Hallo. Selamat datang di rumah virtual Keluarga Rustamaji. Ini adalah blog isinya tentang Tras Rustamaji (ayah), Rina rinso (bunda), Nadya dan Ivan.
rina sofiany

Monday, September 29, 2014

Ke IIMS 2014

Tahun ini untuk ke 3 kalinya Ivan pergi ke IIMS (Indonesia International Motor Show).
Sungguh, kami ke IIMS bukan untuk melihat SPG yg bening-bening itu (eh kalo aku gak mungkin ya, mas Tras kali ya hehehe) atau untuk update model mobil terbaru atau untuk survey mobil baru :)
Kami ke IIMS karena Ivan sukaaaaa banget dengan mobil, sejak dia bayi :)

Di tahun pertama ke IIMS aku sudah naik bisa gratis pergi dan pulangnya yang disediakan oleh panitia.  Kebetulan bis-nya mangkal di Margocity, gak jauh dari rumah. Jadi mobil ku parkir di parkiran Margo trus abis gitu ke JIEC Kemayorannya naik bis.

Di tahun kedua aku coba cara baru, naik kereta sampai Mangga besar kemudian dilanjutkan dengan ojek ke JIEC, pas pulang baru naik bis gratisnya. Di saat itu cuma aku dan Ivan yang pergi, karena pas hari sekolah.

Di tahun ketiga keluarga Rustamaji full team pergi ke JIEC untuk IIMS karena kita memang pergi di hari Sabtu. So, jadinya di hari Sabtu itu begitu kak Uli yg pesan cake sudah ambil cake-nya, aku segera bergegas beberes untuk segera berangkat ke Margocity. Alhamdulillah pas kita datang, pas bis penuh dan kita langsung berangkat menuju ke JIEC Kemayoran.


Sesampai di sana suasananya rame, mungkin karena pameran sudah hampir berakhir.
Tuh mas Tras yg berkaos biru dan ransel hitam merah lagi antri sembari baca-baca hp-nya.

Sekedar catatan, untuk ongkos masuk weekdays 40.000 dan untuk weekends 60.000
Lumayan juga untuk kami ber-4.



Sesampai di arena pameran langsung deh browsing sana-sini melihat mobil-mobil. Sayang gak banyak aku foto.

Akhir kata jam 3 sore kami keluar menuju ke tempat bis shuttle mangkal. Bis gratis itu akan membawa kami kembali ke Margocity Depok. Barisan bis bluebird tampak bejajar rapi, bertulisakan jurusan yang dituju. Ada yang ke PIM, Stasiun Juanda, MAG, dan Margocity. Pas mendekat ternyata bis dalam keadaan terkunci.

Trus mas Tras didekati seseorang dan beliau menawarkan untuk mobil yang akan mengantarkan ke Margocity, gratis, bagian dari pelayanan panitia IIMS juga. Woww... tawaran yang langsung kami terima. Jadinya kami ber-4 naik mobil ertiga yang disediakan sponsor yang akan mengantar kami kembali ke Depok.



Alhamdulillah jam 5 kami sudah tiba di Margocity. Perjalanan pulang kata mas Tras seperti naik taksi tapi dibayari :)

Nah itulah catatan kunjungan ke IIMS tahun ini.
Ada apa di tahun depan ?
Semoga ada pengalaman yang lebih menarik.


Pesan sponsor :
Ini lho cake yang dipesan sama kak Uli yang diambil menjelang aku akan ke IIMS.
Di buat dari cake cokelat, di kasih filling ganache, trus di cover full ganache sebelum di tutup dengan fondant.
Kalau berminat bisa pesan ke Rina rinso ya. Bisa sms ke 0818222771

Tuesday, September 23, 2014

Eyang Datang...






Akhir pekan kemarin Mama-Papa datang ke Jakarta. Waktunya di pas-in dengan Celine yg 1 tahun :)
Acaranya cukup padat merayap untuk ukuran eyang eyang 69,5 dan 67,5 tahun ini.

Hari Jumat begitu datang dari Surabaya, langsung dijemput sama Nungki untuk nengokin Arief yang sekarang di pesantren. Pesanternnya dekat sama Puspitek Serpong jadi dari bandara langsung ke pesantren.

Hari Sabtu pagi sudah meluncur ke rumah ibu-nya Ajeng di Cimindi, karena ada syukuran di situ.
Sedangkan aku sabtu pagi masih berkutat dengan ayam kodok pesanan ibu Elita di Pesona Depok.

Setelah acara Sabtu siang selesai kami meluncur ke penginapan Pendawa di daerah ciumbeleuit (bener gak gitu nulisnya hihihi..pernah tinggal belasan tahun di bandung tapi tetep aja ragu-ragu nulis nama jalannya dengan benar). Makan malamnya cukup beli nasi goreng ayam di jl. Menjangan.

Ahad pagi setelah sarapan yang dapat dari penginapan, sempat ngobrol sebentar. Trus jam 11 aku dan Nungki sudha meluncur kembali meninggalkan Bandung, sedangkan Papa Mama ke rumah Toni untuk bermalam di Kiara Condong atau kircon.

Senin pagi Papa Mama meluncur ke Depok naik travel Cipaganti, aku jemput di Detos. Makan siangnya papa request soto mie favorit Ivan yaitu soto mie bu Erna :)
Malamnya Papa ngajak ke pecel mbak Ira di Margonda, tapi aku dan Mama di rumah aja, karena aku mesti menyiapkan pesanan ayam kodok untuk hari Selasa pagi.

Hari Selasa setelah ayam kodok diantar, aku antar Mama Papa ke Bogor. Di Taman Cimanggu tepatnya.

