Hallo. Selamat datang di rumah virtual Keluarga Rustamaji. Ini adalah blog isinya tentang Tras Rustamaji (ayah), Rina rinso (bunda), Nadya dan Ivan.
rina sofiany

Wednesday, January 28, 2009

Dari blog lama : Oktober 2007

Syukuran (23 Oktober 2007)

Singkat kata, alhamdulillah, bulan ini banyak sekali hal yang membuatku dan mas Tras banyak bersyukur.

Yang pertama adalah Nadya di bulan ramadhan kali ini berhasil sahur selama 29 hari dan bisa puasa bedhug (alias puasa setengah hari atau puasa dari menjelang fajar sampai dhuhur trus buka atau makan siang kemudian dilanjutkan lagi puasanya dari dhuhur sampai maghrib).

Kemudian yang kedua adalah Ivan berhasil mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan.

Dan yang ketiga adalah Ivan sudah dikhitan. Ini mah udah lama ya tapi kita belum bikin syukuran.
Padat karena lagi belum mood menulis. Pakai gambar aja ya.

Ivan dan adikku Nungki di Situ Gintung Panggung A.

Ivan dengan topi toga karena berhasil lulus ASI eksklusif 6 bulan. Ini sih karena latah aja di milis-milis pada crita sukses ASI eksklusif.

Maksud hati black forest, cuma pakemnya kan pake dark chocolate untuk hiasan, berhubung dark chocolate di rumah udah habis jadi pake white chocolate aja. Gambar sepeda soalnya biasanya kalo abis khitan kan hadiahnya sepeda, nahh berhubung Ivan masih bayi jadi hadiahnya gambar sepeda aja.


Behind the Scene “ASI eksklusif 6 bulan untuk Ivan” (27 Oktober 2007)

Sebetulnya kesuksesan menyusui Ivan secara eksklusif 6 bulan tidak terlepas dari peran mas Tras dan Nadya. Kesuksesan ini mungkin juga “kurang gregetnya” bila dibandingkan dengan teman-teman dari milis yg aku ikuti dimana mereka sukses memberikan ASI eksklusif 6 bulan meskipun kerja kantoran. Sedangkan aku kan hanya ibu rumah tangga yang di rumah aja. Karena itu aku gak crita di milis ttg keberhasilanku memberikan ASI 6 bulan lha wong aku belum ada apa-apanya dibandingkan dengan pejuang ASI yang lain.
Aku salut banget dengan ibu bekerja yang rela memerah ASI-nya di sela-sela waktu kerjanya di kantor. Atau ada juga yang suaminya mesti bolak-balik jadi delivery man mengantar ASI perahan ke bayi di rumah. Atau ada ibu-ibu yang mendonorkan ASI-nya ke ibu lain yg kekurangan ASI. Dibandingkan mereka, aku gak ada apa-apanya. Tapi semoga sharing ini bisa jadi catatanku yang kelak bisa dibaca Nadya atau Ivan.
Aku baru tahu kalau yg minta Ivan di beri ASI eksklusif ke suster tempat aku melahirkan adalah mas Tras. Yup. Waktu akhirnya aku diputuskan harus operasi karena ketuban sudah hijau, kepala Ivan belum turun dan denyut jantung Ivan lemah setiap kali aku kontraksi (semua faktor itu sering disebut gawat janin) deg-deg-an banget. Langsung teringat cerita seorang ibu yg langsung koma setelah dioperasi. Tegang banget deh sampai tensiku naik jadi 180 (yg sistole-nya) sampai gak bisa minta ELO ke DSOG gak sempat minta ASI eksklusif ke DSA. Baru setelah Ivan beberapa bulan aku tanya ke mas Tras, kok susternya tahu ya aku mau Ivan ASI eksklusif. Mas Tras jawab, soalnya pas bayi Ivan dibawa keluar ruangan operasi aku bilang ke susternya kalau Ivan mau ASI eksklusif. Ealahhhh ternyata mas Tras to yang bilang. Dan bener lho Ivan hanya dapat ASI. Malam itu beberapa jam (2 atau  3 jam) setelah operasi Ivan disodorkan ke aku untuk diberi ASI.
Setelah itu 2 minggu petama adalah minggu yg melelahkan bagiku yang tidak terbiasa bangun beberapa kali di saat malam. Penyesuaian. Dan alhamdulillah mas Tras mau bebagi ketidakenakan tidur itu. Biasanya setelah aku kasih ASI maka tugas mas Tras adalah menggendong Ivan sampai sendawa atau tertidur kembali.
Alhamdulillah meskipun hanya ASI saja selama 6 bulan pertama Ivan termasuk anak yg montok (hehehe lihat dulu dong ayah-bundanya). Ini rekaman berat badan Ivan

22 – 4 – 2007 = 3,7 kg
23 – 5 – 2007 = 5,3 kg
23 – 6 – 2007 = 6,8 kg
4 – 8 – 2007 = 8,1 kg
21 – 8 –  2007 = 8,7 kg
9 – 9 – 2007 = 9,3 kg

(kok daftar berat badannya gak rutin tiap bulan ya..?? iya soalnya bundaku sekarang udah pinter, tahu tentang imunisasi simultan dan iminusasi kombo jadi Ivan gak perlu tiap bulan ke dokter untuk imunisasi, kalaupun ada data-data lain biasanya bunda timbangin aku di klinik Kancil tempat kakak Nadya berenang tiap selasa atau sabtu)

alhamdulillah dengan badannya yang montok gitu orang yang melihat Ivan tidak underestimate karena Ivan hanya diberi ASI. Mereka pada bilang oh…. Berarti ASI-nya cocok hehehe… coba deh kalau Ivan langsing pasti mereka akan berkomentar beri aja susu formula. Waduh… ibu-ibu itu kurang percaya diri kalau hanya memberikan ASI yg notabene paling bagus dan gratis. Mereka justru lebih bangga kalau anaknya minum susu formula apalagi kalau cocoknya yang mahal. Well..menurutku sih sayang banget, sesuatu yang paling bagus dan gratis malah disia-siakan karena kurangnya ilmu.

Kalau peran Nadya ???
Syukur alhamdulillah Nadya tidak kalah hebohnya menyambut adik bayi di rumah. Karena Nadya saat itu sudah lebih dari 5 tahun jadi aku tidak terlalu repot lagi untuk mengurus Nadya secara di rumah tidak ada asisten yg nginep. jadi dengan tidak terlalu banyak melayani Nadya aku sangat terbantu untuk memberi ASI eksklusif ke Ivan. Soalnya kata pakar ASI stok ASI dipengaruhi keadaan emosi ibu. Kalau ibunya stress bisa saja jumlah ASI berkurang (biasanya terjadi pada ibu bekerja yg sedang ada deadline).

Friday, January 23, 2009

Dari blog lama : Februari 2008

Nadya dan Susu Cair (6 Februari 2009)

Hari Rabu tanggal 6 Februari 2008.
Jam 11 siang.
Nadya pulang sekolah.
Begitu sampai rumah langsung meletakkan tas-nya dengan setengah melempar. Garis bibirnya turun yang artinya dia sedang manyun. Sambil menunduk menendang-nendangkan kakinya. Duduk di kasur bawah.
Mengusikku yang sedang asyik berkutat dengan spuit, ganache, dan cupcake yang sedang aku dandanin. “Ada apa sayang ?”
“Nadya bingung nih mana yang bener, bunda atau bu dokter” kata Nadya sambil terus menunduk, rona mukanya memerah, matanya mulai sembab.
“Memangnya kenapa ?”
“Kata bu dokter anak-anak tidak boleh minum susu cair” kata Nadya “mestinya susu bubuk” lanjutnya. Air matanya sudah menetes.
Hmmmm FYI Nadya memang hanya kenal ASI dan susu segar cair. Nadya tidak pernah suka susu bubuk alias susu formula. Mungkin pernyataan bu dokter yang hari itu datang ke sekolah mengusik Nadya.
“Tentu saja bunda yang benar nak”
“Kenapa bunda ?”
“Soalnya susu bubuk itu berasal dari susu cair juga tapi dipanaskan jadi zat gizi susunya hilang. Untuk itu susu bubuk ditambah lagi dengan vitamin dan lain-lain yang belum tentu bagus untuk tubuh. Kalau susu cair sudah bagus kenapa mesti pakai susu bubuk ?”
Heheh…aku ngomongnya gak persis gitu sih, aku ngomong kalau aku dapat ilmu dari internet, dapat update pengetahuan yang lebih cepat. Mungkin bu dokter belum langganan internet secara masih relatif mahal. Atau bu dokter gak sempat update ilmu karena sibuk ngurus pasien jadi lupa menimba ilmu lagi. Kemudian setelah itu baru aku kasih tahu tentang proses yg terjadi pada susu bubuk.


