyontek aja karena Dilla suka main keyboard (keyboard alat musik ya bukan keyboard komputer) jadi aku bikin ada not baloknya. Maskud hati mau bikin cake bentuk piano pakai fondant (kalau gak salah warga NCC pernah ada yg bikin) tp aku gak punya banyak fondant dan gak punya pewarna hitam. Anyway semoga semuanya senang.
 
Selain bikin cake, pekan ini ada pekan bikin coklat. Seperti biasa, anak Technonatura wajib kenal coklat hehehehe dan kemudian dijamin ketagihan. Hari Senin tgl 27 Maret 2006 ngasih teori ke anak kelas kecil (maksudnya kelas 1), sambil belajar membaca dan menulis. Kemudian hari Selasa baru prakteknya. Prakteknya seru deh (seperti biasa…cooking class di Technonatura selalu seru). Apalagi kelas kak Didi (kelas 2) bikin nasi goreng dan jus melon yummy…. ssttt aku kebagian 1 porsi nasi goreng bikinan kelas kak Didi lho.

Keterangan gambar :
1. Kak Didi dan Sasa sedang menggoreng Nasi
2. Wah…yg ini sedang mengocok telur yg akan didadar
3. Sajian cantik nasi goreng dan jus melon, dibuat kak Didi dan anak-anak, cantik kan..dan rasanya lezat lho..
4. Serius bikin jus melon nih ye….

Nahhhh yang membuat permen coklat juga tak kalah seru lho.

Keterangan gambar :
1. Adik-adik kelas 1 asyik mencetak coklat.
2. Kakak di kelas besar gak mau kalah dalam hal berkreasi dengan coklat.
Cerita yg lain menyusul ya, lagi mau liburan dulu di bandung hehehe…


Posted by rina rinso in 02:54:09 | Permalink | Comments (4)

Tuesday, March 7, 2006

Kenapa Rina Rinso ?

Itu yg terlontar dari orang yg setiap kali melihat nama yg aku tulis (biasanya di milis) untuk pertama kalinya.
Awalnya sih waktu aku di SMPN 12 Surabaya, kelas IIA aku sekelas dengan anak yg namany Rina juga (Rina anaknya pak Djapri, mantan direktur pdam sbu, cmiiw). Dan kebetulan aku dan Rina punya kegiatan yg sama, yaitu aktif dalam kegiatan upacara bendera, aku sebagai dirigen dan dia sebagai pemain organ (sekolahku jaman itu emang kerennnn hehehehe…). Kadang-kadang bu Eti (itu guru kesenian kelas 2) memanggil aku atau dia untuk latihan. Manggilnya lewat anak piket (ada 2 anak piket, yg jaga di depan gerbang pintu sekolah) dan cuma manggil “Rina” aja. Beberapa kali terjadi salah paham, misalnya, kalau bu Eti maksud adalah aku maka yg datang dia, tapi pernah juga dia yg dimaksud tp yg datang menghadap bu Eti aku. Akhirnya aku utak-atik namaku sehingga bisa jadi nama yg unik yg tidak meninggalkan nama asliku. Akhirnya ketemu deh Rinso. Rinso sendiri adalah kependekan dari namaku yaitu Rina Sofiany. jadi sejak kelas 2 smp aku mulai ngetop dengan panggilan Rinso. menjelang kelas 3 smp ak sudah bertekad untuk menanggalkan nama Rinso dan beralih ke Rina lagi, tapi rupanya aku sekelas lagi dengan Rina yg satunya. FYI : SMPN 12 terdiri dari 14 kelas setiap tingkat (jadi kelas 1 terdiri dari IA sampai IN, begitu juga kelas 2 dan 3, dan setiap tahun muridnya diacak, disebarkan berdasarkan rangking, itu tahun 84-an lho), walhasil nama rinso tetap melekat erat.
Cerita lucu, aku punya teman baik namanya Syafrida (sekarang dah jadi dokter dan lagi ambil spesialis mata di malang), rumahnya di Yani Golf dan aku beberapa kali main ke rumahnya, trus Syafrida juga sering main ke rumahku maklum rumahku bertetangga dengan SMP 12 jadi anak-anak yg nunggu jemputan sering nunggu di rumahku. Aku kenal baik dengan 3 saudara Syafrida yg lain (Syafrida anak bungsu). Pernah salah satu kakak Syafrida melihat mama di warung es degan dan dengan ragu-ragu dia tanya :
“Tante ibunya rinso ya..???”
See… dia lebih kenal rinso daripada rina :) )
Atau ibunya Syafrida. waktu itu mama ambil raport SMP dan duduk menunguu giliran menghadap wali kelas. Sambil nunggu mama duduk di bangku kelas dan bersebelahan dengan seorang wali murid. terjadi percakapan yg kira-kira seperti ini :
Mama (M) : Nama putranya siapa bu ?
Tante (T) : Syafrida
M : oh ibunya mbak Syafrida (secara mama dah kenal Syafrida yg seing ke rumah)
T : kalau ibu ambil raport siapa ?
M : Rina
T : Oh…(tampak berfikir keras apakah Syafrida penah cerita ttg anak yg namanya rina..??)
M : (langsung sadar mungkin gak kenal rina) Rinso bu
T : (langsung senyum tanda kenal) oh…ibunya mbak rinso
Kemudian akhirnya masa SMP berlalu dan aku menuju ke tengah Surabaya saat melanjutkan SMA. Maklum saat itu SMP 12 termasuk pinggir kota banget deh, kaya’nya udah gak jauh dari Wonokromo brarti dah hampir luar kota surabaya. Dengan tekad bulat aku daftar ke SMA 2 (bukan SMA 5, karena udah minder duluan, jangan-jangan NEM bagus waktu SMP aku peroleh krn kebetulan, lha kalo pas di SMA 5 aku ketahuan daku oon kan malu, mending ke SMA 2 aja, toh masih SMA kompleks ini, hehehehe). DI SMA kompleks itu anak SMP 12 gak banyak, karena pada umumnya anak SMP 12 meneruskan ke SMA 16 yg gak jauh dari SMP 12. Tetapi aku masih ketemu dengan teman SMP-ku bahkan aku sekelas lagi dengan…. guess who…Syafrida. Walhasil pangilan rinso tetap melekat erat.
Tapi kok waktu kuliah masih pake nama rinso ? padahal waktu itukan udah jelas banget cuma ada 3 (tepatnya gak tahu brapa) anak SMA 2 yg kuliah di bandung ? Nah bagian itu yg aku lupa, mungkin cuma cari sensasi …??? Entahlah. Tapi yg jelas saat ini aku ikutan berbagai milis dengan nama rina rinso.

