Hallo. Selamat datang di rumah virtual Keluarga Rustamaji. Ini adalah blog isinya tentang Tras Rustamaji (ayah), Rina rinso (bunda), Nadya dan Ivan.
rina sofiany

Saturday, December 27, 2008

Dari blog lama : November 2006

I’m Back… ( 15 November 2006)

Setelah liburan di Surabaya selama hampir 3 minggu akhirnya aku balik lagi ke jakarta. Karena masih terbawa suasana liburan di Surabaya (yg bebas dari internet, karena selama di Surabaya cuma bisa buka website tapi gak bisa buka mailbox karena pake hp yg bukan 3G hehehe) jadi masih kaku buat ngetik di komputer :) Ntar dulu deh bikin laporan liburannya ya….



Di Surabaya ( 26 November 2006)

Tahun ini aku pulang berlebaran ke
Surabaya, rumah mama dan papa. Seperti biasa, kalau mudik selalu dipenuhi agenda jalan-jalan, sayangnya karena ada sedikit “kebocoran” saat piknik makan siang di salah satu masjid di Kertosono membuatku harus bed rest selama di Ponorogo.


Kebocoran ? Yup, entah saking semangatnya atau karena saking cueknya, aku yg saat itu baru hamil 15 minggu agak sedikit panik pas menemukan ada cairan merah muda yg mirip ketuban (secara aku melahirkan Nadya pecah ketuban dulu jadi tahu kira-kira bentuk ketuban seperti apa) yang baru aku sadari pas kita berhenti di Magetan. Bener deh, begitu sampe penginapan Dirgahayu Ponorogo aku langsung berbaring. Surfing internet (kebetulan mas Tras kemana saja bawa laptop dan ada hp sebagai modem, jadi bisa nginternet selama ada GPRS) di milis kehamilan yg aku ikuti, ketemu deh obat Duvadilan untuk kontraksi dini, mas Tras ke apotik (kok ya alhamdulillah ada apotik yg buka di h+2 lebaran) dan aku tetap berbaring sampai pulang lagi ke Surabaya.

Selama di Surabaya 1 minggu pertama aku gak kemana-mana, nunggu ada dokter praktek, untuk memastikan kehamilanku ini gpp. Hmmmm beda banget deh dengan hamilnya Nadya. Pas awal hamil Nadya (waktu itu belum sadar kalau hamil, cuma udah telat mens) aku sempat jalan-jalan ke Wonosari naik mobil, trus ke Surabaya naik kereta, gak ada keluhan apa-apa. Trus pas hamil 4 bulan jalan-jalan sama karyawan Optima ke pangandaran naik bis rame-rame juga asik-asik aja. Tapi… tetep aja disyukuri dengan kehamilanku ini setelah umur Nadya 5 tahun.

Setelah ke dokter dan di periksa semuanya baik-baik aja, baru deh aku berani keluar rumah. Beli es krim Zangrandi, beli nasi kebuli dan kambing oven di Ampel, dan sudah jelas rujak cingur dan tahu thek favoritku. Trus bulan ini pas musim mangga, so setiap hari menu buah di rumah adalah mangga. Mangga-nya hmmmm manisssss, udah gitu murah meriah lagi.

 

Ada es krim rainbow dan casatta plus nadya yg bergaya sambil makan es krim (minum es krim bunda bukan makan, gitu kata nadya).













Nadya di RM Yaman lagi asik baca daftar menu makanan sambil nunggu nasi kebuli di hidangkan. Sementara itu sudah ada 3 porsi nasi kebuli dengan 1 potong kambing oven, menunggu untuk dimakan.

Setelah hampir 3 minggu di Surabaya akhirnya aku balik ke jakarta naik pesawat, secara harga tiket pesawat saat itu lebih murah daripada tiket kereta api. Cuma ber-2 sama Nadya, di bandara Juanda baru, yg baru beroperasi hari Senin, sedangkan aku balik hari Jumat, jadi tampaklah kekacauan di bandara baru itu. Dari petunjuk jalan yang kurang jelas, trus papan penunjuk keberangkatan yang kacau, sampai penggunaan garbarata yang ternyata kurang optimum, karena tetep aja harus naik bis untuk menuju ke pesawat. Alhamdulillah




Thursday, December 25, 2008

Dari blog lama : Oktober 2006

Cerita-cerita tentang Nadya ( 1 Oktober 2006)