Kopdar Mantan Kasie LFM (25 Februari 2009)

Dulu banget LFM adalah tempatku bermain-main. Tidak heran banyak yang bilang kalau himpunanku LFM sedangkan unit kegiatanku Nymphea, saking seringnya aku nongkrong di LFM daripada di himpunan. Soalnya kalau nongkrong di LFM kemudian tiba-tiba ada yang muncul pasti sembari bawa sesuatu, entah itu makanan untuk dicemil, foto-foto untuk dilihat atau dikomentari, video untuk dilihat bareng di ruang santai atau tiba-tiba muncul alumni ngajak makan siang, wahhhh serasa dapat berkah.
Kemudian setelah selesai kuliah semua langsung menghilang, sesekali kirim kabar via sms atau e-mail tapi amat sangat jarang kopdar. Bahkan dengan Asrori aku terakhir ketemu ya sesaat setelah dia lulus thn 1994. Begitu dia lulus (dia angkatan yg lulus tepat waktu) langsung ke Medan sedangkan aku ya masih luntang-lantung aja di bandung. Kalau sama Vietha aku pernah ketemu tapi itupun sudah lama banget. Kaya’nya terakhir di bandung sekitar 3-4 tahun yang lalu.
Kemudian datang kesempatan kopdar saat Asrori “lewat” Jakarta dalam perjalanan pulang ke Jember. Aku dikontak. Vietha juga. Akhirnya aku kopdar juga sama Asrori dan Vietha Kamis 21 Februari 2008.
Kita ketemu di Dapur Sunda di Setiabudi One. Dan inilah dia, setelah 14 tahun tak ketemu Asrori ternyata dia gak beda jauh, hanya lebih “berisi” aja hahaha. Vietha semakin slim. Sedangkan aku, yang kondisi tubuh belum balik dari sejak hamil dan melahirkan Nadya eh udah keburu punya anak lagi hahaha (ah kalo ini sih alasan aja).






Thursday, January 22, 2009

Dari blog lama : September 2007

Pindah ke Astro (18 September 2007)

Sebetulnya tulisan ini pengen diposting sejak bulan lalu, yaitu pada saat kami pindah langganan dari Kabelvision ke Astro.  Tapi berhubung suatu hal, maka tulisannya baru jadi hari ini.
Mungkin karena kami bukan pemerhati berita yang baik, pada saat orang ribut-ribut bicara tentang Liga Inggris yang telah dibeli hak siar ekslusivenya oleh Astro, kami santai-santai saja. Karena kami pikir ribut-ribut itu adalah antara TV berbayar dengan TV gratisan dan toh kami sudah berlangganan Kabelvision, ada ESPN dan Start Sportnya.
Minggu pertama Liga Inggris, Ayah hanya berkomentar, ”Mana siaran bolanya? Kok ESPN malah nyiarin cricket, baseball dan jenis olahraga yang mungkin baru ditemukan kemarin sore”. Pada saat itu baru nyadar ternyata di ESPN nya Kabelvision-pun juga nggak ada siaran langsung Liga Inggris. Kaciaaan… deh. Ya sudahlah, nanti nonton highlights nya saja.
Selang beberapa jam, Ayah menyalakan lagi ESPN dan Star Sportnya. ”Lho kok sekarang ESPN nyiarin Rugby dan Golf. Mana bolanya?” Running text yang nampilin score terkini half-time maupun ful-time pun nggak ada. Sialan! Ah ntar kali rada malam ada highlights Liga Inggris.
Menjelang tengah malam, Ayah nyetel lagi ESPN dan Start Sport. ”Masya Allah, cricket lagi! Basket lagi!” Garing juga ternyata ESPN dan Start Sport tanpa Liga Inggris. He..he..tapi santai aja lah, toh nggak mati kan kalau nggak nonton liga Inggris langsung. Besok ada siaran tundanya kalik?
Besoknya bener ternyata ada siaran tunda Liga Inggris di Star Sport, tapi siaran tundanya keterlaluan banget, pertandingan 10 tahun lalu! Ya, waktu itu lagi ada acara Classic Match antara Manchester United lawan siapa gitu, waktu MU lagi jaya-jayanya dengan Eric Cantona sebagai King.
Minggu kedua dan ketiga lewat sudah tanpa menyaksikan siarang langsung Liga Inggris, hanya membaca di koran bahwa Manchester United terseok-seok, nggak pernah menang  di 3 pertandangan awal. Setiap nyetel ESPN dan Star Sport yang muncul adalah jenis olah raga yang nggak populer di negeri ini seperti Cricket, Baseball, American Footbal, Rugby, Basket Ball, Tenis, dan kalau ESPN sedikit lebih kreatif lagi mungkin ada pertandingan Gobak Sodor di situ. Asli garing!   Eh ada sedikit acara hiburan deng, yaitu ”Top Corner” yang menyajikan goal-goal indah dari negara-negara ”berkembang” dalam hal persepakbolaan termasuk Indonesia.
Nggak kuat! Sialan Astro! Besok harus ganti ke Astro! Begitulah tekat Ayah. ”Bunda, tolong besok survey Astro. Berapa biaya pasangnya, biaya langganannya, dll. Tolong check juga apakah Channel favorit Nadya , Ayah dan Bunda juga ada di Astro.
Akhirnya di minggu ke-empat Liga Inggris kami baru pindah ke Astro, dan weekend serasa menyenangkan lagi tinggal di rumah. Channel favorit Nadya : Disney, Cartoon Network, Play House, dan Nickelodeon masih bisa ditonton, favorit bunda Discovery, Travel & Living, National Geography dan E! masih bisa dinikmati, Cuma Style Network yg nggak ada. Channel Ayah, ESPN dan Start Sport plus sekarang ada Goal TV1 dan Goal TV2. CNN, BBC dan Aljazeera tetap ada. CNBC digantikan Bloomberg. Plus, ada bonus selama 3 bulan pertama : HBO, Cinemax, Star Movies!
Tapi satu yang missing di Astro: Fox News! Ya, Fox News nggak ada di Astro. Mungkin anda bertanya, “Ngapain nonton TV sampah seperti itu?!”  Well, Fox News memang keterlaluan kasar jurnalismenya, tapi TV itu mencerminkan America. Bahkan mereka menyebut dirinya America’s news room.   Berbeda dengan CNN yang ”ngebodohin” kita dengan halus dan berkonsep, Fox News terlalu kentara propagandanya. Penyiarnya terlalu berapi-api kalau sudah mulai menyerang muslim atau negara Islam dan lebih sering bermain emosi ketimbang logic, tapi itu adalah cerminan America. Kalau kita ingin tahu bagaimana opini masyarakat America, mau nggak mau kita mesti dengerin Fox News. Ada sih sebagian rakyat America yang tidak sejalan dengan Fox News, tapi mereka minoritas!

Wednesday, January 21, 2009

Dari blog lama : Agustus 2007

Belajar Membuat Sushi (6 Agustus 2007)

Hari Minggu daripada jalan-jalan tidak tentu tujuannya, kita belajar bikin sushi yuk di Ra Sushi di CITOS. Ceritanya sih berawal dari Fetty yang pernah ngajak ikutan kids cooking class di CITOS (waktu itu bikin dorayaki) trus nama dan nomer hp-ku di simpan sama penyelenggara kids cooking club, jadi kalau ada acara kids cooking club aku di sms-in diundang.
Dulu pas umur Ivan baru beberapa minggu, aku pernah di sms diundang ikutan kids cooking class ini, tapi aku gak ikut secara Ivan masih bayi banget. Kalau sekedar jalan-jalan sih gpp tapi kalau sampai ikutan suatu acara aku belum mau. Alhamdulillah pas aku ajak Ivan ke Ra Sushi dia asik-asik aja. Tenang, gak rewel dan seperti biasa menebar senyum kepada siapapun yang menyapanya.

   
.

Karena judulnya kids, maka yg ikutan ya anak-anak. Aku ajak Arief juga karena aku tahu obsesinya menjadi tukang masak sangat menggebu-gebu. Dan ternyata aku gak salah ngajak Arief di acara masak-memasak seperti ini. Selain Arief memang tertarik, hasil sushi-nya dikasih ke Nadya secara Nadya laper banget hehehe. Untungnya Nadya doyan sushi, soalnya aku emang belum pernah makan sushi.
.


.








Bulan Agustus Bulan Menyusui (9 Agustus 2007)

Udah terlambatkah aku menulis tentang ini ?
Cuma mau cerita aja kalau Ivan masih full ASI dan akan berlangsung insya Allah sampai 6 bulan. Kalau dulu Nadya hanya merasakan ASI eksklusif 4 bulan maka sekarang Ivan insya Allah 6 bulan. Soalnya selain banyak keuntungan yang didapat kalau memberi makanan padat saat 6 bulan,  aku juga gak pusing nyusun menu, hehehe. Kan paling asik ngasih ASI, begitu anak lapar atau haus tinggal sodorin ASI dan beres deh. Udah dijamin steril, mengandung zat antibodi, sel-sel hidup, nutrisinya disesuaikan dengan usia anak, rasanya macam-mcam tergantung yg dimakan ibu, udah sempurna gitu gratis lagi. wahhhh alhamdulillah bisa ngasih ASI eksklusif ke Ivan (dan Nadya).
Begitu banyak keuntungan yang ada pada ASI membuatku selalu bersemangat untuk “ngasih kuliah” tentang ASI kepada orang yang aku tahu sedang berhubungan dengan menyusui, entah itu sang ibu atau sang ayah. Ditambah lagi aku pernah ikut Breastfeeding Basic Class, trus ikutan milis sehat dan asiforbaby, wah tambah banyak deh ilmuku tentang ASI.
Makanya sayang banget kalau orang-orang yang sebetulnya bisa mencari ilmu tentang ASI tidak melakukannya. Mereka merasa ASI bukan sesuatu yang penting untuk dipelajari. Sayang sekali. Apalagi dengan kehebohan naiknya harga susu formula. Alhamdulillah Nadya bukan peminum susu formula. Dan aku juga akan menerapkan itu ke Ivan.
Dan tidak lupa juga, penghargaan yang setinggi-tingginya kepada suamiku, yang masih jadi breastfeeding father sampai detik ini. Masih memberi support baik materi (antara lain aku dibiarkan pesen 2 porsi makanan hanya buatku seorang, kalau lagi makan keluar hehehe) maupun yg bukan materi (makasih ya mau tidur sama Ivan, sementara aku bisa nyenyak tidur sama Nadya). Karena bagaimanapun juga lingkungan sangat mempengaruhi kesuksesan pemberian ASI.