Saturday, December 9, 2006

Dari Blog lama : Februari 2006

Monday, February 27, 2006

Akhirnya aku pakai LINUX di rumah

Setelah bertahun-tahun menggunakan software berbasis microsoft OS, mulai dari MS DOS, Windows 3.11, Windows 95, Windows 98, dan terakhir pakai Windows XP, sekarang aku harus beralih ke Linux. Yupe, otomatis semua software yang aku gunakan juga ganti dengan software sejenisnya yang jalan di Linux (thanks to UBUNTU team).
Weekend kemarin Mas Tras, suamiku, sibuk nginstal komputer di rumah, mindahin file-file lama dan kadang-kadang harus migrasi file tersebut biar bisa dibaca di “komputer baru”ku. Dan, setelah seharian ngoprek, akhirnya selesai juga deh. Nah sekarang aku pakai Firefox, Evolution, OpenOfice, GIMP, GAIM, RythmeBox untuk menggantikan Internet Explorer, MS Outlook, MS Office, Photoshop, dan Yahoo Messenger, Winamp.
Memang ada beberapa program sih yang belum ada gantinya di Linux :-( , terutama program2nya Nadya seperti game-game Dora, Fun Fuctory, Anak Cerdas dll. Tapi itu adalah resiko dari keinginan kami pindah ke Linux. Mudah-mudahan kalangan komunitas Open Source ada yang tertarik ikut membuat program2 game melatih kecerdasan buat anak-anak. Atau sudah ada?
Kenapa kami pindah ke Linux? sebetulnya ada dua hal yang membuat kami pindah ke Linux. Yang pertama adalah karena kita ingin menggunakan software yang legal. Sebetulnya kita maunya sih pakai software2 yang kemarin kita pakai, tapi untuk membuat itu legal perlu dana yang tidak sedikit, nah kalau kemarin software yang kita pakai adalah software GPL (Glodok Pirated License), yang ini kita bener2 GPL (General Public License).
Penyebab kedua adalah karena ditriger kejadian beberapa waktu lalu di mana komputerku ternyata terserang virus Brontok, dan suamiku terpaksa ngabisin waktu seharian untuk bersihin komputerku! Sebetulnya dulu, waktu aku masih langganan GPRS Matrix yang 200 ribu unlimited itu, program Anti Virusku selalu update, jadi nggak pernah kena virus. Begitu gak langganan Internet unlimited, aku sering ketinggalan update anti virus. Nah, kata suamiku dengan Linux, akan lebih tahan terhadap virus. Tapi kami berharap hal ini tidak menjustifikasi kegiatan orang yang bikin virus di Windows dengan harapan semua meninggalkan Windows.
Untuk pembuat virus: Yang kalian lakukan adalah dosa, karena dengan virus tersebut produktifitas banyak orang menurun! kalau diterjemahkan dalam rupiah berapa kerugian negara kita? Daripada bikin software yang merugikan banyak orang, kenapa kalian gak bikin software yang bermanfaat? Misalnya software yang dapat menganalisa ingridient dari suatu “resep rahasia” dan otomatis menuliskan resepnya.
Apakah microsoft rugi? Nggak! karena yang pindah ke Linux adalah orang2 seperti kita yang software2 microsoftnya diperoleh dengan murah. Pengguna microsoft kalangan korporasi akan tetap menggunakan produk2 Microsoft, mereka “cuma” akan terpaksa mendownload security patch lagi. Tapi that’s all! Yang rugi adalah orang2 seperti kita yang terpaksa nggak bisa ngeblog seharian karena komputernya restart-restart terus, order dari orang lain terpaksa hilang!
Kenapa kami baru hari ini pindah ke Linux? kata suamiku, “karena hari ini adalah hari ulang tahunmu. Jadi sekalian ini sebagai hadiah untuk dikenang. Selamat Ulang Tahun Bunda Rina”. He..he..he.. ada-ada saja alasannya. Tapi emang bener lho hari ini adalah hari Ulang Tahun ku.