Tanggal 9 September 2006 Nadya ikut lomba antar TK se jakarta Selatan di taman Wiladatika Cibubur. Lomba yg diikuti Nadya adalah lomba memindahkan bola. Tim lomba ini 4 orang cewek dan 1 orang cowok, sayang menjelang bertanding satu-satunya cowok agak grogi dan akhirnya tidak ikut lomba. Maka bu guru dengan sigap langsung menuju ke arena lomba menggambar untuk menarik salah seorang murid TK yg ikut lomba menggambar untuk bergabung dengan tim lomba memindahkan bola. Alhamdulillah akhirnya tim cewek jago lari ini mendapatkan juara harapan II alias juara ke-5, hehehe… yang penting seneng.


Ki-ka : Nadya, Yasmin, Amel, Faya, dan Afi (tp Afi gak jadi ikut lomba)




Suasana lomba. Cara bermainnya, semua bola dengan 4 macam warna diletakkan di keranjang besar di tengah arena, setiap sudut arena ada keranjang kecil dengan warna berbeda. Begitu peluit dibunyikan, setiap anak menuju ke keranjang tengag, mengambil bola dengan warna seperti keranjang yang ada di sudutnya, kemudian bola dari keranjang tengah di masukkan ke keranjang kecil.



Tersenyum senang dengan piala Juara Harapan II.
Kisah di balik piala : ibu guru membuat duplikat piala untuk setiap anak yg ikut lomba (termasuk Afi), baru hari pertama piala duplikat ada di rumah, piala Nadya sudah patah. Abisnya kemana-mana pialanya dibawa sihhhh…

Balik dari taman Wiladatika kita langsung menuju ke bandung. Tanggal 10 ada pasar seni di Ganesha. Sengaja nih datang ke bandung sekalian bernostalgia, tapi sayang nadya kurang enjoy dengan suasana pasar seni yang ruame banget itu, apalagi saat itu Bandung lagi panas banget. Akhirnya Nadya duduk di bangku di sekitar jurusan Kimia (kalo gak salah, tp seingetku mereka duduk di daerah prevab tempat aku praktikum biologi jaman kuliah dulu) ditemenin Tony dan istrinya. Sementara aku berkeliling di sekitar pasar seni ditemeni sama Lia, ponakannya mas Tras yg sekarang tinggal di rumah cikutra karena dia kuliah di Kimia itb. Mestinya di kampus ini aku bisa ketemu dengan teman atau kenalan, tapi hari itu aku hanya bertemu sama mas Fuad (hehehe..ketemunya malah di kampus padahal rumah kita di Cikutra berdekatan) sama mbak Dina (temen-nya mbak Atiek GD 88 dan sekarang jadi dosen).



Hari Sabtu tgl 16 September 2006 Nadya ikutan latihan manasik haji di asrama haji Pondok Gede. Kalau saat lomba di Cibubur ayah ikut nganterin, kali ini ayah mau istirahat di rumah 9sambil beberes) sementara itu bunda mau jalan-jalan dulu ke Pondok Gede sekalian nemenin Nadya. Sayang selama berlangsungnya latihan manasik gak sempet di foto, Cuma ini fotonya bergaya di depan mesjid Nurul Hidayah deket sekolah sambil nunggu bis yang akan membawa mereka ke asrama haji, sementara bunda ikut pak sopirnya Amel.



Tanggal 17 September 2006 Nadya ikutan periksa gigi di Canina Dental di Bintaro sektor 1. ini adalah acaranya milis BeingMom yg digawangi Devi, Ike, dan Dini. Dari situ ketahuan deh kalau bundanya Nadya rajin karena gigi Nadya bebas masalah (alhamdulillah….hehehe). Cuma ibu dokter giginya kasih warning jangan bangga dulu, karena bisa jadi masalah baru timbul setelah gigi susu tanggal dan digantikan dengan gigi permanen.



Pertama, belajar cara menggosok gigi yang benar.