Makan-makan dan Jalan-jalan (12 Agustus 2007)

Ada kategori baru di rumah keluarga Rustamaji, makan-makan dan jalan-jalan. Bukannya mau saingan sama Wisata Kuliner, doh…jauh banget lah yaow, ini hanya sekedar catatanku aja sih, soalnya aku suka makan dan suka jalan.
Posting pertama adalah untuk mengingatkan diri sendiri supaya TIDAK AKAN PERNAH LAGI MAKAN PIZZA HUT DI WARUNG BUNCIT.
Karena eh karena hari Kamis kemarin pas kita makan di situ dan pesan paket delight, masa dapat garlic bread yang gak utuh dan seperti sisa Yell Belum lagi hadir mahkluk lain di meja makan kita, kecoa kecil. Hadohhh kalau diinget-inget kok makannya aku terusin ya..?? Dodol pisan. Mestinya kan aku bisa komplen (seperti Rina yg dahulu) tentang kecoa itu dan garlic bread itu. Kalau tentang garlic bread aku cuma bisa sharing aja di sini. Pantaskah tempat makan sekelas Pizza Hut menyajikan 1 porsi garlic bread seperti ini ?

Padahal beberapa tahun yg lalu kami juga mengalami hal yg buruk di situ, sebetulnya yg merasakan sih Beng temen ayah. Lasagna pesenannya mengandung ulat di parsley-nya. Parah banget. Sepertinya yang kemarin akan menjadi kunjungan terakhir ke Pizza Hut Warung Buncit.

Monday, January 19, 2009

Dari blog lama : Juli 2007

Ivan 3 bulan (24 Juli 2007)

Hari ini Ivan genap 3 bulan dan kemarin Ivan sudah dikhitan. Yup, atas kemaunku dan persetujuan mas Tras akhirnya Ivan dikhitan. Alasan yg aku kemukakan antara lain demi kesehatan dan kebersihan Ivan sendiri mengingat kalau bayi laki-laki bagian kulup atau penutup kepala penis mesti dibersihkan, kalau gak rajin membersihkan akan ada banyak kotoran dan bisa menyebabkan infeksi. Selain itu juga praktis dan ekonomis. Sebetulnya sih aku kepingin pas masih bayi baru lahir tapi katanya biar ibunya sembuh dulu dari proses melahirkan jadinya aku tunda terus meng-khitankan Ivan padahal pas kontrol 1 bulan sempat tanya ke DSA dan dokternya juga setuju Ivan dikhitant bayi. Aku baru sadar pas Ivan udah mulai miring-miring tanda udah mau tengkurep. Walah… sebelum Ivan bener-bener bisa mengkurep akhirnya hari Sabtu kemarin kita pergi ke Bekasi Timur untuk khitan. Kenapa ke Bekasi Timur ?

Pertama dia adalah klinik khitan cabang dari Bandung yg terkenal itu. Kemudian harganya juga jauh lebih ekonomis daripada kalau mesti khitan ke dokter, lha wong sebetulnya mantri aja juga bisa kok. Begitulah alasanku.

Malam pertama kemarin Ivan, seperti yg sudah kita duga, gelisah. Selain sakit atau ada rasa gak enak di penisnya bisa jadi Ivan juga kesel karena gak bisa bobok dengan posisi tengkurap. Selama ini Ivan emang lebih banyak bobok dengan posisi tengkurap.

Oh iya Jumat malam sebelum Ivan khitan kok ya ndilalah aku kena pilek dan Nadya demam. Sabtu dini hari aku mendapati hidungku meler sedangkan Nadya sejak jam 1 pagi sudah merasa badannya gak enak. Alhamdulillah Sabtu pagi Nadya sudah gak demam. Sempat agak khawatir juga sih Nadya demam di dini hari itu, meskipun suhu tubuhnya baru 38 (yg menurut milis sehat belum perlu obat penurun panas) tapi aku khawatir suhu tubuhnya naik terus dan aku gak punya obat penurun demam anak. Akhirnya hari sabtu jam 05.48 kita meluncur ke Bekasi Timur. Alhamdulillah perjalanan lancar. Gak sampai 30 menit kita sudah sampai di tempat, bahkan tempatnya juga belum dibuka. Jam 06.45 Ivan dibawa masuk ke dalam (selama proses khitan ortu gak boleh ikut masuk) dan jam 07.12 Ivan sudah keluar. Hebat lho Ivan gak nangis. Si anak ginuk-ginuk itu akhirnya menangis karena kelaparan, ya iya Ivan terakhir mimik ASI jam 4 pagi. Jam 8 kita sudah ada di rumah.

Wednesday, January 14, 2009

Dari blog lama : Juni 2007

Ivan 2 bulan, Nadya lulus TK (27 Juni 2007)

Alhamdulillah Ivan sudah melewati masa 2 bulan. Banyak perkembangan baru dari Ivan dan mencengangkan. Misalnya Ivan sudah mulai ngoceh, tidur Ivan kalau malam sudah mulai panjang (kalau ini yg seneng bundanya, secara bundanya tukang tidur gitu hihihi).


Ada julukan baru Ivan dari Nadya. Kuda Nil. Waaaaa masa’ Ivan disebut kuda nil nak.
“Iya, abis adik kalau tengkurep kaya’ kuda nil” gitu kata Nadya





Apa iya Ivan kalau tengkurep seperti kuda nil ?


Oh iya, kemarin eyang datang lho. Jauh-jauh dari Surabaya hanya untuk melihat Nadya dan Arief naik panggung di acara perpisahan di TKI Darul Hikmah. Nadya dapat tugas membaca sambutan yang mewakili anak TK Nol Besar dan jadi guru bahasa Inggris di sesi conversation. Sedangkan Arief dapat tugas menari tarian “Nelayan” dan jadi guru untuk conversation bahasa inggris dan arab.


Di bawah ini foto Ivan dan eyang ti. Saat itu Ivan baru selesai mandi sedangkan eyang ti sudah siap-siap mau balik ke Surabaya.





Kalau dilihat, ternyata bayi ivan mirip dengan bayi nadya lho. Ini ada gambar nadya 2 bulan dan ivan 2 bulan. Rupanya yg beda bentuk kepalanya, soalnya nadya lahir dengan proses normal sedangkan ivan dengan operasi. Tapi ndut-nya sih sama. Apalagi pas kontrol dan imunisasi saat ivan 2 bulan, beratnya udah 6,9 kg (plus baju dan diapers)


 


Ini foto centil Nadya, kenang-kenangan lulus TK.




Monday, January 12, 2009

Dari blog lama : April 2007

Alhamdulillah sudah masuk minggu ke-39, kepala Alkadio juga sudah dibawah (13 April 2007)

Alhamdulillah kontrol Kamis malam kemarin posisi kepala Alkadio sudah ada di bawah. Sudah bikin deg-deg-an bunda nih si Alkadio. Soalnya menurut teori di minggu 32 seharusnya kepala sudah ada di bawah tapi Alkadio masih seneng muter-muter, kadang melintang dengan kepala di kiri, kadang di kanan, trus sungsang juga pernah, tapi alhamdulillah tadi malam kepala Alkadio sudah di bawah. Berarti bunda tinggal nunggu mules aja nih. Semoga lancar ya.. Kalaupun pas kontrol tadi malam ternyata posisi kepala Alkadio belum ada di bawah, maka aku harus memilih tanggal operasi. Duhhhh… kalau baca sharing temen-temen di milis kok sesakit-sakitnya melahirkan normal masih sakit melahirkan dengan operasi :( Emang sih aku gak akan maksa untuk melahirkan normal lagi, tapi kalau masih bisa diusahakan normal kan ya alhamdulillah…)
Tentang nama. Emang bener mau dikasih nama Alkadio ?? Atau tepatnya Doni Alkadio. Entahlah. Nama unik itu dilontarkan Nadya dalam perjalanan jakarta-bandung di sepanjang jalan tol Cipularang. Terima kasih kepada Dini yang sudah meminjamkan buku nama-nama bayi. Sekarang lagi bingung nih. Dulu kaya’nya gak terlalu sulit untuk menemukan nama Nadya, tapi kalau untuk nama bayi (insya Allah) cowok kok kaya’nya ribet ya… abis maunya kan kalau cowok tuh yang gagah, perkasa, baik hati, rendah hati, pinter, kaya, cerdik, taat ibadah, jadi pemimpin… halah…banyak banget harapan yg ditumpukan ya. Sementara saat tahu punya anak perempuan yg terbayang kok hanya keindahan aja…
Tentang ilmu bayi baru. Terima kasih kepada Devi yang dengan senang hati mengantarkan bundelan warisan dari Yuli mama Bumi ilmu pengetahuan yang bermanfaat dalam hal bayi baru itu ke rumah. Meskipun dulu pernah punya bayi tapi di usia yang sudah makin udzur ini emang perlu meng-update ilmu pengetahuan, tentang ASI, imunisasi, dll. Terima kasih ya…
So Doni Alkadio, kami (ayah, bunda, dan ceuceu Nadya) sudah siap menyambut kehadiranmu.



Keluarga Rustamaji (17 April 2007)

Narsis sedikit ahhh..

Foto ini diambil pas long weekend kemarin di Bandung. Karena di Bandung kemana-mana serasa dekat, jadi kita ke Jonas di Jl. Banda. Maunya sih di Jonas yg di Jl. Batik Jonas yg relatif deket denga rumah di Cikutra, tapi karena katanya studio yg bagus ada di Jl. Banda jadinya hari Sabtu tgl 7 April kita foto.

