Hallo. Selamat datang di rumah virtual Keluarga Rustamaji. Ini adalah blog isinya tentang Tras Rustamaji (ayah), Rina rinso (bunda), Nadya dan Ivan.
rina sofiany

Monday, May 25, 2009

Ragunan .... I am coming

Akhir pekan kemarin lagi-lagi ayah bikin janji dengan teman-temannya untuk bersepeda. Kali ini tujuannya adalah Ragunan, kebon binatang Ragunan.

Ayah bersepeda sejak dari rumah di kelapa dua, sedangkan aku, nadya, dan ivan nyusul, naik mobil trus abis gitu baru nadya bersepeda keliling Ragunan. Sayangnya rem sepeda Nadya rusak jadi Nadya cuma ikut setengah perjalanan aja, abis gitu istirahat.


Ini foto bersama sebelum mulai bersepeda keliling Ragunan.


Berhubung gak bawa stroller (krn mobil udah penuh bawa sepeda nadya) jadi ivan terpaksa jalan kaki di Ragunan. Aduhhhhh gempor rek.. Kalo di KBS (Kebon binatang surabaya) sih gpp jalan kaki soalnya dari 1 kandang ke kandang yg lain dekat banget. Lha kalo di ragunan hisk.... jalan sebegitu jauh cuma lihat gajah 2 ekor yang mengenaskan :(


Nadya masih semangat dengan balon mainannya itu, sedangkan ivan udah teler banget, kelihatan dari tampangnya. jalan jauh segitu tapi cuma bisa lihat gajah....

Hari minggu kemarin Nadya ke dokter gigi untuk mencabut gigi depannya, langsung 2 buah. Jadi sekarang Nadya seperti drakuli hehehe..

Thursday, May 21, 2009

Nadya Kemping

Hari Rabu pagi kemarin aku bener-bener sibuk. Waktunya hanya sampai jam 9 pagi saja, tapi banyak yang mesti aku lakukan.

1. Mesti nganter kue pesenan ke DETOS.
2. Mesti ngaterin papa ke stasiun UI (untuk naik kereta AC ekonomi).
3. Menyiapkan Nadya yang akan berangkat kemping ke Cilember.

Realisasinya :

1. Karena 1 dan lain hal kue baru diserah terima jam 8 (dari perjanjian jam 7.30).
2. Alhamdulillah aku masih bisa mengantar papa ke stasiun UI untuk naik kereta yang jam 8.55
3. Aku juga sempat melepas rombongan Technonatura untuk kemping meskipun aku gak ketemu Nadya secara langsung.

Kemudian siang itu aku meluncur ke warung jati timur, ngambil bebek goreng pesenanku. Bebek goreng ini spesial karena dibeli langsung dari bratang surabaya, titip sama Fariz yang mudik. Sampai di rumah Nungki meski lapar aku gak makan, karena aku memilih untuk makan siang sama bebek goreng hehehe. Jadinya begitu sampai di depok aku langsung nggoreng bebek dan makan siangku jaid telat yaitu jam 14.30. Tapi alhamdulillah begor-nya tidak mengecewakan. Makasih Ma dan adik yang sudah membelikan aku bebek goreng.

Abis late lunch (hehehe..makan siang menjelang sore) aku leyeh-leyeh dulu sebentar abis gitu siap-siap mau ikut mbak Uning dan keluarga untuk ke Cilember, nengokin anak-anak technonatura yang lagi kemping.

Kemping kali ini diikuti sama adik-adik dari level 1 sampai 5. Kebayang dong adik-adik yang belum biasa tidur di alam terbuka, terpisah jauh dari ibunya. Kata mbak Uning biasanya yang seru kalau sudah malam. Ada anak yang nangis kangen sama ibu-nya, ada yang masih ngompol, dll.