Setelah itu dilihat sama ibu dokter sekalian konsultasi



Ini nih gayanya secuil anggota milis BeingMom


Cerita-cerita bulan puasa ini ( 12 Oktober 2006)

Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah puasa. Semoga puasa kali ini membawa dampak positif (terutama bagiku) untuk melanjutkan hidup di masa yang akan datang.
Puasa kali ini tidak berbeda jauh dengan puasa-puasa yang pernah aku lalui. Puasa dalam kondisi hamil sudah pernah aku rasakan (cuma bedanya saat itu udah hamil tua banget, karena tgl 10 ramadan Nadya lahir), puasa saat nifas juga sudah pernah, hehehehe… Mungkin bedanya bawaannya ngantuk dan lemes saat hamil jadi terbawa saat puasa. Dulu pas hamil muda-nya Nadya aku juga jagoan tidur, tapi hanya 4 bulan pertama, setelah itu lebih parah…. Foot in mouth Bedanya lagi… puasa kali ini aku terima orderan bikin cake, alhamdulillah, ternyata seneng ya kalau ada orang yang suka sama makanan yang kita bikin. trus apa lagi…. oh iya, Nadya sudah aku seriusin untuk latihan puasa. Alhamdulillah aku tidak menemukan kendala yang berarti dari Nadya secara dari sekolahan Nadya juga udah diajarin apa itu puasa, tapi sayang euy di sekolah Nadya tetep ada acara makan snack jam 9 pagi, walhasil hari sekolah berarti bukan hari latihan puasa yang baik buat Nadya, baru pada weekend Nadya bisa ikut puasa dengan “baik dan benar” artinya dia ikut sahur jam 4 pagi dan baru buka saat dhuhur kemudian setelah itu lanjut puasa lagi dan baru buka saat maghrib. Ternyata oh ternyata… meskipun Nadya sedikit kelihatan lebih gemuk saat ini, dia termasuk yang tahan lapar lho. Jarang banget Nadya merajuk mau buka puasa untuk makan. Alhamdulillah



Tampang Nadya pas ikutan sahur.

Saat sahur salah satu cara bikin Nadya tetap terjaga adalah….. TV-nya harus playhouse disney channel. Jadinya ya…gpp deh ngalah. Lagian gak tahu ada apakah gerangan, ramadan kali ini aku udah bosen banget lihat acara pengantar sahur yang isinya ketawa-ketiwi, kuis, ada artis dan pelawak, aduhhhh udah mau…. *…* (disensor) jadinya baru kali ini setiap sahur mantengin Metro TV lihat pak Quraish menafsirkan Al Baqarah. Tahun-tahun lalu mah kaya’nya gak seseius ini deh. Bawaan orok kali ye….
Trus trus trus…. ada acara buka bersama dengan mantan temen kost Tubagus Ismail V-34 Bandung. Lokasinya di Marchie Gran Melia. Yang ngasih kabar ttg bubar ini adalah Prita. Ini dia ada beberapa foto yang berhasil aku abadikan. Oh iya untungnya Prita dapat tempat (atau pesen tempat ??) yang non smoking area di kids area (jadi kesimpulannya kalau cari non smoking area pasti deket sama anak ya…) dan alhamdulillah juga ada tempat bermain untuk anak, jadi ada kegiatan lain buat Nadya, maklum Nadya kan gak bisa diem duduk manis dan tenang (jadi inget buka bareng dengan ex-mods ayahbunda di pizza hut pasfes kuningan tahun lalu, gak terasa udah setahun ya…..) saat itu Nadya gelisah banget karena gak ada temennya. Hehehe..harap maklum ya…. Nadya dan bundanya ini merupakan satu paket yang tak terpisahkan ;)


    

Nadya anteng makan dan main






 Ada yang berniat tanya ” emang kau angkatan berapa Rin…???”
Hahaha… temen kost-ku ini adalah angkatan 96 PWK-ITB tapi S-2 nya hihihi… aku adalah penyusup di antara mereka, karena di awal bulan kost itu dibuka semuanya orang PWK hanya aku aja yang anak biologi. Baru kemudian di tengah semester mulai banyak orang di luar PWK yang ikut kost di situ, tetapi tetep dengan seleksi ketat yang dilakukan mbak Andys dan mbak Ikun (anak PWK juga dan berlaku sebagai orang yg dikasih kepercayaan sama pak Agus, orang yg punya tempat kost itu).
Bubarnya berjalan lancar, sayang ada 1 anak kost favoritku  yang gak bisa datang…. tak lain dan tak bukan … mas Tras..!!! Hehehe…suamiku saat ini emang ada di Malang sampai hari Sabtu lusa.


