Hallo. Selamat datang di rumah virtual Keluarga Rustamaji. Ini adalah blog isinya tentang Tras Rustamaji (ayah), Rina rinso (bunda), Nadya dan Ivan.
rina sofiany

Tuesday, July 29, 2014

Catatan Ramadhan 1435 H

Bulan ramadhan kali ini banyak sekali kejadian di Keluarga Rustamaji yang sepertinya patut aku tulis di sini. Mulai dari urusan pemilihan presiden, tentang puasa, tentang Nadya dan Ivan, juga tentang kegiatan dapurku. Semuanya seru dan menurutku kalau di tulis di sini akan jadi kenangan untuk Nadya dan Ivan.

Seperti biasa, di bulan ramadhan sekolahnya Nadya dan Ivan selalu membuat acara bazaar. Kali ini bazaar hanya menjual makanan saja. Keuntungan bazaar akan disumbangkan untuk anak fakir miskin. Dan untuk kali ini Nadya dan Ivan jualan makaroni skotel, puding telur ceplok, bolu kukus polkadot, dan martabak bolu mini serta lolipop.




Alhamdulillah dagangannya laris manis. Jadinya yang disumbangkan juga banyak :)

Kemudian ada lagi pesanan ayam kodok dari dapurku di rinarinso.com
Pesanan yang datang tak disangka-sangka aku terima meskipun aku tidak melakukan promosi, alhamdulillah. Berusaha dikerjakan sambil tidak melupakan ibadah di bulan ramadhan. Dan pesanan yang paling heboh adalah 13 ekor ayam kodok yang dipesan mbak Ruri di Bintaro. Saking banyaknya sampai terpaksa pinjam ovennya mbak Uning. Alhamdulillah dengan bantuan oven pinjaman itu ayam kodok sebanyak 13 bisa di panggang dalam 2 batch saja. Di ovenku bisa muat 4 ayam, dan di oven mbak Uning bisa muat 3 ayam.



Kemudian cerita tentang pemilihan presiden.
Pemilu dilakukan tgl 9 Juli bertepatan dengan bulan ramadhan. Apabila saat pemilihan anggota legislatif kemarin aku dan mas Tras cuek, sekarang kami semangat banget. Setelah kasak-kusuk cari info akhirnya aku nyoblos juga, milih presiden yang kurasa sesuai denganku. Saat itu juga ada ayam kodok pesanan. Jadi konsentrasi sempat terbelah antara meng-oven ayam kodok yg membutuhkan waktu 2 jam dengan mantengin pemilu. Akhirnya mas Tras yang mantengin quick count Pemilu dan dia menemukan keanehan.
Selama mengantar ayam kodok ke Gandaria yg diobrolin adalah keanehan di seputar quick count dan akhirnya jadi tulisan di facebooknya (untuk lengkapnya sih bisa klik di blog-nya). Dan setelah itu terjadilah peristiwa yang di luar dugaan. Misalnya saja namanya (Tras Rustamaji) jadi ada banyak kalau di googling :)

Kejadian itu juga bertepatan dengan pemesanan 100 toples kue kering berbahan dasar mocaf pesanan Walikota Depok untuk isian parsel lebaran. Biyuh biyuhh.. secara aku sendiri jarang buat kue kering lebaran, membayangkan membuat membuat 100 toples aja sudah membuatku lemas dannnn waktunya nyaris berbarengan dengan pesanan 13 ekor ayam kodok.
Alhamdulillah proyek roro jonggrang 100 toples kue kering bisa diselesaikan. Gimana gak proyek roro jonggrang kalau Minggu sore masuk orderannya dan harus selesai Senin, ihiks, tapi alhamdulillah bisa negoisasi jadinya kue kering diambil Selasa. Dan hari Rabu aku harus mengirim 13 ekor ayam kodok.
Kesibukanku di dapur bawah membuatku gak bisa melihat mas Tras berbicara saat konfrensi pers. Kesibukanku di dapur bawah juga sedikit mengalihkan perhatianku untuk merasa kalau dalam beberapa hari mas Tras ga ada di rumah. Ivan yang merasa kehilangan ayahnya (kehilangan laptop ayahnya tepatnya hehehe) karena terbiasa melihat ayahnya hampir selalu ada di dekatnya, kok beberapa hari itu dia tidak melihat ayahnya ada di rumah.

Alhamdulillah Selasa sore kue kering sudah selesai dan sudah diambil, maka selanjutnya aku harus mulai membedah ayam kodok. Alhamdulillah dibantu sama mbak Eny. Bahkan, saat mengantar ayam kodok ke Bintaro aku juga diantar sama mbak Eny dan suaminya. Ya, mbak Eny tahu saat itu mas Tras ga ada di rumah dan aku dalam kondisi capek membuat kue kering dan ayam kodok. Alhamdulillah punya tetangga yg perhatian. Eh sebetulnya mbak Tri tetangga depan rumah juga menawarkan diri untuk mengantarkanku ke Bintaro juga sih (ihiks jadi terharu punya tetangga yang baik-baik seperti itu).

Setelah KPU mengumumkan Presidennya, setelah 13 ayam kodok (dan menyusul beberapa pesanan ayam kodok setelah itu) selesai, saatnya istirahat dari kegiatan dunia dan berusaha mulai konsentrasi mengisi ramadhan dengan kegiatan yang bersifat rohani.

Ramadhan sudah berakhir, alhamdulillah Nadya nyaris bisa melalui puasa dengan baik (kecuali di hari terakhir saat dia kesakitan, jadi aku minta dia minta minum obat) sedangkan Ivan juga nyaris puasa full kecuali beberapa hari saja saat dia mengeluh lapar (padahal sih cuma minum segelas trus habis gitu puasa lagi).

Semoga masih bertemu lagi di ramadhan tahun berikutnya dan tentunya dengan kualitas yang jauh jauh jauh lebih baik daripada ramadhan tahun ini.

Ini catatan ramadhanku thn 2014 atau 1435H untuk catatanku sendiri.


Tuesday, July 1, 2014

Catatan Ramadhan 1435 H (2 hari sajah ternyata hehehe)

Hari pertama, ahad 29 Juni 2014
Ivan bangun sahur tanpa banyak perlawanan, ada es krim sebagai penyemangat. Sahurnya cuma mau makaroni skotel sesuai dengan permintaannya sehari sebelumnya.
Setelah sahur langsung main games sama si kakak dan baru mengeluh ngantuk jam 1 siang.
Ivan tidur siang sampai jam 4 dan alhamdulillah pas maghrib ivan baru membatalkan puasanya di masjid.

Hari kedua, senin 30 Juni 2014
Ivan tidur di kamar kerja ayah di bawah, jadi aku gak perlu repot menggendong. Es krim masih ada jadi ivan masih semangat. Menu sahurnya telur dadar dan bon cabe. Oke deh, yg penting mau makan.
Sehabis sahur masih main tapi jam 6 tidur dan bangun jam 7.30 (aku bangunkan tepatnya, karena hari itu mulai sekolah).
Pulang sekolah Ivan mulai mengeluh haus, alasannya karena sekolah.
Akhirnya jam 4 sore ivan minum seeglas es sirup trus setelah itu gak merengek lagi.
Hari itu buka di masjid, pulangnya membawa sebungkus siomay dan batagor.