Trus setelah dari Bogor langsung meluncur ke Kalibata City mau nengokin "kamarnya Fariz" hehehe. Papa Mama belum sempat ke "kamar" itu semenjak di renovasi dan ditempati Fariz. Sampai di sana jam 4 sore dan akhirnya kembali lagi ke Depok. Alhamdulillah perjalanan lancar jaya, jam 5 kurang 5 menit sudah sampai rumah di GTA.

Hari Rabu dengan sangat menyesal aku terpaksa meninggalkan Mama Papa di rumah karena aku mesti ngajar membuat sushi di Baking Daily. Akhirnya aku mesti pamit sama Papa Mama di pelataran Baking Daily. Rabu siang itu Mama Papa dijemput Nungki untuk menuju ke Warung Jati.

Kamis pagi Mama Papa sudah berkemas untuk kembali ke Surabaya karena pesawat jam 11 siang tidak akan menunggu penumpang yg terlambat. 

Pesan sponsor : untuk pemesanan ayam kodok bisa sms saya yah di 0818222771. Untuk melihat kegiatan dapur saya bisa klik rinarinso.com



Thursday, September 11, 2014

Berkumpul dengan Teman

Alhamdulillah masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk berkumpul bersilaturahim dengan teman semasa kuliah di bandung :)

Singkat cerita, setelah komunikasi intens di whatsapp akhirnya kita bertemu di rumah Selly tgl 7, bertepatan dengan mas Tras yg juga ada acara reuni perak 25 tahun SMA 8. Walhasil aku ke rumah Selly bawa anak-anak deh.

Ternyata terakhir aku bertemu dengan mereka sekitar 1 tahun yg lalu saat berbuka puasa di Tebet Square  saat Mei mei belum berangkat ke Jerman.

Alhamdulillah di rumah Selly ada kucing bagus jadi Nadya dan Ivan ada pengalihan perhatian selain gannguin bundanya dengan alasan bosen :)









Tuesday, September 9, 2014

Rustam = Kurus dan Hitam

Malam ini sambil mengantar pesanan brownies durian ke Dapur Durian aku, mas Tras, dan Ivan melipir mampir makan malam ke Pecel mbak Ira yg baru saja buka di Margonda. Setelah makan seperti biasa Ivan akan kembali bercerita tentang apaaaaa saja yang dia tahu, misalnya

Apa beda chevy dengan chevrolet

Jawab ayah beda. Jawab Ivan sama aja.

"Oh chevy itu seperti nama panggilan chevrolet ya Van, seperti rinso itu panggilan rina" komentar mas Tras.

"Iya rinso itu kan rina sofiany" tukas Ivan.

"Kalau rustam apa dong Van ?" tanya mas Tras

"Kurus dan hitam", jawab Ivan cepat.

"Hmmm perasaan dulu pas kenal sama ayah, ayah udah gak kurus lagi deh", aku menyela pembicaraan 2 laki-laki itu.

"Ayah udah gemuk ya ?" tanya Ivan

"Ayah sih udah gak kurus dan gak gemuk juga, orang bilang atletis" seloroh mas Tras

Hahahaha dan aku terguling-guling mendengar suamiku berkata seperti itu.

Thursday, September 4, 2014

Laporan Hasil Penjualan Martabak Bolu Mini

Alhamdulillah hari Rabu kemarin Ivan berhasil menjual habis 40 buah (eh 39, karena yg 1 dimakan sama Nadya hehehe) martabak bolu mini di sekolah dan di Edutekh :)



Gambar Ivan yg ceria saat menunggu pembeli .

Lho lho lho..trus kenapa ini Ivan tampangnya seperti menangis ?

Hmmm karena meja-nya (yg tampak di foto atas) rusak setelah tidak sengaja di duduki oleh temannya. Pantesan saja Ivan marah-marah sampai di rumah, maklum meja itu baru di beli 2 hari yang lalu dan gambarnya Planes, gambar favorit Ivan.
Trus ditambah lagi aku beliin minuman Milo (itu kemasannya masih di remas-remas di tangannya) dan ternayta Milo itu produk Nestle.

"Bunda lain kali baca dulu ya, Nestle itu kan yg di boikot juga" gitu seloroh Ivan

Oke deh nak.

Alhamdulillah meja dapat terbeli lagi dengan uang keuntungan penjualan martabak bolu dan Ivan kembali tersenyum ceria di sisa hari itu :)

Sebetulnya dari sekolah masih ada sisa 7, trus sampai di rumah dimanakn 1 sama Nadya dan sisa lainnya dibawa ke jl. RTM ke kantor ayah di Edutekh, alhamdulillah 6 martabak bolu habis :)

Wednesday, September 3, 2014

Teknik Jualan Ivan Pekan ini

Hari Rabu ini Ivan kembali dagang di sekolahnya Technonatura. Yang dijual adalah martabak bolu mini.
Alhamdulillah setiap kali jualan kue ini selalu sold out.

Meski yang dijual hampir selalu martabak bolu mini, tetapi kali ini teknik pemasaran Ivan sedikit berbeda seperti biasanya. Kali ini ada istilah door prize.

Kata Ivan, bagi yg belanja 15.000 akan dapat door prize dan hadiahnya adalah mobil-mobilan. Pas sebelum berangkat Ivan membongkar koleksi hot wheels-nya untuk dibawa ke sekolah. Trus aku tanya

"Ivan, nanti mobil itu akan dikasih ke pemenang lho" komentarku

"Iya ga pa pa, lagipula ini bukan mobil favoritku kok" jawab Ivan.

Hehehehe.