Saturday, December 20, 2008

Dari blog lama : September 2006

Selamat Jalan Inong

Innalillahiwainnaillaihi rojiun.
Speechless
Pertama melihat status YM-nya ei kemarin siang tentang Inong. Langsung aku baca sana-sini tentang kondisi paling akhir dari Inong. Kemarin sore sempat ada kabar Inong sudah “pergi” tapi dari info Molly dan dari YM-an dengan Dhini dapat info kalau ternyata masih didukung life support. Akhirnya pagi ini kabar paling akhir dari Singapura adalah, Inong meninggal jam 7 pagi waktu Singapura.
Mengingat-ingat bagaimana aku kenal Inong, sudah pasti dari dunia maya, internet. Milis-nya dapurbunda sudah aku ikuti sejak aku tinggal di Bandung. Banyak ilmu dan info tentang dapur yang aku dapat dari milis itu. Kemudian di awal tahun 2003 aku pindah ke Jakarta. Sejak pindah ke Jakarta beberapa kali aku ikut kursus masak di Buaran O/333. Kursus pertama yg aku ikuti adalah kelas tiramisu dan cheese cake, yg ngajar mbak Fatmah. Setelah itu rasanya jadi ketagihan kursus masak. Trus pas Nadya mau ulang tahun ke-4 dan aku mau bikin birthday cake buat Nadya beberapa minggu sebelumnya aku YM-an dengan Inong, konsultasi jarak jauh, atau kering kentang pedes-nya yg nemenin sahur tahun lalu.
Belum lagi aku sering beli Bel Air lewat Inong. Inong…. aku jadi inget pas kau bela-belain bawa jirigen Bel Air 5L untukku dari Singapur ke Jakarta, padahal kan sebetulnya dari pihak masakapai penerbangan gak boleh….
Kapan terakhir ketemu Inong..?? Tahun lalu, saat milis Dapurbunda mau ulang tahun dan bertepatan dengan kepindahannya ke Singapura. Saat itu sempet ketemu Inong di Bibet, ketemu pertama kalinya dengan Rurry dan Yudhi. Sayang aku gak bisa hadir di kopdar dapurbunda (waktu itu almarhum mpok Yayah yg bantuin aku sakit, jadi gak ada asisten di rumah).
Inong…. I’ll be missing you



Ide Nadya

Nadya seneng sekali pas tahu dia akan punya adik (insya Allah). Segala sesuatu dihubungkan dengan “adik” atau “kakak”. Misalnya saja, saat semua yg tahu aku hamil berharap semoga kali ini akan lahir bayi laki-laki, maka dengan tegas Nadya akan menentukan pilihannya sendiri.
“Nadya mau adik perempuan”. Itu harapan Nadya. Kalau ditanya kenapa, maka dia jawab :
“Kalau laki-laki nanti nakal, gak bisa diajak main sama Nadya, Nadya gak suka main mobil-mobilan”. Begitu alasannya.
Aku sih sudah amat sangat beryukur bisa merasakan hamil lagi, jadi apapun yg kelak dititipkan kepadaku, insya Allah aku akan menerima.
Kemudian Nadya punya ide.
“Bunda, kalau adiknya nanti lahir dikasih nama ‘Nadya Fitriyanti Rina’ aja ya”. Kalau ditanya kenapa, dia akan jawab
“Kan Nadya sudah nama Rustam atau nama ayah, jadi ntar adiknya pake nama bunda atau Rina”. Hehehe..
Sebetulnya ide untuk ngasih nama depan R sudah terlintas (seperti Dini dan Dendi yg nama 2 bidadari cilik mereka berawalan D juga) , cuma aku gak PD aja, khawatir anakku cadel, hehehe….
Balik lagi ke ide Nadya.
Kemarin pas aku nganterin cake ke Bekasi, terpaksa Nadya dijemput sekolah sama mbak Farha, karena jam 10.30 aku masih di daerah Kalimalang. Dan selalu deh setiap kali bunda gak di rumah Nadya akan telpon bebrapa kali, kadang hanya untuk cerita hari ini belajar apa, atau kadang-kadang menanyakan sesuatu yg sepele, hehehe. Trus malamnya Nadya cerita kalau dia telpon sendiri, dia yg mencet nomer telponnya (Nadya lihat dari kartu nama-ku yg tergeletak di meja telpon) . Wah….aku agak kaget juga, soalnya selama ini aku jarang ngajarin Nadya untuk telpon ayahnya, atau telpon siapapun. Jadi inget obrolan sama Nungki sewaktu kita ber-2 dalam perjalanan ta’ziyah ke rumah Inong. Membayangkan kita hanya ditemani balita karena memang tak ada asisten yg tinggal di rumah, kemudian membayangkan apa yang akan dilakukan balita kita kalau terjadi sesuatu dengan aku atau Nungki. Apakah mereka (balita ini) bisa menghubungi seseorang atau minta bantuan ???? Rupanya jawaban untukku sudah terjawab kemarin. Nadya bisa bisa menelpon sendiri.
Update : Sejak bisa menelpon sekarang Nadya suka maksa untuk menelpon seseorang. Wah…bisa-bisa bulan depan tagihan telpon kita melonjak nih gara-gara Nadya udah bisa telpon.

