Dari blog lama : Juni 2005
Pesawat Tenggelam ! (1 Juni 2005)
Sejak sering tersiarkan berita banyak pesawat terbang yang mengalami
kecelakaan, entah karena tergelincir, ban pecah, cuaca buruk dan
sebagainya, naik pesawat menjadi suatu momok tersendiri, meskipun
suamiku bilang “masih banyak kecelakaan yang terhadi di jalan raya,
tetapi kecelakaan yang menyangkut orang banyak sering jadi perhatian”
tetapi tetep aja aku khawatir.
Beberapa hari yang lalu suamiku memberitahu aku :

Ha ha ha, suamiku, yang katanya layak masuk API.
Catatan : say aku udah masukin humornya nih, ntar pulang dari Mataram kasih lagi ya.
Sumber: Manajemen Qolbu Online [Kajian Bening Hati - Manajemen Diri]
Oleh : Aa Gym
Sesungguhnya Allah SWT suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid fii sabiilillah. (HR. Imam Ahmad).
Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, Allahuma shalli ‘ala Muhammad wa’ala aalihi washahbihii ajmai’iin. Saudaraku yang baik, Indonesia ini negara yang paling besar jumlah umat Islamnya di dunia. Seperti kita ketahui, negara 350 tahun dijajah Belanda, 3,5 tahun dijajah Jepang.
Bedanya dengan Jepang, mereka sudah bisa bikin hand phone. Apa yang telah dilakukan oleh 200 juta orang ini?. Pabrik banyak, kita hanya jadi karyawannya saja, ya sebesar-besar gaji karyawan?!. Di jalan-jalan juga banyak terdapat toko, kita sebagai penunggunya, pastinya semua keuntungan akan kembali pada pemilik toko.
Saudaraku yang budiman, bagaimana enterpreneurship Rasulullah SAW. Ternyata, beliau adalah seorang pedagang. Rasulullah semenjak usia 8 tahun 2 bulan sudah mulai menggembalakan kambing. Pada usia 12 tahun ke Syiria hafilah dagang, itu luar biasa jauhnya. Dan usia 25 tahun seperti yang kita bahas, Muhammad menikah dengan Siti Khadijah dengan mahar 20 ekor unta muda.
Di Indonesia belum kita dapati pemuda kaya yang berani memberi mahar sebanyak itu. Dan yang paling dahsyat ternyata para nabi juga begitu, bahkan sembilan dari sepuluh yang dijamin masuk syurga, mereka orang-orang yang memiliki financial yang baik. Abdurrahman Bin Auf yang pergi hijrah tidak punya apa-apa, di Madinah diberi kebun kurma malah minta ditunjukkan jalan ke pasar. Hasilnya, ketika peperangan, beliau sedekah unta begitu banyak, sedekah kuda, dan beliau wakafkan dirinya untuk berjuang.
Saudaraku, jiwa wirausaha ini benar-benar harus ditanamkan sejak kecil, karena kalau tidak, maka potensi apa pun tidak bisa dibuat jadi manfaat. Prinsipnya, enterpreneurship itu adalah kemampuan untuk meng-create, men-design sebuah manfaat dari apa pun. Seorang wirausaha melihat batu bisa punya nilai jual. Tapi, orang yang jail lihat batu, hanya akan dipakai untuk melempar orang, ini bedanya. Sebuah kulit dengan ukuran sama akan beda nilainya tergantung penilaian seseorang.
Kalau dia punya jiwa wirausaha, kulit itu bisa dibuat sedemikian rupa menjadi sebuah hiasan yang harganya tinggi. Tapi, kalau sederhana cara berpikirnya, kulit tersebut akan dijemur, dipotong-potong, digoreng menjadi dorokdok atau kerupuk kulit. Paling tinggi harganya 200 rupiah, padahal ukurannya sama. Enaknya kalau kita menjadi orang yang mandiri, seperti para sahabat, kita sendiri yang mengatur jam kerja dan gaji karena perusahaan milik sendiri, namun tetap harus dengan ketentuan yang profesional. Kita bisa berkreasi lebih luas dan lebih banyak walaupun tentu ada syarat-syarat tertentu.
