Hallo. Selamat datang di rumah virtual Keluarga Rustamaji. Ini adalah blog isinya tentang Tras Rustamaji (ayah), Rina rinso (bunda), Nadya dan Ivan.
rina sofiany

Thursday, July 23, 2009

Susu

Di keluarga Rustamaji susu adalah bahan pokok yang harus ada selain beras. Susu yang digunakan adalah susu cair, fresh milk. Kegunaannya sangat banyak :

1. terutama untuk membuat kopi cinta buat ayah
2. kalau lagi ada pesenan kue triple chocolate cake, susu bahan untuk ganache
3. kalau nadya lagi doyan makan sereal
4. untuk susu cinta-nya Ivan

Kebetulan sore ini ayah mampir ke pejaten village jadi aku minta tolong untuk beli susu. Akhir-akhir ini pilihannya jatuh ke susu sehat. Masih 1 pabrik dengan susu ultra, tapi kemasannya saja yg berbeda. Kalau susu Ultra kemasan kotak, maka susu sehat kemasannya seperti susu bantal. Dan karena kita beli susu dan bukan beli kemasan jadi akhirnya pilihan jatuh ke Susu Sehat.

Ayah cerita, sewaktu di lorong susu semapt kecewa karena susu sehat ukuran 500 ml kosong jadi terpaksa ayah ambil yg ukuran 200 ml. Kemudian di sampng ayah ada seorang bule yang mengambil susu kotak Ultra 1 L dan mengisi trolley-nya penuh dengan kotak susu itu.

Dan komentar ayah (dalam hati tentu saja) ....

"Wah..ada bakul kue juga nih yang mborong susu"

Ivan Anak Manado...???

Pas lagi hamil Ivan aku sedang hobi banget makan masakan manado. Seminggu sekali pasti ke mall ambasador dan makan di Pingkan. Soalnya saat itu aku tahunya cuma Pingkan yg menyediakan masakan manado halal.

Segala macam jenis makanan yang ada di etalase aku coba semua. Alhamdulillah setelah makan masakan yang menurutku pedes itu aku gak diare atau mules atau apalah. Pokoknya semuanya baik-baik saja. Bahkan saat aku memberikan ASI eksklusif 6 bulan ke Ivan semuanya baik-baik saja. Aku gak diare, Ivan juga gak diare atau sembelit. Alhamdulillah...

Awalnya sih aku gak tertarik dengan masakan yang mayoritas isinya irisan daun jeruk dan sereh itu hehehe....tapi setelah mencoba 1-2 sendok masakan manado dari piring-nya ayah kok aku jadi tertantang untuk mencoba semuanya ya. Ya jenisnya, ya pedasnya, ya ikannya, ya lauknya, pokoknya aku jadi doyan masakan manado yang pedas itu. Bahkan resep-resep manado mulai aku lirik (dulu sih cuma bikin sambal dabu-dabu aja itupun karena ada spesial rekues dari ayah yg pernah ke manado).

Terong. Aku dulu gak doyan terong. Tapi pas tahu di rica rodo ada terongnya aku mau makan terong itu lho. Waaaaa aku nulis ini sambil ngecess hihihi.

Kesimpulannya. Masakan manado yang enak itu di Bobara di jl Margonda Depok. Fresh. Baru dimasak saat kita pesan. Memang jadi lama dibandingkan dengan di Pingkan yang sudah siap saji, tetapi citarasa masakan yang baru dibuat dengan yg siap saji berbeda jauh banget.

Ikan kuah asang-nya segerrrr. Ikannya juga segerrrr. Trus rica rodonya sedap. Bakwan jagungnya juga empuk karena baru digoreng saat kita mau pesan, jadi masih hangat. Ayayaya.....jadi kepingin makan di Bobara nih (selama ini cuma delivery aja).

Trus selain itu Ivan jadi doyan makan masakan pedas. Apakah ada pengaruh dengan jenis makanan yang aku makan selama aku hamil ? Ya. Aku percaya dengan hal itu.






Ini rica rodo ala aku. Resepnya nyontek dari tabloid Saji.



Ini ayam ganemo, masih dari taboid Saji resepnya.



