Hallo. Selamat datang di rumah virtual Keluarga Rustamaji. Ini adalah blog isinya tentang Tras Rustamaji (ayah), Rina rinso (bunda), Nadya dan Ivan.
rina sofiany

Friday, November 13, 2009

Perkembangan Ivan

Duhhh saking sok sibuknya jadi direktur sekaligus office girl sampai lupa nulis perkembangan Ivan.

Alhamdulillah ivan sudah kenal warna. Jadi kekhawatiran Ivan buta warna sudah bisa dicoret.
Tahunya dari mana Ivan sudah bisa tahu warna ?

1. dari tebak-tebakan warna mobil, taksi, angkot, dll.
Ivan suka banget dengan mobil, jadi kalau ada gambar mobil atau kendaraan lain langsung aku sangkut pautkan dengan yang lain, misalnya dengan warna, angka, jenis mobil/kendaraan, dll

2. dari minta tolong diambilin jepitan jemuran (ivan suka ikut membantu aku menjemur baju). biasanya sambil menjemur aku minta tolong ivan mengambilkan jepitan baju dengan warna tertentu dan alhamdulillah Ivan tahu.

Kenapa khawatir Ivan buta warna ?
karena aku membawa gen buta warna, secara papa dan sodara lelaki-nya lemah semua di warna (aku curiga buta warna parsial) dan gen buta warna kan sex lnked gene (cmiiw) di gen X, jadi kalau Ivan dapat X-ku yg membawa buta warna maka boommmm Ivan bsia buta warna.

Pusing dengan gen nulis yg lain tentang Ivan.

Nama Ivan sering diucapkan Ipan sama orang yg malas atau susah melafalkan huruf "v". Makanya Ivan udah dikasih tahu kalau namanya bukan Ipan tetapi Ivan.
Maka berlatihlah anakku itu.
Hasilnya ?

"Ivvvvvvvv pan"

hehehe...hidup Ivan...

Dan yg terbaru, hari ini aku baru dengar setiap akan memulai sesuatu Ivan pasti mulai berhitung

"wan, tu, tri...."

Jangan-jangan maksudnya one, two, three. waaa pasti kebanyakan denger disney nih.

Rekaman TV

Lagi kesenengan nih setelah kemarin ambil gambar untuk YV-One di rumah :)

Ceritanya hari Senin kemarin Moza menghubungi aku untuk jadi narasumber di acara Opini ANda di TV-One. Tapi acaranya gak jadi karena ada Breaking News (tentang KPK, Polisi, dan Kejaksaan yg lagi rame). Oke mungkin emang belum wayahnya untuk ngetop (hihihi).

Trus hari Rabu ada telpon yg masuk ke hp-ku dan bilang kalau dari TV-One. Pertama konfirmasi apakah aku bakul kue rumahan (dan aku jawab betul). Kedua meminta waktuku untuk meliput kegiatanku di rumah (alhamdulillah pas ada pesenan, jadi aku sanggupi hari Kamis siang jam 11-12 sekalian mengerjakan pesenannya Fitri).

Bener deh jam 11 lebih ada 3 kru dari TV-One yang masuk ke rumah dan mulai meliput kegiatanku membuat kue.

Nadya yang lagi break untuk makan siang sedikit "ikutan" jadi figuran. Trus Ivan sempat juga lalu lalang sebelum akhirnya diambil sama ayah dan di ajak nonton McQueen di kamar atas. Alhamdulillah hari itu ayah gak jadi ke Telkomsel jadi bisa jadi babysitter-nya Ivan (sementara si nyonyah lagi syuting ya hehehe).

Sebagai kenang-kenangan ada gambar yang berhasil di ambil sama ayah.

Rencananya akan ditayangkan hari Rabu tgl 18 November jam 11 siang. Nonton gak ya...abis malu lihat muka sendiri :)


Monday, October 19, 2009

Saat eyang datang ke Jakarta

Alhamdulillah eyang kung dan eyang ti masih diberikan kesehatan dan rejeki untuk bisa berkunjung ke bandung dan jakarta. Nengokin anak-anak dan cucunya. Alhamdulillah.

Meski agak sedih karena tidak bisa mudik di lebaran tahun ini, rasa tersebut sedikit terlupakan saat eyang datang keliling untuk mengunjungi anak dan cucu-nya yg tersebar di bandung, depok dan jakarta.

2 hari pertama adalah jatah Toni di bandung. Meski mama sama papa naik pesawat dari surabaya ke jakarta, tetapi 2 eyang yg energik itu langsung meluncur ke bandung naik travel dari bandara. Setelah 2 malam di bandung maka selanjutnya giliranku di depok.

Nungki menjemput mama dan papa di bandung kemudian diantar ke depok.
Meski 2 malam di depok tapi acaranya padat banget. Maksudnya eyang kung yg jadwalnya padat, soalnya ikut beberes rumah, ikut mbersihin mobil, ikut ngajak jalan-jalan ivan hehehe pokoknya heboh mbak eyang kalau di rumah anaknya, gak pernah diam duduk manis.

Bahkan di hari minggu sempat jalan-jalan ke Bogor, ke salah satu rumah om-nya Mama.