Ini foto keluarga Rustamaji yang ke-2. Yang pertama foto di Jonas Surabaya pas Nadya umur 1 tahun. Foto keluarga di sini maksudnya foto serius di studio foto. Kalau kebiasaan eyang Sujak sih, keluarganya foto setiap kali lebaran idul fitri, kalau mama dan papa kita foto keluarga kalau anniversarry pernikahan, kalau keluarga Rustamaji ??? Kita belum menemukan waktu yg tepat. Yang jelas foto pas saat anniversary pertama ada, aku hamil tua Nadya ada, dan kali ini foto keluarga pas hamil tua adiknya Nadya.




Alhamdulillah… sudah lahir (25 April 2007)

Alhamdulillah, putera kami telah lahir dengan selamat.





Akhirnya, project besar kami dengan nama sandi “Alkadio” rampung sudah. Setelah berada dalam kandungan Bunda hampir 41 minggu, putera kedua kami, laki-laki, lahir pada Hari Minggu, 22 April 2007, Pukul 18.00 WIB di Rumah Sakit Bersalin Duren Tiga, Jakarta dengan berat 3,7 kg dan panjang 50 cm.
Selanjutnya, putera kami tersebut kami beri nama “Ivan Aprianto Rustam”. Mohon dipanggil Ivan (bukan Ipan ataupun Aifen).

Ivan lahir melalui operasi cesar. Beberapa hari sebelumnya, sebetulnya Bunda telah berusaha keras agar dapat melahirkan Ivan secara normal, misalnya, melakukan ritual rutin “knee-chest” agar posisi Ivan siap lahir dengan kepala di bawah, kemudian jalan-jalan kaki agar posisi kepala segera turun, makan sate Bu Tri, “induksi” kecil dan terakhir induksi besar dengan infus. Pendek kata, Bunda telah berusaha keras agar bisa melahirkan secara normal.

Hari Minggu pagi jam 9 tanggal 22 April 2007 Bunda udah masuk di RB Duren Tiga dan proses induksi dimulai jam 12 siang. Sebetulnya induksi tersebut berhasil, buktinya Bunda mulai kontraksi jam 1 siang, mules dan akhirnya ketuban pecah jam 3 sore (sudah bukaan 5) trus pindah ke ruang tindakan sudah sampai tahap bukaan 7 yang artinya sebentar lagi Ivan akan keluar. Tapi sejak bukaan 7 kepala Ivan nggak mau turun-turun, malahan detak jantungnya melemah. Akhirnya, Dokter Sri Pudyastuti menyarankan agar segera dioperasi. Dan kami menyetujuinya. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar (kelihatannya, soalnya Ayah nggak ikutan masuk, dan Bunda dibikin tidur waktu menjalani operasi) dan lahirlah Ivan dengan berat 3,7 kg panjang 50 cm. Semoga blog ini masih ada ketika Ivan sudah bisa membaca agar dia tahu betapa besar pengorbanan Bundanya untuk melahirkannya.

Tiada kata yang patut kami ucapkan selain kata syukur atas rejeki berupa Amanah untuk merawat dan membesarkan seorang anak. Semoga kami diberi kekuatan untuk menjaga Amanah ini agar kelak nanti putera kami bisa menjadi anak yang Sholeh dan berilmu, berbakti kepada orang tua, bermanfaat bagi agama, negara dan jagad-raya, sehingga dapat menjadi kebanggan kami kelak. Amin ya Robbal Alamin.


Gambarnya menyusul ya.

NB:

Diary ini ditulis oleh Ayah waktu bunda sedang recover sehabis melahirkan.

Thursday, January 8, 2009

Dari blog lama : Mei 2007

Breastfeeding Father (8 Mei 2007)

Pasti sudah tahu dong kalau Ivan mendapatkan ASI saja…. Trus karena botolnya nempel di badanku jadi mau tidak mau setiap saat aku mesti ada di sebelah Ivan kalau Ivan nangis saat haus dan lapar :)
Trus mas Tras ngapain dong ? Selain kerja rutin, tahun ini mas Tras kembali menjadi breastfeeding father. Yup, 5 tahun yang lalu mas Tras juga sukses menjadi breastfeeding father, cuma karena kali ini kita sudah pernah punya bayi Nadya, jadi pas ada Ivan kaya’nya tidak setegang saat Nadya bayi dulu.
Emang ngapain aja sih kalau jadi breastfeeding father ?

Yang aku tahu sih mendukungku untuk memberi ASI kepada Ivan, dukungannya tidak hanya kata-kata tapi juga tindakan. Misalnya nih, setelah aku selesai ngasih ASI ke Ivan maka tugas mas Tras adalah menggendong Ivan sampai Ivan sendawa. Atau kalau pulang kantor dan masih belum terlalu capek maka aku dipersilahkan untuk tidur nyenyak minimal 2 jam di kamar Nadya. Tau sendiri kan kalau tidur sama bayi ada suara nangis dikit pasti langsung terbangun. Nah… di 2 jam itu aku bisa tidur nyenyak non stop sementara kalau Ivan nangis mas Tras yang menggendong. Kalau Ivan pup juga mas Tras yg mengganti popok-nya (demi alasan kepraktisan dan supaya aku gak capek bolak-balik mesti gantiin popok kain kalau Ivan pipis atau pup, selama ini Ivan pake diapers terus), baru kalau Ivan dah sakauw ASI aku dibangunin.





Selain itu di minggu-minggu ini banyak acara sepakbola bagus di espn atau star sport :) Bayangkan, ada liga inggris, piala FA dan piala champion. Secara mas Tras penggemar sepak bola, jadi kan bisa tuh sambil nonton bola sambil nggendong Ivan.

Dan untungnya lagi mas Tras sering bangun malam untuk mengerjakan sesuatu (bahan untuk laporan, presentasi, ngajar, dll) jadi aku tetep bisa bobok nyenyak 2 jam non stop di kamar nemenin Nadya sementara mas Tras kerja di depan komputer sambil sesekali nengok Ivan.

Dulu pas Nadya bayi yang aku ingat pesen dari Mama
“Tidurlah saat bayimu tidur”
Saat itu memang memungkinkan aku tidur di samping bayi Nadya, tapi sekarang…??? Gak mungkin lah yaow.

Pertama karena Nadya sekarang sudah 5 tahun, perlu teman untuk ngobrol dan main. Kalau aku di kamar berbaring dengan Ivan maka Nadya pasti sesekali masuk ke dalam kamar, sekedar memeriksa apakah adiknya baik-baik saja, atau tiba-tiba dia ingat cerita dari bu guru di sekolah dan ingin menceritakannya kembali ke aku.

Kedua, dulu ada asisten yg tinggal di rumah sehingga aku bisa order aja kalau kepingin makan atau bikin jajanan, tapi sekarang asistenku (yg masih baru juga, belum sempat di training, tapi aku dah keburu ilfil cuma krn butuh aja aku tahan diri) cuma datang pagi jam jam 10 udah pulang jadi segala keperluan Nadya dan Ivan (plus mas Tras, kalau inget, hehehe) sebagian besar masih aku tangani sendiri.

Ketiga, sekarang sudah ada internet unlimited di rumah, hehehehe.

Balik lagi ke breastfeeding father.
Karena asisten di rumah cuma sampai jam 10 dan seringnya aku gak masak, bagi mas Tras itu gak masalah. Ya… kadang-kadang masih kepingin juga sih aku bikin pepes nasi ayam (tapi kemarin ayam presto-nya enak kan say…) ntar deh kalau akhir pekan kalau ada yg jagain Ivan aku akan bikin pepes nasi ayam.

Sunday, January 4, 2009

Dari blog lama : Maret 2007

Bumil yang sok sibuk ( 6 Maret 2007)