Aku sendiri dulu baru ikut kemping pas sudah kelas 4 SD di Nongkojajar Malang. Jadi sudah agak besar dan ngerti. Dan seingetku aku gak nangis kangen sama mama :)

Jam 18.50 kita berangkat dari GTA dan sekitar jam 9 sampai di lokasi. Lokasi kemah becek dan tenda-tenda basah kuyup. Rupanya hujan mengguyur lokasi kemping dan hampir semua tenda bocor. Jadinya tenda kurang nyaman untuk dibuat tempat tidur karena basah. Alhamdulillah sebelum berangkat mbak Uning dan mas Riza sempat koordinasi kepada mentor untuk menanyakan keperluan yang dibutuhkan dari depok. Jadinya kita membawa beberapa lembar tikar, terpal, dan plastik untuk alas tenda.

Begitu tiba di lokasi suasana gelap. Sebetulnya banyak lampu emergency dan senter yang menyala tetapi karena daerah kemping juga luas jadi lampu emergency dan senter tidak bisa menerangi lokasi kemping. Paling-paling di dalam tenda ada 1 lampu emergency yang menyala.

Nadya yang melihat aku datang ehhh langsung mbrebes mili...apa ya...itu lho..udah nangis tanpa suara gitu. Duhhhh ...anakku yang lincah dan sepertinya pemberani ini ternyata bisa mewek juga lihat ibunya datang. Ahhh mungkin suasana yang gloomy dari perkemahan yang gelap, basah, becek, dan banjir yang membuatnya tersiksa. Atau mungkin ada hal lain ?? Ah ntar deh kalau Nadya sudah sampai di rumah aku akan tanya.

Tapi aku berasumsi di siang hari saat lokasi sudah terang benderang dengan sinar matahari insya Allah suasana akan cerah ceria lagi. Keadaan yang gelap memang sering membuat orang terpancing jadi melow. Tapi kalau lingkungan terang, udara juga segar, sepertinya Kamis pagi anak-anak bisa menikmati suasana kemping.

Kita di lokasi kemping itu sampai jam 10-an. Pas pulang ke depok aku gak bilang ke Nadya. Eh...jam 11 pas di perjalanan ada telpon dari mentor dan terdengar suara Nadya yang menangis sedih. Rupanya dia terbangun dan mencari aku. Sedangkan aku sudah turun dan dalam perjalanan ke depok. Mendengar Nadya yang seperti itu rasanya aku jadi gimannnnna gitu. Ada 1 perasaan seorang ibu yang dibutuhkan oleh anaknya. Rasa yang mengharukan. Ternyata Nadya masih memerlukan aku. Ya...tau sendiri kan anak seumuran Nadya seolah-olah semuanya bisa dilakukan sendiri dan gak perlu bantuan ibunya.



Sampai di rumah sekitar jam 23.30. Abis holat isya langsung teas dengan sukses. Alhamdulillah.

Tinggal siang ini nih mau ndengerin cerita Nadya selama kemping. Semoga anakku gak kapok kemping.

Sebetulnya akalau dibilang suka kemping, aku mau gak mau harus suka kemping. Selama kuliah di biologi kegiatan kemping sering aku lakukan, kalau sedang melakukan kuliah lapangan. AH...jadi kangen kulap sama temen-temen biologi.

Sunday, May 17, 2009

Ke Taman Mini Indonesia Indah

Dulu nih pas aku masih jadi arek suroboyo kalau liburan ke Jakarta harus ke taman mini indonesia indah. Terpengaruh ama lagunya Chicha Koeswoyo tea hehehehe. Trus berfoto-foto ria di setiap anjungan. Hmmm mesti nyari foto lawasnya di rumah surabaya nih.

Trus kemarin kebetulan weekend ini ada undangan di gedung pewayangan jadi sekalian aja deh jalan-jalan sebentar ke taman mini. Sampai di kompleks bingung nih mau ke mana, akhirnya kita ke ppiptek aja deh.