Dalam Islam, yang namanya bisnis yang untung itu adalah yang membuat orang lain merasa beruntung sebanyak mungkin. Kalau mereka beruntung dan puas, mereka bilang pada siapa pun. Mending untung sedikit tapi laku banyak dari pada untung banyak tapi laku sedikit. Belajarlah menahan diri untuk menikmati kebahagiaan orang lain sebagai keberuntungan kita. Banyak untung itu bagus tapi barokah, yaitu manfaat di dunia dan manfaat di akhirat.
Niat harus bagus dalam wirausaha. Jadi, jual beli bukan masalah transaksi uang dan barang, tapi jual beli itu harus jadi amal sholeh. Rahasia amal sholeh itu ada dua, Niatnya betul dan caranya benar. Jadi, anda harus tanya dahulu niatnya apa nih?. Kalau hanya sekedar beli barang, maka anda rugi, karena uang hanyalah titipan Allah. Jadi, setiap transaksi harus menjadi pahala. Jual beli itu butuh waktu, waktu itu adalah modal kita, maka harus jadi pahala.
Bagi orang yang curang, Allah SWT akan mencabut barokahnya Masalah kecurangan ini Allah jelaskan dalam Quran surat Al Muthoffifin. Orang curang adalah orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, sedangkan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka akan menguranginya.
Kalau uang itu tidak barokah, dia tidak akan pernah tenang. Kalau uang itu tidak barokah, dia selalu dililit oleh kekurangan walaupun uangnya sudah melimpah. Dan kalau uang itu tidak barokah, namanya jauh lebih hina dari pada sebanyak apa pun harta yang dimiliki. Orang yang mengurangi timbangan, maka akan hancur barokahnya. Sepertinya untung, padahal kalau Allah mau membuat musibah, maka akan gampang. Contohnya, dengan gampang Allah akan membuat penyakit , semua keuntungannya habis untuk mengobati penyakitnya. Buat saja penyakit yang buat dia tidak pernah menikmati apa yang dimilikinya.
Oleh karena itu, transaksi jual beli kita harus menjadi amal sholeh. Pilihlah para pedagang yang diperkirakan berdagangnya itu menjadi kebaikan, yang kalau dia punya untung, untungnya itu juga mashlahat. Jangan sampai kita belanja kepada orang yang untungnya bisa menjadi fitnah bagi kita. Begitu pun bagi yang menjual sesuatu, usahakan kepuasan kita bukan kita yang beruntung, tapi untungkanlah sebanyak mungkin orang lain. Secara finansial untung, dan buatlah akhlak kita sebaik-baiknya, sehingga orang yang bertransaksi barang dengan kita tidak hanya mendapatkan fasilitas, tidak hanya mendapatkan barang, tapi juga melihat kemuliaan seorang penjual.
Tidak ada gagal dalam bisnis, yang gagal itu yang tidak berani mencoba. Gagal adalah sebuah ongkos sukses. Gagal itu sebuah informasi menuju sukses, asal benar mengemasnya. Keuntungan kita itu adalah punya nama baik. Jadi, nggak apa-apa untung kita pas-pasan, yang penting nama kita jadi berharga. Nah biasanya, orang-orang pemula yang belum juga untung sudah berantem sama temannya karena pembagian saham, padahal baru rencana. Pernah ada orang punya satu telor, karena terlalu keras melamunnya dalam merencanakan usaha dalam benaknya, akhirnya telor itu pecah.
Tidak sedikit orang ingin untung jangka pendek sampai membuat namanya coreng. Maka, bagi orang yang akan terjun ke dunia enterpreneurship, harus mulai kita lihat bahwa yang namanya untung itu bukan kita merasa beruntung sendiri, tapi memberikan keuntungan pada banyak orang, Jadi, uang bukanlah hal yang paling penting dalam berwirausaha.
Kita harus mulai merindukan anak-anak kita ini bukan sebagai pekerja, tapi menjadi orang yang mampu menciptakan pekerjaan. Ini penting, karena begitu banyak potensi yang ada di bangsa ini tidak tergali. Repotnya, kita tuh suka ingin untung ladang enteng, kerja sedikit untung besar. Ini salah!, yang namanya untung kalau jadi enterpreneur adalah punya ilmu saja sudah untung, walaupun uang tidak untung, termasuk pengalaman bangkrut juga untung.
