Hallo. Selamat datang di rumah virtual Keluarga Rustamaji. Ini adalah blog isinya tentang Tras Rustamaji (ayah), Rina rinso (bunda), Nadya dan Ivan.
rina sofiany

Friday, September 11, 2009

10 hari terakhir ramadhan

Bagaimana dengan 10 hari terakhir ramadhan 1430 H kali ini ?

Alhamdulillah masih lancar. Sahurnya belum pernah terlewat (dan semoga saja jangan). Nadya masih terus puasa dan belum pernah bolong. Alhamdulillah.

Oborolan lain selain malam laitul qadr di 10 hari terakhir adalah MUDIK.

Kata mudik aku hayati sepenuhnya saat tamat SMA dan mesti ke Bandung berpisah dengan mama-papa di Surabaya. Liburan semester, liburan panjang akhir tahun ajaran adalah waktu mudik yang paling tepat.

Bagaimana dengan tahun ini ? Apakah aku mudik ke Surabaya ? Begitu pertanyaan yang terlontar salah seorang teman sekolahku dulu di Surabaya.
Mungkin tidak, karena sudah ada wacana mama-papa yang akan ke jakarta dan bandung.

Anak durhaka.

Begitu kira-kira tanggapan sang teman.
Seharusnya sebagai anak harus mudik, ke rumah orang tua.

Astaghfirullah...
Sungguh bukan aku gak mau mudik. Karena 1 dan lain hal mudik tahun ini bukan prioritas utama. Meski rasa kangenku luar biasa kepada mama-papa (walaupun telpon setiap hari tetap jalan) tapi benar, untuk tahun ini aku tidak mendapat kepastian bisa mudik ke Surabaya. Bye bye es krim Zangrandi, bye bye bakwan Kadir, bye bye rujak cingur, bye bye tahu tek-tek dan pastinya bye bye wisata kuliner di Surabaya yang mengasyikkan :(

Alhamdulillah mama-papa bukan tipe orang tua kaku jaman dahulu kala yang merasa "berhak" untuk disungkemi sama anak-anaknya. Alhamdulillah mama-papa bukan tipe orang tua yang memaksakan kehendaknya. Alhamdulillah mama-papa juga yang punya ide supaya aku dan adik-adikku tidak usah ke Surabaya. Meskipun tidak bisa dipungkiri mudik atau kembali ke rumah menjadi suatu perjalanan yang menyenangkan, tetapi ya itu tadi, ada pertimbangan-pertimbangan yang membuatku mengurungkan niat untuk mudik dan alhamdulillah di sokong dengan rencana mama-papa ke Jakarta dan Bandung.

Temanku, mama-papa ku itu orang tua yang asik. Mereka berdua tidak menuntut anak-anaknya macam-macam. Termasuk juga dalam hal tempat tinggal atau tempat hidup.

Aku tidak di"gandoli" saat memutuskan sekolah di Bandung. Aku juga tidak merasa ditahan untuk selalu dekat dengan mereka. Insya Allah doa-doa di setiap sholat akan mendekatkan aku dengan orang tuaku itu.

Alhamdulillah di usianya yang sudah masuk lansia papa masih punya kegiatan dan sesekali ke Jakarta untuk dinas. Ada kalanya masa dinasnya diperpanjang 2-3 hari untuk menjenguk dan bermalam di rumah anak-anaknya yang ada di Jakarta dan Bandung. Jadi minimal dalam 1 tahun ada 2 kali mama-papa mengunjungi cucu-cucu-nya yang ada di Jakarta dan Bandung. Alhamdulillah.

Jadi teman, memang benar orang tuaku tob markotob. Akan kusampaikan salam darimu untuk mereka. Masih mau tandang tangannya ???