Foto-foto ini di ambil di bakmi Margonda Bogor.
Yang ada di tengah bertampang serius itu Arief, anaknya Nungki. Sejak dulu sampai sekarang he's eyang kung no.1 fan's hehehe.
Pas tahu eyang kung ikut beberes di rumahku, Arief secara jelas juga meminta hal yang sama, eyang kung juga harus kerja di rumahnya Arief :)

Setelah malam ke-2 maka jadwalnya eyang untuk nginep di rumahnya Arief di warung Jati timur. Jam 12 siang sudah di telpon dan di beri ultimatum sudah harus sampai di rumah Arief jam 4 sore hahahaha.. Begitulah ponakanku yang 1 ini.




Selain dapat jalan-jalan ke bogor, kedatangan eyang ini juga membawa berkah buat nadya hehehe. Eyang membawa hadiah yg dijanjikan. Janjinya kalau Nadya bisa puasa maka 1 hari dapat uang 50.000. Waaaa Nadya dapat rejeki nomplok nih secara tahun ini Nadya bisa puasa full 29 hari dan udah puasa maghrib. Alhamdulillah.... Langsung deh Nadya beli Barbie untuk pertama kalinya dengan uangnya sendiri ;)

Selain itu aku juga kebagian hadiah juga nih. Berawal dari obrolan ringan sambil nonton TV lihat DRTV ada happycall. mama cerita ttg salah seorang anggota gank neli-nya (nenek lincah) yang promosi abis ttg happycall ini. Makin lihat iklannya makin kesengsem. Akhirnya setelah dilihat, diteliti dan dihitung mama beli 3 panci happycall dan dapat gratis 1. Alhamdulillah aku kebagian. Yang gak kebagian cuma Fariz aja :)







Puding roti dan nasi tim itu aku buat dengan menggunakan happycall.

Friday, September 11, 2009

10 hari terakhir ramadhan

Bagaimana dengan 10 hari terakhir ramadhan 1430 H kali ini ?

Alhamdulillah masih lancar. Sahurnya belum pernah terlewat (dan semoga saja jangan). Nadya masih terus puasa dan belum pernah bolong. Alhamdulillah.

Oborolan lain selain malam laitul qadr di 10 hari terakhir adalah MUDIK.

Kata mudik aku hayati sepenuhnya saat tamat SMA dan mesti ke Bandung berpisah dengan mama-papa di Surabaya. Liburan semester, liburan panjang akhir tahun ajaran adalah waktu mudik yang paling tepat.

Bagaimana dengan tahun ini ? Apakah aku mudik ke Surabaya ? Begitu pertanyaan yang terlontar salah seorang teman sekolahku dulu di Surabaya.
Mungkin tidak, karena sudah ada wacana mama-papa yang akan ke jakarta dan bandung.

Anak durhaka.

Begitu kira-kira tanggapan sang teman.
Seharusnya sebagai anak harus mudik, ke rumah orang tua.

Astaghfirullah...
Sungguh bukan aku gak mau mudik. Karena 1 dan lain hal mudik tahun ini bukan prioritas utama. Meski rasa kangenku luar biasa kepada mama-papa (walaupun telpon setiap hari tetap jalan) tapi benar, untuk tahun ini aku tidak mendapat kepastian bisa mudik ke Surabaya. Bye bye es krim Zangrandi, bye bye bakwan Kadir, bye bye rujak cingur, bye bye tahu tek-tek dan pastinya bye bye wisata kuliner di Surabaya yang mengasyikkan :(

Alhamdulillah mama-papa bukan tipe orang tua kaku jaman dahulu kala yang merasa "berhak" untuk disungkemi sama anak-anaknya. Alhamdulillah mama-papa bukan tipe orang tua yang memaksakan kehendaknya. Alhamdulillah mama-papa juga yang punya ide supaya aku dan adik-adikku tidak usah ke Surabaya. Meskipun tidak bisa dipungkiri mudik atau kembali ke rumah menjadi suatu perjalanan yang menyenangkan, tetapi ya itu tadi, ada pertimbangan-pertimbangan yang membuatku mengurungkan niat untuk mudik dan alhamdulillah di sokong dengan rencana mama-papa ke Jakarta dan Bandung.

Temanku, mama-papa ku itu orang tua yang asik. Mereka berdua tidak menuntut anak-anaknya macam-macam. Termasuk juga dalam hal tempat tinggal atau tempat hidup.

Aku tidak di"gandoli" saat memutuskan sekolah di Bandung. Aku juga tidak merasa ditahan untuk selalu dekat dengan mereka. Insya Allah doa-doa di setiap sholat akan mendekatkan aku dengan orang tuaku itu.

Alhamdulillah di usianya yang sudah masuk lansia papa masih punya kegiatan dan sesekali ke Jakarta untuk dinas. Ada kalanya masa dinasnya diperpanjang 2-3 hari untuk menjenguk dan bermalam di rumah anak-anaknya yang ada di Jakarta dan Bandung. Jadi minimal dalam 1 tahun ada 2 kali mama-papa mengunjungi cucu-cucu-nya yang ada di Jakarta dan Bandung. Alhamdulillah.

Jadi teman, memang benar orang tuaku tob markotob. Akan kusampaikan salam darimu untuk mereka. Masih mau tandang tangannya ???

Monday, August 31, 2009

10 hari pertama ramadhan

Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk menjalankan shaum. Semoga shaum-ku dan keluargaku bukan hanya mendapatkan rasa haus dan lapar saja amiin.