Alhamdulillah masih diberi kesempatan menghirup udara di bumi ini. Terima kasih kepada temen-temen yang menyempatkan diri berkirim e-mail dan sms untuk ucapan Ulang Tahunnya. Kalau ada yang tanya, bikin cake apa ??? Dengan sedih aku jawab, aku sedagn mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis jadi birthday cake terpaksa tidak aku buat. Hasil gula darahku minggu lalu kurang bagus. Aku sudah diwanti-wanti sama dokter untuk mulai hati-hati, karena kalau tidak aku bisa kena diabeter sebelum usia 40 tahun. Waks….. 40 tahun kan artinya 4 tahun lagi. Jadi begitulah temen-temen, di hari ulang tahunku aku malah gak bikin birthday cake.
Di malam ulang tahunku itu kita ber-3 cuma makan di Citos. Rupanya Selasa malam Citos rame banget ya….. untungnya Fish and Co. gak rame jadi ktia bisa makan santai dan menikmati sepiring ikan yang benar-benar besar porsinya.
Hari Sabtu tgl 3 mas Tras ke Bandung seorang diri. Aku ditinggal di Jakarta. Untungnya aku punya kegiatan yang membuatku gak merasa kesepian.
1. Pertemuan orang tua di sekolah Nadya.
2. Senam hamil di RSB Duren Tiga, udah masuk minggu 33 nih.
3. Minggunya aku ke Garage Sale-nya milis Funky-mom di daerah Tanah Kusir, katanya banyak barang keperluan bayi yg bisa dibeli di situ. Karena masih banyak keperluan bayi yg masih harus dilengkapi, aku coba ke Garage Sale disitu, eh ternyata bener lho, barangnya bagus-bagus, sayang aku datang kurang pagi. Rencana jam 9 ada di tempat kenyataannya jam 9 baru berangkat dari rumah, jadi sampai di tempat jam 9.30, tapi alhamdulillah tetep dapat barang juga untuk keperluan adik bayi Alkadio (ini ide-nya Nadya, adiknya ntar mau dikasih nama Doni Alkadio).
4. Jam 10.00 aku cabut dari garage Sale milis FM dan langsung meluncur ke Citos, ikutan cooking class for kids di restoran Asahi. Makasih buat Fetty yg udah woro-woro ke milis BeingMom, jadi aku bisa mendaftarkan Nadya ikutan bikin dorayaki di restoran itu.
Minggu siang setelah acara cooking class selesai aku makan di AW dulu. Sambil makan ternyata hujan deras plus angin kencang turun di Citos dan sekitarnya. Hujannya sih gak lama, cuma 15 menit. Begitu hujan reda aku juga siap-siap balik ke rumah. Rupanya hujan dan angin sesaat tadi merobohkan pohon di TB Simatupang yg deket sama Jl. Ampera, pantesan macet.
Minggu sore mas Tras telpon, mau balik ke Jakarta malam itu juga naik travel yg jam 7. Berarti kira-kira sampai rumah jam 9 malam. H2C nih nunggu, soalnya mas Tras bilang katanya mau ada hadiah buatku.
Asikkkkkk aku dikasih hadiah lagi. Begitu mas Tras kasih hadiah dan bilang
“Selamat ulang tahun bunda, ini hadiahnya”
langsung Nadya sedih. Sambil bilang dengan tampang mau nangis gitu
“Hisk…ayah gak sayang Nadya, waktu Nadya ulang tahun ayah gak kasih Nadya hadiah”
“Lho kan ayah udah ngasih Nadya hadiah Play doh, sepeda, meja, wall paper” kata mas Tras
“Iya, tapi pas Nadya ulang tahun Nadya gak dapat hadiah dari ayah. Skuter itu kan dari om Andre” gitu balas Nadya saat mas Tras membahas tentang skuter.
Kemudian mas Tras bisik-bisik ke aku
“Emang aku dulu gak kasih Nadya hadiah ya pas dia ulang tahun..??”
“Emang bener say, saat itu kau lagi sibuk, berangkat jam 7 pagi dan baru balik jam 12 malam jadi gak sempet beliin hadiah” kataku.
Hmmmm….. ayah mesti pinter-pinter lagi nih membagi perhatian, karena anak perempuannya udah cemburu sama bundanya secara ayah ngasih bunda hadiah terus :)
Makasih sekali lagi say…..




Kamar Baru Nadya ( 7 Maret 2007)

Salah satu upaya untuk membuat Nadya betah di kamarnya adalah merapikan kamarnya, sayang seribu sayang aku bukan tipe seorang ibu yg rapi :( Alhamdulillah mas Tras orang yang suka beberes jadi sudah ada yang mengurus kerapihan.
Hari Selasa kemarin salah satu proyek untuk membuat Nadya betah tinggal di kamarnya berlangsung. Kita pasang wallpaper. Yang milih motif-nya Nadya sendiri di toko di Panglima Polim. Beli wallpapernya hari Senin (mas Tras sengaja meluangkan waktunya untuk itu) trus alhamdulillah bisa dipasang hari Selasa.
 kamar Nadya yg penuh coretan crayon, salah satu faktor yang bikin mas Tras pusing dan merasa kurang produktif kalau ada di rumah jakarta

 Setelah kamarnya rapi seperti ini, semoga mas Tras betah di rumah, semakin produktif, dan tidak pusing lagi.



Beberes Rumah ( 25 Maret 2007)

Dalam rangka menyambut kedatangan (insya Allah) Alkadio (ini nama usulan Nadya) kami beberes rumah. Salah satunya adalah mengecat rumah. Emang sih rumah di Jakarta ini statusnya rumah kontrakan tapi mas Tras bilang
 ”Kita kan ingin raising our children di rumah ini kan..??”
Ihik ihik…. seperti itu ya rasanya jadi orang tua, udah gak bisa sak enake dhewe :)
Dulunya di depan TV banyak coretan Nadya di dinding, kesannya emang kumuh, kemudian setelah di cat memang jauh lebih rapi.
 
Penampakan dinding sebelum dan sesudah di cat.
Kemudian salah ke dua untuk membereskan rumah adalah mengeluarkan barang-barang yang sekiranya sudah tidak diperlukan. Dan salah satu pilihannya adalah…koleksi kaleng Coca Colaku :( ( Kaleng Coke yang aku kumpulkan sejak masih kuliah dulu banyak meyimpan kenangan (hehehe kesannya). Dari mengumpulkan kaleng di PRJ sama mas Azi (serasa seperti pemulung aja), nitip ke mama, papa yg sempet keliling Eropa, hunting kaleng baru Coke import di Setiabudi (supermarket Setiabudi yang banyak menjual barang-barang import), nitip ke temen-temen yang keluar negri (sambil pasang muka badak, masa minta dibawain kaleng Coke), sampe bantuan temen-temen yg dengan suka rela membawa kaleng kosong Coke setiap kali keluar negri (misalnya mas Zahlul temen kost-ku yg sempet ke Taiwan, atau Fetri temennya mas Tras yg pernah ke Rusia). Bahkan Devi dan Dini juga menyempatkan diri untuk meminta suami mereka yg keluar negeri membawakan Coke untukku :)
Kaleng Coke ini aku bereskan untuk memberi ruang bagi barang lain yang ada di dalam rumah. Mas Tras bilang sekarang koleksiku sudah bukan Coke lagi tapi barang pernak-pernik untuk bikin kue, hehehehe. Emang sih sekarang di rumah jadi ada loyang, mikser, oven besar, dll yang jelas-jelas memenuhi rumah yg relatif kecil (bila dibandingkan dengan rumah di Bandung).
Sempet bingung mau dikemanakan barang-barang bekas (kalau bisa dibilang kaleng Coke adalah barang bekas) yang emnyimpan banyak kenangan itu. Untungnya daku punya kenalan yang juga koleksi marchendise Coke, jadi aku limpahkan kaleng Coke-ku ini kepada beliau. Semoga masih ada manfaatnya.

Kaleng Coke yang harus keluar dari rumah. Sekarang lemari itu menyimpan bahan-bahan untuk membuat cake hehehe.



Menghitung Hari ( 30 Maret 2007)

Hari ini masuk minggu 37 (dari haid terakhir) atau usia kehamilanku 35 minggu. Tinggal menunggu kapan si Alkadio ngajak keluar, secara banyak cerita anak ke-2 suka lebih cepat daripada anak pertama. Dulu Nadya lahir tepat dengan perhitungan dokter, bisa jadi kali ini lebih cepat (tapi jangan terlalu cepat ya nak….). Kontrol hari Kamis kemarin, posisi Alkadio masih belum bagus, kepala masih di atas cenderung ke kanan, padahal minggu lalu Alkadio sudah melintang dengan posisi kepala ada di sebelah kiri. Setelah aku melakukan posisi knee chest ternyata kepala Alkadio bukannya turun ke panggul malah naik ke atas. Ya…selalu berdoa yang terbaik untukku dan Alkadio yang akan terjadi. Dokter juga masih menyarankan aku untuk selalu berusaha
“Ibu sujud aja yg banyak”
Walahhhh nyindir nih ye…. secara pas kehamilan kali ini aku lebih khusyuk bikin cake dan roti daripada ibadahnya (beda banget dengan waktu hamil Nadya).
“Kadang-kadang di minggu ke-39 bisa kok kepala turun”, begitu kata bu dokter yg optimis.
“Kalau masih sungsang tapi kepala sudah turun sekali, saya berani menolong persalinan normal”, penjelasan bu dokter.
Trus tentang ada lilitan tali pusat yg kemarin sempet terlihat, dokter berkomentar
“Ibu jangan terlalu banyak khawatir, tenang aja”
Ya…semoga tali pusatnya cukup panjang sehingga Alkadio bisa bebas merdeka berputar-putar.

Saturday, January 3, 2009

Dari blog lama : Februari 2007

Tanpa Judul ( 6 Februari 2007)

Jumat, 2 Februari 2007.
Hujan mengguyur Jakarta sejak Kamis malam kemarin. Deres lagi. Alhamdulillah rumah kontrakan ini sekarang sudah dilengkapi dengan “gajlokan” yg berfungsi sebagai tanggul, sehingga meski kamis malam hujan yg amat deras turun (dan cukup lama) dan teras terendam air, air tidak masuk ke dalam rumah.
Rumah kontrakan ini emang rumah lama, akibatnya rumah ini jauh lebih rendah daripada jalan di depan. Dulu rumah ini pernah kemasukan air hujan sebanyak 2 kali, waktu itu masih ada almarhumah Yayah. Setelah itu mas Tras inisiatif membuat tanggul di depan pintu ruang tamu. Membuat tanggulnya sekitar tahun lalu, pas aku lagi liburan Idul Adha ke Surabaya. Hujan yg deras ditunggu-tunggu untuk membuktikan keunggulan tanggul yg dibuat mas basuki akhirnya baru datang Kamis malam kemarin.
Hari Jumat pagi rupanya hujan belum berhenti turun. Bahkan akhirnya Nadya gak jadi sekolah. Sebetulnya sih Nadya sudah siap-siap sekolah, lha wong udah pake celana seragam (hari jumat pakai seragam baju muslim yg terdiri dari celana panjang dan baju lengan panjang) tapi karena Nungki telpon untuk minta info apakah Nadya sekolah atau tidak (karena Arief gak sekolah) akhirnya Nadya malah gak mau sekolah. Hujan masih tetap deras sampai akhirnya mas Tras memutuskan untuk nunggu hujan agak reda baru berangkat kerja. Tapi rupanya hujannya on-off dan sekalinya on pasti deres. Sampai jam 9 hujan tidak berhenti. Akhirnya mas Tras memutuskan untuk tidak pergi kerja. Aku pantau TV rupanya banjir melanda Jakarta. Banir yg cukup parah, karena melumpuhkan sebagian jalan di Jakarta. Walhasil seharian ini mas Tras di rumah.
Sore-sore pas Nadya bobok tiba-tiba dia ngelindur.
“It’s like this. It’s like this. It’s like this” begitu celoteh Nadya dalam tidurnya. Waduhhhh anak ayah ini gaya banget, ngelindur aja pake bahasa inggris, hihihi. Keseringan nonton Playhouse DIsney Channel (itu kata ayah).