Berikut gambarnya martabak bolu mini-nya yang jadi hits jualannya Ivan. Oh iya yg topping keju spesial buat suami tercinta <3 p="">
Untuk resepnya bisa dilihat di blog rina rinso.



 

Monday, August 25, 2014

Catatan Akhir Pekan Ini

Ada banyak cerita yang ingin aku tulis di sini.
Kehebohan yang terjadi di hari Sabtu-Minggu ini.

Hari Sabtu ini ada 3 undangan yang harus aku hadiri, pernikahan Ananta (temen SMADA 90), pernikahan kak Dina (mentor Technonatura), dan undangan syukuran rumah baru Helty dan Widyo (temen SMADA 90 juga) sekaligus melepas kepindahan mereka sekeluarga ke Hongkong. Plussss ada pesanan birthday cake, dan ayam kodok.
Cakep kan...

Alhamdulillah.

Sabtu pagi persiapan untuk ayam kodok dan birthday cake sudah aku lakukan. Jam 10 pagi kami sudah meluncur menuju Bintaro dan ternyata oh ternyata jalan tol JORR yg menuju ke Bintaro sudah macet sejak kami masuk di TB Simatupang. Ternyata ada dump truck yg patah as roda-nya yg menjadi penyebab antrian panjang di jalan tol. Sempat melirik iri di kiri jalan (jalan non tol) yg melenggang lancar jaya, tpai biarlah, toh yg nyupir bukan saya tapi suami saya tercinta hehehe

Jam 12.15 kami tiba di masjid Bani Umar di Graha Bintaro, setelah salaman sama pengantin (sembari curhat jalanan macet hihihi) langsung menuju ke ruang sebelah dimana teman-temanku berkumpul. Saat itu aku cuma makan sedikit kambing guling dan semangkok steam boat eh tambah bubur madura (tapi cuma kebagian bubur sagu mutiara) langsung balik badan (setelah semua sholat dhuhur) kembali menuju ke Depok. Yup undangan kedua yg harus aku hadiri adalah di Depok.

Jalanan masih macet, merayap dan kami sampai di Depok saat Ashar. Setelah duduk sebentar sambil menemani anak-anak makan somay, jam 4 kami bergegas pulang dan aku segera mandi, untuk kemudian diantar mas Tras ke stasiun UI. Iya, undangan Helty dan Widyo adalah mengunjungi kediaman mereka di daerah Tebet. Dan cara cepat menuju Tebet tanpa macet adalah naik kereta.

Pas adzan Maghrib aku tiba di stasiun Tebet, dilanjutkan naik ojek menuju rumah Helty dan Widyo. Pada gak percaya temen-temenku aku naik kereta CL dan ojek :)



 

 Dan terjadilah kehebohan yang menyenangkan. Dan lidahku jadi lemes lagi ngomong suroboyoan, karena sungguh, rasanya kaku banget mesti berbahasa indonesia dengan suami dan anak-anakku :))



Dannnn ada rasa seneng juga berkumpul dengan teman kelas 1-8 di SMADA. Kita menyebutnya Zadela (zatu delapan). Meski gak banyak tapi sebetulnya ini peserta paling aktif di grup WA :)

Alhamdulillah.

Sabtu malam diakhiri dengan datangnya mas Tras dan anak-anak yg menjemputku.

Kata Yaseri,  "Rin sudah dijemput sama ahli matematika tuh"

 Hahaha..kasus quick count dan SMRC memang meninggalkan bekas yg mendalam rupanya

"Juara olimpiade matematika lagi", imbuhku yg ikutan bangga punya suami pintar hehehe.

Selama perjalanan Tebet - Depok aku tidur di mobil karena begitu sampai di rumah aku langsung menyiapkan birthday cake dan ayam kodok yang akan diambil minggu pagi. Jam 1 pagi alhamdulillah sudah selesai dan aku bisa tidur untuk kemudian bangun jam 5 (mumpung lagi gak sholat jadi bisa mbangkong hehehe) dan mulai menyelesaikan kue pesanan dan ayam kodok pesanan.

Minggu pagi jam 9 kue ulang tahun pesanan sudah diambil, dan jam 10 ayam kodok juga sudah matang, jadi aku bisa meninggalkan rumah untuk bertemu dengan teman-teman dari milis masak di Bobara. Oh iya sebetulnya ada undangan nikahan juga, karyawan Edutekh, yg akhirnya mau tidak mau hanya datangi sama mas Tras aja.

Jam 11 siang aku  telpon Bobara, memesan makanan untuk 8 orang dan jam 12 siang aku sudah tiba di Bobara di drop sama mas Tras yg langsung menuju ke kondangan.

Yang datang pertama kali adalah uni Honest, kemudian Levi dan suaminya (abis latihan manasik haji) dan setelah itu baru Lia dan mbak Uun. Lia temen kenal dari milis masak yang pernah menemani aku jalan-jalan dan wiskul di Surabaya kali ini aku ajak ke Bobara. Beberapa kali aku panas-panasin Lia dengan masakan manado Bobara yg menurutku enak, jadi pas Lia laig ke Jakarta langsung diniatin untuk ke Depok buat icip-icip masakan manado ala Bobara :)




Dan formasi terakhir yang bergabung di Bobara adalah mbak Rita, mbak Itha, dan Riva.


Alhamdulillah akhir pekan ini semuanya bisa berjalan dengan lancar sesuai rencana.

Dan semoga pertemuan dan perpisahan ini semuanya karena Allah swt.