Alhamdulillah Nadya juga masih jalan terus puasanya. Apalagi waktu dapat telpon dari eyang kung dari Surabaya dan diiming-imingi reward setiap kali bisa puasa 1 hari penuh. Kalau dihitung-hitung ntar kalau puasa 1 bulan penuh dapatanya relatif banyak lho untuk anak seumuran Nadya. Duhhh senengnya yang punya eyang perhatian gitu ya. Hehehe bukannya eyangku dulu gak perhatian, dulu eyangku perhatian juga tapi dalam bentuk lain. Misalnya, dimasakin makanan kesukaanku :) Aku paling suka sama sayur kuning dan lapis dagingnya almarhum eyang. Jadi setiap kali ke Ponorogo rekues-nya selalu makanan itu.

Tapi sayang euy ada beberapa undangan bubar alias buka bareng yang aku tidak bisa ikut. Secara Depok sekarang jauh dari Jakarta dan kebanyakan teman-temanku beredar di Jakarta. Semoga masih diberi umur dan rejeki untuk bisa bertemu lagi dengan teman-teman di lain kesempatan. Amin.

Saturday, August 22, 2009

Telpon Itu...



Begitu Nadya lahir ada kebiasaan baru yang dilakukan Papa, yaitu menelpon. Setiap hari selalu ada telpon yang bertanya tentang kabar anakku :)
Maklum..waktu itu aku tinggal di Bandung dan Papa sama Mama tinggal di Surabaya.
Kemudian akhirnya setelah ada video phone sering ber 3G ria untuk melihat langsung bagaimana anak-anak.

Hampir tiada hari tanpa telpon. Sebagian besar dari Papa. Sesekali dari Mama, biasanya kalau mau nawarin sesuatu untuk dikirim dari Surabaya, entah itu seprei, abon, mukena, kering kentang, dll. Hmmm sayang ibu memang sepanjang masa ya. Aku yang udah setua ini memang masih jadi anak Mama.

Papa telpon seringnya lewat handphone karena kami sekeluarga Papa, Mama dan 4 orang anaknya punya nomer dari 1 provider sejak dahulu kala karena dulu sepupu kami kerja di provider itu jadi sering dapat nomer cantik gratis. Kadang Papa telpon sambil nunggu meeting di kantor berlangsung, saat rehat pas sedang main tenis, pas antri ke dokter, pas makan sesuatu di luar rumah (andok bahasa okem-nya hehehe). Pokoknya segala suasana pernah dilakukan Papa sambil menelpon. Tidak heran meski jauh tapi anak-anak merasa dekat dengan eyang kung-nya meskipun eyang kung tinggal nun jauh di Surabaya. Kalau eyangnya datang berkunjung anak-anak juga cepat akrab secara suaranya hampir mereka dengarkan setiap hari :)

Tetapi dari sekian banyak telpon, yang paling aku tunggu-tunggu adalah telpon saat sahur seperti di bulan ramadhan tahun ini. Karena di Surabaya waktu imsak-nya lebih awal maka biasanya sambil menunggu waktu sholat subuh Papa selalu menelpon 3 anaknya yang tinggal di bandung, depok dan jakarta (karena si bontot saat ini tinggal sama si nomer 2) untuk membangunkan sahur. Sukur-sukur kalau emang sudah bangun. Tapi aku pernah baru bangun saat Papa telpon aku yang biasanya 30 menit sebelum waktu imsak. Dan kalau begitu cuma bisa bikin telur dadar atau telur ceplok aja.

Friday, August 21, 2009

Ayah mencari uang ?


Beginilah pose Ivan setiap kali melepas ayah pergi. Entah pergi kerja atau apalah pokoknya setiap kali ada yang keluar rumah hampir selalu begitu posisi Ivan. Seperti dipenjara :)

Dan jangan tertipu, plester di jidatnya itu tidak berarti ada luka. Ivan mau diberi obat (entah itu betadine atau plester atau hanya diolesi dengan minyak telon) kalau dia tidak luka. Setiap kali melihat plester, betadine atau obat-obatan pasti Ivan minta. Cuma anehnya kalau sakit beneran Ivan malah gak mau. Bahkan di kasih betadine aja meronta-ronta menolak. Ih..anak aneh ;)

Trus 2 hari yang lalu ayah bergegas untuk berangkat kerja karena sudah ditunggu kereta api di stasiun UI. Kemudian terjadi dialog antara Ivan dengan ayahnya.

Ivan : ayah mau kemana ?
Ayah : mau kerja
Ivan : mau apa ?
Ayah : cari uang

Dan tiba-tiba Ivan melesat masuk ke dalam rumah, mencari-cari sesuatu. Kemudian setelah dia merasa sudah menemukan sesuatu Ivan kembali keluar memanggil ayahnya yg sudah siap jalan.

Ivan : ayahhh...
Ayah : iya ada apa ?

Kemudian Ivan menyerahkan uang logam 500 perak ke ayahnya.

Untuk sesaat ayah gak tahu apa maksud Ivan memberikan uang logam 500. Tapi gak lama kemudian ayahpun tersenyum. Rupanya Ivan sudah membantu ayah mencari uang.

Hehehe..Ivan uang ayah yg dicari masih kurang banyak nak. Ayo bantu lagi cari uang buat ayah.