Oleh karena itu, coba kita didik anak-anak kita di rumah. Kalau perlu, kita menggaji mereka untuk mengerjakan suatu pekerjaan dan terus membangun kemampuan berhemat mereka, kemampuan untuk tidak meremehkan jerih payah orang lain. Kalau anak-anak sudah tahu kepahitan cari uang, maka mereka akan menjadi pejuang yang tangguh dalam hidup ini. Jadi, mulailah kita biasakan mendidik anak-anak kita menjadi petarung dalam hidup ini. Contoh Rosululloh, beliau seorang anak yatim, bahkan jadi yatim piatu, tapi tidak pernah beliau kalah di dalam berjuang, karena selalu menumbuhkan jiwa wirausaha ini. Wallahu alam (yn/mq)***
Adonan kulit American Risoles:
100 gr tepung terigu
1 sdt garam
3 btr telur
300 ml susu cair
75 gr mentega, lelehkan
margarine untuk olesan
Cara membuat:
1. Ayak terigu, taruh dalam mangkuk bersama garam. Buat lubang
ditengah, pecahkan telur di dalamnya, aduk satu arah. (ternyata lebih cepet ngaduk pakai whisk)
2. Tambahkan susu sedikit demi sedikit, hingga adonan menjadi licin dan halus.
3. Tambahkan susu hingga habis, masukkan mentega leleh.
4. Tutup adonan dengan plastik, diamkan 30 menit.
5. Olesi wajan dadar diameter 12 cm dengan margarine, panaskan (pakai wajan biasa dengan diameter 22 cm juga gpp).
6. Tuangi 1 sendok adonan, ratakan sambil diputar, 2-3 menit, angkat.
Bahan isi :
4 lbr Smoked beef, potong kecil 2 x 2 cm (ala Rina 8 lembar)
100 gr keju cheddar parut (ala Rina 150 gr)
4 btr telur rebus, potong kecil (ala Rina 2 butir)
1 butir telur, kocok lepas.
250 gr tepung panir.(ala Rina pakai panko)
½ Kg minyak goreng
Cara membuat :
1. Bentangkan crepes, isi dengan potongan smoked beef, potongan telur rebus, keju parut, lipat spt amplop. Sisihkan
2. Lakukan hingga crepes habis.
3. Celupkan crepes isi kedalam telur kocok, gulingkan dalam tepung panir.
4. Masukkan kedalam lemari pendingin kira-kira 1 jam.
5. Goreng hingga kuning.
6. Sajikan dengan saus pedas, atau cabe rawit.
Nyam nyam nyam… cihuuyy banget deh (kata mbak Fatmah)

- Rustam (ayah – a) : say ada kecelakaan pesawat terbang
- Rina (bunda-b) : ah yang bener, kok aku gak lihat kabarnya di TV *pdhl lihat berita di TV juga jarang *
- a : iya, bener, boeing 747
- b : dimana ?
- a : di belakang
- b : hah ????
- a : sini deh *sambil ngajak aku ke belakang*
- a : itu dia *sambil nunjuk mainan nadya berupa miniatur pesawat boeing 747 yang tenggelam di dasar ember*
- b : gomballllll……
Ha ha ha, suamiku, yang katanya layak masuk API.
Catatan : say aku udah masukin humornya nih, ntar pulang dari Mataram kasih lagi ya.
Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Usia Dini (2 Juni 2005)
Artikel di bawah aku kutip dari MQ-nya AA Gym. Jadi inget sama anak Technonatura.

Selain membuat coklat molding dan coklat praline, anak laki-laki membuat sosis balut mie untuk dijual. Sama juga dengan jualan coklat, jualan sosis balut mie ini juga dikerjakan anak-anak dibantu dengan kak Abas. Sehari sebelumnya mereka menjual jasa berupa mencuci mobil di kompleks Griya Tugu Asri Depok. Sayang aku gak punya fotonya. dari usaha cuci mobil itu untungnya banyak lho.
Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Usia DiniSelain membuat coklat molding dan coklat praline, anak laki-laki membuat sosis balut mie untuk dijual. Sama juga dengan jualan coklat, jualan sosis balut mie ini juga dikerjakan anak-anak dibantu dengan kak Abas. Sehari sebelumnya mereka menjual jasa berupa mencuci mobil di kompleks Griya Tugu Asri Depok. Sayang aku gak punya fotonya. dari usaha cuci mobil itu untungnya banyak lho.
Sumber: Manajemen Qolbu Online [Kajian Bening Hati - Manajemen Diri]
Oleh : Aa Gym
Sesungguhnya Allah SWT suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid fii sabiilillah. (HR. Imam Ahmad).
Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, Allahuma shalli ‘ala Muhammad wa’ala aalihi washahbihii ajmai’iin. Saudaraku yang baik, Indonesia ini negara yang paling besar jumlah umat Islamnya di dunia. Seperti kita ketahui, negara 350 tahun dijajah Belanda, 3,5 tahun dijajah Jepang.
Bedanya dengan Jepang, mereka sudah bisa bikin hand phone. Apa yang telah dilakukan oleh 200 juta orang ini?. Pabrik banyak, kita hanya jadi karyawannya saja, ya sebesar-besar gaji karyawan?!. Di jalan-jalan juga banyak terdapat toko, kita sebagai penunggunya, pastinya semua keuntungan akan kembali pada pemilik toko.
Saudaraku yang budiman, bagaimana enterpreneurship Rasulullah SAW. Ternyata, beliau adalah seorang pedagang. Rasulullah semenjak usia 8 tahun 2 bulan sudah mulai menggembalakan kambing. Pada usia 12 tahun ke Syiria hafilah dagang, itu luar biasa jauhnya. Dan usia 25 tahun seperti yang kita bahas, Muhammad menikah dengan Siti Khadijah dengan mahar 20 ekor unta muda.
Di Indonesia belum kita dapati pemuda kaya yang berani memberi mahar sebanyak itu. Dan yang paling dahsyat ternyata para nabi juga begitu, bahkan sembilan dari sepuluh yang dijamin masuk syurga, mereka orang-orang yang memiliki financial yang baik. Abdurrahman Bin Auf yang pergi hijrah tidak punya apa-apa, di Madinah diberi kebun kurma malah minta ditunjukkan jalan ke pasar. Hasilnya, ketika peperangan, beliau sedekah unta begitu banyak, sedekah kuda, dan beliau wakafkan dirinya untuk berjuang.
Saudaraku, jiwa wirausaha ini benar-benar harus ditanamkan sejak kecil, karena kalau tidak, maka potensi apa pun tidak bisa dibuat jadi manfaat. Prinsipnya, enterpreneurship itu adalah kemampuan untuk meng-create, men-design sebuah manfaat dari apa pun. Seorang wirausaha melihat batu bisa punya nilai jual. Tapi, orang yang jail lihat batu, hanya akan dipakai untuk melempar orang, ini bedanya. Sebuah kulit dengan ukuran sama akan beda nilainya tergantung penilaian seseorang.
Kalau dia punya jiwa wirausaha, kulit itu bisa dibuat sedemikian rupa menjadi sebuah hiasan yang harganya tinggi. Tapi, kalau sederhana cara berpikirnya, kulit tersebut akan dijemur, dipotong-potong, digoreng menjadi dorokdok atau kerupuk kulit. Paling tinggi harganya 200 rupiah, padahal ukurannya sama. Enaknya kalau kita menjadi orang yang mandiri, seperti para sahabat, kita sendiri yang mengatur jam kerja dan gaji karena perusahaan milik sendiri, namun tetap harus dengan ketentuan yang profesional. Kita bisa berkreasi lebih luas dan lebih banyak walaupun tentu ada syarat-syarat tertentu.
Dalam Islam, yang namanya bisnis yang untung itu adalah yang membuat orang lain merasa beruntung sebanyak mungkin. Kalau mereka beruntung dan puas, mereka bilang pada siapa pun. Mending untung sedikit tapi laku banyak dari pada untung banyak tapi laku sedikit. Belajarlah menahan diri untuk menikmati kebahagiaan orang lain sebagai keberuntungan kita. Banyak untung itu bagus tapi barokah, yaitu manfaat di dunia dan manfaat di akhirat.
