Hallo. Selamat datang di rumah virtual Keluarga Rustamaji. Ini adalah blog isinya tentang Tras Rustamaji (ayah), Rina rinso (bunda), Nadya dan Ivan.
rina sofiany

Sunday, September 19, 2010

Libur Lebaran 2010 ke Surabaya (6)



Perjalanan pulang dari Ponorogo ke Surabaya alhamdulillah lancar jaya. Tidak ada kemacetan berarti, hanya antri agak panjang di bangjo atau traffic light.
Bahkan Ivan bisa tidur selama 3 jam dalam perjalanan pulang.
Pagi setelah sampai di Surabaya mama tercinta pagi-pagi subuh sudah keluar rumah untuk membeli menu sarapan nasi krawu asli Gresik. Karena aku masih kenyang jadi nasi krawu itu cuma aku foto-in aja.

Trus siangnya kita foto di Jonas.



Ternyata antrinya luama banget :(
Sampai Ivan gak betah, ngantuk dan capek. Akhirnya foto keluarga Rustamaji edisi lebaran 1431 H jadi tidak asik lagi :(

Sambil menunggu saat dipanggil, kita foto-foto sendiri di ruang tunggu Jonas. Kebetulan Nungki punya ide cemerlang dengan berfoto di background tembok Jonas yang merah polos.
Lumayan lah untuk foto amatir :))









Setelah selesai sesi foto-foto di Jonas, aku dan keluargaku plus Fariz meluncur ke Sutos atau Surabaya Town Square. Di sana berkumpul teman-teman SMADA 90.
Meskipun cuma kebagian sesi foto-foto tapi aku seneng banget bisa ketemu dengan teman lama SMA.




Di saat aku berfoto ria dengan teman-teman, ayah dan yg lain makan di Solaria, kemudian di teruskan dengan main game di Timezone.
Lucunya, di Timezone Surabaya semua mesinnya tidak mengeluarkan tiket fisik maupun electronik. Karena menurut PERDA kalau mainan game seperti timezone ada hadiahnya artinya sama dengan judi. Halahhhh ada-ada aja.




Malamnya kita ke ..seperti biasa...Taman Remaja Surabaya.
Ini pose lengkap sebelum akhirnya Toni dengan teganya meninggalkan anaknya yg aktif dan istrinya yang lemes karena hamil muda untuk ke tempat reuni :(





Ivan senang banget bisa naik mobil meskipun cuma mobil-mobilan.



Nadya dan Arief selalu kompak.
Mereka selalu main ber-2.


Ivan paling seneng main trampolin.



Kalau yang ini judulnya family Swinger, jadi seperti ayunan gitu.



Ini Ivan kehausan habis main trampolin.
Capek tapi senang.




Contoh ayah yang baik. Melayani anak.






Kalau ini eyang yang memperhatikan cucunya banget. Pas Umar ditinggal sama papa-nya, papaku yg turun tangan untuk mengasuh Umar.



Waow...ini untuk pertama kalinya Nadya lihat musik hidup atau live music. Pantesan Nadya serius melihat pertunjukan musik di taman remaja.

Malam itu terasa singkat. Jam 20.30 kita bergegas segera pulang, karena sudah ada ayam mcQueen di rumah eyang jadi sayang kalau gak dimakan.

Libur Lebaran 2010 ke Surabaya (5 )


Hari terakhir di Ponorogo.
Andok di warung sate ngepos.


Khas-nya sate Ponorogo, asal muasal daging jelas dan tidak ditambah dengan lemak, itu yang bikin wuenak.
Dari gambar di atas itu, dari arah jam 12 searah dengan jarum jam.
1. Ati ampela
2. Usus dan uritan
3. Daging dada
4. Daging papa
5. Kulit.

Jadi kalau mau campur ya tinggal pesan campur.
What you want is what you get. Gak pakai akal-akalan campur daging dengan lemak. Pakai tambahan lemak jadi enak...?? Kalau menurutku sih itu akal-akalan pedagang aja biar ongkos produksi lebih murah. Soalnya sate Ponorogo yang tanpa potongan lemak ini mak nyussss..





Eyang kung dan Ivan sedang membahas mau minum apa.






Untuk yang kurang sayur bisa pesan pecel ponorogo yang ada di ujung deretan warung ini.
Selain ada kangkung, kacang panjang, toge, kembang turi, ada juga trancam dan keripik tempe yang renyah.
Keripik tempe ini kalau hari biasa 1500 dapat 3 buah tapi kalau pas lebaran cuma dapat 2 :) harga hari raya.



Sate ala warung ngepos sudah siap disantap.




Sedangkan untuk oleh-oleh mama pesan sate ponorogo pak Tukri.
Warungnya lumayan canggih karena ada free wifi.


Dan sebelum pulang makan bubur grendul dulu.
Di jaman aku kecil harganya masih 100 rupiahan tapi sekarang kaya'nya udah ribuan deh.