Wednesday, August 5, 2009

Es krim ala Nadya

Akhir pekan kemarin Nadya mau mempraktekkan eksperimen yang ada di buku ensi-nya penerbit lebah. Membuat es krim. Benernya udah aku bilang bikin aja menggunakan ice cream maker punya bunda, tapi nadya gak mau karena tujuannya bukan membuat es krim tetapi mencoba apa yang sudha ditulis di dalam buku pustaka lebah itu. Well...oke deh, akhirnya bunda mengalah dan mulai membantu nadya menyiapkan eksperimen.

Menurut buku yg disiapkan adalah es batu, coklat bubuk dan air. Tetapi di cara membuat ada krim bubuk. Lha...kok gak konsisten sih ini bukunya. Bikin bingung aja. Akhirnya ingredient-nya dibuat ala bunda. Jadi bahan yg dimasukkan ke dalam gelas adalah coklat bubuk, krim bubuk (biobianca) dan kemudian susu cair. Setelah diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam mangkok besar yang sudah di isi es batu dan garam.

Pesan dari ayah : tolong catat suhu air es (es batu yg ada di dalam mangkok besar) sebelum dan sesudah dibeir garam.
Oke ayah. Siap laksanakan.

Kemudian setelah itu diaduk dan menurut buku biarkan beberapa menit sampai akhirnya jadi es krim. Ternyata kemarin nadya membutuhkan waktu lebih dari 90 menit sampai akhirnya 90% cairan dalam gelas berubah menjadi es dan itupun bukan dalam bentuk es krim :)

Yang perlu dicatat adalah : ternyata garam bisa menurunkan titik beku air. Mestinya titik beku air adalah 0 derajat celsius tetapi dengan penambahan garam suhu air es bisa jadi -4 derajat celsius. Bahkan di panci bagian luar kelihatan ada bunga es-nya.

Well done Nadya.

1 eksperimen sudah dilakukan. Next time kita buat lagi yuuukkk..

Thursday, July 23, 2009

Susu

Di keluarga Rustamaji susu adalah bahan pokok yang harus ada selain beras. Susu yang digunakan adalah susu cair, fresh milk. Kegunaannya sangat banyak :

1. terutama untuk membuat kopi cinta buat ayah
2. kalau lagi ada pesenan kue triple chocolate cake, susu bahan untuk ganache
3. kalau nadya lagi doyan makan sereal
4. untuk susu cinta-nya Ivan

Kebetulan sore ini ayah mampir ke pejaten village jadi aku minta tolong untuk beli susu. Akhir-akhir ini pilihannya jatuh ke susu sehat. Masih 1 pabrik dengan susu ultra, tapi kemasannya saja yg berbeda. Kalau susu Ultra kemasan kotak, maka susu sehat kemasannya seperti susu bantal. Dan karena kita beli susu dan bukan beli kemasan jadi akhirnya pilihan jatuh ke Susu Sehat.

Ayah cerita, sewaktu di lorong susu semapt kecewa karena susu sehat ukuran 500 ml kosong jadi terpaksa ayah ambil yg ukuran 200 ml. Kemudian di sampng ayah ada seorang bule yang mengambil susu kotak Ultra 1 L dan mengisi trolley-nya penuh dengan kotak susu itu.

Dan komentar ayah (dalam hati tentu saja) ....

"Wah..ada bakul kue juga nih yang mborong susu"

Ivan Anak Manado...???

Pas lagi hamil Ivan aku sedang hobi banget makan masakan manado. Seminggu sekali pasti ke mall ambasador dan makan di Pingkan. Soalnya saat itu aku tahunya cuma Pingkan yg menyediakan masakan manado halal.

Segala macam jenis makanan yang ada di etalase aku coba semua. Alhamdulillah setelah makan masakan yang menurutku pedes itu aku gak diare atau mules atau apalah. Pokoknya semuanya baik-baik saja. Bahkan saat aku memberikan ASI eksklusif 6 bulan ke Ivan semuanya baik-baik saja. Aku gak diare, Ivan juga gak diare atau sembelit. Alhamdulillah...

Awalnya sih aku gak tertarik dengan masakan yang mayoritas isinya irisan daun jeruk dan sereh itu hehehe....tapi setelah mencoba 1-2 sendok masakan manado dari piring-nya ayah kok aku jadi tertantang untuk mencoba semuanya ya. Ya jenisnya, ya pedasnya, ya ikannya, ya lauknya, pokoknya aku jadi doyan masakan manado yang pedas itu. Bahkan resep-resep manado mulai aku lirik (dulu sih cuma bikin sambal dabu-dabu aja itupun karena ada spesial rekues dari ayah yg pernah ke manado).

Terong. Aku dulu gak doyan terong. Tapi pas tahu di rica rodo ada terongnya aku mau makan terong itu lho. Waaaaa aku nulis ini sambil ngecess hihihi.

Kesimpulannya. Masakan manado yang enak itu di Bobara di jl Margonda Depok. Fresh. Baru dimasak saat kita pesan. Memang jadi lama dibandingkan dengan di Pingkan yang sudah siap saji, tetapi citarasa masakan yang baru dibuat dengan yg siap saji berbeda jauh banget.

Ikan kuah asang-nya segerrrr. Ikannya juga segerrrr. Trus rica rodonya sedap. Bakwan jagungnya juga empuk karena baru digoreng saat kita mau pesan, jadi masih hangat. Ayayaya.....jadi kepingin makan di Bobara nih (selama ini cuma delivery aja).