Niat harus bagus dalam wirausaha. Jadi, jual beli bukan masalah transaksi uang dan barang, tapi jual beli itu harus jadi amal sholeh. Rahasia amal sholeh itu ada dua, Niatnya betul dan caranya benar. Jadi, anda harus tanya dahulu niatnya apa nih?. Kalau hanya sekedar beli barang, maka anda rugi, karena uang hanyalah titipan Allah. Jadi, setiap transaksi harus menjadi pahala. Jual beli itu butuh waktu, waktu itu adalah modal kita, maka harus jadi pahala.
Bagi orang yang curang, Allah SWT akan mencabut barokahnya Masalah kecurangan ini Allah jelaskan dalam Quran surat Al Muthoffifin. Orang curang adalah orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, sedangkan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka akan menguranginya.
Kalau uang itu tidak barokah, dia tidak akan pernah tenang. Kalau uang itu tidak barokah, dia selalu dililit oleh kekurangan walaupun uangnya sudah melimpah. Dan kalau uang itu tidak barokah, namanya jauh lebih hina dari pada sebanyak apa pun harta yang dimiliki. Orang yang mengurangi timbangan, maka akan hancur barokahnya. Sepertinya untung, padahal kalau Allah mau membuat musibah, maka akan gampang. Contohnya, dengan gampang Allah akan membuat penyakit , semua keuntungannya habis untuk mengobati penyakitnya. Buat saja penyakit yang buat dia tidak pernah menikmati apa yang dimilikinya.
Oleh karena itu, transaksi jual beli kita harus menjadi amal sholeh. Pilihlah para pedagang yang diperkirakan berdagangnya itu menjadi kebaikan, yang kalau dia punya untung, untungnya itu juga mashlahat. Jangan sampai kita belanja kepada orang yang untungnya bisa menjadi fitnah bagi kita. Begitu pun bagi yang menjual sesuatu, usahakan kepuasan kita bukan kita yang beruntung, tapi untungkanlah sebanyak mungkin orang lain. Secara finansial untung, dan buatlah akhlak kita sebaik-baiknya, sehingga orang yang bertransaksi barang dengan kita tidak hanya mendapatkan fasilitas, tidak hanya mendapatkan barang, tapi juga melihat kemuliaan seorang penjual.
Tidak ada gagal dalam bisnis, yang gagal itu yang tidak berani mencoba. Gagal adalah sebuah ongkos sukses. Gagal itu sebuah informasi menuju sukses, asal benar mengemasnya. Keuntungan kita itu adalah punya nama baik. Jadi, nggak apa-apa untung kita pas-pasan, yang penting nama kita jadi berharga. Nah biasanya, orang-orang pemula yang belum juga untung sudah berantem sama temannya karena pembagian saham, padahal baru rencana. Pernah ada orang punya satu telor, karena terlalu keras melamunnya dalam merencanakan usaha dalam benaknya, akhirnya telor itu pecah.
Tidak sedikit orang ingin untung jangka pendek sampai membuat namanya coreng. Maka, bagi orang yang akan terjun ke dunia enterpreneurship, harus mulai kita lihat bahwa yang namanya untung itu bukan kita merasa beruntung sendiri, tapi memberikan keuntungan pada banyak orang, Jadi, uang bukanlah hal yang paling penting dalam berwirausaha.
Kita harus mulai merindukan anak-anak kita ini bukan sebagai pekerja, tapi menjadi orang yang mampu menciptakan pekerjaan. Ini penting, karena begitu banyak potensi yang ada di bangsa ini tidak tergali. Repotnya, kita tuh suka ingin untung ladang enteng, kerja sedikit untung besar. Ini salah!, yang namanya untung kalau jadi enterpreneur adalah punya ilmu saja sudah untung, walaupun uang tidak untung, termasuk pengalaman bangkrut juga untung.