Kalau modifikasi dari Nasi Panggang Cumi Asin ini aku dapatkan resepnya dari Seri Primarasa. Meski nasinya gak dipanggang tapi tetep enak. Bumbu dasarnya mirip dengan masakan manado yang kaya bumbu aromatik seperti daun jeruk, sereh.

Saturday, July 18, 2009

BOOM..!!!

Hari Jumat pagi jam 6.45 aku dan mas Tras sudah bergegas pergi ke puskesmas Duren Tiga. Mesti pagi-pagi biar gak terlalu lama antri.
Jam 7.45 aku sudah tiba di puskesmas dan langsung ambil nomer antrian.
Jam 8.20 aku dan mas Tras sudah dapat nomer antrian dan segera bergegas naik ke atas ke tempat praktek dokter gigi. Sambil menunggu suamiku yg tercinta langsung online (duhhh jadi inget lagu online-nya Syarkoji yg jadi iklannya IM3) dan di facebook-nya terbaca status dari temen-temennya kalau ada ledakan di daerah Kuningan. Astaghfirullah aladzim.... ada apa lagi ini..??
Kok di Indonesia ini aneh. Setiap ada ancaman maka yg ada cuma pepesan kosong. Tapi kalau ada bom beneran kok gak ada yg ngaku dan selalu gak pakai mengancam.

Sayang euy di ruang tunggu itu gak dipasang TV. Jadi update cuma dari detik.com atau ya baca facebook.

Jam 9 teng aku baru dipanggil ke ruang dokter dan gigiku masih ditambal sementara. Sementara mas Tras berbaring di sampingku dengan mulut yang bedarah-darah karena ada gigi yang harus dicabut. Pas di ruang dokter itu aku baru tahu kalau TV-nya ada di situ. Wahhh aku jadi malah betah ada di ruang dokter karena dingin ber-AC juga ada TV yang sedang ada acara breaking news akibat ledakan bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton.

Hanya ada rasa duka yang mendalam dan ikut bersedih atas kejadian itu.

Selain korban jiwa akibat bom, banyak juga yang patah hati karena MU yang sedianya datang 1 hari setelah bom itu membatalkan kunjungannya ke Jakarta.

Jadi aku ikut bersedih juga dengan penggemar MU dna para pembuat souvenir MU yg sudah keluar modal jutaan rupiah.

Turut beduka cita untuk Indonesia.

Thursday, July 16, 2009

Gigiku.

Hari Selasa kemarin seharian aku sama mas Tras ngurus gigi di Puskesmas Duren tiga. Trus hari Rabu aku juga seharian ngurus gigi di RS Marinir Cilandak.

Pas di Puskesmas sih gapapa ada temennya (TTM hehehe) tapi pas di RS Cilandak sendirian, bengong, laper, pulsa abis, KTP ketinggalan, nunggu lama. Kalau gak inget bisa berobat gratis di sini rasanya udah mau pulang aja bikin oreo cheesecake untuk pesanan hari Kamis pagi.

Alhamdulillah selesai juga masalah giginya. Ternyata harus dioperasi.

Trus begitu sampai di rumah langsung ngebut nyiapin bahan untuk pesanan. Kok ya gas di oven-ku bunyi mendesis kalau dipasang. Akhirnya aku tunggu mas Tras balik dari Kemang (ambil kaos untuk reuni sama beli creamcheese di kemchick, karena ternyata ada tambahan pesanan tiramisu). Jam 9 malam mas Tras baru balik dan akhirnya baru jam segitu aku mulai baking. Jam 12 malam selesai dan dilanjutkan Kamis pagi abis shoalt subuh langsung dikebut menghias oreo cheesecake-nya. Rupanya alamat pengiriman di Telkomsel dan kebetulan mas Tras lagi ada proyek di telkomsel dan hari Kamis ada jadwal ke Telkomsel. Jadinya tadi pagi aku berangakt ke Telkomsel nganter mas Tras sekalian nganter oreo cheesecake.

Monday, July 13, 2009

Sharing tentang ASI

Sampai detik ini Ivan masih minum ASI dariku. Yang wajib adalah minum ASI pengantar tidur dan minum ASI saat bangun tidur. Sedangkan di waktu yg lain bisa di alihkan untuk minum "susu cinta". Rasanya bisa susu cinta coklat atau susu cinta putih. Pada dasarnya sih UHT biasa aja.