Trus selain itu Ivan jadi doyan makan masakan pedas. Apakah ada pengaruh dengan jenis makanan yang aku makan selama aku hamil ? Ya. Aku percaya dengan hal itu.






Ini rica rodo ala aku. Resepnya nyontek dari tabloid Saji.



Ini ayam ganemo, masih dari taboid Saji resepnya.



Kalau modifikasi dari Nasi Panggang Cumi Asin ini aku dapatkan resepnya dari Seri Primarasa. Meski nasinya gak dipanggang tapi tetep enak. Bumbu dasarnya mirip dengan masakan manado yang kaya bumbu aromatik seperti daun jeruk, sereh.

Saturday, July 18, 2009

BOOM..!!!

Hari Jumat pagi jam 6.45 aku dan mas Tras sudah bergegas pergi ke puskesmas Duren Tiga. Mesti pagi-pagi biar gak terlalu lama antri.
Jam 7.45 aku sudah tiba di puskesmas dan langsung ambil nomer antrian.
Jam 8.20 aku dan mas Tras sudah dapat nomer antrian dan segera bergegas naik ke atas ke tempat praktek dokter gigi. Sambil menunggu suamiku yg tercinta langsung online (duhhh jadi inget lagu online-nya Syarkoji yg jadi iklannya IM3) dan di facebook-nya terbaca status dari temen-temennya kalau ada ledakan di daerah Kuningan. Astaghfirullah aladzim.... ada apa lagi ini..??
Kok di Indonesia ini aneh. Setiap ada ancaman maka yg ada cuma pepesan kosong. Tapi kalau ada bom beneran kok gak ada yg ngaku dan selalu gak pakai mengancam.

Sayang euy di ruang tunggu itu gak dipasang TV. Jadi update cuma dari detik.com atau ya baca facebook.

Jam 9 teng aku baru dipanggil ke ruang dokter dan gigiku masih ditambal sementara. Sementara mas Tras berbaring di sampingku dengan mulut yang bedarah-darah karena ada gigi yang harus dicabut. Pas di ruang dokter itu aku baru tahu kalau TV-nya ada di situ. Wahhh aku jadi malah betah ada di ruang dokter karena dingin ber-AC juga ada TV yang sedang ada acara breaking news akibat ledakan bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton.

Hanya ada rasa duka yang mendalam dan ikut bersedih atas kejadian itu.

Selain korban jiwa akibat bom, banyak juga yang patah hati karena MU yang sedianya datang 1 hari setelah bom itu membatalkan kunjungannya ke Jakarta.

Jadi aku ikut bersedih juga dengan penggemar MU dna para pembuat souvenir MU yg sudah keluar modal jutaan rupiah.

Turut beduka cita untuk Indonesia.

Thursday, July 16, 2009

Gigiku.

Hari Selasa kemarin seharian aku sama mas Tras ngurus gigi di Puskesmas Duren tiga. Trus hari Rabu aku juga seharian ngurus gigi di RS Marinir Cilandak.

Pas di Puskesmas sih gapapa ada temennya (TTM hehehe) tapi pas di RS Cilandak sendirian, bengong, laper, pulsa abis, KTP ketinggalan, nunggu lama. Kalau gak inget bisa berobat gratis di sini rasanya udah mau pulang aja bikin oreo cheesecake untuk pesanan hari Kamis pagi.

Alhamdulillah selesai juga masalah giginya. Ternyata harus dioperasi.

Trus begitu sampai di rumah langsung ngebut nyiapin bahan untuk pesanan. Kok ya gas di oven-ku bunyi mendesis kalau dipasang. Akhirnya aku tunggu mas Tras balik dari Kemang (ambil kaos untuk reuni sama beli creamcheese di kemchick, karena ternyata ada tambahan pesanan tiramisu). Jam 9 malam mas Tras baru balik dan akhirnya baru jam segitu aku mulai baking. Jam 12 malam selesai dan dilanjutkan Kamis pagi abis shoalt subuh langsung dikebut menghias oreo cheesecake-nya. Rupanya alamat pengiriman di Telkomsel dan kebetulan mas Tras lagi ada proyek di telkomsel dan hari Kamis ada jadwal ke Telkomsel. Jadinya tadi pagi aku berangakt ke Telkomsel nganter mas Tras sekalian nganter oreo cheesecake.

Monday, July 13, 2009

Sharing tentang ASI

Sampai detik ini Ivan masih minum ASI dariku. Yang wajib adalah minum ASI pengantar tidur dan minum ASI saat bangun tidur. Sedangkan di waktu yg lain bisa di alihkan untuk minum "susu cinta". Rasanya bisa susu cinta coklat atau susu cinta putih. Pada dasarnya sih UHT biasa aja.

Kok susu cinta ?

Karena ayah sudah punya kopi cinta dari bunda (kopi susu plus cinta), maka Ivan punya susu cinta (sebagai pengganti ASI, karena meski sudah tidak minum ASI bunda masih cinta sama Ivan).

Pengalaman memberikan ASI kepada Ivan di suatu waktu makin menguatkan aku untuk sharing sedikit pengatahuan ku tentang ASI.

Aku sudah tahu dari dulu kalau ASI diproduksi dengan prinsip supply and demand. Semakin banyak dikonsumsi ASi semakin banyak dirproduksi. Jadi semakin sering bayi mengkonsumsi ASI maka produksi ASI makin bertambah.