Selasa, 6 Februari 2007.
Alhamdulillah hari Sabtu kemarin Nadya dapat peringkat 2 lomba baca ayat kursi. Sayang bunda gak sempat lihat ya nak. Maaf ya sayang. Soalnya bunda pikir lombanya akan lama karena bergabung dengan anak playgroup dan TK A tapi bunda salah Padahal dulu pas liburan semester bunda sempet khawatir gimanaaaaa cara ngajarin Nadya baca ayat kursi,. Secara bunda hafalnya juga pas udah tua banget.
Nadya dapat hadiah piala. Berarti sekarang piala Nadya ada 2 lho.
Pulang sekolah kita langsung pergi, maunya sih ke Bandung tapi mampir dulu ke Ketapang. Pas dhuhur kita baru berangkat menuju ke Bandung. Alhamdulillah perjalanan lancar. Kita mampir ke KM 18 makan di RM Sederhana. Nadya sempat berpikir kita mau ke AW tapi karena bosen makan di AW mulu akhirnya ayah mutusin kita makan di Sederhana aja. Untungnya Nadya gak marah atau ngambek meskipun kita gak makan di tempat makan favoritnya.
Kita sampai di Cikutra udah jam 3 sore. Karena rumah dalam keadaan terkunci, kita nunggu di Selasih sambil minum jus. Oh iya, cake Black Forest dari Tante Uceu yang uenak itu juga udah datang.
Malamnya baru kita ke Jl. Kampus VI ke rumahnya Otik.
Minggu siang kita ke acara pernikahannya rahmat, salah seorang awak Simetri.
Cerita tentang kisah cinta Rahmat versi ayah :
“Rahmat ketahuan mencuri di Optima” kata ayah suatu hari
“Ah…serius…” kataku terheran-heran, mengingat ada beberapa kejadian di Optima (ayah pernah kehilangan hp)
“Iya, mencuri hatinya Dina” jawab ayah sambil mesam-mesem.
Ah..ayah garing…….. tapi lucu juga sih



Dapat Hadiah…!!!! ( 24 Februari 2007)

Alhamdulillah…di pertengahan Februari ini aku dapat hadiah yang sudah lama aku idam-idamkan. Mikser. Mikser yang bisa nguleni adonan untuk bikin roti. Secara aku paling males nguleni, mesti membanting adonan, jadi aku berharap someday bisa beli alat untuk nguleni.
Pertama berharap bisa menabung dan beli Cencierto, alat yg bisa digunakan untuk mencetak pasta, membuat mie, dll plus bisa dibuat untuk nguleni. Tapi harapan tinggal harapan. Kandas deh rencana untuk beli Cencierto. Kemudian kasak-kusuk dengan Rita katanya ada Bosch yg murah (murahnya sih hampir 2 juta hisk…), jadi aku bilang ke mas Tras dan setelah di hitung (sambil nabung buat lahiran insya Allah April) kaya’nya sih bisa.
Kemudian datang kabar baik. Proyek mas Tras dengan kawan-kawan di Depkeu rupanya memuaskan semua orang. Mas Tras mau dapat hadiah dari Andre (teman mas Tras yg bertindak sebagai produser). Dipikir-pikir sama mas Tras lebih baik ngasih hadiahnya berupa mikser aja “Buat istriku” gitu katanya.
Alhamdulillah….
Aku dibeiin KitchenAid. Secara istrinya Andre juga menggunakan KitchenAid dan puas dengan performanya.
“Bosch sih jauh, masih bagus KitchenAid” begitu kata Andre yg mengomentari mas Tras kalau aku bercita-cita ingin membelikan aku mikser Bosch.
Sekarang mikser persis seperti ini duduk dengan manis di dapurku, menunggu untuk diperbudak Laughing


“Sekalian buat hadiah ulang tahun”, gitu kata mas Tras.
Ah…ternyata di balik wajah seriusmu itu (ha….serius..??) seolah-olah tidak pernah lepas dari kerjaan dan komputer, bisa juga dikau perhatian begitu rupa sampai daku takjub. I love you. Makasih say.

Friday, January 2, 2009

Dari blog lama : Januari 2007

Selama di Surabaya ( 15 Januari 2007)

Tahun 2006 ini aku akhiri di Bandung dan aku awali di Surabaya. Untuk sementara bye bye dulu ya Jakarta….
31 Desember 2005
Tanggal 31 Desember 2005 aku menuju Bandung, naik si Hitam ditemani Mama dan Nadya. Mas Tras sudah ada di Bandung 2 hari sebelumnya jadi aku terpaksa aku nyetir ke Bandung. Alhamdulillah cuacanya mendukung, gak hujan dan gak panas terik, jadi aku si ibu rumah tangga yg sudah lama banget gak nyetir keluar kota bisa nyetir dengan aman dan tenteram. Aku berangkat dari Jakarta jam 08.20 dan sampai di Bandung jam 11.00. Setelah sampai di Cikutra aku baru merasakan ternyata nyetir Jakarta-Bandung lewat tol Cipularang jauh lebih enak daripada nyetir Bandung-Garut (tepatnya Sukaregang). PS : Dulu jaman kuliah sering bolak-balik ke Sukaregang ambil limbah penyamakan kulit buat tugas akhir.
Sebetulnya acara akhir tahun di Bandung bukan acara sok punya uang sehingga sampai bertahun baru di Bandung, atau saking pentingnya tahun baru sampai harus ke bandung. Bukan. Bukan itu alasan aku ke Bandung. Aku harus ke Bandung karena tanggal 1 Januari 2006 adikku melamar seorang perempuan yg rumahnya di Bandung, jadi mau tak mau aku sekeluarga (termasuk Mama papa di Surabaya) harus ke Bandung.
SIngkat cerita acara lamaran berjalan lancar dan sukses dan aku juga berhasil menyumbang sebuah cake yg dihias dengan fondant atau plastic icing. Dibikin dengan alat ala kadarnya yg aku punya. Sengaja pake fondant supaya praktis, cake bisa dibeli di Bandung dan alat-alat yg aku bawa dari Jakarta juga gak banyak, cuma rollingpin, pewarna dan cookie cutter.

2 Januari 2006
Kemudian tanggal 2 Mama Papa balik ke Surabaya dan aku ngikuttttt….. hehehehe. Perjalanan naik kereta api Argo wilis alhamdulillah relatif lancar. Bahkan saking lancarnya kita tiba di Solo 15 menit sebelum jadwal dan mengakibatkan roti Mandarijn 7 dus gak sampe ke tangan, hahaha.
Ceritanya begini, Mama titip ke tanteku di Solo untuk beli roti Mandarijn dan Serabi Solo trus ntar janjian ketemu di Stasiun Solo Balapan. Biasanya kereta api argowilis sampai di Solo jam 3. Gak tahu ada apa kereta api dari Bandung ke Surabaya itu ngebut banget dan sudah sampai di Solo jam 14.45. Sejak dari Yogya Mama sudah berusaha menghubungi mbak Titin (tanteku) tapi rupanya hp-nya ketinggalan di rumah. Jam 14.50 kereta argowilis sudah meninggalkan stasiun Solo Balapan dan pada saat yg bersamaan mbak Titin baru saja masuk ke lapangan parkir stasiun. Yaaaa… Tapi untungnya baik Mama maupun mbak Titin cerdas, karena begitu tahu ketinggalan kereta roti Mandarijn itu langsung dibawa ke travel dan dikirim ke Surabaya.

Meskipun menu di kereta api tidak enak (lebih sopan daripada tidak layak makan) tapi kita tetep happy-happy aja, apalagi sewaktu rombongan Madiun turun (rombongan Ponorogo yg turun di Madiun adalah pak de Badri dan keluarga serta ustad pak Har dan keluarga) santrinya pak Har sudah membawa 3 bungkus nasi pecel Madiun yg uenak tenan. Alhamdulillah….
Kehidupan di Surabaya boleh dikatakan baru dimulai tanggal 3 Januari 2006. Musim hujan sedang melanda kawasan Jawa bagian Timur itu, sehingga kejadian tanah longsor di Jember menjadi topik berita utama di koran dan televisi di Surabaya.
Musim hujan juga menyebabkan Surabaya diguyur hujan deras setiap hari, baik siang maupun sore, sehingga acara jalan-jalannya sering terhambat. Paling juga ke rumah bu Nunuk dan Mami. Di rumah bu Nunuk ada dik Dian dan dik Etik plus anak-anak mereka Alya dan Ai, plus eyangnya (pak Udin) sementara di rumah Mami ada mami, papi, mbak Ririn dan keluarganya (suami dan 2 orang anak perempuan). Bu Nunuk itu adiknya Mama, pak Udin itu adiknya Papa. Sedangkan Papi itu mas-nya Papa. Begitulah hubungan keluarganya.