Friday, December 19, 2008

Dari blog lama : Agustus 2006

Keluarga Rustamaji

Cerita tentang Rustam (ayah), Rina (bunda), Nadya (kakak) dan Ivan

Friday, August 25, 2006

Kunjungan Pertama

Kamis malam tanggal 24 Agustus kemarin adalah kunjungan pertamaku ke DSOG. Meskipun hampir 2 minggu yg lalu aku udah tahu positif hamil tapi aku baru ke DSOG sekarang dengan pertimbangan di USG pun mungkin belum kelihatan. Tapi selama 2 minggu terakhir ini aku bener-bener jaga kondisi, jaga nutrisi. Saking sok tahunya aku udah minum susu hamil, trus tablet folavit yg ada di lemari obat juga aku minum (tentunya setelah search di medicastrore.com tentang folavit itu), trus sok jaga tubuh gak mau angkat barang-barang bahkan nuang air galon ke dispenser aku juga udah ogah, hehehe…sok tahu banget.


Alhamdulillah dari kunjungan semalam ke dokter (akhirnya aku ke JMC ke Dokter Sri, orangnya enak plus orang
Malang, hehehe gak ada hubungannya ya…) dari USG sudah kelihatan kantung gestasi dan yolk sac.Padahal waktu itu bu dokter bilang, masih minggu 5-6 ya bu, kalau belum kelihatan mungkin bulan depan sudah kelihatan. Eh… kok ya alhamdulillah dengan jelasnya kantung gestasinya sudah kelihatan jelas plus yolk sac-nya (ini kalau gak salah kuning telur, sebagai nutrisi awal embrio, cmiiw, mesti buka buku embriologi lagi nih). Mas Tras dan Nadya juga melihat, meskipun Nadya gak tahu apa yg dilihatnya. Oh iya Nadya emang terpaksa ikut karena di rumah emang sehari-hari kita ber-3 aja, gak ada asisten atau siapapun. Mungkin next time kalau ke dokter malam seperti kemarin Nadya dititipin ke Nungki aja.
baby
Posted by rina rinso in 02:27:08 | Permalink | Comments (6)

Tuesday, August 22, 2006

Alhamdulillah…semoga baik-baik saja

Sebetulnya bukan keinginanku untuk punya 1 orang junior saja, maunya sih banyak biar rame,  tapi karena 1 dan lain hal Allah swt belum memberi junior lagi. Kira-kira 2 tahun yang lalu aku periksa HSG dan ketahuan ternyata 2 tuba falopii-ku tersumbat. Cuma ya itu aku gak berusaha untuk berobat, misalnya dengan diathermi atau lainnya, kenapa ??? Takut.
Kemudian di hari kemerdekaan ini mengingatkan aku 3 tahun yg lalu aku harus dikuret karena blighted ovum (BO) karena aku memang mengalami pendarahan selama minggu-minggu pertama hamil, jadinya usia 8 minggu udah dikuret.
Di hari kemerdekaan juga membuatku ingat tentang jadwal menstruasiku. Jadwalnya sering membuat khawatir (sempat terbersit rasa, jangan-jangan aku kena menopause dini secara umur 10 tahun aku dah dapat menstruasi untuk pertama kalinya, plus umurku yg udah gak muda lagi untuk hamil) karena majunya banyak banget. Pernah lho masju sampai 8 hari padahal dulu aku termasuk periode yg lama, lebih dari 30 hari. Cuma ini sampai 5 hari kok belum datang juga tamu bulanannya… Pekan lalu hanya telat 1 hari dari semestinya tapi kemudian lancar. Bulan ini ditunggu-tunggu sampai 5 hari (bahkan sudah lewat dari tanggal menstruasi bulan Juli) kok gak datang…. Akhirnya minta tolong mas Tras untuk beliin sensitif di Superindo. Akhirnya tgl 15 pagi sebelum sholat subuh aku tes dan alhamdulillah…dengan mantap 2 garis muncul di test pack itu. Semoga kali ini kehamilanku bisa berjalan lancar selama 9 bulan, amiin.
Nadya. Hmmmm gadis kecilku itu seneeeeeeng banget tahu bundanya hamil. Di setiap kesempatan seolah-olah dia ingin ngasih tahu orang. Misalnya nih
1. di Alfamart deket rumah, Nadya dan mas Tras beli sesuatu dan aku titip Prenagen. Saat bayar di kasir (menurut cerita mas Tras)
Nadya : Ini buat bundaku, bundaku lagi hamil