Kejadiannya saat itu Ivan 1,5 tahun dan mencret. Diare. Seperti biasa baca bolak-balik guideline diare dan mulai aku laksanakan. Kondisi Ivan tetap aku observasi dan aku berusaha sebanyak mungkin memberikan cairan. Tapi sayang Ivan gak mau minum dan makan apapun kecuali ASI. Jadinya 3 x 24 jam itu Ivan hanya nempel ke aku dan kalau dia merasa haus atau lapar minta ASI.

Pada awalnya aku gak yakin juga secara anak umur 1,5 tahun kok full ASI. Apakah ASI-ku gizinya masih cukup untuk anak seumuran Ivan ? Apakah aku bisa memenuhi kebutuhan ASI Ivan karena selama ini ASI sudah bukan makanan utama Ivan lagi. Tapi dengan berdoa dan bismillah aku berikan aja ASI-ku selama Ivan masih meminta.

Subhanallah...aku cuma bisa berucap seperti itu saat manjelang hari ke-4 produksi ASI-ku seperti ASI-ku saat Ivan masih usia 1-2 bulan. Kalau ivan mimik ASi dari payudara kiri, maka payudara kananku menetes ASI. Bahkan malam hari saat aku tidur ASI merembes dari payudaraku karena saking banyaknya produksi ASI.

Jadi aku sudah membuktikannya dengan jelas bahwa ASI memang diproduksi dengan prinsip supply and demand. Karena makin sering Ivan mimik ASI maka ASI-ku otomatis diproduksi sebanyak yang dibutuhkan Ivan.

Semoga sharing ini bisa memberi motivasi kepada semuanya untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak, yaitu ASI.

Sunday, July 12, 2009

Keluarga Rustamaji Nyontreng di Bandung

Pulang dari jalan-jalan ke Anyer Ivan langsung demam.

Minggu sore demamnya hanya 38 dan kupikir masih aman, sebab menurut buku primbon yang aku yakini benar definisi demam itu kalau sudah 38.5 ke atas (untuk anak di atas 1 tahun atau sudah bukan bayi lagi). Tapi gelagatnya Ivan udah mulai aneh, maunya digendong terus, maunya ASI terus. Bahkan tidur malamnya juga kacau, hampir 2 jam sekali Ivan bangun dan langsung mencari ASI. Jadinya bicara deh sama ayah rencana nyontreng ke bandung. Karena menurut rencana sepulang dari Anyer kita pergi lagi ke bandung untuk nyontreng tanggal 8 Juli. Selain itu ada rencana untuk jalan-jalan keliling bandung dan sekitarnya seperti Ciwidey, tangkuban perahu, dll. Rencana sih aku mau tinggal di bandung lebih dari 1 minggu, tapi karena 1 dan lain hal diputuskan untuk kembali ke Depok hari Jumat.

Senin pagi Ivan makin tinggi suhu tubuhnya. Sewaktu mandi pagi aku guyur air panas dan suhu tubuhnya sedikit turun. Tetapi menjelang dhuhur sempat 39 dan menjelang maghrib 39.7. Alhamdulillah meski rewel tapi Ivan bisa tidur, jadi obat penurun demam yang sudah dibeli sama ayah dan sudah dibuka tidak jadi diminumkan ke Ivan. Setelah Isya' Ivan bobok lagi dan demam sudah mulai turun. Suhu tubuhnya tidak pernah melebihi 37.5. Malam itu Ivan tidurnya normal, maksudku bangun malam untuk minum ASI hanya 3 kali.

Selasa pagi Ivan sudah ceria lagi. Bahkan sudah bisa turun sendiri dari kamar ke ruang TV sambil senyam-senyum seolah-olah tidak pernah ada kejadian apa-apa. Alhamdulillah. Jadilah kita segera siap-siap menuju ke Bandung. Ayah mesti tune up mobil dulu sementara aku juga mesti membereskan rumah karena sang asisten lagi cuti. Setelah semuanya beres akhirnya kita berangkat ke Bandung sekitar jam 11 siang.

Istirahat pertama berhenti di KM 47 untuk makan siang di Solaria. Ivan masih gak mood makan, jadi dia hanya makan beberapa suap. Nadya sudah kenyang dengan minum es teh-nya jadi makannya tidak sebanyak yg biasa. Aku sedang bermasalah dengan gigi jadi makanku juga tidak sebanyak biasanya. Ayah juga makannya biasa-biasa saja. Jadi kesimpulannya, semuanya biasa-biasa saja :)

Beberapa moment saat menunggu makanan dihidangkan aku ambil.









Seperti ayah dan Ivan. Ivan yg (tumben) mau duduk di high chair. Biasanya kalau ada sofa maka Ivan gak mau duduk di high chair, dia milih duduk dan berguling-guling di sofa. Trus ayah yang selalu online dengan hp-nya itu dimanapun dan kapanpun.




Trus Nadya yg lagi bete. Gak tahu kenapa kok mood-nya tiba-tiba jelek, padahal ga ada tanda-tanda lho sebelumnya.

Sore jam 3 kita sudah sampai di Cikutra. Leyeh-leyeh dulu sebentar, menikmati udara bandung. Setelah malam menjelang dan waktunya makan malam kita jalan-jalan ke BIP. makan di food-court-nya bareng sama Lia.