Posted by rina rinso in 16:24:34 | Permalink | Comments (12)

Sunday, February 12, 2006

Cake Ulang Tahun Jihad

Jihad, salah satu keponakanku, ulang tahun tanggal 13 Februari, tapi dirame-ramein hari Minggu 12 Februari. Sebagai hadiah aku kasih hadiah cake ulang tahun. Maksud hati mau bikin kastil tapi jadinya seperti ini. Meskipun hasilnya masih jauh dari sempurna tapi paling tidak aku menambah latihan untuk bikin menghias cake *critanya menghibur diir sendiri*.

Posted by rina rinso in 16:49:51 | Permalink | Comments (5)

Thursday, February 9, 2006

Happy Birthday NCC

NCC adalah salah satu milis “berbau” masak-memasak yg aku ikuti. Milis yg diprakarsai Mbak Fatmah dengan suami ini (terkenal dengan inisial WAM) seingetku awalnya bukan NCC karena begitu aku diundang mbak Fatmah aku langsung daftar. Beberapa hari kemudian ganti nama atau tepatnya bikin milis baru dengan nama Natural Cooking Club dan sebagai penggembira aku tentu saja langsung approve saat ada undangan dari mbak Fatmah.

Bulan ini NCC tepat berusia 1 tahun yg artinya sudah 1 tahun juga aku bergabung dengan milis ini. Dulu saat koneksi internet masih bebas dan murah aku bisa setiap jam nyamperin komputer untuk nge-download e-mail. Waktu itu karena anggotanya masih sedikit jadi aku gak terlalu ketinggalan baca e-mail dan aku sempet-sempetnya ikutan milis-milis lain bahkan jadi moderator J 
Selain kursus acara yg digelar NCC unik, sebut saja Tour De Toko. Awalnya cuma ide beberapa orang tapi akhirnya berkembang menjadi rombongan 1 bis dengan kapasotas 60 orang J. Meskipun saat itu aku agak kelimpungan karena almarhum mpok Yayah saat itu masih sakit dan artinya gak ada yg bantuin aku di rumah, tapi aku keukeuh ikutan Tdt ini dan ternyata gak sia-sia. Mataku terbuka lebar dengan kunjungan ke toko-toko bahan kue. 

Atau yang seru juga saat halal bihalal kemarin – yg akhirnya aku sadar kalau kita gak pernah saling salaman tapi saling bungkus mak ana n J- yg juga seru dan heboh. 

Pendek kata, publikasi kegiatan NCC yg unik mampu menarik banyak member. Semoga dengan banyaknya member ini semakin banyak pula ilmu yg bisa aku peroleh J 

Kemudian, untuk memperingati 1 tahun NCC digelar acara unik –lagi-lagi khas NCC nih- lomba menghias cake. Yang bikin unik jumlah pesertanya 100 orang.  

Pas hari Kamis aku telpon mbak Fatmah, beliau meminta aku untuk mengajak rekan yg pernah kursus fondant –jaman dulu banget- yg seingetku merupakan anggota senior NCC, tak kurang Luluk yg sekarang jadi moderator juga sekelas denganku saat itu. Setelah dilihat daftar namanya rupanya semua sudah daftar kecuali 1 orang dan sayangnya aku ga bisa menghubungi orang itu. Akhirnya aku ajak Nungki, adikku, yg rumahnya gak jauh dari kontrakanku ini. Alhamdulillah dia setuju. Jadinya hari Kamis itu aku dan Nungki plus Nadya dan Arief dan Mama yg kebetulan ada di jakarta , belanja-belanji di Mira Depok dan Titan untuk keperluan lomba dekor cake plus untuk latihannya Nungki. Yup, Nungki belum pernah menyentuh fondant sebelumnya. 

Hari Jumat pagi saat Nadya dan Arief sekolah Nungki ke rumahku dan kita latihan menghias cake dengan bahan fondant. Alhamdulillah latihan berjalan mulus dan aku berharap hari Sabtu tak terjadi hal-hal yg tak diinginkan. 

Sabtu pagi jam 7 akhirnya aku meluncur ke Matraman dianterin mas Tras,  bersama dengan Nungki dan Widi yg hamil tua. Begitu tiba di taman amir hamzah rupanya aku beruntung karena 5 menit kemudian bis shuttle yg akan membawaku ke tempat lomba langsung berangkat menuju Pulogadung, tepatnya di Sharp.