Pesan sponsor, kalau mau juga ayam kodok atau birthday cake bisa pesan langsung ke Dapur Rina Rinso ya :)

Thursday, August 21, 2014

Ivan Pekan Ini

Sekedar catatan untukku, mengenang Ivan :)

Saat ditelpon eyang kung di Surabaya, terjadi percakapan yg kurang lebih seperti ini.

Eyang Kung : Ivan, ini hadiahnya mau diambil Ivan ke Surabaya atau eyang kung bawa ke Depok ?
keterangan : hadiah atas prestasi Ivan puasa ramadhan

Ivan : ditransfer aja yang kung

Hehehe Ivan anak 7 tahun sudah mengenal istilah "transfer", sepertinya sering mendengar bundanya bertransaksi nih :)


Saat pekan rekayasa di sekolah, tema "jet car"

Setelah melihat bentuk "jet car" Ivan tidak setuju kalau papan yg ada roda-nya dan digerakkan oleh balon itu adalah jenis "car", menurut Ivan itu hanya sebuah "vehicle" dan akibatnya di hari action yaitu hari Rabu Ivan mogok sekolah.

Malam ini Ivan mengerjakan apa itu "jet car" ala Ivan. Semangat sekali dia, sampai ayah yg membantunya kewalahan :)

Ayah yg bantuin Ivan yah, karena aku lagi repot bikin pesenan :)

Thursday, August 14, 2014

Memindahkan isi blog keluarga

Karena satu dan lain hal, isi blog keluargarustamaji.blog.com aku pindahkan ke keluarga-rustamaji.blogspot.com

Awalnya masih rajin di copy paste satu persatu kemudian di susun berdasarkan urutan tanggal, tapi lama-lama bosen juga dan akhirnya asli cuma copy paste aja hahaha.

Banyak foto-foto yang tidak muncul, mungkin karena sudah aku delete dari photobucket.com

Maklum, dulu blog.com harus menggunakan photobucket kalau mau naruh foto dan dulu sengaja pilih blog.com supaya gak kecentilan membuat blog yg lucu-lucu. Kenapa ? Supaya biaya telpon tidak melonjak hahaha. Jaman segitu internet masih mahal, mesti pakai dial up.

Karena mindahin itu sembari membaca kenangan yang sempat aku tulis di blog, ternyata lucu-lucu :)





Sunday, August 10, 2014

Catatan weekend ini


Mencoba mencampur lemon, jahe dan madu, dapat dari teman FB, ternyata rasanya aku sukaaaa. Konon katanya baik untuk daya tahan tubuh saat musim pancaroba gini, terutama untuk flu dan tenggorokan. Yang jelas rasanya aku suka, semoga akan di susul dengan khasiatnya.



Menu sayuran ini top markotop deh.

Menu masakan ala daerah ini yang membuatku bertekuk lutut mau makan terong, kemangi, daun pandan, dan sereh serta cita rasa pedas. Manalagi kalau bukan masakan ala Manado.

Sambal rica, sambal dabu-dabu, rica rodo, perkedel jagung (keterangan foto di atas) itu sudah cukup membuatku meneteskan air liur (bahkan saat menulis ini hehehe). Rasa pedasnya asyik, gak hanya pedas yg membakar rongga mulut tapi selain pedas juga sedap. Ahh..jadi ngecess lagi nih.
Oh iya rumah makan Bobara ada di jl. Margonda Depok, letaknya berseberangan dengan toko bahan bangunan Mitra 10.

Untuk yang suka makanan Manado, gak rugi deh makan di Bobara.

Kekurangannya hanya 1, mesti sabar menunggu lama masakanan pesanan kita datang, karena mereka baru memasak makanan yang kita pesan, jadi bukan seperti di Pingkan atau resoran manado lain yg biasanya sajiannya sudah siap makan. Karena lama itulah akhirnya aku selalu pesan dulu sebelum berangkat dari rumah, jadi begitu sampai di tempat sudah langsung makan hahahaha.

Oh iya, untuk Sabtu kemarin makanan yg di atas aku pesan saat masih di Gramedia. Karena sudah berencana ke Bobara jadi sejak dari Gramedia aku sudah pesan menunya dan begitu sampai di Bobara langsung pesananku dihidangkan, pas saat aku lapar :)
Alhamdulillah

Pergi ke Gramedia dan ke Bobara hari Sabtu kemarin adalah salah satu cara melepas penat setelah seharian berkutat dengan ayam kodok, makaroni skotel, dan tiramisu. Bernafas sejenak untuk kembali sepulang dari Bobara bertempur dengan alat masak :)



Dan ini adalah salah satu hasilnya :)

JCC dengan topping strawberry.

Cerita mencari strawberry yg ada di atas cake itu juga jadi cerita tersendiri.
Cake mesti tiba di Kemang jam 9 pagi, sehingga aku harus berangkat jam 8 dari Depok. Jam 6 saat cake sudah aku mau hias aku baru keluar untuk beli strawberry. Dan ternyata sodara-sodara kios buah yg biasa aku beli strawberry ternyata masih belum buka, ihiks. Akhirnya aku coba lari (naik motor tepatnya sih) ke daerah Pondok Duta di sana ada warung sayur yg cukup besar, ehh ternyata strawberry kosong juga. Trus akhirnya ngebut ke pasar pal. Wuahhh suasananya lebih "menyeramkan", pasar sunyi senyap. Kios-kios yg ada di sepanjang gang dalam pasar masih tertutup rapat meski sudah jam 7 lebih. Pasar pal masih libur !