Foto Alya, Nadya, Ai.
Kalau pulang ke Surabaya gak jajan makanan bisa dikatakan rugi. Salah satu makanan favoritku adalah Tahu Tek atau bahasa Indonesianya Tahu Gunting. Biasanya penjual tahu tek ini sudah beredar di depan rumah sejak jam 5 sore, tetapi karena sejak aku datang hujan selalu turun maka baru hari ke 3 di Surabaya aku bisa makan tahu tek. Sempat terpikir untuk langsung mesen 2 porsi (aih aih aih..rakus sekali diriku) untunglah aku sadar, gak boleh makan 2 piring karena siapa tahu ntar malamnya papa ngajak makan malam keluar hahaha..

Aku pernah mencoba bikin tahu tek sendiri tapi rasanya malah aneh. Kata Lia untuk petis tahu tek gak perlu petis yg enak, justru pake petis yg murahan aja, gitu tips-nya. Hmmm patut dicoba, soalnya makanan itu asli deh bikin aku ketagihan. Meskipun isinya hanya tahu, kentang dan tauge (karena aku gak suka pake lontong) dan isu tahu mengandung formalin sedang rame dibicarakan, aku tidak gentar dan tidak takut untuk makan 1 porsi tahu tek kesukaanku :)
5 Januari 2006
Pagi itu Papa ngajak Nadya ke bonbin Surabaya. Acara jalan-jalan pagi hari itu memang jadi andalan Papa untuk mengambil hati cucunya :) Aku nemenin Papa dan Nadya. Kita berangkat jam 7 pagi. Trus setelah sampai di bonbin (ternyata harga tiketnya 10 ribu euy) Papa sibuk nyari tukang jualan kacang. Kata Papa kalu ke bonbin gak bawa kacang gak enak (bukan contoh yg baik, karena dimana-mana di setiap ujung bonbin ada tanda dilarang memberi makan ke hewan, tapi ya begitulah papa-ku, suka ngeyel, hehehe). Setelah nyari sana sini akhirnya dapat juga tuh kacang untuk binatang yg ada di bonbin.
Pagi itu rupanya hewan di bonbin baru saja sarapan, terbukti dengan adanya petugas bonbin yg mondar-mandir keluar masuk kandang sambil bawa rumput, sayur-mayur, buah-buahan, dll. Di bonbin kali ini Nadya sudah berani ngasih makan hewan-hewan antara lain unta, rusa, dan kanguru kecil. Kalau gajah Nadya belum berani.
  
Trus setelah dari bonbin Papa mesti ngantor dulu (karena meski sudah tergolong lansia papa masih ngantor sebagai konsultan) dan pas jam makan siang Papa pulang ngajak makan siang. Asyikkkk diajak makan di Wapo. Tapi Wapo (warung pojok) di Airlangga sedang di renovasi jadi kita pergi ke kayoon. Meskipun namanya warung pojok tapi menunya bukan menu warung pojok pada umumnya lho, trus harganya juga bukan harga warung :( Untuk mie goreng 1 porsinya 17.000. Emang sih 1 porsinya bisa untuk dimakan 2 orang tapi tetep aja bukan harga warung.

Lunch di Wapo kayoon.
6 Januari 2006
Hujan mengguyur Surabaya tak kenal lelah. Banjir ada dimana-mana, termasuk di jalan baratajaya. Rencana papa ngajak Nadya ke Taman Remaja Surabaya (TRS) sering batal karena kalau hujan emang gak nyaman bepergian dan main-main ke TRS. Malam itu hujan baru reda jam 8 malam dan akhirnya Papa memenuhi janjinya ke Nadya, meski udah malam tetep aja kita berangkat.
Nadya berbeda dengan sepupunya Arief. Kalau Nadya suka dengan hingar bingar suara, Arief ana yg sangat suka dengan keheningan. Nadya sangat menikmati jalan-jalan ke TRS atau ke Timezone, sementara Arief menghindari tempat-tempat yg menurutnya berisik :)
     
Nadya naik merry go round, mobil-mobilan, kapal-kapalan, naik monorail keliling TRS ditemenin eyang ti, naik boom-bom car.
Ada 1 lagi wahana yg dinaiki Nadya tapi gak sempet dipotret, naik karpet terbang Aladin hehehe. Meskipun Nadya suka nunjuk-nunjuk untuk main sesuatu di TRS aku cuma keluar uang untuk naik bom-bom car aja, maklum TRS ini salah satu tempat kerja papa sebelum pensiun dan sekarang masih di sini jadi papa dapat jatah freepas. Lumayan kan….
7 Desember 2006
Sebetulnya mama punya rencana untuk mengajakku ke Madiun, Ponorogo, dan Magetan, dikarenakan lebaran idul fitri kemarin aku gak ikut unjung-unjung ke rumah saudara-saudara mama dan papa di 3 kota itu, tapi karena hujan deras mengguyur jawa timur dan pak sopir yg kita minta tolong ternyata gak bisa (krn bos dari hongkong datang jadi papa gak bisa memakai jasa pak sopir, karena sudah bisa dipastikan bos dari hongkong akan jalan-jalan dan memanfaatkan jasa pak sopir perusahaan) akhirnya rencana itu gugur dan sebagai gantinya sabtu pagi itu tante Umi dan romongan FORHATI pada ngumpul di rumah. Acara hari itu adalah membagi beras kepada pemulung yg ada di sekitar baratajaya.
Dengan menggunakan piyama (karena pulang dari TRS jam 10 dan setelah itu Nadya masih semangat cerita tentang pengalamannya main-main di TRS jadi Nadya baru bobok jam 12, karena bobok-nya malam banget tapi bangunnya tetep jam 6 akibatnya jam 9 pagi dia sudah ngantuk, jadi aku ganti kostumnya dengan kostum untuk tidur) Nadya ikut membantu (atau ngerecokin ya ?) eyang-eyang yang aktif di bidang sosial itu.
 
Bener deh, hari itu Nadya tidur siang lebih awal, jadi aku bisa pergi menemui temen milis NCC yg ada di Surabaya. Lia dan Monica adalah 2 member NCC Surabaya yg menemui aku. Kita janjian ketemu di Delta Plaza tepatnya di toko Gunung Agung. Setelah nunggu Lia dan Monica yg sedang belanja belanji, akhirnya ketemu juga deh dengan Lia. Kalau Monica aku sudah pernah ketemu di markas NCC di Jakarta, sedangkan dengan Lia aku malah cuma pesen kue-nya aja waktu Fariz ulang tahun dan baru ketemu hari itu. Setelah perut kenyang di traktir Lia rujak cingur, kita meluncur ke toko 8 di pucang anom. Wah… aku mborong cetakan coklat lagi nih. Beberapa hari sebelumnya aku sempat ke toko 8 dan beli cetakan coklat yg murah meriah dan jumlahnya buanyak banget. Kalap deh :)
9 Januari 2006
Hari itu aku, mama, dan papa ke Zangrandi setelah maghrib. Meski Surabaya malam itu gerimis tetap tidak melunturkan niat untuk ke es krim Zangrandi. Selain itu siangnya kita semua puasa arafah jadi baru bisa ke Zangrandi malam. Puasssss banget menyendokkan 1 suap es krim ke mulut.
 
nadya dan copacobana es krim pesenannya
 
noodle ice cream chocolate pesenanku, casatta pesenan mama dan papa

nadya nemenin eyang kung istirahat sore di rumah.
10 januari 2006
Hari ini bertepatan dengan idul adha. Pagi-pagi banget mama sudah berangkat dari rumah mesnuju mesjid Ummul Mu’minin dekat rumah untuk ngetek tempat sholat, hehehe. Gimana gak pagi kalau mama sudah berangkat sejak jam 5.20 pagi. Sedangkan aku jam segitu baru mulai memandikan Nadya yg ikutan sholat Ied. Dulu waktu aku kecil biasa sholat di Taman Surya Kotamadya atau kadang di taman Bungkul darmo, cuma seja papa jadi pengurus mesjid Ummul Mu’minin mau tidak mau kami mesti memakmurkan mesjid deket rumah itu.
  
nadya dan eyang setelah sholat ied
Setelah sholat ied papa langsung sibuk dengan urusan kurban dan lain-lain sedangkan aku, mama dan Nadya malah jalan-jalan nyari sarapan :)
Awalnya mau beli bubur ayam tapi rupanya lagi libur, akhirnya diputuskan beli soto cak Lan yg ada di tepi rel KA, aku lupa nama jalannya, cuma inget aja soto ini 1 jalan dengan tempat praktek almarhum dr. Kabat. Sotonya murah meriah. Gimana gak murah kalau 1 porsi nasi putih dan soto ayam hanya 4000 rupiah. Gimana gak meriah kalau potongan ayam-nya buanyak banget, saking banyaknya sampai buat aku yg doyan lauk daripada nasi ini ayamnya masih bersisa dan bisa digado. Awalnya mama tahu soto ini gara-gara temen MENWA-nya Nungki semasa kuliah di UPN dulu. Sejak harga 1 mangkok 2500 sampai sekarang soto ayam ini jadi pilihan kalau mau sarapan :)
 