Aku dan Widi di depan lokasi Sharp Pulogadung 



Nungki di depan meja pendaftaran dan konfirmasi

Sebelum mulai lomba berpapasan dengan member NCC yg laiinnya, berjabat tangan, say “hai” dan beramah tamah. Jam 10 tepat acara dimulai dan asli deh gak terasa menggiling fondant-nya. Jam 12 tepat acara mendekor selesai. Inilah hasil jerih payahku dan Nungki :)
Hasilnya emang amburadul, tapi yg penting dah meramaikan ulang tahun NCC


 
komentar Nadya : Wah..ada patty-nya, ada kejunya juga


  
komentar Arief : terima kasih mobil pemadamnya Ma, tapi kok warnanya pink…??

 
Mbak Fatmah baca piagam dari MURI, Riana yg pegang mic

 
Suasana sesaat sebelum peluit memulai lomba ditiupkan

Ibu admin dengan centhong-nya yg legendaris itu

Tuesday, December 5, 2006

Dari blog lama : Januari 2006

Monday, January 30, 2006

Selama di Bandung

Aku sudah ada di Bandung -dalam rangka menikahnya Toni- sejak hari Kamis tgl 26 Januari. Mama, Papa berangkat dari Surabaya naik KA Argo Wilis Jumat tgl 27 pagi dan sampai di bandung 27 malam, berangkat bersama dengan bude Koesno dan mas Didik. perlu 2 mobil untuk menjemput rombongan yg hanya 4 orang itu, maklum barang bawaannya buanyak banget. Selain kado-kado titipan juga ada oleh-oleh dari mama yg tak kalah heboh, ada ayam ungkep ala Mama, ada serabi Solo, cake Mandarijn, bakwan dari Surabaya, tak lupa udang bu Rudy yg sambelnya pedes tidak kepalang itu. Malam itu menginap di rumah cikutra.
Tgl 28 siang ada rombongan dari Jakarta yg datang (Nungki dan Nunung, Nyak dan Abehnya Nunung, bang Kosim sekeluarga plus 1 iparnya Nungki). Malamnya rombongan dari Ponorogo datang dengan menggunakan KA Argo WIlis. Selain bude Tik dan pakde Badri, ibu dan bapak Har plus Fazza, ada juga bude Pir. Nama budeku lucu-lucu ya…hehehe..itu nama panggilan mereka sejak aku kecil.
Sabtu siang Mama dan para tamu masuk ke Wisma Asri yg ada di Jl. Merak no. 5 (persis di belakang Japati). Sebetulnya aku lebih suka tinggal di rumah Cikutra, karena tinggal di rumah sendiri menurutku tetap lebih enak dan nyaman -plus di rumah cikutra ada akses internet tak terbatas yg cepet banget -. Tapi nadya keukeuh mau nginep di Wisma Asri, bahkan melemparkan rayuan mautnya. Rayuannya seperti ini :
Nadya : Ayah capek gak ?
Ayah : Iya nih, pegel-pegel
Nadya : nanti Nadya pijitin tangan ayah yg pegel-pegel di hotel. trus nanti kakinya juga dipijit sama Nadya di hotel.
See, dengan keukeuhnya Nadya bilang dia akan mijitin di hotel / wisma.
Malam itu Gasibu ruame banget, ada acaranya Clear, jai kebayang kan gimana macetnya jalan menuju ke wisma. Aku yg dari arah cikutra aka terpaksa lewat Tekukur demi menghindari keramaian.
Minggu tgl 29 alhamdulillah semua berjalan lancar dan setelah itu adalah…hari jalan-jalan…
Yup, selama ada eyang kung dan eyang ti, Nadya dan Arief tidak pernah nganggur di rumah :)
Minggu malam aja kita udah nyobain makan di BMC.

ki-ka : Nunung, Nungki, Papa, Arief, mas Tras, Fariz
Trus Senin pagi juga aku udah diculik dari Cikutra diajak jalan-jalan. Kali ini ke Ciwalk.

Trus makan malam di Lesehan yg ada di depan Wisma Asri Jl. Merak.
Posted by rina rinso in 23:46:18 | Permalink | Comments (2)

Sunday, January 29, 2006

Pernikahan

Adikku menikah.
3 dari 4 bersaudara (Rina, Nungki, Toni, dan Fariz) sudah menikah. Aku menikah th 99, Nungki tahun 2000, dan tanggal 29 kemarin Toni menikah.
Acaranya berlangsung di Bandung.
Karena aku pernah kuliah dan tinggal di Bandung, maka 3 (aku, Toni, dan Fariz) dari 4 bersaudara pernah merasakan tinggal di Bandung.
Karena kita dari pihak laki-laki, maka tidak banyak persiapan yg aku lakukan. Toni yg repot di bandung.
Kedua sejoli ini baru ketemu bulan ramadhan tahun 2005 lalu di Bandung, kemudian dengan serangkaian proses kilat yg melibatkan pimpinan pondok pesantren Wali Songo di Ngabar Ponorogo, pas tahun baru adikku melamar dan tanggal 29 kemarin menikah.
Acara ijab kabul-nya juga agak sedikit KKN. Rupanya yg menikahkan adalah pimpinan ponpes Wali SOngo (pak Har) dan beliau minta pake bahasa Arab, maka pakde Badri (yg merupakan salah satu pimpinan Gontor dan merupakan paman dari pimpinan pak Har) jadi saksi yg dengan matafff bilang “SAH” ketika adikku selesai mengucapkan ijab kabulnya dalam bhs Arab :)