Kok susu cinta ?

Karena ayah sudah punya kopi cinta dari bunda (kopi susu plus cinta), maka Ivan punya susu cinta (sebagai pengganti ASI, karena meski sudah tidak minum ASI bunda masih cinta sama Ivan).

Pengalaman memberikan ASI kepada Ivan di suatu waktu makin menguatkan aku untuk sharing sedikit pengatahuan ku tentang ASI.

Aku sudah tahu dari dulu kalau ASI diproduksi dengan prinsip supply and demand. Semakin banyak dikonsumsi ASi semakin banyak dirproduksi. Jadi semakin sering bayi mengkonsumsi ASI maka produksi ASI makin bertambah.

Kejadiannya saat itu Ivan 1,5 tahun dan mencret. Diare. Seperti biasa baca bolak-balik guideline diare dan mulai aku laksanakan. Kondisi Ivan tetap aku observasi dan aku berusaha sebanyak mungkin memberikan cairan. Tapi sayang Ivan gak mau minum dan makan apapun kecuali ASI. Jadinya 3 x 24 jam itu Ivan hanya nempel ke aku dan kalau dia merasa haus atau lapar minta ASI.

Pada awalnya aku gak yakin juga secara anak umur 1,5 tahun kok full ASI. Apakah ASI-ku gizinya masih cukup untuk anak seumuran Ivan ? Apakah aku bisa memenuhi kebutuhan ASI Ivan karena selama ini ASI sudah bukan makanan utama Ivan lagi. Tapi dengan berdoa dan bismillah aku berikan aja ASI-ku selama Ivan masih meminta.

Subhanallah...aku cuma bisa berucap seperti itu saat manjelang hari ke-4 produksi ASI-ku seperti ASI-ku saat Ivan masih usia 1-2 bulan. Kalau ivan mimik ASi dari payudara kiri, maka payudara kananku menetes ASI. Bahkan malam hari saat aku tidur ASI merembes dari payudaraku karena saking banyaknya produksi ASI.

Jadi aku sudah membuktikannya dengan jelas bahwa ASI memang diproduksi dengan prinsip supply and demand. Karena makin sering Ivan mimik ASI maka ASI-ku otomatis diproduksi sebanyak yang dibutuhkan Ivan.

Semoga sharing ini bisa memberi motivasi kepada semuanya untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak, yaitu ASI.

Sunday, July 12, 2009

Keluarga Rustamaji Nyontreng di Bandung

Pulang dari jalan-jalan ke Anyer Ivan langsung demam.

Minggu sore demamnya hanya 38 dan kupikir masih aman, sebab menurut buku primbon yang aku yakini benar definisi demam itu kalau sudah 38.5 ke atas (untuk anak di atas 1 tahun atau sudah bukan bayi lagi). Tapi gelagatnya Ivan udah mulai aneh, maunya digendong terus, maunya ASI terus. Bahkan tidur malamnya juga kacau, hampir 2 jam sekali Ivan bangun dan langsung mencari ASI. Jadinya bicara deh sama ayah rencana nyontreng ke bandung. Karena menurut rencana sepulang dari Anyer kita pergi lagi ke bandung untuk nyontreng tanggal 8 Juli. Selain itu ada rencana untuk jalan-jalan keliling bandung dan sekitarnya seperti Ciwidey, tangkuban perahu, dll. Rencana sih aku mau tinggal di bandung lebih dari 1 minggu, tapi karena 1 dan lain hal diputuskan untuk kembali ke Depok hari Jumat.

Senin pagi Ivan makin tinggi suhu tubuhnya. Sewaktu mandi pagi aku guyur air panas dan suhu tubuhnya sedikit turun. Tetapi menjelang dhuhur sempat 39 dan menjelang maghrib 39.7. Alhamdulillah meski rewel tapi Ivan bisa tidur, jadi obat penurun demam yang sudah dibeli sama ayah dan sudah dibuka tidak jadi diminumkan ke Ivan. Setelah Isya' Ivan bobok lagi dan demam sudah mulai turun. Suhu tubuhnya tidak pernah melebihi 37.5. Malam itu Ivan tidurnya normal, maksudku bangun malam untuk minum ASI hanya 3 kali.