Lemah lunglai kembali ke rumah, minta tolong mas Tras untuk membereskan anak-anak (mereka harus ikut pergi, karena gak ada orang dewasa di rumah kalau aku dan masTras pergi) dan aku membereskan JCC tanpa strawberry. Jam 8.10 kami berangkat ke Kemang (terpaksa menolak undangan RT untuk senam pagi dan sarapan bakso bersama plus pemilihan RT) dan berharap di Kemang ada toko yg sudah buka. Harapanku sih Hero di Kemang.
Alhamdulillah Ranch Market sudah buka dan senangnya hatiku ternyata di sana banyak strawberry. Oke deh, akhirnya aku membersihkan strawberry, memotong (sengaja sudah bawa alat perang) dan aku susun di atas cake, jadinya seperti itu.



Setelah urusan mengantar cake selesai rasa lapar melanda hebat, akhirnya melipir ke Mampang dan mampir ke Gudeg Bu Hani yg gak jauh dari pasar Mampang. Seperti biasa, awalnya Nadya dan Ivan gak mau makan, tapi selalu diakhir cerita mereka akan makan meski tidak seheboh ayah bundanya makan :)
Setelah perut kenyang segera meluncur ke daerah Bukit Duri tepatnya ke SMA 8. Mas Tras ada undangan dari teman-teman seangkatannya untuk persiapan reuni perak SMANDEL. Jadi aku drop mas Tras di sana dan aku kemudian meluncur ke rumah mbak Ririn di Manggarai Selatan.



Alhamdulillah sampai di rumah mbak Ririn, mbak Ririn lagi masak, tapi dengan berat hati aku terpaksa menolak tawaran mbak Ririn untuk makan siang di rumahnya (masih kuenyang buanget dengan gedeg bu Hani) dan aku dibungkusin deh lauknya :)

Pulang dari mbak Ririn segera menjemput mas Tras di SMA 8, pulang ke Depok, trus sudah dihadang dengan udangan mbak Ning dan ibu-ibu C7 untuk ngebakso. Katanya sih syukuran karena C7 ga jadi Ketua RT 3 hihihihi  hayuuuuk aja deh ngebakso-nya, meski rumah masih berantakan akibat membuat cake pesanan.

Perut sudah kenyang dengan bakso, sudah mandi, waktunya mengantar brownies durian ke Dapur Durian di Margonda. Alhamdulillah dapat uang jajan :)
Saat nganter brownies durian anak-anak ditinggal di rumah, trus mas Tras nyeletuk

"Gimana kalau kita sekalian nonton"

Hehehe...aku mauuuu..

Alhamdulillah hari ini semua misi dapat terlaksana, semoga besok jauh lebih baik dari hari ini, aamiin.

INFO :

Untuk madu, lemon, dan jahe.
Cara membuat, cuci lemon hingga bersih kemudian iris tipis, cuci jahe hingga bersih kemudian dikupas dan diiris tipis. Masukkan lemon dan jahe ke dalam wadah kemudian tuang dengan madu. Usahakan semua terendam dalam madu, kemudian simpan dalam lemari es. Paling baik disimpan selama 1 minggu sebelum di konsumsi (tp aku udah gak tahan, jadi baru 2 hari sudah aku cicipin dan aku dan mas Tras suka dengan rasanya)

Restoran Manado Bobara
Jl Margonda Raya 207, Kemiri Muka, Beji
Kabupaten/Kota: Depok
Nomor telepon/HP: +62.21.7777811

Mau pesan cake ultah, ayam kodok, dll ?
Dapur rina rinso
Griya Tugu Asri
Kelapa Dua Depok

Saturday, August 9, 2014

Ivan saat ini


Sekedar catatan untuk kenangan.

Saat ini Ivan suka sekali kalau segala sesuatu dihitung. Misalnya nih, kalau di suruh mandi dia tidak akan bergerak, tapi kalau mulai dihitung satuuuu duaaaa tigaaaa... wuzzz Ivan langsung bergerak cepat :)

Ivan termasuk anak yg serius maksudnya agak susah cari bahan candaan (kaya bundanya hehehe) jadi segala sesuatu dibahas. Misalnya, kalau ayahnya kreatif membunuh bosan macet di jalan dengan main pura-pura, Ivan gak akan setuju dengan permainan itu alias gak bisa ngikutin. Pas si ayah pura-pura menirukan suara dari walkie talkie Ivan akan langsung pura-pura merebut walkie talkie itu dan minta ayah gak bersuara lagi. Kalau ayah pas lagi nyetir trus pura-pura berlaku seperti seorang pilot trus minta Ivan untuk ikut pura-pura juga (misalnya dengan pura-pura menurunkan flap wings, dll) Ivan akan berkata

"Hey... itu bukan flap wings, itu cuma lobang AC"




Foto Ivan itu diambil bulan Februari saat 2 gigi seri Ivan baru copot. Dan gigi depan itu baru muncul di bulan Agustus. Kemudian tidak lama setelah itu 1 gigi copot lagi pas makan buka bersama di Milan Cafe di Margonda barengan dengan Edutekh.

Iri seperti ini boleh gak ?

Iri banget sama Nungki, adikku, yg sejak hari ini anaknya sekolah di pesanten tahfidz di Serpong.

Iri-nya adalah karena Arief (anaknya Nungki) akan belajar menghafal Al Quran. Dan hadist ini yg membuatku iri :

5. Kedua Orang Tua Penghafal Al Quran Mendapat Kemuliaan
Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran.’” (Riwayat al-Hakim)

Lengkapnya ada di blog ini 



Friday, August 8, 2014

Sarapan praktis, mudah, dan enak

Setelah beberapa kali mencoba pancake dan akhirnya menyerah (lebih pilih beli tepung pancake instan) akhirnya aku menemukan resep pancake yang cara membuatnya mudah, praktis, tapi hasilnya jempolan banget.