Kalau waktu aku menikah kaya’nya aku adem ayem aja, kemarin aku bener-bener terharu melihat adikku laki-laki menikah.

menyerahkan mas kawin
Posted by rina rinso in 23:10:04 | Permalink | Comments (1) »

Tuesday, January 24, 2006

Happy Birthday

Hari ini tepat 36 tahun suamiku tercinta.
Selamat ulang tahun say. Semoga diberi usia yg barokah, bisa memberi manfaat baik kepada lingkungan. Kalau disebelin sama orang sih gpp, rasulullah yg sudah seperti itu aja masih ada yg benci, apalagi manusia biasa seperti kita. Semoga cita-citanya tercapai. Semoga tetap bisa menjadi ayah yg baik dan lucu buat Nadya. Menjadi imam-ku dan suami yang baik, sabar dan penuh pengertian dan tambah cinta sama aku :) Plus jangan lupa dijaga sholatnya, ngajinya, doa dan dzikirnya.
Untuk membuatnya terasa sedikit berbeda aku coba bikin sponge cake jeruk yg nyontek dari Femina.
 


potong kue ulang tahun (maunya)

Posted by rina rinso in 23:24:53 | Permalink | Comments (3)

Sunday, January 15, 2006

Selama di Surabaya

Tahun 2006 ini aku akhiri di Bandung dan aku awali di Surabaya. Untuk sementara bye bye dulu ya Jakarta….
31 Desember 2005
Tanggal 31 Desember 2005 aku menuju Bandung, naik si Hitam ditemani Mama dan Nadya. Mas Tras sudah ada di Bandung 2 hari sebelumnya jadi aku terpaksa aku nyetir ke Bandung. Alhamdulillah cuacanya mendukung, gak hujan dan gak panas terik, jadi aku si ibu rumah tangga yg sudah lama banget gak nyetir keluar kota bisa nyetir dengan aman dan tenteram. Aku berangkat dari Jakarta jam 08.20 dan sampai di Bandung jam 11.00. Setelah sampai di Cikutra aku baru merasakan ternyata nyetir Jakarta-Bandung lewat tol Cipularang jauh lebih enak daripada nyetir Bandung-Garut (tepatnya Sukaregang). PS : Dulu jaman kuliah sering bolak-balik ke Sukaregang ambil limbah penyamakan kulit buat tugas akhir.
Sebetulnya acara akhir tahun di Bandung bukan acara sok punya uang sehingga sampai bertahun baru di Bandung, atau saking pentingnya tahun baru sampai harus ke bandung. Bukan. Bukan itu alasan aku ke Bandung. Aku harus ke Bandung karena tanggal 1 Januari 2006 adikku melamar seorang perempuan yg rumahnya di Bandung, jadi mau tak mau aku sekeluarga (termasuk Mama papa di Surabaya) harus ke Bandung.
SIngkat cerita acara lamaran berjalan lancar dan sukses dan aku juga berhasil menyumbang sebuah cake yg dihias dengan fondant atau plastic icing. Dibikin dengan alat ala kadarnya yg aku punya. Sengaja pake fondant supaya praktis, cake bisa dibeli di Bandung dan alat-alat yg aku bawa dari Jakarta juga gak banyak, cuma rollingpin, pewarna dan cookie cutter.

2 Januari 2006
Kemudian tanggal 2 Mama Papa balik ke Surabaya dan aku ngikuttttt….. hehehehe. Perjalanan naik kereta api Argo wilis alhamdulillah relatif lancar. Bahkan saking lancarnya kita tiba di Solo 15 menit sebelum jadwal dan mengakibatkan roti Mandarijn 7 dus gak sampe ke tangan, hahaha.
Ceritanya begini, Mama titip ke tanteku di Solo untuk beli roti Mandarijn dan Serabi Solo trus ntar janjian ketemu di Stasiun Solo Balapan. Biasanya kereta api argowilis sampai di Solo jam 3. Gak tahu ada apa kereta api dari Bandung ke Surabaya itu ngebut banget dan sudah sampai di Solo jam 14.45. Sejak dari Yogya Mama sudah berusaha menghubungi mbak Titin (tanteku) tapi rupanya hp-nya ketinggalan di rumah. Jam 14.50 kereta argowilis sudah meninggalkan stasiun Solo Balapan dan pada saat yg bersamaan mbak Titin baru saja masuk ke lapangan parkir stasiun. Yaaaa… Tapi untungnya baik Mama maupun mbak Titin cerdas, karena begitu tahu ketinggalan kereta roti Mandarijn itu langsung dibawa ke travel dan dikirim ke Surabaya.