Kenapa pilih ppiptek ?
karena di sana anak-anak tidak hanya bisa melihat-lihat tapi bisa mencoba alat peraga yang tersebar di antero penjuru ppiptek itu. Itu harapanku.

Setelah masuk, korban pertama yang dilihat adalah peswat bang (atau pesawat terbang).


Ini Nadya dan Ivan lagi duduk di kokpit pesawat N250 yang ada di ppiptek.



Ini bukan seorang pemandu wisata di ppiptek ya hehehe tapi ayah yg dari kondangan tapi langsung ke tmii dan sedang cerita ke Nadya kalo dulu ayah ikut dalam proyek pembuatan pesawat N250 itu. Kangen ya dengan teknologi pesawat say...



Ivan lagi naik ke pesawat model yang ada di ppiptek.



Tabung itu mestinya bisa hampa udara. Kemudian bisa dibalik dan kita bisa melihat apakah benda yang besar dan kecil (di dalam tabung) turun bersamaan atau beebda. Sayang pompa vaccum-nya rusak jadi si tabung panjang tiu gak akan pernah hampa udaranya. Jadinya gagal deh ngasih tahu ke Nadya ttg hal itu.




Paku-paku ini mestinya bisa menunjukkan pola tangan kita yang menekan paku dari bawha ke atas. Sayang sekali sudah banyak paku yang mulai berkarat jadi tidak bisa naik mengikuti pola tangan kita.



Komputer yang di depan Nadya itu mati. jadi kita gak tahu ada apa sih di situ. Padahal sepertinya menarik. Sayang ya tidak berfungsi.



Sebelum meninggalkan ppiptek kita numpang sholat dulu di mushola-nya. Yang motret ini ivan lho. paling bagus diantara belasan gambar yang diambil sama Ivan hehehe.

Trus pas lagi main-main gitu ayah dapat kabar kalau ada panitia reuni sma-nya lagi ngumpul di anjungan Jogja, jadilah kita meluncur ke anjungan Jogja.
Ikutan rapat ?? gak lah..ikut ngabisin makanannya aja hihihi...


Ini sebagian teman ayah yang kelihatan lagi rapat di anjungan jogja.



kalau Ivan senang banget bisa lari-lari di halaman yang luas sambil sesekali mengejar ayam atau sekedar waving hand ke sky lift yang lewat.

Pesan moralnya, sayang sekali ppiptek alat-alatnya sudah mulai rusak. Padahal menurutku di sini menarik karena anak-anak tidak hanya bisa mendengar dan melihatn tapi bisa mencoba dan membuktikan sendiri suatu teori. bagaimana ya supaya fasilitas seperti itu tetap terjaga ??

Friday, May 15, 2009

Proses Menyapih Ivan mulai berlangsung

Seperti judulnya, proses itu sampai sekarang masih berlangsung.

Aku berusaha tidak menghentikannya dengan cara yang "sadis".

Jadi begitu lewat 2 tahun aku sudah sering meng-kondisikan kalau ASI ini untuk adik bayi, sedangkan Ivan bukan lagi bayi. Dan Ivan cukup cerdas untuk menyadarai kalau dia bukan bayi lagi.

Beberapa hari yang lalu sang kakak menggoda

"Udah ASI-nya buat kakak aja" kata Nadya

"Buat adik bayi" kata Ivan yang artinya ASI-nya itu untuk adik bayi. Dan ternyata benar, siang itu Ivan tidak minum ASI sebagai pengantar tidur siang. Begitu juga saat tidur malam. ASI-nya punya adik bayi, begitu kata Ivan.

Tetapi ada saat-saat Ivan belum sadar (misalnya bangun tidur di tengah malam, atau bangun tidur dari tidur siang atau malam) Ivan masih minta ASI. Tapi setelah diajak ngobrol sebentar akhirnya Ivan sadar dan akhirnya dia bisa langsung bangun tanpa harus dikasih dopping berupa ASI.