2. di Karfur, waktu mencari sepeda buat Nadya hari Senin yg lalu, saat itu lagi banyak orang di kasir
Nadya : bunda hamil ya ??? (dengan suara yg kenceng banget)

3. Telpon eyang Kung (waktu itu papa lagi ada di jkt di rumah Nungki)
Nadya : Eyang Kung bunda hamil, nanti 9 bulan lagi Nadya punya adik bayi

Posted by rina rinso in 13:50:52 | Permalink | Comments (3)

Sunday, August 6, 2006

Si kancil yang Jujur

Tadi malam menjelang tidur sambil menikmati dinginnya udara bandung (ya, akhir pekan ini ke bandung lagi) ayah bercerita ke Nadya sebuah dongeng pengantar tidur. Cerita klasik tentang si Kancil.
Alkisah suatu hari si kancil berniat mencuri mentimum di pulau seberang, untuk itu dia haru menyeberangi sungai yg lebar. Tak kurang akal si kancil yang tak bisa berenang mencari batu pijakan yang dapat digunakannya untuk menyebrang sampai ke tanah/pulau seberang. Rupanya hari itu bukan hari yang baik buat kancil karena ternyata salah satu gundukan yang dipikirnya batu ternyata buaya yang memang sudah memperhatikan gerak-gerik si kancil. Tak ayal lagi buaya dengan gembira menggigit si kancil.
Si kancil yang merasa terjebak punya ide cemerlang.
si kancil : hey buaya, kenapa kau tidak mencoba gaya makan cara baru yang dijamin lebih enak
buaya : oh ya ?? coba kasil tahu gimana caranya
si kancil : caranya tolong lepaskan aku, nanti aku akan naik ke atas pohon itu, nah kau tunggu aku di bawah pohon itu. nanti aku akan melompat dari atas pohon menuju ke mulut lebarmu sehingga kau bisa langsung menikmati dagingku tanpa susah payah mengunyah.
buaya mangut-mangut dan setuju, akhirnya dia melepas gigitannya dan bersama-sama si kancil menuju ke tepi ke pohon yg dimaksud kancil.
si kancil langsung naik ke atas pohon dan dia melihat di bawahnya ada buaya yang sudah siap menganga denga mulut lebarnya.
Tanpa ragu-ragu si kancil langsung melompat dan langsung ditangkap sama buaya dan tentu saja si kancil langsung menjadi santapan buaya.
Buaya : bener euy ternyata makan cara itu lebih nikmat…
Moral cerita : sekali-sekali si kancil berusaha menjadi si kancil yang jujur.


Posted by rina rinso in 03:06:56 | Permalink | Comments (3)

Tuesday, August 1, 2006

Surat buat eyang Kung : Nadya di Taman Lalu Lintas Bandung

Eyang Kung, eyang udah tahu kan kalau adik Arief kena cacar air ? Trus ternyata Nabila, Iqbal, Sasa, kak La, juga kena semua. Pertama sih Rayhan trus menyebar ke adik Arief dan akhirnya semuanya kena (Tapi belum tahu nih apa Daffa dan Alvin kena juga). Kata ayah Nadya diungsikan aja dulu dari jakarta, biar gak ketularan, apalagi Sabtu ini Nadya libur.
Jadinya akhir pekan kemarin Nadya ikutan ayah bunda ke Bandung. Kita berangkat Jumat sore setelah ayah pulang kerja. Alhamdulillah perjalanan lancar, jalan juga tidak macet. Sampai di Bandung sudah jam 16.30, perjalanannya agak lama soalnya yg nyetir dari rumah sampai KM 57 bunda. Meskipun dulu bunda meng-klaim dirinya sebagai mantan supir angkot tapi sejalan dengan usia sekarang bunda gak bisa ngebut lagi, hihihihi.
Malam itu kita makan sate ayam ponorogo yang dibawa om Fariz dari Magetan. Hmmmm uenakkkk apalagi bunda yang kalap banget makan sate-nya, kaya’ gak pernah makan sate aja. trus baksonya juga udah diterima yang, makasih ya.
Hari Sabtu ayah harus menemui beberapa orang tamu di rumah, jadi bunda ngajak Nadya main. Kata bunda biar gak mengganggu. Bunda ngajak ke Taman Lalu Lintas. Wahhhh asik deh yang.
Eyang jadi ke jakarta tanggal 15 kan ? Fotonya ntar aja ya, soalnya bunda susah upload nih, internetnya lambat banget.