Alhamdulillah akhirnya misi pergi ke Ponrogo terlaksana dengan baik meskipun pakai acara ketinggalan koper segala :)

Friday, September 17, 2010

Libur Lebaran 2010 ke Surabaya (4 )

Hari ke-4 di surabaya, kita pergi ke Ponorogo. Naik mobil ELF.
Seru karena dengan naik mobil ini hampir semua anggota keluarga bisa masuk. Aku tulis hampir karena keluarga Toni gak ikut jalan-jalan ke Ponorogo karena Endri lagi dalam fase mabok-maboknya orang hamil :)
Lain banget ya sama aku 4 tahun yg lalu pas hamil Ivan. Dalam keadaan hamil 8 minggu aku ikutan road show ke Ponorogo naik mobil Kijang. Meskipun saat itu aku sempat flek pas turun di Magetan dan sempat menenggak pil Duvadilan, tapi alhamdulillah hamiku hamil kebo.



Kembali lagi ke acara jalan-jalan ke Ponorogo.
Pak Din (Fachrudin, adiknya papa) ikutan rombongan "gila" ini. Jadi dengan mohon maaf kami para ponakan menjadikan pak Din sebagai bulan-bulanan.
Duh..maaf ya om jadi.


Jalanan macet luar biasa. Surabaya-Jombang ditempuh dalam waktu 3 jam :(
Alhamdulillah Ivan bisa tidur. Yang senang sih kita soale kalau Ivan bobo' suasana di mobil aman terkendali, sementara kalau Ivan bangun dia mirip banget sama setrikaan yang gak bisa diam, mondar-mandir di dalam mobil.




Waktunya makan siang...istirahat dulu deh.
Cari masjid yang bersih yang bisa digunakan untuk piknik sekaligus untuk sholat.



Karena mama gak masak jadi beli ayam Happy Suzy aja deh.
Mama beli 5 ekor ayam goreng.
Tak lupa sisa tempe goreng, udang goreng, ikut serta dalam menu makan siang piknik ini.







Pas lagi enak-enaknya makan, tiba-tiba mama inget kalau kopernya masih ada di kamar di Surabaya...Huaaaaa..... masa' mesti balik ke Surabaya ?
Akhirnya setelah kontak-kontak dengan Toni di Surabaya, akhirnya koper tersebut bisa dikirim dengan menggunakan travel Kamilah. Sengaja pakai travel Kamilah karena pos-nya di jl. Imam Bonjol yang 1 jalan dengan rumah eyang.
Dan akhirnya koper itu baru sampai di tangan papa jam 2 pagi, rupanya kemacetan menggila tidak berhenti mesti sudah larut malam.




Ini foto keluarga papa. Papaku ada di nomer 4 dari kiri, anak laki-laki ndeso hihihi.



Sarapan pagi si rumah eyang di Kauman, disiapkan oleh mbak Titien atau sebetulnya tante Titien yg hari itu lagi shaum syawal.



Eh..ada hidden mickey..kata ayah.



Ivan sedang dirayu untuk sarapan sate ayam.




Setelah sarapan kita meluncur ke belakang masjid agung.
Di situ dimakamkan 4 orang eyangku.
Nisan di atas adalah nisaneyang kung dan eyang ti dama mama. Sedangkan nisa di bawah adalah eyang kung dan eyang ti dari papa.



Setelah itu kita lanjut ke Ketro.
Di situ dimakamkan bapak-ibunya eyang kung dari papa dan eyang ti dari mama atau eyangnya mama dan papa. Jadi yg dimakamkan di situ adalah eyang buyutku. Eh tapi di situ ada juga eyangnya eyangku jadi di situ ada juga canggahku.





Setelah selesai berziarah (yg tujuannya untuk mengingat bahwa suatu hari nanti kita akan menyusul beliau) ternyata sduah waktunya makan sianggggg...



Maksud hati mau makan sate gule pak Ni, langganan mama-papa sejak jaman dulu, tapi apa daya keliru masuk depot :))



Akhirnya kita nikmati aja deh sate kambing Ponorogo ini meskipun bukan buatan keturunannya pak Ni.





Setelah makan siang kita meluncur ke madiun. Di sini tinggal saudaranya mama satu-satunya. Karena adik dan kakaknya mama yang lain sudah meninggal, jadi tinggal 2 orang ini putrinya eyang Soedjak.



Setelah foto bersama yg mana Nadya gak mau ikut (karena dia gak tahu bahasa Jawa....halahhh) trus kita meluncur ke....



Magetan.

Di sini tinggal adik bungsunya papa.


Om-ku yg bungsu ini pengusaha sate juga, jadi kita sudah pasti disuguhin sate dong.
Sate lezat fresh from anglo..nyam nyam nyam...




Eank dan nikmat banget makan sate ayam pak Ahmad ini. Apalagi saat Magetan diguyur hujan, jadinya asli deh..nikmat...




Hari itu setelah kenyang dengan sate kita meluncur menuju Ponorogo lagi, diiringi oleh derasnya hujan di Magetan.