Selasa pagi Ivan sudah ceria lagi. Bahkan sudah bisa turun sendiri dari kamar ke ruang TV sambil senyam-senyum seolah-olah tidak pernah ada kejadian apa-apa. Alhamdulillah. Jadilah kita segera siap-siap menuju ke Bandung. Ayah mesti tune up mobil dulu sementara aku juga mesti membereskan rumah karena sang asisten lagi cuti. Setelah semuanya beres akhirnya kita berangkat ke Bandung sekitar jam 11 siang.

Istirahat pertama berhenti di KM 47 untuk makan siang di Solaria. Ivan masih gak mood makan, jadi dia hanya makan beberapa suap. Nadya sudah kenyang dengan minum es teh-nya jadi makannya tidak sebanyak yg biasa. Aku sedang bermasalah dengan gigi jadi makanku juga tidak sebanyak biasanya. Ayah juga makannya biasa-biasa saja. Jadi kesimpulannya, semuanya biasa-biasa saja :)

Beberapa moment saat menunggu makanan dihidangkan aku ambil.









Seperti ayah dan Ivan. Ivan yg (tumben) mau duduk di high chair. Biasanya kalau ada sofa maka Ivan gak mau duduk di high chair, dia milih duduk dan berguling-guling di sofa. Trus ayah yang selalu online dengan hp-nya itu dimanapun dan kapanpun.




Trus Nadya yg lagi bete. Gak tahu kenapa kok mood-nya tiba-tiba jelek, padahal ga ada tanda-tanda lho sebelumnya.

Sore jam 3 kita sudah sampai di Cikutra. Leyeh-leyeh dulu sebentar, menikmati udara bandung. Setelah malam menjelang dan waktunya makan malam kita jalan-jalan ke BIP. makan di food-court-nya bareng sama Lia.



Tanggal 8 kita nyontreng di SMK Citra (kalau gak salah, soalnya baru nih SMK, karena sebelumnya adalah gedung STIE Tridharma). gambarnya nyusul, ada di hp ayah. Toni, Endri dan Umar datang ke rumah. Jadinya makan siang itu naik mobilnya Toni aja biar muat banyak. Tujuan pertama mau ke PVJ tapi karena Wulan gak jadi ke PVJ tapi ke Gramedia BIP jadi ya muter balik arah ke BIP. Dalam perjalanan itu Ivan ngantuk dan saking ngantuknya dia bisa tidur dengan posisi apapun, termasuk posisi ajaib ini.


Begitu sampai di BIP aku langsung memisahkan diri dengan yg lain karena aku menyebrang menuju ke Gramedia, untuk bertemu dengan teman SMA-ku Wulan. Dah lama banget gak ketemu. Terakhir ketemu pas Wulan kost di rumahnya Fenny di Dago Atas. Setelah melepas kangen, ngobrol dan bertukar cerita akhirnya aku harus kembali dengan yg lain sedangkan Wulan juga mesti kembali bersama dengan anak dan suaminya.


Sambil menunggu makan siang di hidangkan di Rice-Bowl Nadya, Ivan dan Umar main di dolphin funland yang ada di sebelah Rice-Bowl. Lumayan lah daripada bete nunggu 30 menit makanan dihidangkan.


Pulang dari BIP sudah sore dan setelah maghrib badan Ivan hangat. Aku ukur ternyata sudah 38. Rencana untuk jalan-jalan ke tangkuban perahu di hari kamis aku batalkan. hari Kamis itu kita di rumah aja, cuma keluar beli gudeg banda untuk beli lauk. Sementara ayah beli perlengkapan untuk bersepeda di Ahmad Yani.



Hari Jumat sebelum sholat Jumat ayah ngenterin aku dan anak-anak ke Lavie. Ada beberapa barang yang mesti dibeli dan aku nyaman kalau beli di Lavie. Setelah itu beli makan siang-nya di foodcourt Griya jl. Pahlawan dan setelah sholat ashar mulai siap-siap untuk balik ke Depok. Sementara itu Ivan sudah tidak panas lagi tapi meler hehehe.

