Hallo. Selamat datang di rumah virtual Keluarga Rustamaji. Ini adalah blog isinya tentang Tras Rustamaji (ayah), Rina rinso (bunda), Nadya dan Ivan.
rina sofiany

Thursday, July 29, 2010

Nadya ke Ancol

Terinspirasi dari ceritanya Nungki dan Arief pergi ke Ancol naik kendaraan umum, maka liburan kali ini aku mengajak Nadya untuk mencoba moda transportasi Kereta dan transjakarta untuk menuju Ancol dan kembali ke rumah.

Rencananya adalah :
  • berangkat dari halte UI ke stasiun kota naik kereta
  • dari stasiun kota mau ke Asemka dulu
  • dari Asemka meluncur ke Ancol, bisa naik angkot atau ojek, tapi ayah bilang naik taksi aja.
  • selama di Ancol memanfaatkan bis shuttle yang keliling kompleks Ancol.
  • menuju ke terminal transjakarta di Ancol untuk menuju ke Manggarai.
  • dari stasiun manggarai naik kereta AC Ekonomi yg menuju ke Depok, kereta ini berangkat jam 4 sore. kereta ini akan berhenti di halte UI. Di halte UI itulah ayah akan menjemputku dan Nadya.

Perjalanan di mulai dari halte UI. Meski naik kereta maunya yg nyaman (teuteup...) jadi kita pilih AC Ekonomi. Kebetulan ada jadwal jam 10.10 dari halte UI menuju ke stasiun kota.



Tepat jam 10.10 kereta api Ekonomi AC masuk ke halte UI dan kami-pun masuk ke dalam kereta. Meskipun kereta relatif penuh tetapi karena ber-AC jadinya gak bikin stress.
Bahkan setelah stasiun Tebet Nadya mendapatkan tempat duduk dan setelah stasiun Manggarai gerbong tempat kami duduk nyaris kosong. Legaaaa banget.



Kami sampai di stasiun kota jam 11.30 yang mana sebetulnya terlambat banget. Biasa..ada keruwetan kereta di stasiun Manggarai, jadi kereta berhenti agak lama sebelum sampai dan berhenti di stasiun Manggarai.

Setelah sampai stasiun kota tujuan pertama adalah Asemka. Yup, salah satu tujuan pergi ke kota memang mau melihat pasar atau tempat yang katanya tempat jual barang-barang terutama stastionery yang murah meriah.

Ternyata bener deh, kalap di sana melihat stiker tergantung di lapak-lapak Asemka. Tanpa banyak cincong aku beli stiker di kios pertama yang aku liaht di Asemka dan setelah Nadya mendapatkan apa yang diinginkan kami balik lagi ke stasiun. Targetnya jam 12.30 kami harus segera keluar dari Asemka.

Tujuan berikutnya adalah Ancol.

Karena waktu terbatas jadi harus diputuskan pergi ke wahana Sea World. Apalagi Nadya dulu pernah ke Sea world sewaktu aku lagi hamil si Ivan jadinya ya ga pa pa deh bernostalgia :)

Beneran deh akhirnya kita naik taksi dari depan stasiun kota.

Karena naik taksi jadi kita bisa langsung masuk menuju ke Sea World. Ongkos taksinya 18.000 dari depan stasiun sampai di depan Sea World.




Target selama di Sea World adalah sampai jam 14.00.
Wahhh kok cuma sebentar ya. Maklum kalau mau naik kereta memang harus tepat waktu karena kereta tidak mau menunggu kita.


Jadinya setelah puas keliling di Sea World kita makan siang dulu trus sholat dan setelah itu bergegas untuk menunggu bis shuttle yang keliling di sekitar Ancol.




Alhamdulillah waktu untuk menunggu bisa tidak lama. Sekitar 15 menit kita menunggu di tenda putih itu, muncul bisa terbuka yang akan mengantas kita ke tempat tujuan di sekitar Ancol dan gratis.

Karena kita mau naik bis transjakarta, jadi aku pilih bis yg rute-nya melewati halte transjakarta.


Di halte transjakarta kosong melompong. Mungkin karena hari Selasa dan bukan hari libur.

Bahkan bis-nya juga masih kosong. Tapi begitu berhenti di halte berikutnya, bis yang sudah panjang ini (karena ini bis sambung) langsung penuh sesak, padahal baru jam 14.30. Huahhh gak bisa bergerak.

Dan akhirnya...kita gak jadi naik kereta di stasiun Manggarai, karena aku salah informasi dan yang memberi informasi juga kurang jelas. Hasinya aku malah ngikut bis sampai kampung melayu kemudian ganti bis yg menuju ke Pasar Rebo. Pas ganti bisa aku juga gak ngeh jadinya gak dapat tempat duduk. Selama perjalanan kampung melayu-pasar rebo Nadya sempet manyun, katanya mau muntah.

Ya udah deh, akhirnya turun di jl. Raya Bogor dan dari situ diteruskan naik taksi ke rumah. Sebetulnya kalau menurut kilometer gak jauh sih, cuma 8 km tapi ongkos taksinya 30 ribu rek...:(((

Total biaya perjalanan kali ini adalah :

kereta : 9000 x 2
taksi ke ancol 20.000
bis transjakarta 3500 x 2
taksi ke rumah 30.000

Belum termasuk ongkos belanja di Asemka, masuk ke Ancol, sea world, makan siang dan beli souvenir :)

Relatif menyenangkan dan nyaman sih, cuma pas pulangnya aja karena bisa penuh sesak jadi tingkat kenyamanannya amat sangat kurang. Bau keringet anak pulang sekolah, para pekerja yang pulang dari kerja bersatu padu di dalam bis transjakarta yang mana sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik yang membuat Nadya jadi mual dan mau muntah.

Ya itulah sekilas pintas pengalaman mengajak Nadya jalan-jalan ke Ancol dengan memanfaatkan moda angkutan umum. Lain kali aku akan ajak ke Bogor naik kereta lagi ah...

Saturday, July 3, 2010

Sampomol = Transformer

Waduh sudah lama nih tidak mencatat di sini.
ya udah aku tulis yg ini aja sebagai kenangan.


Anak-anak emang lucu.
Di bulan liburan ini di Margocity Depok ada Toys Fair, dimana banyak mainan di gelar di plaza-nya. Mulai Barbie sampai Hotwheels ada semuanya di situ. Trus selain itu karakter-karakter mainan juga dibuat poster yg besar yang di pasang di sepanjang jalan masuk ke Margocity.

Trus Ivan sering bilang "sampomol" yang artinya baru diketahui saat dia menunjuk ke mainan Transformer.

Trus kita suka banget nggodain dia, begini

"Dik itu gambar Sampomol ya ?"

"Bukan" kata Ivan keras bernada protes.

"Kalau gitu itu apa dong ?" tanya kita (aku, ayah, dan nadya).

"Kalau itu sampomol" jawab Ivan sungguh-sungguh.

"Oh...transfomer" begitu balasan kita untuk menegaskan

"Iya, itu sampomol" kata Ivan tegas juga.

Hehehe....

Jadi inget beberapa tahun kebelakang saat Nadya belajar bicara yang baik dan benar.
Saat itu Nadya belum bisa bilang huruf "R".

Hal yg paling aku ingat adalah saat ayahnya sengaja menyanyi di depan Nadya lagu "Pelangi"

".....merah kuning hijau
di langit yang biyu"

"Bukan biyu ayah" interupsi Nadya

"Trus apa dong ?" ayahnya balik tanya.

"Bukan biyu tapi biyu ayah" jawab Nadya tegas.