Meskipun menu di kereta api tidak enak (lebih sopan daripada tidak layak makan) tapi kita tetep happy-happy aja, apalagi sewaktu rombongan Madiun turun (rombongan Ponorogo yg turun di Madiun adalah pak de Badri dan keluarga serta ustad pak Har dan keluarga) santrinya pak Har sudah membawa 3 bungkus nasi pecel Madiun yg uenak tenan. Alhamdulillah….
Kehidupan di Surabaya boleh dikatakan baru dimulai tanggal 3 Januari 2006. Musim hujan sedang melanda kawasan Jawa bagian Timur itu, sehingga kejadian tanah longsor di Jember menjadi topik berita utama di koran dan televisi di Surabaya.
Musim hujan juga menyebabkan Surabaya diguyur hujan deras setiap hari, baik siang maupun sore, sehingga acara jalan-jalannya sering terhambat. Paling juga ke rumah bu Nunuk dan Mami. Di rumah bu Nunuk ada dik Dian dan dik Etik plus anak-anak mereka Alya dan Ai, plus eyangnya (pak Udin) sementara di rumah Mami ada mami, papi, mbak Ririn dan keluarganya (suami dan 2 orang anak perempuan). Bu Nunuk itu adiknya Mama, pak Udin itu adiknya Papa. Sedangkan Papi itu mas-nya Papa. Begitulah hubungan keluarganya.

Foto Alya, Nadya, Ai.
Kalau pulang ke Surabaya gak jajan makanan bisa dikatakan rugi. Salah satu makanan favoritku adalah Tahu Tek atau bahasa Indonesianya Tahu Gunting. Biasanya penjual tahu tek ini sudah beredar di depan rumah sejak jam 5 sore, tetapi karena sejak aku datang hujan selalu turun maka baru hari ke 3 di Surabaya aku bisa makan tahu tek. Sempat terpikir untuk langsung mesen 2 porsi (aih aih aih..rakus sekali diriku) untunglah aku sadar, gak boleh makan 2 piring karena siapa tahu ntar malamnya papa ngajak makan malam keluar hahaha..

Aku pernah mencoba bikin tahu tek sendiri tapi rasanya malah aneh. Kata Lia untuk petis tahu tek gak perlu petis yg enak, justru pake petis yg murahan aja, gitu tips-nya. Hmmm patut dicoba, soalnya makanan itu asli deh bikin aku ketagihan. Meskipun isinya hanya tahu, kentang dan tauge (karena aku gak suka pake lontong) dan isu tahu mengandung formalin sedang rame dibicarakan, aku tidak gentar dan tidak takut untuk makan 1 porsi tahu tek kesukaanku :)
5 Januari 2006
Pagi itu Papa ngajak Nadya ke bonbin Surabaya. Acara jalan-jalan pagi hari itu memang jadi andalan Papa untuk mengambil hati cucunya :) Aku nemenin Papa dan Nadya. Kita berangkat jam 7 pagi. Trus setelah sampai di bonbin (ternyata harga tiketnya 10 ribu euy) Papa sibuk nyari tukang jualan kacang. Kata Papa kalu ke bonbin gak bawa kacang gak enak (bukan contoh yg baik, karena dimana-mana di setiap ujung bonbin ada tanda dilarang memberi makan ke hewan, tapi ya begitulah papa-ku, suka ngeyel, hehehe). Setelah nyari sana sini akhirnya dapat juga tuh kacang untuk binatang yg ada di bonbin.
Pagi itu rupanya hewan di bonbin baru saja sarapan, terbukti dengan adanya petugas bonbin yg mondar-mandir keluar masuk kandang sambil bawa rumput, sayur-mayur, buah-buahan, dll. Di bonbin kali ini Nadya sudah berani ngasih makan hewan-hewan antara lain unta, rusa, dan kanguru kecil. Kalau gajah Nadya belum berani.
  
Trus setelah dari bonbin Papa mesti ngantor dulu (karena meski sudah tergolong lansia papa masih ngantor sebagai konsultan) dan pas jam makan siang Papa pulang ngajak makan siang. Asyikkkk diajak makan di Wapo. Tapi Wapo (warung pojok) di Airlangga sedang di renovasi jadi kita pergi ke kayoon. Meskipun namanya warung pojok tapi menunya bukan menu warung pojok pada umumnya lho, trus harganya juga bukan harga warung :( Untuk mie goreng 1 porsinya 17.000. Emang sih 1 porsinya bisa untuk dimakan 2 orang tapi tetep aja bukan harga warung.