Setelah sholat maghrib kita baru meluncur menuju Depok.
Di KM 88 berhenti dulu untuk makan. Aku bekal nasi bakar buatan salah seorang anggota milis masak yang aku ikuti. Hmmm enak. Soalnya gak ikutan masak hihihi. Tapi bener lho Is (yg bikin namanya Iis) nasi bakarnya enak. Anak-anak suka, aku suka ayahnya anak-anak juga suka.

Tuh lagi bergaya. Ivan bosen duduk di car seat jadi untuk sementara ivan dilepas dulu. Ayah yang nyuapin ivan sementara aku menghabiskan makananku. Baik ya suamiku ...Emberrrr. Pokoke superdad deh buat anak-anak. Secara anak-anak lebih suka becanda sama ayahnya, maklum becandanya fisik sih, sementara kalau sama aku becandanya kurang seru. Ya maklum aku males kalau diminta guling-guling atau ditindihin sama nadya dan ivan. Makanya anak-anak dekat sama ayahnya. Ehm..bukan anak-anak aja sih yg dekat akukan ikutan juga hahaha. Dan suamiku makasih untuk hari ini yang sudah banyak sharing atas pengetahuannya. Jadi punya wawasan baru, sudut pandang yg berbeda dan tahu sisi lain dari kehidupan ;) I love you.



Monday, July 6, 2009

Liburan ke Anyer

Alhamdulillah... diberi kesempatan lagi untuk bisa menghirup udara pantai Anyer. masih ada umur untuk kembali jalan-jalan. Masih diberi kesehatan sehngga bisa menikmati liburan akhir pekan dengan riang gembira. Dan masih punya banyak teman, apalagi kalau punya teman yg mau men-sponsori teman-temannya liburan :)

Tim nge-gowes ayah punya rencana untuk ke Anyer, dan sebagai seorang yang suka jalan-jalan tentu saja aku terima tawaran itu tanpa perlu berfikir ulang. Lha wong aku dulu aja ikut liburan Simetri ke Carita saat Ivan masih 2 bulan lho.

Pendahuluan.

Persiapan ini dilakukan bbrp hari sebelumnya, apalagi akan ada acara bakar-membakar ikan. Wahhh langsung terbayang ikan segar yg dibeli di Anyer akan dibakar hmmm pasti mak nyusss. Alhamdulillah aku ikutan banyak milis dan lewat milis yang aku ikuti aku berkoar-koar ttg rencana membakar ikan itu. Setalah aku dapat info rupanya panitia agak repot kalau mesti ngurus beli ikan di Anyer jadi utk sementara diputuskan utk beli ikan di pasar minggu aja.

Agak kecewa sih aku tapi ya....namanya cuma penggembira jadi aku bergembira ria aja sambil bikin bumbu untuk ikan bakar dan steak ayam dan sosis (untuk yang bagi tidak suka ikan bajkar, pengalaman pribadi sama anak-anak pas bbq-an di ketapang..idenya Rina..hehehe ternyata cerdas juga ya si Rina hihihi).

Last minute akhirnya diputuskan untuk beli ikan di Anyer aja. Alhamdulillah teman milis di dapurbunda mau membantu dan sebelum berangakt ke Anyer semuanya sudah siap.

Bumbu ikan check, snack untuk jalan check, oh iya kue ulang tahun untuk Sully check. sepeda ayah check.Oke...dengan mengucap bismillah kita pergi ke Anyer.

Antara Anyer dan Jakarta.

Kita berkumpul di depan taman Karang Pola, ya maklum...pesertanya sebagian besar berdomisili di Jakarta Selatan secara mereka lulusan SMP 41. Ada sih yg jauh...seperti keluarga Rustamaji di Depok, bukan jakarta selatan tapi selatan jakarta :)

Ini kali pertama Ivan naik bis. Jadinya senang banget ivan bisa melihat-lihat kendaraan lalu lalang. Apalagi dia duduk di car seat jadi posisi duduknya juga jadi sama tinggi dengan orang dewasa. Nadya dan Ivan bergaya dengan kaca mata cengdem-nya itu di bis.


Di dalam bisa yg disewa ini ada hiburannya, salah satunya ada hiburan karaoke. itu yg dipasang adalah VCD lagu yg sudah lama jadi trend tapi baru aku dengarkan di atas bis ini. Kuper banget ya aku..