Untuk selengkapnya bisa di lihat di Resep Pancake ya

Ini gambar teasernya aja :)


Thursday, August 7, 2014

Hari Pertama

Yup sekarang Nadya sudah masuk ke level 9 jadi dia harus siap-siap untuk ikutan UN insya Allah di akhir tahun ajaran 2014-2015.

Dan sebagai guru matematikanya adalah.... ayah Rustam :)

Semoga sukses keduanya, baik Nadya sebagai siswa yang akan menempuh Ujian Nasional, maupun ayah Rustam yg bisa mentransfer ilmu matematika-nya.

Ganti Air Minum

Terhitung sejak hari ini botol galon Aqua kita tukar dengan botol galon aia.

Yup, kepala rumah tangga sudah memutuskan kita gak pakai Aqua lagi.

Mulai dari diri sendiri, mulai dari yg kecil yg kita bisa.

Trus ada yg komentar
"Lha terus mesti gak pakai ini, itu, ina, inu, dong"

Kalau menurutku, kalau gak bisa ya udah lakukan yg kita bisa aja, daripada tidak berbuat apa-apa sama sekali :)

Sangat sederhana kan. Gak usah pusing dan ribet. Hidup ini terlalu singkat untuk meributkan hal-hal yg tidak bisa kita lakukan. Kerjakan saja apa yg kita bisa lakukan sembari berusaha untuk melakukan hal lain yg bermanfaat. Eh itu menurut saya lho.

Ayah sudah setuju mengganti nescafe nya dengan kopi excelso (dg catatan ayah harus buat sendiri di coffee makernya, soalnya aku cuma bisa buatin yg instan aja)

(Sambil ngetik tulisan ini sambil mulai screening isi rumah untuk melihat apakah ada barang yg bisa digantikan lagi atau tidak).




Wednesday, August 6, 2014

Antara Rengginang dan Penggemar Matematika


Dapat rengginang dari tetangga, tapi katanya mesti di jemur dulu supaya mengembang saat digoreng.

Secara aku banyak beredar di siang hari, jadi si ayah yg menjemur dan dengan bahagia laporan di sore hari kalau rengginang sudah di jemur dan siap di goreng.

Maksudnya sih minta aku menggoreng rengginanngnya :)

Oke deh darling, akhirnya aku goreng rengginangnya dan .... rengginang memang mengembang. Wujud matangnya lebih besar ketimbang saat masih mentah.

"Kurang lebih dua kalinya deh" kataku, yg berkomentar tentang ukuran rengginang yg matang dibandingkan dengan yg mentah.

"Gini Bun, kalau diameternya 2 kali lebih besar maka dia disebut lebih besar 4 kali, karena luas adalah fungsi kuadrat dari diameter" itu kaya'nya yg dibilang sama si ayah, karena aku juga gak ngeh hehehehe.

Trus di ukur dan aku bilang "Kira-kira diameternya 1,5 kali lebih besar deh"

 


"Oh kalau gitu 3/2 dikuadratkan jadi 9/4. Ya...  itu artinya lebih besar dua kali lebih sedikit" gitu komentar sang pakar matematika itu hihihi..

Love you full deh say.


Friday, August 1, 2014

Lebaran 2014 atau 1435 H

Alhamdulillah 1 syawal 1435 H dirayakan bersamaan antara ormas dan pemerintah, jadinya ya seru aja.
Yang kurang seru adalah aku gak mudik, Nungki aja yg mudik ke Surabaya menemani Mama Papa, sedangkan 3 yg lain (aku, Toni dan Fariz) gak bisa mudik.

Karena Nungki mudik jadi aku gak bisa pesan ketupat dan sayur godog ke mpok Yayah. Biasanya sih ketupat dan sayur godog-nya di drop di rumah Nungki ntar aku tinggal ambil. Nah karena dia mudik jadi rumahnya kosong, gak ada tempat untuk nge-drop ketupat dan sayur godog-nya.
Alhamdulillah mbak Nana yg tinggal di Pesona Kahyangan memposting foto tentang menu lebaran pesanan orang, jadinya aku langsung japri siapa tahu masih ada kelebihan menu. Alhamdulillah malam takbiran 1 set menu lengkap lebaran seperti di foto di bawah bisa aku bawa pulang :) Dan yg lebih menyenangkan, dikasih harga diskon buanget... :) Makasih mbak Nana

Sepulang dari sholat ied di lapangan tenis GTA langsung deh menyantap hidangan lebarannya. Alhamdulillah jadi deh lebarannya :)
Hehehe soale mas Tras dah kebiasaan kalau lebaran itu menu wajibnya minimal ketupat dan opor :)


Bisa dibilang lebaran kali ini keluarga Rustamaji sudah siap.
  • Aqua galon yg biasanya lenyap selama seminggu setelah lebaran, kita sudah punya cadangannya. 
  • Gas LPG yg biasanya susah didapat menjelang lebaran dan beberapa hari setelah lebaran, alhamdulillah masih ada 1 tabung gas yg utuh sebagai cadangan. 
  • Kue keringnya ? Wahhh jangan ditanya, tahun ini ada 1 lusin toples kue kering alias 12 toples kue kering yg sudah aku siapkan. Bukan hasil beli di toko lho ya, tapi hasil dari dapur garasi bawah :) Cuma jangan tanya siapa yg buat, karena yg membuat kue kering itu adalah mbak Eny, mbak Indah, dan mbak Diah, ibu-ibu PKK RW 19 plus asisten :)

Lebaran hari ke 3 aku putuskan untuk pergi ke Bandung, secara 2 adikku ada di Bandung dan mereka gak bisa ke Depok. Gak seru kalau lebaran gak ngumpul. Alhamdulillah sopir nan baik hatinya dan canggih (mas Tras tentu saja) mau nganterin aku ke Bandung :)

Jam 8 berangkat dari rumah tapi baru jam 9 masuk tol JORR di sebrang fly over Cijantung. Lalu lintas agak membingungkan karena dibilang macet ya gak macet tapi dibilang lancar ya gak terlalu lancar. Kali ini gak pakai istirahat di rest area karena sudah bisa di prediksi akan penuh. Bener deh di KM 19 pas mau ganti sopir aja untuk masuk perlu antri (aku bawa mobil sejak dari POM bensin di kelapa dua sampai KM 19, sementara mas Tras sarapan dulu di mobil, menyantap chicken muffin-nya McD).