Lunch di Wapo kayoon.
6 Januari 2006
Hujan mengguyur Surabaya tak kenal lelah. Banjir ada dimana-mana, termasuk di jalan baratajaya. Rencana papa ngajak Nadya ke Taman Remaja Surabaya (TRS) sering batal karena kalau hujan emang gak nyaman bepergian dan main-main ke TRS. Malam itu hujan baru reda jam 8 malam dan akhirnya Papa memenuhi janjinya ke Nadya, meski udah malam tetep aja kita berangkat.
Nadya berbeda dengan sepupunya Arief. Kalau Nadya suka dengan hingar bingar suara, Arief ana yg sangat suka dengan keheningan. Nadya sangat menikmati jalan-jalan ke TRS atau ke Timezone, sementara Arief menghindari tempat-tempat yg menurutnya berisik :)
     
Nadya naik merry go round, mobil-mobilan, kapal-kapalan, naik monorail keliling TRS ditemenin eyang ti, naik boom-bom car.
Ada 1 lagi wahana yg dinaiki Nadya tapi gak sempet dipotret, naik karpet terbang Aladin hehehe. Meskipun Nadya suka nunjuk-nunjuk untuk main sesuatu di TRS aku cuma keluar uang untuk naik bom-bom car aja, maklum TRS ini salah satu tempat kerja papa sebelum pensiun dan sekarang masih di sini jadi papa dapat jatah freepas. Lumayan kan….
7 Desember 2006
Sebetulnya mama punya rencana untuk mengajakku ke Madiun, Ponorogo, dan Magetan, dikarenakan lebaran idul fitri kemarin aku gak ikut unjung-unjung ke rumah saudara-saudara mama dan papa di 3 kota itu, tapi karena hujan deras mengguyur jawa timur dan pak sopir yg kita minta tolong ternyata gak bisa (krn bos dari hongkong datang jadi papa gak bisa memakai jasa pak sopir, karena sudah bisa dipastikan bos dari hongkong akan jalan-jalan dan memanfaatkan jasa pak sopir perusahaan) akhirnya rencana itu gugur dan sebagai gantinya sabtu pagi itu tante Umi dan romongan FORHATI pada ngumpul di rumah. Acara hari itu adalah membagi beras kepada pemulung yg ada di sekitar baratajaya.
Dengan menggunakan piyama (karena pulang dari TRS jam 10 dan setelah itu Nadya masih semangat cerita tentang pengalamannya main-main di TRS jadi Nadya baru bobok jam 12, karena bobok-nya malam banget tapi bangunnya tetep jam 6 akibatnya jam 9 pagi dia sudah ngantuk, jadi aku ganti kostumnya dengan kostum untuk tidur) Nadya ikut membantu (atau ngerecokin ya ?) eyang-eyang yang aktif di bidang sosial itu.
 
Bener deh, hari itu Nadya tidur siang lebih awal, jadi aku bisa pergi menemui temen milis NCC yg ada di Surabaya. Lia dan Monica adalah 2 member NCC Surabaya yg menemui aku. Kita janjian ketemu di Delta Plaza tepatnya di toko Gunung Agung. Setelah nunggu Lia dan Monica yg sedang belanja belanji, akhirnya ketemu juga deh dengan Lia. Kalau Monica aku sudah pernah ketemu di markas NCC di Jakarta, sedangkan dengan Lia aku malah cuma pesen kue-nya aja waktu Fariz ulang tahun dan baru ketemu hari itu. Setelah perut kenyang di traktir Lia rujak cingur, kita meluncur ke toko 8 di pucang anom. Wah… aku mborong cetakan coklat lagi nih. Beberapa hari sebelumnya aku sempat ke toko 8 dan beli cetakan coklat yg murah meriah dan jumlahnya buanyak banget. Kalap deh :)
9 Januari 2006
Hari itu aku, mama, dan papa ke Zangrandi setelah maghrib. Meski Surabaya malam itu gerimis tetap tidak melunturkan niat untuk ke es krim Zangrandi. Selain itu siangnya kita semua puasa arafah jadi baru bisa ke Zangrandi malam. Puasssss banget menyendokkan 1 suap es krim ke mulut.
 
nadya dan copacobana es krim pesenannya
 
noodle ice cream chocolate pesenanku, casatta pesenan mama dan papa

nadya nemenin eyang kung istirahat sore di rumah.
10 januari 2006
Hari ini bertepatan dengan idul adha. Pagi-pagi banget mama sudah berangkat dari rumah mesnuju mesjid Ummul Mu’minin dekat rumah untuk ngetek tempat sholat, hehehe. Gimana gak pagi kalau mama sudah berangkat sejak jam 5.20 pagi. Sedangkan aku jam segitu baru mulai memandikan Nadya yg ikutan sholat Ied. Dulu waktu aku kecil biasa sholat di Taman Surya Kotamadya atau kadang di taman Bungkul darmo, cuma seja papa jadi pengurus mesjid Ummul Mu’minin mau tidak mau kami mesti memakmurkan mesjid deket rumah itu.
  
nadya dan eyang setelah sholat ied
Setelah sholat ied papa langsung sibuk dengan urusan kurban dan lain-lain sedangkan aku, mama dan Nadya malah jalan-jalan nyari sarapan :)
Awalnya mau beli bubur ayam tapi rupanya lagi libur, akhirnya diputuskan beli soto cak Lan yg ada di tepi rel KA, aku lupa nama jalannya, cuma inget aja soto ini 1 jalan dengan tempat praktek almarhum dr. Kabat. Sotonya murah meriah. Gimana gak murah kalau 1 porsi nasi putih dan soto ayam hanya 4000 rupiah. Gimana gak meriah kalau potongan ayam-nya buanyak banget, saking banyaknya sampai buat aku yg doyan lauk daripada nasi ini ayamnya masih bersisa dan bisa digado. Awalnya mama tahu soto ini gara-gara temen MENWA-nya Nungki semasa kuliah di UPN dulu. Sejak harga 1 mangkok 2500 sampai sekarang soto ayam ini jadi pilihan kalau mau sarapan :)
 