Oleh karena itu, coba kita didik anak-anak kita di rumah. Kalau perlu, kita menggaji mereka untuk mengerjakan suatu pekerjaan dan terus membangun kemampuan berhemat mereka, kemampuan untuk tidak meremehkan jerih payah orang lain. Kalau anak-anak sudah tahu kepahitan cari uang, maka mereka akan menjadi pejuang yang tangguh dalam hidup ini. Jadi, mulailah kita biasakan mendidik anak-anak kita menjadi petarung dalam hidup ini. Contoh Rosululloh, beliau seorang anak yatim, bahkan jadi yatim piatu, tapi tidak pernah beliau kalah di dalam berjuang, karena selalu menumbuhkan jiwa wirausaha ini. Wallahu alam (yn/mq)***
Acara Perpisahan (18 Juni 2005)
Hari ini ada acara perpisahan di TK Darul Himah sekolah Nadya. Karena
anak Play Group masih dianggap masih kecil (pupuk bawang, he he he)
maka anak PG tampil pertama kali menyanyikan 4 buah lagu, nama hari
dalam arab dan lagu 1 2 3.

Keterangan gambar :
Azka, ALif, Iqbal, Nadya, Arief, Anya, Adit.
Sebetulnya Wanda, Pangestu, Rafli termasuk kelas playgroup tapi hari itu mereka tidak datang.

Paling tidak Nadya bukan hanya jago kandang yang berani menyanyi dan menari di rumah saja (sebetulnya gak juga sih, waktu ikutan dinner cruise di bali Nadya juga ikut maju menari kabaret, tapi waktu itu dia belum genap 3 tahun).
Azka, ALif, Iqbal, Nadya, Arief, Anya, Adit.
Sebetulnya Wanda, Pangestu, Rafli termasuk kelas playgroup tapi hari itu mereka tidak datang.
Paling tidak Nadya bukan hanya jago kandang yang berani menyanyi dan menari di rumah saja (sebetulnya gak juga sih, waktu ikutan dinner cruise di bali Nadya juga ikut maju menari kabaret, tapi waktu itu dia belum genap 3 tahun).
American Risoles (19 Juni 2005)
Gara-gara kemarin posting di Blogfam
resep American Risoles aku jadi glek glek sendiri nih, kepingin bikin
padahal 3 hari yg lalu udah bikin. Dari hasil uji coba American Risoles
yg pertama ternyata banyak modifikasi yg mesti dilakukan, terutama
menyangkut isinya, he he he maklum yg nyobain risolesnya suami sendiri
sih. Biasanya karena merasa bikin sendiri jadi isinya harus lain dari
yang lain.

American RisolesAdonan kulit American Risoles:
100 gr tepung terigu
1 sdt garam
3 btr telur
300 ml susu cair
75 gr mentega, lelehkan
margarine untuk olesan
Cara membuat:
1. Ayak terigu, taruh dalam mangkuk bersama garam. Buat lubang
ditengah, pecahkan telur di dalamnya, aduk satu arah. (ternyata lebih cepet ngaduk pakai whisk)
2. Tambahkan susu sedikit demi sedikit, hingga adonan menjadi licin dan halus.
3. Tambahkan susu hingga habis, masukkan mentega leleh.
4. Tutup adonan dengan plastik, diamkan 30 menit.
5. Olesi wajan dadar diameter 12 cm dengan margarine, panaskan (pakai wajan biasa dengan diameter 22 cm juga gpp).
6. Tuangi 1 sendok adonan, ratakan sambil diputar, 2-3 menit, angkat.
Bahan isi :
4 lbr Smoked beef, potong kecil 2 x 2 cm (ala Rina 8 lembar)
100 gr keju cheddar parut (ala Rina 150 gr)
4 btr telur rebus, potong kecil (ala Rina 2 butir)
1 butir telur, kocok lepas.
250 gr tepung panir.(ala Rina pakai panko)
½ Kg minyak goreng
Cara membuat :
1. Bentangkan crepes, isi dengan potongan smoked beef, potongan telur rebus, keju parut, lipat spt amplop. Sisihkan
2. Lakukan hingga crepes habis.
3. Celupkan crepes isi kedalam telur kocok, gulingkan dalam tepung panir.
4. Masukkan kedalam lemari pendingin kira-kira 1 jam.
5. Goreng hingga kuning.
6. Sajikan dengan saus pedas, atau cabe rawit.
Nyam nyam nyam… cihuuyy banget deh (kata mbak Fatmah)
Comments
Post a Comment