Jam 11.30 sudah sampai di KM 111 dan kontak Fariz, dibilangin jangan keluar di Pasteur karena natrian sampai 4 km. Akhirnya kita keluar di Baros dan sampai di rumah Ajeng di Cimindi sekitar jam 12 siang.

Setelah sholat dan istirahat sejenak, kami langsung menuju ke Bale Kambang yg ada di jl. Setrasari. Rencananya sih mau ke Sindang Reret di Lembang, cuma informasi dari Fariz dan Ajeng jalana menuju Lembang macet parah. Hmmm sebetulnya sudah bukan hal yg aneh juga sih jl. Stiabudi macet. Sejak jaman aku kuliah thn 90-an jalan itu emang sering macet. Jadi akhirnya makan siang dipindah ke Bale Kambang, yg ada saungnya.




,Itu dia menu makanan yg dipesan sama Fariz dan Ajeng atas permintaanku. Karena sudah pesan sebelumnya, jadi begitu kita datang (jam 2 siang) makanan langsung dihidangkan dan bisa langsung di santap, alhamdulillah..

Dan begitulah, setelah selesai makan, balik lagi ke rumah Ajeng di Cimindi, istirahat sejenak, jam 5 sore kami berangkat lagi kembali ke Depok. Alhamdulillah jam 9 malam sudah tiba di rumah dengan selamat.


,









Tuesday, July 29, 2014

Catatan Ramadhan 1435 H

Bulan ramadhan kali ini banyak sekali kejadian di Keluarga Rustamaji yang sepertinya patut aku tulis di sini. Mulai dari urusan pemilihan presiden, tentang puasa, tentang Nadya dan Ivan, juga tentang kegiatan dapurku. Semuanya seru dan menurutku kalau di tulis di sini akan jadi kenangan untuk Nadya dan Ivan.

Seperti biasa, di bulan ramadhan sekolahnya Nadya dan Ivan selalu membuat acara bazaar. Kali ini bazaar hanya menjual makanan saja. Keuntungan bazaar akan disumbangkan untuk anak fakir miskin. Dan untuk kali ini Nadya dan Ivan jualan makaroni skotel, puding telur ceplok, bolu kukus polkadot, dan martabak bolu mini serta lolipop.




Alhamdulillah dagangannya laris manis. Jadinya yang disumbangkan juga banyak :)

Kemudian ada lagi pesanan ayam kodok dari dapurku di rinarinso.com
Pesanan yang datang tak disangka-sangka aku terima meskipun aku tidak melakukan promosi, alhamdulillah. Berusaha dikerjakan sambil tidak melupakan ibadah di bulan ramadhan. Dan pesanan yang paling heboh adalah 13 ekor ayam kodok yang dipesan mbak Ruri di Bintaro. Saking banyaknya sampai terpaksa pinjam ovennya mbak Uning. Alhamdulillah dengan bantuan oven pinjaman itu ayam kodok sebanyak 13 bisa di panggang dalam 2 batch saja. Di ovenku bisa muat 4 ayam, dan di oven mbak Uning bisa muat 3 ayam.



Kemudian cerita tentang pemilihan presiden.
Pemilu dilakukan tgl 9 Juli bertepatan dengan bulan ramadhan. Apabila saat pemilihan anggota legislatif kemarin aku dan mas Tras cuek, sekarang kami semangat banget. Setelah kasak-kusuk cari info akhirnya aku nyoblos juga, milih presiden yang kurasa sesuai denganku. Saat itu juga ada ayam kodok pesanan. Jadi konsentrasi sempat terbelah antara meng-oven ayam kodok yg membutuhkan waktu 2 jam dengan mantengin pemilu. Akhirnya mas Tras yang mantengin quick count Pemilu dan dia menemukan keanehan.
Selama mengantar ayam kodok ke Gandaria yg diobrolin adalah keanehan di seputar quick count dan akhirnya jadi tulisan di facebooknya (untuk lengkapnya sih bisa klik di blog-nya). Dan setelah itu terjadilah peristiwa yang di luar dugaan. Misalnya saja namanya (Tras Rustamaji) jadi ada banyak kalau di googling :)

Kejadian itu juga bertepatan dengan pemesanan 100 toples kue kering berbahan dasar mocaf pesanan Walikota Depok untuk isian parsel lebaran. Biyuh biyuhh.. secara aku sendiri jarang buat kue kering lebaran, membayangkan membuat membuat 100 toples aja sudah membuatku lemas dannnn waktunya nyaris berbarengan dengan pesanan 13 ekor ayam kodok.
Alhamdulillah proyek roro jonggrang 100 toples kue kering bisa diselesaikan. Gimana gak proyek roro jonggrang kalau Minggu sore masuk orderannya dan harus selesai Senin, ihiks, tapi alhamdulillah bisa negoisasi jadinya kue kering diambil Selasa. Dan hari Rabu aku harus mengirim 13 ekor ayam kodok.
Kesibukanku di dapur bawah membuatku gak bisa melihat mas Tras berbicara saat konfrensi pers. Kesibukanku di dapur bawah juga sedikit mengalihkan perhatianku untuk merasa kalau dalam beberapa hari mas Tras ga ada di rumah. Ivan yang merasa kehilangan ayahnya (kehilangan laptop ayahnya tepatnya hehehe) karena terbiasa melihat ayahnya hampir selalu ada di dekatnya, kok beberapa hari itu dia tidak melihat ayahnya ada di rumah.