Nadya bantu eyang nge-lap mobil
Malam itu untuk pertama kalinya Nadya nonton bioskop layar lebar. Awalnya sih papa menawarkan diri untuk nonton film, kebetulan ada freepass untuk nonton di Galaxy dan di Studio. Akhirnya kita nonton Kingkong di Studio 21. Kupikir Studio 21 itu di Tunjungan Plaza ternyata ada di Pakuwon. Lha Pakuwon kan di ujung lain dari rumah baratajaya…??? Tapi ya itu, demi menyenangkan cucunya papa rela deh ngebut menuju Pakuwon. Kita tiba di tempat 5 menit sebelum pertunjukan di mulai dan dapat tempat duduk L7 – L10. Artinya kita dapat tempat duduk paling depan….!!! Jadi inget masa lalu, saat masih sering nonton di BIP dan dapat kursi paling depan :)
Film yg berdurasi 3 jam itu awalnya dinikmati Nadya. Paling tidak 10 menit pertama Nadya asik ngikuti cerita dan kadang-kadang berjalan di sepanjang gang. Tapi begitu 1 jam Nadya sudah gelisah dan mulai kepingin pulang, untungnya masih bisa aku tahan. Trus kalau ada adegan sedih Nadya ikut nangis, atau musik latar melankolis Nadya juga sudah mulai mewek…. tapi yg jelas, acara nonton pertama itu sukses. Saking suksesnya sekarang setiap malam Nadya ingin diceritain tentang Kingkong :)
11 januari 2006
Hari ini papa sengaja gak ke kantor pagi, karena kepingin nemenin Nadya berenang di Waterpark Ciputra yang gak jauh dari Pakuwon. Begitu melihat lingkungan Waterpark Nadya langsung jatuh hati dan langsung kepingin main air (karena Nadya belum bisa berenang) tapi apadaya ternyata Waterpark baru buka jam 2 siang padahal kita sampai di situ jam 11. Akhirnya diputuskan untuk pulang aja, soalnya kalau mesti nunggu sampe jam2 siang ya lumayan gempor, apalagi Waterpark masih baru jadi di sekitarnya pohon-pohon masih sedikit, panas banget.

Di depan waterpark ciputra.
 Sebetulnya dari Waterpark mama kepingin ngajak aku makan sate kambing di deket Kenjeran. Tapi karena dari Ciputra ke Kenjeran sangat jauh danjam makan siang sudah dekat, akhjirnya diputuskan untuk makan di dukuh pakis, sebuah warung makan murah yg bersih dan makanannya makanan rumah.
Malam itu papa ngajak ke zangrandi lagi. Assiikkkk…. sayang gak sempat motret ice cream-nya. Kemarin aku pesen ice satay, mama pesen tuti frutti coklat, nadya tropical fruit, dan papa pesen casatta.
12 Januari 2006.
Hari itu mama memenuhi janjinya untuk mengajakku makan sate kambing di Tambak Wedi di daerah Kenjeran. Tempat makannya persis di ujung jalan Kedinding Lor. Kali ini yg pergi cuma kita ber-3, aku, mama, dan nadya. Pesen gule, krengsengan, dan sate kambing (sambil ngetik glek..glek juga nih…). Pesen segitu banyaknya (plus nasi putih, es jeruk dan es fanta) cuma 28.000. Untuk makanan segitu menurutku itu murah banget nget nget.
Setelah kenyang makan perjalanan dilanjutkan melihat jembatan yg konon akan menghubungkan Surabaya dengan Madura.

Potongan Jembatan Suramadu dari arah Surabaya
13 Januari 2006
Hari kepulangan menuju Bandung, kemudian seterusnya baru ke Jakarta. Masih tetep naik Argowilis, karena perjalanan siang ternyata asik, apalagi kita sudah punya rencana makan siang dengan gudeg Solo (gudeg yg dibeli di Solo). Seperti kebiasaan mama, kali ini pesen lagi roti mandarijn (plus serabi solo dan gudeg) ke mbak Titin. Jadi setelah lewat Solo ransum makanan kita seperti ini :
 
Karena kita berangkat hari Jumat jadi kursi di kereta banyak yang kosong dan Nadya bisa tidur siang dengan nyaman dalam posisi seperti ini.

Alhamdulillah jam 19.45 aku menginjakkan kaki di bandung, ketemu dengan suamiku tercinta yg selama hampir 12 hari cuma aku denger suaranya saja, merasakan dinginnya bandung.
Siang ini aku siap-siap menuju ke Jakarta dan memulai hidup normal kembali.