Tanggal 8 kita nyontreng di SMK Citra (kalau gak salah, soalnya baru nih SMK, karena sebelumnya adalah gedung STIE Tridharma). gambarnya nyusul, ada di hp ayah. Toni, Endri dan Umar datang ke rumah. Jadinya makan siang itu naik mobilnya Toni aja biar muat banyak. Tujuan pertama mau ke PVJ tapi karena Wulan gak jadi ke PVJ tapi ke Gramedia BIP jadi ya muter balik arah ke BIP. Dalam perjalanan itu Ivan ngantuk dan saking ngantuknya dia bisa tidur dengan posisi apapun, termasuk posisi ajaib ini.


Begitu sampai di BIP aku langsung memisahkan diri dengan yg lain karena aku menyebrang menuju ke Gramedia, untuk bertemu dengan teman SMA-ku Wulan. Dah lama banget gak ketemu. Terakhir ketemu pas Wulan kost di rumahnya Fenny di Dago Atas. Setelah melepas kangen, ngobrol dan bertukar cerita akhirnya aku harus kembali dengan yg lain sedangkan Wulan juga mesti kembali bersama dengan anak dan suaminya.


Sambil menunggu makan siang di hidangkan di Rice-Bowl Nadya, Ivan dan Umar main di dolphin funland yang ada di sebelah Rice-Bowl. Lumayan lah daripada bete nunggu 30 menit makanan dihidangkan.


Pulang dari BIP sudah sore dan setelah maghrib badan Ivan hangat. Aku ukur ternyata sudah 38. Rencana untuk jalan-jalan ke tangkuban perahu di hari kamis aku batalkan. hari Kamis itu kita di rumah aja, cuma keluar beli gudeg banda untuk beli lauk. Sementara ayah beli perlengkapan untuk bersepeda di Ahmad Yani.



Hari Jumat sebelum sholat Jumat ayah ngenterin aku dan anak-anak ke Lavie. Ada beberapa barang yang mesti dibeli dan aku nyaman kalau beli di Lavie. Setelah itu beli makan siang-nya di foodcourt Griya jl. Pahlawan dan setelah sholat ashar mulai siap-siap untuk balik ke Depok. Sementara itu Ivan sudah tidak panas lagi tapi meler hehehe.

Setelah sholat maghrib kita baru meluncur menuju Depok.
Di KM 88 berhenti dulu untuk makan. Aku bekal nasi bakar buatan salah seorang anggota milis masak yang aku ikuti. Hmmm enak. Soalnya gak ikutan masak hihihi. Tapi bener lho Is (yg bikin namanya Iis) nasi bakarnya enak. Anak-anak suka, aku suka ayahnya anak-anak juga suka.

Tuh lagi bergaya. Ivan bosen duduk di car seat jadi untuk sementara ivan dilepas dulu. Ayah yang nyuapin ivan sementara aku menghabiskan makananku. Baik ya suamiku ...Emberrrr. Pokoke superdad deh buat anak-anak. Secara anak-anak lebih suka becanda sama ayahnya, maklum becandanya fisik sih, sementara kalau sama aku becandanya kurang seru. Ya maklum aku males kalau diminta guling-guling atau ditindihin sama nadya dan ivan. Makanya anak-anak dekat sama ayahnya. Ehm..bukan anak-anak aja sih yg dekat akukan ikutan juga hahaha. Dan suamiku makasih untuk hari ini yang sudah banyak sharing atas pengetahuannya. Jadi punya wawasan baru, sudut pandang yg berbeda dan tahu sisi lain dari kehidupan ;) I love you.



Monday, July 6, 2009

Liburan ke Anyer

Alhamdulillah... diberi kesempatan lagi untuk bisa menghirup udara pantai Anyer. masih ada umur untuk kembali jalan-jalan. Masih diberi kesehatan sehngga bisa menikmati liburan akhir pekan dengan riang gembira. Dan masih punya banyak teman, apalagi kalau punya teman yg mau men-sponsori teman-temannya liburan :)

Tim nge-gowes ayah punya rencana untuk ke Anyer, dan sebagai seorang yang suka jalan-jalan tentu saja aku terima tawaran itu tanpa perlu berfikir ulang. Lha wong aku dulu aja ikut liburan Simetri ke Carita saat Ivan masih 2 bulan lho.

Pendahuluan.

Persiapan ini dilakukan bbrp hari sebelumnya, apalagi akan ada acara bakar-membakar ikan. Wahhh langsung terbayang ikan segar yg dibeli di Anyer akan dibakar hmmm pasti mak nyusss. Alhamdulillah aku ikutan banyak milis dan lewat milis yang aku ikuti aku berkoar-koar ttg rencana membakar ikan itu. Setalah aku dapat info rupanya panitia agak repot kalau mesti ngurus beli ikan di Anyer jadi utk sementara diputuskan utk beli ikan di pasar minggu aja.

Agak kecewa sih aku tapi ya....namanya cuma penggembira jadi aku bergembira ria aja sambil bikin bumbu untuk ikan bakar dan steak ayam dan sosis (untuk yang bagi tidak suka ikan bajkar, pengalaman pribadi sama anak-anak pas bbq-an di ketapang..idenya Rina..hehehe ternyata cerdas juga ya si Rina hihihi).