Daripada bosen di atas bis, Nadya suka jalan-jalan dan Nadya "terjebak" di belakang bis diminta motret om dan tante teman-teman ayah. Tapi lumayanlah hasil foto Nadya meskipun bis dalam keadaan berjalan.





Nadya in action.



Salah satu fungs pakai car seat adalah : anak bisa tidur nyenyak sedangkan ayah bundanya gak harus khawatir dengan posisi tidur anak. Dengan car seat ini ivan bisa tidur nyenyak dan aman sedangkan ayah bundanya masih bebas bisa ngapa-ngapain.



Begitu di tiba di Sol Elit Marbella ternyata kita baru bisa check in jam 2 siang, padahal kita sudah datang di lobby hotel itu jam 12 siang. jadilah kita makan siang di pelataran Marbella soalanyd i lobby penuh sesak dengan orang-orang yg mau check out dan check in. Musim libur memang lebih heboh daripada musim duren.

Makan siang dengan nasi box di pelataran marbella, rasanya seperti orang dari kampung yang datang berlibur ke Anyer dan gak dapat tempat nginap hehehehe.. iya ini aku dari kampung kelapa dua depokk.



Nadya dan ivan minta gendong sama ayah. Biar gak bosen nunggu jam 2.



Alhamdulillah begitu jam 2 kita bisa masuk kamar. Setelah beberes kemudian kita eh aku, nadya dan ivan berenang. Foto dan video-nya ada di hp ayah. Dokumentasi berenang nyusul.

Trsu malamnya adalah malam minggu malam yg ditunggu-tunggu karena mau bikin barbeque pakai ikan segar. Bumbu ikannya gak jadi buatanku tapi sambalnya tetap sambal bekal yg aku bawa. Aku bawa sambal kecap, sambal dabu-dabu sambal bu rustam hehehe...





Acara makannya seru. Ikannya besar dan enak. udangnya enak. Cuminya juga enak. Sea food-nya gak bau amis sama sekali. Meskipun menunggunya agak lama (janjinya jam 18.30 sudha siap tapi ternyata jam 19.00 baru mulai dibakar) tapi karena hasilnya enak jadi kita gak protes bertele-tele. Ivan yg sudah bosen (lha pada dasarnya emang dia gak bisa diem) mulai cari kegiatan dengan main pasir bahkan main ke tenda makan sebelah hahaha..hampir aja Ivan hilang.









Oh iya sebelum ikan datang (karena terlalu lama menunggu) Sully potong kue dulu. Coklat cake yg dibawa dari depok ini sengaja di potong di tepi pantai Anyer. Coklat warna-warni di keliling cake jadi pusat perhatian.



Ikan pertama datang...!! Langsung serbu..!!
Tak ada nasi-pun jadi. Yang penting makan ikan.



Udang-nya datang.... serbu...!!!
Nyam nyam nyam..."
"Nadya juga mau udangnya bun" oke Nadya..bunda bantu mengupas kulit udang yang memang tidak dikupas. Hmmm udangnya seger banget. gak bau amis meski pakai bumbu minimalis.



Akhirnya malam bbq yg ganas itupun harus aku akhiri meski aku belum puas.
Mood-nya Nadya sudah mulai jelek. Sebelum mengganggu yg lain aku memutuskan untuk segera menyingkirkan Nadya yg mau tidak mau membawaku kembali ke kamar 4466.



Minggu pagi ayah dan teman-teman yang memang berniat bersepeda sudah keluar sejak jam 7 pagi. Aku males banget berenang karena sebetulnya aku gak berenang tapi menemani Ivan :)
jadi Ivan aku ajak ke playground- aja. Pagi hari sebelum sarapan ke playground bareng sama Nadya. trus sarapan di ballroom lantai 3. Abis gitu balik lagi ke playground tapi Nadya berenang.






Akhirnya jam 2 pas kita keluar dari halaman parkir Sol Elit Marbella dan diiringi dengan rintik hujan bisa wisata itu kembali melaju membelah jalan menuju jakarta.

Adios Anyer. See you next time. Insya Allah kalau ada umur, rejeki dan kesehatan. betul begitu kan say...sayangku..