Alhamdulillah tadi malama dalah malam pertama Ivan bangun tapi gak minum ASI. Hmmm apakah akan berlanjut ke malam nanti ???

Sunday, May 10, 2009

Bersepeda

Hari ini ayah dan Nadya bersepeda di UI. Keliling UI bersama teman ayah dari alumni SMP 41. Sedangkan aku bagian konsumsi aja deh :)

Gak banyak kok konsumsinya, cuma lagi nyoba bikin bun burger sendiri. Hasilnya not bad-lah. Enak dan aku akan membuat lagi.



Ini Nadya lagi makan burger sebelum mulai mengayuh sepeda.


Ivan makan kentang goreng aja deh.


Itu dia sepeda ayah yang sudah dapat ban baru. Nyari ban-nya hari sabtu kemarin.


Saat ayah bersepeda dengan Nadya dan teman-teman ayah, aku dan Ivan piknik di sekitar danau UI.

Saturday, May 9, 2009

kencan

Gak tahu mesti mulai dari mana.

Gimana kalau mulai dari kesibukan ayah aja.

Duhhh minggu ini ayah sibuk banget. Hampir setiap hari mesti ke Jakarta. Trus dah gitu pulangnya selalu dia atas jam 8 malam. Jadi pas sampai rumah aku udah teler sama anak-anak, terkapar di kamar. Boro-boro sempat pillow talk :(

Trus keesokan paginya mesti naik kereta yg 08.55 dari halte UI. Begitu setiap hari di minggu ini.

Sampai hari Jumat kemarin mesti ke Jakarta lagi tapi gak naik kereta, maunya naik bussway aja (bis Trans Jakarta). Jadi ayah bawa mobil, parkir di pejaten village (mumpung parkirnya masih gratis hehehe) trus baru naik bussway ke kantor.

Kebetulan hari itu aku gak ada pesenan jadi di rumah santai aja. Ehhhh ada yang ngajakin nonton. Ah...tentu saja aku mau darling...hehehe. Setelah nge-cek internet di 21cineplex.com ternyata ada juga yg layak untuk ditonton di pejaten village. Jadilah sore itu aku sedikit bersolek (soalnya mau kencan sama yayangku nih hehehe) tidak wangi banget (soalnya katanya wangi-wangian lebih baik buat di rumah aja buat suami seorang) yang penting bersih dan segerrr. Panggil taksi dan meluncur ke pejaten village. Aih aih..terasa mau kencan nih. Ya iyalah. kaya'nya sudah lama banget gak kencan ber-2 nonton.

Begitu sampai di pejaten village aku langsung ke musholla karena udah masuk waktu maghrib. Eh...ternyata sang suami lagi abis sholat, dengan wajahnya yang segar terkena basuhan air wudhu, duduk di bangku sepanjang lorong musholla sedang memakai sepatu. Setelah aku sholat trus makan dulu di Rice n Bowl. Meskipun film main 18.45 dan saat itu sudah 18.20 tapi kita harus makan dulu soalnya laparrrrr. Untung di Rice n Bowl cepet banget pesenan kita datang, makannya kita juga cepet, maklum lapar. Abis gitu baru bergegas ke theater.

Sempat terlambat sedikit karena sudah mulai prolog-nya, tapi gpp.

Setelah film berakhir kita gak langsung pulang, tapi mampir dulu ke Ranch Market Warung Buncit tepatnya di Warung Jawa. Temen-temen ayah dari SMANDEL lagi rapat mau bikin reuni. Jadilah ikutan nimbrung di sana sampai jam 10 malam.

Karena hari semakin malam dan gentong ASI selalu aku bawa, jadi akhirnya kami pamit pulang duluan.

Ahhh what a night.

Kemudian aku baru tahu kalau di mobil belakang ada ban sepeda ayah yang sudah harus diganti. Ayah memang sudah sekitar 2 bulanan ini gak bersepeda. Pertama alasannya karena hujan. trus setelah kemarin niat mau bersepeda ternyata ban-nya rusak. Mesti diganti. Karena di Depok gak ada jenis ban yang di cari jadi ayah mesti nyari ban sepeda ke Jakarta.