Last minute akhirnya diputuskan untuk beli ikan di Anyer aja. Alhamdulillah teman milis di dapurbunda mau membantu dan sebelum berangakt ke Anyer semuanya sudah siap.

Bumbu ikan check, snack untuk jalan check, oh iya kue ulang tahun untuk Sully check. sepeda ayah check.Oke...dengan mengucap bismillah kita pergi ke Anyer.

Antara Anyer dan Jakarta.

Kita berkumpul di depan taman Karang Pola, ya maklum...pesertanya sebagian besar berdomisili di Jakarta Selatan secara mereka lulusan SMP 41. Ada sih yg jauh...seperti keluarga Rustamaji di Depok, bukan jakarta selatan tapi selatan jakarta :)

Ini kali pertama Ivan naik bis. Jadinya senang banget ivan bisa melihat-lihat kendaraan lalu lalang. Apalagi dia duduk di car seat jadi posisi duduknya juga jadi sama tinggi dengan orang dewasa. Nadya dan Ivan bergaya dengan kaca mata cengdem-nya itu di bis.


Di dalam bisa yg disewa ini ada hiburannya, salah satunya ada hiburan karaoke. itu yg dipasang adalah VCD lagu yg sudah lama jadi trend tapi baru aku dengarkan di atas bis ini. Kuper banget ya aku..



Daripada bosen di atas bis, Nadya suka jalan-jalan dan Nadya "terjebak" di belakang bis diminta motret om dan tante teman-teman ayah. Tapi lumayanlah hasil foto Nadya meskipun bis dalam keadaan berjalan.





Nadya in action.



Salah satu fungs pakai car seat adalah : anak bisa tidur nyenyak sedangkan ayah bundanya gak harus khawatir dengan posisi tidur anak. Dengan car seat ini ivan bisa tidur nyenyak dan aman sedangkan ayah bundanya masih bebas bisa ngapa-ngapain.



Begitu di tiba di Sol Elit Marbella ternyata kita baru bisa check in jam 2 siang, padahal kita sudah datang di lobby hotel itu jam 12 siang. jadilah kita makan siang di pelataran Marbella soalanyd i lobby penuh sesak dengan orang-orang yg mau check out dan check in. Musim libur memang lebih heboh daripada musim duren.

Makan siang dengan nasi box di pelataran marbella, rasanya seperti orang dari kampung yang datang berlibur ke Anyer dan gak dapat tempat nginap hehehehe.. iya ini aku dari kampung kelapa dua depokk.



Nadya dan ivan minta gendong sama ayah. Biar gak bosen nunggu jam 2.



Alhamdulillah begitu jam 2 kita bisa masuk kamar. Setelah beberes kemudian kita eh aku, nadya dan ivan berenang. Foto dan video-nya ada di hp ayah. Dokumentasi berenang nyusul.

Trsu malamnya adalah malam minggu malam yg ditunggu-tunggu karena mau bikin barbeque pakai ikan segar. Bumbu ikannya gak jadi buatanku tapi sambalnya tetap sambal bekal yg aku bawa. Aku bawa sambal kecap, sambal dabu-dabu sambal bu rustam hehehe...





Acara makannya seru. Ikannya besar dan enak. udangnya enak. Cuminya juga enak. Sea food-nya gak bau amis sama sekali. Meskipun menunggunya agak lama (janjinya jam 18.30 sudha siap tapi ternyata jam 19.00 baru mulai dibakar) tapi karena hasilnya enak jadi kita gak protes bertele-tele. Ivan yg sudah bosen (lha pada dasarnya emang dia gak bisa diem) mulai cari kegiatan dengan main pasir bahkan main ke tenda makan sebelah hahaha..hampir aja Ivan hilang.









Oh iya sebelum ikan datang (karena terlalu lama menunggu) Sully potong kue dulu. Coklat cake yg dibawa dari depok ini sengaja di potong di tepi pantai Anyer. Coklat warna-warni di keliling cake jadi pusat perhatian.



Ikan pertama datang...!! Langsung serbu..!!
Tak ada nasi-pun jadi. Yang penting makan ikan.



Udang-nya datang.... serbu...!!!
Nyam nyam nyam..."
"Nadya juga mau udangnya bun" oke Nadya..bunda bantu mengupas kulit udang yang memang tidak dikupas. Hmmm udangnya seger banget. gak bau amis meski pakai bumbu minimalis.



Akhirnya malam bbq yg ganas itupun harus aku akhiri meski aku belum puas.
Mood-nya Nadya sudah mulai jelek. Sebelum mengganggu yg lain aku memutuskan untuk segera menyingkirkan Nadya yg mau tidak mau membawaku kembali ke kamar 4466.



Minggu pagi ayah dan teman-teman yang memang berniat bersepeda sudah keluar sejak jam 7 pagi. Aku males banget berenang karena sebetulnya aku gak berenang tapi menemani Ivan :)
jadi Ivan aku ajak ke playground- aja. Pagi hari sebelum sarapan ke playground bareng sama Nadya. trus sarapan di ballroom lantai 3. Abis gitu balik lagi ke playground tapi Nadya berenang.






Akhirnya jam 2 pas kita keluar dari halaman parkir Sol Elit Marbella dan diiringi dengan rintik hujan bisa wisata itu kembali melaju membelah jalan menuju jakarta.

Adios Anyer. See you next time. Insya Allah kalau ada umur, rejeki dan kesehatan. betul begitu kan say...sayangku..