Hallo. Selamat datang di rumah virtual Keluarga Rustamaji. Ini adalah blog isinya tentang Tras Rustamaji (ayah), Rina rinso (bunda), Nadya dan Ivan.
rina sofiany

Monday, August 31, 2009

10 hari pertama ramadhan

Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk menjalankan shaum. Semoga shaum-ku dan keluargaku bukan hanya mendapatkan rasa haus dan lapar saja amiin.

Alhamdulillah Nadya juga masih jalan terus puasanya. Apalagi waktu dapat telpon dari eyang kung dari Surabaya dan diiming-imingi reward setiap kali bisa puasa 1 hari penuh. Kalau dihitung-hitung ntar kalau puasa 1 bulan penuh dapatanya relatif banyak lho untuk anak seumuran Nadya. Duhhh senengnya yang punya eyang perhatian gitu ya. Hehehe bukannya eyangku dulu gak perhatian, dulu eyangku perhatian juga tapi dalam bentuk lain. Misalnya, dimasakin makanan kesukaanku :) Aku paling suka sama sayur kuning dan lapis dagingnya almarhum eyang. Jadi setiap kali ke Ponorogo rekues-nya selalu makanan itu.

Tapi sayang euy ada beberapa undangan bubar alias buka bareng yang aku tidak bisa ikut. Secara Depok sekarang jauh dari Jakarta dan kebanyakan teman-temanku beredar di Jakarta. Semoga masih diberi umur dan rejeki untuk bisa bertemu lagi dengan teman-teman di lain kesempatan. Amin.

Saturday, August 22, 2009

Telpon Itu...



Begitu Nadya lahir ada kebiasaan baru yang dilakukan Papa, yaitu menelpon. Setiap hari selalu ada telpon yang bertanya tentang kabar anakku :)
Maklum..waktu itu aku tinggal di Bandung dan Papa sama Mama tinggal di Surabaya.
Kemudian akhirnya setelah ada video phone sering ber 3G ria untuk melihat langsung bagaimana anak-anak.

Hampir tiada hari tanpa telpon. Sebagian besar dari Papa. Sesekali dari Mama, biasanya kalau mau nawarin sesuatu untuk dikirim dari Surabaya, entah itu seprei, abon, mukena, kering kentang, dll. Hmmm sayang ibu memang sepanjang masa ya. Aku yang udah setua ini memang masih jadi anak Mama.

Papa telpon seringnya lewat handphone karena kami sekeluarga Papa, Mama dan 4 orang anaknya punya nomer dari 1 provider sejak dahulu kala karena dulu sepupu kami kerja di provider itu jadi sering dapat nomer cantik gratis. Kadang Papa telpon sambil nunggu meeting di kantor berlangsung, saat rehat pas sedang main tenis, pas antri ke dokter, pas makan sesuatu di luar rumah (andok bahasa okem-nya hehehe). Pokoknya segala suasana pernah dilakukan Papa sambil menelpon. Tidak heran meski jauh tapi anak-anak merasa dekat dengan eyang kung-nya meskipun eyang kung tinggal nun jauh di Surabaya. Kalau eyangnya datang berkunjung anak-anak juga cepat akrab secara suaranya hampir mereka dengarkan setiap hari :)

Tetapi dari sekian banyak telpon, yang paling aku tunggu-tunggu adalah telpon saat sahur seperti di bulan ramadhan tahun ini. Karena di Surabaya waktu imsak-nya lebih awal maka biasanya sambil menunggu waktu sholat subuh Papa selalu menelpon 3 anaknya yang tinggal di bandung, depok dan jakarta (karena si bontot saat ini tinggal sama si nomer 2) untuk membangunkan sahur. Sukur-sukur kalau emang sudah bangun. Tapi aku pernah baru bangun saat Papa telpon aku yang biasanya 30 menit sebelum waktu imsak. Dan kalau begitu cuma bisa bikin telur dadar atau telur ceplok aja.

Friday, August 21, 2009

Ayah mencari uang ?


Beginilah pose Ivan setiap kali melepas ayah pergi. Entah pergi kerja atau apalah pokoknya setiap kali ada yang keluar rumah hampir selalu begitu posisi Ivan. Seperti dipenjara :)

Dan jangan tertipu, plester di jidatnya itu tidak berarti ada luka. Ivan mau diberi obat (entah itu betadine atau plester atau hanya diolesi dengan minyak telon) kalau dia tidak luka. Setiap kali melihat plester, betadine atau obat-obatan pasti Ivan minta. Cuma anehnya kalau sakit beneran Ivan malah gak mau. Bahkan di kasih betadine aja meronta-ronta menolak. Ih..anak aneh ;)

Trus 2 hari yang lalu ayah bergegas untuk berangkat kerja karena sudah ditunggu kereta api di stasiun UI. Kemudian terjadi dialog antara Ivan dengan ayahnya.

Ivan : ayah mau kemana ?
Ayah : mau kerja
Ivan : mau apa ?
Ayah : cari uang

Dan tiba-tiba Ivan melesat masuk ke dalam rumah, mencari-cari sesuatu. Kemudian setelah dia merasa sudah menemukan sesuatu Ivan kembali keluar memanggil ayahnya yg sudah siap jalan.

Ivan : ayahhh...
Ayah : iya ada apa ?

Kemudian Ivan menyerahkan uang logam 500 perak ke ayahnya.

Untuk sesaat ayah gak tahu apa maksud Ivan memberikan uang logam 500. Tapi gak lama kemudian ayahpun tersenyum. Rupanya Ivan sudah membantu ayah mencari uang.

Hehehe..Ivan uang ayah yg dicari masih kurang banyak nak. Ayo bantu lagi cari uang buat ayah.

Wednesday, August 5, 2009

Es krim ala Nadya

Akhir pekan kemarin Nadya mau mempraktekkan eksperimen yang ada di buku ensi-nya penerbit lebah. Membuat es krim. Benernya udah aku bilang bikin aja menggunakan ice cream maker punya bunda, tapi nadya gak mau karena tujuannya bukan membuat es krim tetapi mencoba apa yang sudha ditulis di dalam buku pustaka lebah itu. Well...oke deh, akhirnya bunda mengalah dan mulai membantu nadya menyiapkan eksperimen.

Menurut buku yg disiapkan adalah es batu, coklat bubuk dan air. Tetapi di cara membuat ada krim bubuk. Lha...kok gak konsisten sih ini bukunya. Bikin bingung aja. Akhirnya ingredient-nya dibuat ala bunda. Jadi bahan yg dimasukkan ke dalam gelas adalah coklat bubuk, krim bubuk (biobianca) dan kemudian susu cair. Setelah diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam mangkok besar yang sudah di isi es batu dan garam.

Pesan dari ayah : tolong catat suhu air es (es batu yg ada di dalam mangkok besar) sebelum dan sesudah dibeir garam.
Oke ayah. Siap laksanakan.

Kemudian setelah itu diaduk dan menurut buku biarkan beberapa menit sampai akhirnya jadi es krim. Ternyata kemarin nadya membutuhkan waktu lebih dari 90 menit sampai akhirnya 90% cairan dalam gelas berubah menjadi es dan itupun bukan dalam bentuk es krim :)

Yang perlu dicatat adalah : ternyata garam bisa menurunkan titik beku air. Mestinya titik beku air adalah 0 derajat celsius tetapi dengan penambahan garam suhu air es bisa jadi -4 derajat celsius. Bahkan di panci bagian luar kelihatan ada bunga es-nya.

Well done Nadya.

1 eksperimen sudah dilakukan. Next time kita buat lagi yuuukkk..