Jadi hari itu ada 2 pilihan, nyari ban sepeda atau nonton dan makan sama aku. Dan aku terharu banget pas tahu kalau ayah lebih milih nonton dan makan bareng sama aku. I love you darling.

Tuesday, May 5, 2009

ketemu teman lama

Salah satu akibat ikutan facebook adalah ketemu dengan teman lama. Kali ini aku ketemu dengan teman semasa SD. Yup, teman-teman masa kecilku di SD Puja 1 Surabaya.

Setelah pertemuan pertama, kali ini kita mau serius untuk membuat reuni di Surabaya saat lebaran.

Pertemuannya tetep di cafe 9 Bintaro. Cafe-nya Sjamsul Komar.

Kalau pas pertemuan pertama aku sendirian, maka kali ini aku bawa rombongan lengkap :)


Ini ada sesi pemanasan sebelum meeting beneran. Duhhhh meeting... bahasane rek hehehe. Ga pa pa, biar aku juga punya istilah keren.

Lho...itu siapa ya...?? Ada artis... Yud, jangan tersinggung ya kalau aku sudah tidak mengenalimu sebagai teman SD dan teman SMA. Sosok Yudhi yang ada di foto yang diposting Ratri di FB beda banget dengan Yudhi yang sekarang yang gitaris Padi :) Bener deh kamu berubah banget.

Sedangkan yang lain aku masih mengenali.



Ayah sama Ivan sedang menikmati bakso sebagai menu brunch. Ivan doyan banget baksonya. Ayah juga :)

Sementara itu Nadya dan Daffa keasyikan main Guitar Hero. Gara-gara ada permainan ini makan siang Nadya jadi gak asik. Nadya lebih milih main game daripada makan siang.


Sementara Ivan ingin tahu jenis mainan baru. Ivan tertarik karena ada bola yang terlibat di dalamnya. Entah berapa kali bola-nya dilempar. untung gak ilang.


Nah... yang ini adalah foto setelah kita pada mau pulang. Mukti udah pulang duluan.

See you in July friends.

Juli sih belum reuni-nya, tapi akan ada rapat lagi.

Komar : terima kasih banyak sudah menyediakan waktu, tempat dan konsumsi buat kita-kita. Sekalian selamat atas kelahiran juniornya. Cewek lagi ya..kalo gitu pintu masih terbuka untuk mencoba siapa tahu next time anaknya laki-laki :)

Bowo : beras kencurnya mantaffff. Coba ya kalau aku masih tinggal di warung jati timur mungkin aku jadi salah satu pelanggan beras kencurmu itu :)

Indro : wah sayang ya anak dan istrimu gak diajak, pdhl anakku udah semangat mau ikut karena aku bilang nanti akan banyak teman

Bubby : ini juga gitu, rombongane gak dibawa

Mukti : ternyata rumah kita tidak terlalu jauh ya, aku di kelapa dua depok

Rike : ah...ibu yang 1 ini tetep aja...baik :)

Yudhi : makasih sudah datang meluangkan waktu. maaf belum bisa memanfaatkan undangannya untuk ke rumah, mungkin lain kali sama temen-temen juga

Ando : jauh-jauh datang dari Bandung, semoga bermanfaat ya

Irwin : udah sering ketemu, jadi gak surprise ketemu kamu lagi di acara ini, hehehehe

Nanang : penyusup dari Puja 2 nih ;)

Monday, May 4, 2009

Rumah Baru

Setelah sekian lama menghuni rumah lama di http://keluargarustamaji.blog.com sepertinya sudah waktunya pindah rumah nih. Karena ayah belum ngajarin aku tentang Drupal jadi aku pakai blogspot.com aja untuk rumah baru ini. biar sekalian jadi satu dengan etalase dan dapur.