Alhamdulillah Selasa sore kue kering sudah selesai dan sudah diambil, maka selanjutnya aku harus mulai membedah ayam kodok. Alhamdulillah dibantu sama mbak Eny. Bahkan, saat mengantar ayam kodok ke Bintaro aku juga diantar sama mbak Eny dan suaminya. Ya, mbak Eny tahu saat itu mas Tras ga ada di rumah dan aku dalam kondisi capek membuat kue kering dan ayam kodok. Alhamdulillah punya tetangga yg perhatian. Eh sebetulnya mbak Tri tetangga depan rumah juga menawarkan diri untuk mengantarkanku ke Bintaro juga sih (ihiks jadi terharu punya tetangga yang baik-baik seperti itu).

Setelah KPU mengumumkan Presidennya, setelah 13 ayam kodok (dan menyusul beberapa pesanan ayam kodok setelah itu) selesai, saatnya istirahat dari kegiatan dunia dan berusaha mulai konsentrasi mengisi ramadhan dengan kegiatan yang bersifat rohani.

Ramadhan sudah berakhir, alhamdulillah Nadya nyaris bisa melalui puasa dengan baik (kecuali di hari terakhir saat dia kesakitan, jadi aku minta dia minta minum obat) sedangkan Ivan juga nyaris puasa full kecuali beberapa hari saja saat dia mengeluh lapar (padahal sih cuma minum segelas trus habis gitu puasa lagi).

Semoga masih bertemu lagi di ramadhan tahun berikutnya dan tentunya dengan kualitas yang jauh jauh jauh lebih baik daripada ramadhan tahun ini.

Ini catatan ramadhanku thn 2014 atau 1435H untuk catatanku sendiri.


Tuesday, July 1, 2014

Catatan Ramadhan 1435 H (2 hari sajah ternyata hehehe)

Hari pertama, ahad 29 Juni 2014
Ivan bangun sahur tanpa banyak perlawanan, ada es krim sebagai penyemangat. Sahurnya cuma mau makaroni skotel sesuai dengan permintaannya sehari sebelumnya.
Setelah sahur langsung main games sama si kakak dan baru mengeluh ngantuk jam 1 siang.
Ivan tidur siang sampai jam 4 dan alhamdulillah pas maghrib ivan baru membatalkan puasanya di masjid.

Hari kedua, senin 30 Juni 2014
Ivan tidur di kamar kerja ayah di bawah, jadi aku gak perlu repot menggendong. Es krim masih ada jadi ivan masih semangat. Menu sahurnya telur dadar dan bon cabe. Oke deh, yg penting mau makan.
Sehabis sahur masih main tapi jam 6 tidur dan bangun jam 7.30 (aku bangunkan tepatnya, karena hari itu mulai sekolah).
Pulang sekolah Ivan mulai mengeluh haus, alasannya karena sekolah.
Akhirnya jam 4 sore ivan minum seeglas es sirup trus setelah itu gak merengek lagi.
Hari itu buka di masjid, pulangnya membawa sebungkus siomay dan batagor.
 

Wednesday, February 26, 2014

Updated : Sate Ponorogo


Kemarin kan mama dan bude tik datang nih, membawa oleh-oleh sate ponorogo. Kok ya pas gitu ada yg tanya tentang sate ayam pak Tukri yg aku sebut-sebut sebelumnya. Mumpung wadah besek-nya belum hilang dan masih ada label sate-nya, aku tulis aja di sini, siapa tahu ada yg berminat belajar bikin sate ponorogo di rumah pak tukri.
Sate Ayam Ponorogo
H. Tukri Sobikun
Jl. Lawu I/43 K
Gang Sate
Ponorogo
Telp. (0352) 482362
Yang aku suka dari sate ayam ponorogo ini adalah, setiap tusuk satenya bebas dari potongan lemak. Aku sebel banget kalau makan sate di setiap tusuknya selalu ada 1-3 potong lemak dengan alasan supaya lebih enak. Menurutku sih supaya dia lebih murah aja menjualnya, soalnya sate ayam ponorogo ini meski tanpa lemak (kecuali kalau suka bagian kulit dimana masih ada sedikit lemak yg menempel) tapi tetep aja eunak.
Trus selain itu adlam setiap tusuk terdapat bermacam-macam jenis daging sesuai dengan selera kita. Kalau makan sate di nge-pos (isitlah lain dari warung gunung yg ada di Ponorogo) bisa milih jenis sate ke penjualnya, mau daging bagian dada semua, atau pakai bagian paha, atau mau hati aja, gimana dengan hati dan ampela, usus juga ada kalau datang pagi-pagi, kadang-kadang kalau beruntung dapat telur uritan. Glek glek…kepingin ke Ponorogo nih.
TERBARU !!!
Buat yang kepingin sate ponorogo tapi jauh dari ponorogo dan bandung, bisa coba buat sendiri. Bumbu-bumbu dan cara membuatnya ala pak Tukri bisa diklik di http://dapurnyarina.blog.com/2858872