Jalan-jalan ke Kota Tua dan Sekitarnya di Tahun 2025

Pekan kedua bulan Januari 2025 diawali dengan jalan-jalan ke Kota Tua Jakarta dan sekitarnya. Atas permintaan Ivan, jadilah kami ber-3 berangkat ke Kota Tua. Mas Tras gak ikut karena masih ada kerjaan yang belum selesai. 

Seperti biasa, mobil aku parkir di DETOS, kemudian kami jalan kaki melewati jembatan menuju ke Stasiun Pocin (Pondok Cina). Dengan adanya jembatan akses yang menyambungkan UI - DETOS- Apartemen/Stasiun POCIN, pergi naik kereta CL (commuter line) jauh lebih menyenangkan dan tenang. Karena bisa bawa mobil dan parkir di DETOS, trus bisa ke stasiun POCIN tanpa takut kepanasan atau kehujanan, karena jembatannta sudah berata, jadinya aman.

Stop pertama, begitu turun di stasiun terakhir, yaitu stasiun kota, kami langsung menuju ke arah kota tua dan kaget banget !! Ternyata sekarang Kota Tua bisa langsung diakses begitu keluar dari Stasiun Kota. Beberapa tahun yang lalu, kalau mau ke lapangan di Kota Tua, kita harus keluar dari stasiun dan melewati riweuhnya lallu linta Jakarta yang aduhai. Dan sekarang dengan adanya akses langsung dari pintu keluar Stasiun Kota, makin nyaman aja kalau mau jalan-jalan ke Kota Tua.

Saat menyusui kota tua, Nadya melihat ada Pos Indonesia, jadi dia mau mampir ke sana untuk beli perangko. Yup, perangko. Untuk jaman sekarang mungkin sudah tidak banyak lagi yang tahu apa itu perangko. Ivan saja, anak kelahiran 2007 sudah tidak tahu apa itu perangko :)

 


Alhamdulillah kantor pos buka dan kita berhasil beli perangko dan kartu pos :)




Setelah jalan-jalan sebentar, karena panas banget hari itu, Ivan menagih apa yang dia mau, kerak telor :)
Ivan memang maunya makan kerak telor kalau ke Kota Tua.






Latar belakang tulisan Jakarta itu adalah pintu masuk ke Stasiun Kota. Jadi sekarang jaraknya gak jauh. Kata abang tukang kerak telor, saat covid Kota Tua ini dibenahi menjadi seperti sekarang.


Ivan menunggu kerak telornya dimasak.



Kerak telornya dipotongin seperti potongan pizza :)





Bahkan sekarang pun, tukang kerak telor punya link Qris untuk pembayaran :)

Selanjutnya, setelah makan kerak telor, jalan sebentar ke Asemka. Jalan kaki sebentar, letaknya ada di dekat fly over, menyeberang kolong fly over, sampai ke toko Kirana, toko yang menjual berbagai macam manik-manik. Karena aku dan Nadya pernah 2 kali ke toko ini, jadi sekarang naik kereta ke daerah stasiun kota bukan jadi hal yang aneh buat kami :)






Waaa banyak banget kan manik-maniknya. Cuma sayangnya, toko Kirana ini masih terima cash dan debit saja, tidak terima pebayaran melalui Qris maupun transfer. 

Catatan jalan-jalannya segitu dulu ya, nanti akan ada updatenya. 


Comments

Popular Posts