Nadya bantu eyang nge-lap mobil
Malam itu untuk pertama kalinya Nadya nonton bioskop layar lebar. Awalnya sih papa menawarkan diri untuk nonton film, kebetulan ada freepass untuk nonton di Galaxy dan di Studio. Akhirnya kita nonton Kingkong di Studio 21. Kupikir Studio 21 itu di Tunjungan Plaza ternyata ada di Pakuwon. Lha Pakuwon kan di ujung lain dari rumah baratajaya…??? Tapi ya itu, demi menyenangkan cucunya papa rela deh ngebut menuju Pakuwon. Kita tiba di tempat 5 menit sebelum pertunjukan di mulai dan dapat tempat duduk L7 – L10. Artinya kita dapat tempat duduk paling depan….!!! Jadi inget masa lalu, saat masih sering nonton di BIP dan dapat kursi paling depan :)
Film yg berdurasi 3 jam itu awalnya dinikmati Nadya. Paling tidak 10 menit pertama Nadya asik ngikuti cerita dan kadang-kadang berjalan di sepanjang gang. Tapi begitu 1 jam Nadya sudah gelisah dan mulai kepingin pulang, untungnya masih bisa aku tahan. Trus kalau ada adegan sedih Nadya ikut nangis, atau musik latar melankolis Nadya juga sudah mulai mewek…. tapi yg jelas, acara nonton pertama itu sukses. Saking suksesnya sekarang setiap malam Nadya ingin diceritain tentang Kingkong :)
11 januari 2006
Hari ini papa sengaja gak ke kantor pagi, karena kepingin nemenin Nadya berenang di Waterpark Ciputra yang gak jauh dari Pakuwon. Begitu melihat lingkungan Waterpark Nadya langsung jatuh hati dan langsung kepingin main air (karena Nadya belum bisa berenang) tapi apadaya ternyata Waterpark baru buka jam 2 siang padahal kita sampai di situ jam 11. Akhirnya diputuskan untuk pulang aja, soalnya kalau mesti nunggu sampe jam2 siang ya lumayan gempor, apalagi Waterpark masih baru jadi di sekitarnya pohon-pohon masih sedikit, panas banget.

Di depan waterpark ciputra.
 Sebetulnya dari Waterpark mama kepingin ngajak aku makan sate kambing di deket Kenjeran. Tapi karena dari Ciputra ke Kenjeran sangat jauh danjam makan siang sudah dekat, akhjirnya diputuskan untuk makan di dukuh pakis, sebuah warung makan murah yg bersih dan makanannya makanan rumah.
Malam itu papa ngajak ke zangrandi lagi. Assiikkkk…. sayang gak sempat motret ice cream-nya. Kemarin aku pesen ice satay, mama pesen tuti frutti coklat, nadya tropical fruit, dan papa pesen casatta.
12 Januari 2006.
Hari itu mama memenuhi janjinya untuk mengajakku makan sate kambing di Tambak Wedi di daerah Kenjeran. Tempat makannya persis di ujung jalan Kedinding Lor. Kali ini yg pergi cuma kita ber-3, aku, mama, dan nadya. Pesen gule, krengsengan, dan sate kambing (sambil ngetik glek..glek juga nih…). Pesen segitu banyaknya (plus nasi putih, es jeruk dan es fanta) cuma 28.000. Untuk makanan segitu menurutku itu murah banget nget nget.
Setelah kenyang makan perjalanan dilanjutkan melihat jembatan yg konon akan menghubungkan Surabaya dengan Madura.

Potongan Jembatan Suramadu dari arah Surabaya
13 Januari 2006
Hari kepulangan menuju Bandung, kemudian seterusnya baru ke Jakarta. Masih tetep naik Argowilis, karena perjalanan siang ternyata asik, apalagi kita sudah punya rencana makan siang dengan gudeg Solo (gudeg yg dibeli di Solo). Seperti kebiasaan mama, kali ini pesen lagi roti mandarijn (plus serabi solo dan gudeg) ke mbak Titin. Jadi setelah lewat Solo ransum makanan kita seperti ini :
 
Karena kita berangkat hari Jumat jadi kursi di kereta banyak yang kosong dan Nadya bisa tidur siang dengan nyaman dalam posisi seperti ini.

Alhamdulillah jam 19.45 aku menginjakkan kaki di bandung, ketemu dengan suamiku tercinta yg selama hampir 12 hari cuma aku denger suaranya saja, merasakan dinginnya bandung.
Siang ini aku siap-siap menuju ke Jakarta dan memulai hidup normal kembali.



Happy Birthday ( 24 Januari 2007)

Hari ini tepat 36 tahun suamiku tercinta.
Selamat ulang tahun say. Semoga diberi usia yg barokah, bisa memberi manfaat baik kepada lingkungan. Kalau disebelin sama orang sih gpp, rasulullah yg sudah seperti itu aja masih ada yg benci, apalagi manusia biasa seperti kita. Semoga cita-citanya tercapai. Semoga tetap bisa menjadi ayah yg baik dan lucu buat Nadya. Menjadi imam-ku dan suami yang baik, sabar dan penuh pengertian dan tambah cinta sama aku :) Plus jangan lupa dijaga sholatnya, ngajinya, doa dan dzikirnya.
Untuk membuatnya terasa sedikit berbeda aku coba bikin sponge cake jeruk yg nyontek dari Femina.
 


potong kue ulang tahun (maunya)




Pernikahan ( 29 januari 2007)

Adikku menikah.
3 dari 4 bersaudara (Rina, Nungki, Toni, dan Fariz) sudah menikah. Aku menikah th 99, Nungki tahun 2000, dan tanggal 29 kemarin Toni menikah.
Acaranya berlangsung di Bandung.
Karena aku pernah kuliah dan tinggal di Bandung, maka 3 (aku, Toni, dan Fariz) dari 4 bersaudara pernah merasakan tinggal di Bandung.
Karena kita dari pihak laki-laki, maka tidak banyak persiapan yg aku lakukan. Toni yg repot di bandung.
Kedua sejoli ini baru ketemu bulan ramadhan tahun 2005 lalu di Bandung, kemudian dengan serangkaian proses kilat yg melibatkan pimpinan pondok pesantren Wali Songo di Ngabar Ponorogo, pas tahun baru adikku melamar dan tanggal 29 kemarin menikah.
Acara ijab kabul-nya juga agak sedikit KKN. Rupanya yg menikahkan adalah pimpinan ponpes Wali SOngo (pak Har) dan beliau minta pake bahasa Arab, maka pakde Badri (yg merupakan salah satu pimpinan Gontor dan merupakan paman dari pimpinan pak Har) jadi saksi yg dengan matafff bilang “SAH” ketika adikku selesai mengucapkan ijab kabulnya dalam bhs Arab :)

Kalau waktu aku menikah kaya’nya aku adem ayem aja, kemarin aku bener-bener terharu melihat adikku laki-laki menikah.

menyerahkan mas kawin



Selama di Bandung ( 30 Januari 2007)

Aku sudah ada di Bandung -dalam rangka menikahnya Toni- sejak hari Kamis tgl 26 Januari. Mama, Papa berangkat dari Surabaya naik KA Argo Wilis Jumat tgl 27 pagi dan sampai di bandung 27 malam, berangkat bersama dengan bude Koesno dan mas Didik. perlu 2 mobil untuk menjemput rombongan yg hanya 4 orang itu, maklum barang bawaannya buanyak banget. Selain kado-kado titipan juga ada oleh-oleh dari mama yg tak kalah heboh, ada ayam ungkep ala Mama, ada serabi Solo, cake Mandarijn, bakwan dari Surabaya, tak lupa udang bu Rudy yg sambelnya pedes tidak kepalang itu. Malam itu menginap di rumah cikutra.
Tgl 28 siang ada rombongan dari Jakarta yg datang (Nungki dan Nunung, Nyak dan Abehnya Nunung, bang Kosim sekeluarga plus 1 iparnya Nungki). Malamnya rombongan dari Ponorogo datang dengan menggunakan KA Argo WIlis. Selain bude Tik dan pakde Badri, ibu dan bapak Har plus Fazza, ada juga bude Pir. Nama budeku lucu-lucu ya…hehehe..itu nama panggilan mereka sejak aku kecil.
Sabtu siang Mama dan para tamu masuk ke Wisma Asri yg ada di Jl. Merak no. 5 (persis di belakang Japati). Sebetulnya aku lebih suka tinggal di rumah Cikutra, karena tinggal di rumah sendiri menurutku tetap lebih enak dan nyaman -plus di rumah cikutra ada akses internet tak terbatas yg cepet banget -. Tapi nadya keukeuh mau nginep di Wisma Asri, bahkan melemparkan rayuan mautnya. Rayuannya seperti ini :
Nadya : Ayah capek gak ?
Ayah : Iya nih, pegel-pegel
Nadya : nanti Nadya pijitin tangan ayah yg pegel-pegel di hotel. trus nanti kakinya juga dipijit sama Nadya di hotel.
See, dengan keukeuhnya Nadya bilang dia akan mijitin di hotel / wisma.
Malam itu Gasibu ruame banget, ada acaranya Clear, jai kebayang kan gimana macetnya jalan menuju ke wisma. Aku yg dari arah cikutra aka terpaksa lewat Tekukur demi menghindari keramaian.
Minggu tgl 29 alhamdulillah semua berjalan lancar dan setelah itu adalah…hari jalan-jalan…
Yup, selama ada eyang kung dan eyang ti, Nadya dan Arief tidak pernah nganggur di rumah :)
Minggu malam aja kita udah nyobain makan di BMC.

ki-ka : Nunung, Nungki, Papa, Arief, mas Tras, Fariz
Trus Senin pagi juga aku udah diculik dari Cikutra diajak jalan-jalan. Kali ini ke Ciwalk.

Trus makan malam di Lesehan yg ada di depan Wisma Asri Jl. Merak.