Wednesday, December 17, 2008

Dari blog lama : Juli 2006

Monday, July 31, 2006

Tentang Nadya di bulan Juli

1. Rasanya.
Sejak bulan lalu Nadya punya perbendaharaan kata baru yaitu “rasanya”. Kadang-kadang penempatannya tepat tapi tak jarang juga ajaib. Beberapa contohnya :
Situasi : Nadya lagi pup dan biasanya dia akan panggil bunda kalau sudah selesai, cuma sering dia pup sambil main air jadi lebih lama main air daripada pup. Akhirnya bunda selalu tanya “Nadya sudah selesai pup-nya ?” atau “Gimana rasanya nak ? Sudah selesai belum pup-nya ?”. Dan Nadya bisa menjawab
“Rasanya Nadya sudah selesai pup nih bun”
Itu yang benar. Tapi untuk yang ajaib, misalnya begini.
Situasi : di mobil dalam perjalanan ke Bandung, mobil berhenti karena sedang isi bensin, Nadya tiduran terlentang di belakang.
“Bun, jangan bergerak dong, rasanya Nadya mau melamun nih”

Situasi : Di kamar tidur, mestinya Nadya sudah harus tidur karena sudah jam 10 malam, bunda yg nemenin udah teler berat, kepingin segera Nadya tidur karena abis gitu bunda pindah kamar.
“Nadya cepet tidur dong…kalau Nadya gak tidur bunda pindah aja deh, Nadya bobok ditemenin boneka aja ya..” kata bunda yg udah ngantuk berat tapi Nadya masih merengek minta diceritain, padahal 30 menit yg lalu bunda udah cerita 4 macam cerita.
“Nadya rasanya gak bisa tidur nyenyak nih bun” kata Nadya.
Maksudnya ???? Mungkin dia belum bisa tidur, tapi kok pake bilang rasanya sih…
dan banyak lagi (cuma udah lupa nih ntar kalau inget ditambahin lagi)
2. Cara Membangunkan Ayah
Nadya selalu punya cara unik untuk membangunkan ayah, maklum ayah Nadya termasuk orang malam, suka bekerja malam (sambil ronda ya say hehehe), katanya kalau malam enak buat bekerja dan belajar, gak ada yg mengganggu. Karena suka tidur larut malam maka biasanya habis sholat subuh pasti tidur lagi. Kalau Nadya sekolah tidur ayah relatif “aman” tapi kalau Nadya libur seperti hari ini maka bisa dipastikan tidur ayah gak akan lama.
Taktik pertama yg digunakan Nadya untuk membangunkan ayah adalah dengan mengiming-iming ayah sesuatu yg ayah suka, misalnya dipijit atau dibikinin kopi.
Situasi : ayah masih tidur lelap di kamar, Nadya masuk sambil berbisik
“Ayah mau dibikinin kopi gak ?”
Hehehehe…coba deh itu, siapa yg gak langsung bangun dikasih kabar begitu. Atau
“Ayah mau dipijitin kakinya sama Nadya ?” kata Nadya sambil berusaha mijit kaki ayah
Taktik kedua, baru dilaksanakan kemarin di bandung, dengan bertanya tentang jam/waktu. Nadya memang lumayan ngerti baca jam, dia juga sudah tahu “jam tujuh seperempat” hehehe itu mah gara-gara kebanyakan gaul sama bunda ya nak yg semuanya sangat tergantung dengan waktu.
Situasi : Masih sama, ayah masih tidur karena kalau di bandung ayah emang belajar. Nadya sudah gatel aja kepingin mbangunin ayah, cuma bunda tahan. “Ntar aja dibangunin jam 8″ gitu alasan bunda, secara hari sabtu gitu. Kemudian dengan akalnya Nadya masuk ke kamar dan mendekati ayah.
“Ayah mau dibangunin jam berapa ?”
Hahaha.. lha kan mau gak mau ayah terbangun dengan pertanyaan konyol itu.
Posted by rina rinso in 01:50:58 | Permalink | Comments (5)

Sunday, July 30, 2006

Minggu pagi di Cikutra

Minggu pagi kali ini aku “terpaksa” masak. Udah disindir saya mas Tras, sejak ada internet di Cikutra setiap pagi kerjaan bunda nginternet, padahal kalau gak ada intenet bunda langsung pergi ke pasar Suci (pasar Cihaurgeulis) dan belanja-belanji serta masak untuk makan siang dan malam (apalagi kalau ada karyawan Simetri yg datang, mas Tras pilih aku yg masak daripada beli, dalam rangka hemat atau emang yg aku masak enak…??? hehehehe).
Jadinya minggu pagi ini sebelum jam 6 udah manasin mobil (benernya bisa juga sih jalan kaki, paling makan waktu 15 menit, lumayan buat olahraga kan, tapi emang pemalas hehehe) dan langsung meluncur ke pasar Suci yg gak jauh dari rumah. Di sepanjang jalan Cikutra Baru aku banyak menemui orang-orang yg sudah siap dengan baju olahraga menuju ke Gasibu. Yayaya.. minggu pagi emang cocok untuk olahraga, apalagi udara pagi bandung yg relatif masih segar dan dingin. Biasanya kalau gak hari minggu pagi yg jalan-jalan di sekitar kompleks Cikutra ini adalah manula atau ibu-ibu hamil sama suaminya (aduhhhh jadi inget masa lalu nih, sering juga maksa mas Tras nemenin aku jalan-jalan pagi, eh…kok jadi kepingin hamil lagi ya…).
Sekarang sudah jam 9.45 dan aku akan meneruskan bikin pepes nasi ayam-nya.
Posted by rina rinso in 03:37:43 | Permalink | Comments (4)

Wednesday, July 19, 2006

Tidak Bisa Berangkat ke Olimpiade Sains

Sudah tahu dong kalau tim olimpiade Fisika Indonesia medapatkan hasil yang sangat memuaskan. Ironis banget dengan tim olimpiade matematika yang gagal berangkat karena masalah Visa (sigh….). Hal itu rupanya mengusik kenangan mas Tras akan olimpiade matematika yang dulu pernah diikuti.
Tras : Ada lho adik kelasku yg gagal ikut olimpiade matematika
Rina : Oh ya…?? Karena terlambat ngurus Visa juga ? (secara saat itu yg lagi heboh adalah peristiwa gagal berangkat karena ada yg gak becus ngurus Visa)
Tras : Bukan, karena dia gak lolos seleksi
Rina : oh….

Lucu gak sih…??? Akunya aja kali yg gak berwawasan luas ya…hanya terpaku pada berita aktual saat itu, yaitu gagal berangkat karena visa terlambat keluarnya. Tapi tetep aja guyonan garing itu membuatku tersenyum.
Posted by rina rinso in 03:09:11 | Permalink | Comments (6)

Saturday, July 15, 2006

Nadya Anak Ayah atau Bunda ???

Kalau Nadya jadi anak bunda, kegiatan yg dilakukan antara lain :


Sementara itu kalau bunda lagi ngaduk sesuatu, misalnya ngaduk adonan untuk bikin tempe mendoan, komentar Nadya gini :
“Nadya yg ngaduk bunda, kan Nadya sudah tahu aduk balik “

Sementara itu percakapan ini menandakan Nadya anak ayah :
Nadya : Ayah, bunda, Nadya punya lagu baru lho
Bunda : Oh ya..?? Coba dong nyanyiin, ayah bunda kepingin denger nih
Nadya : bentar ya, Nadya loading dulu nih…
Ayah bunda : ?????
Posted by rina rinso in 14:57:32 | Permalink | Comments (5)

Saturday, July 8, 2006

Internet Datang..

Alhamdulillah sekarang sudah ada internet lagi di rumah, unlimited. Tidak perlu lagi sebel dan cemberut (karena internetnya lambat atau karena gak bisa nginternet seharian hehehe).
Terimakasih say (bukan mas Sayukti di sitkom OB di RCTI lho, tapi buat suamiku tersayang yg sudah menyediakan fasilitasnya)
Posted by rina rinso in 13:15:31 | Permalink | Comments (10)