Kajian Dhuhur di Masjid PT Rekind, Kematian.

Kemarin aku menawarkan diri ke suami untuk nyopirin ke Kalibata. Selama menunggu doi meeting, aku menunggu di masjid yang ada di dalam komplek perkantoran PT Rekind. Rupanya selepas sholat Dhuhur ada kajian. Mungkin karena selama Ramadhan kan jam makan siang ga bisa dipakai untuk makan siang, makanya di isi dengan mendengar kajian di masjid atau leyeh-leyeh atau malah tidur sejenak.

Berikut coretan di hp yang sempat aku catat selama kajian. Sayangnya pas waktu sesi tanya jawab berlangsung aku harus pergi dari masjid karena suami sudah selesai urusannya.



KEMATIAN.

 Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. [QS. Ali Imran/3: 185, al-Anbiya’/21: 35 dan al-Ankabut/29: 57].

Kita yakin akan mati. Penentu hidup manusia itu ada di ujungnya. Pilihannya ada 2, mati dengan khusnul khotimah atau mati dengan su'ul khotimah. Untuk mendapatkan mati yang khusnul khotimah, kita harus mengusahakannya, harus di upayakan. Kadang manusia lebih sering mengingat masalah lain di dunia ini tetapi lupa dengan masalah yang akan dihadapi setelah kematian.

Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan (yakni kematian).” [Riwayat at-TirmidziIV/553/2307, Ibn Mājah II/1422/4258, dan lain-lain.]

Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Jibril ‘alaihissalam untuk menyampaikan wasiat dan peringatan ini secara khusus sebagaimana dalam sebuah hadits dari Sahl ibnu Sa’ad radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam At Tabrani rahimahullah fil mu’jamRasulullah menyebutkan bahwasanya jibril wa’alaihissalam datang kepadaku memberi beberapa nasehat dan wasiat: Wahai Muhammad hiduplah semaumu, tapi ingat bahwa akhirnya kamu akan mati. Cintailah siapapun, tapi ingat suatu saat engkau akan berpisah dengan yang engkau cintai itu. Berbuatlah sekehendak hatimu, tapi ingat engkau akan menerima balasannya. Ketahuilah bahwa kemuliaan orang mukmin tergantung pada shalat malamnya dan kemuliaan manusia itu terletak pada tidak bergantungnya pada manusia yang lain.



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS.Ali Imran:102)

(Maaf ya banyak copy paste, soalnya selama kajian aku cuma tulis garis besarnya aja, trus lengkapnya aku googling dan aku sertakan di sini).

Orang mati dalam keadaan bagaimana kebiasaannya. Oleh karena itu tidak heran kalau suka bersujud, maka dia bisa mati dalam keadaan bersujud. Orang yang suka berdzikir selama hidupnya, ditemukan mati dalam keadaan sedang berdzikir. Ada juga orang yang gemar bermaksiat, dia ditemukan mati dalam keadaan sedang bermaksiat.

Oleh karena itu persipakan diri untuk menyambut datangnya kematian. Terus lakukan amal kebaikan, jangan ditunda. Siapa yang sudah mempersiapkan dirinya dengan baik sejak awal, insya Allah akan diakhiri dengan yang baik juga.

Usia 40 tahun adalah usia penentuan. Karena saat itu itu terlalu tua untuk muda tapi terlalu muda untuk tua :)

Yang jelas ada doa saat usia 40 tahun, seperti yang terdapat dalam Al Quran 


ROBBI AWZI’NII AN ASYKURO NI’MATAKALLATII AN ‘AMTA ‘ALAYYA. WA ‘ALAA WAALIDAYYA WA AN A’MALA SHOOLIHAN TARDHOOHU, WA ASHLIH LII FII DZURRIYATII.
“Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaf: 15)


Sumber : https://rumaysho.com/16690-usiaku-sudah-40-tahun.html


Cara mendapatkan khusnul khotimah :


1. Taubat.

Taubat nasuha. Taubat yg sesungguhnya. 
Siapa saja yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka jalan awalnya adalah bertaubat.
Jalan awal menuju sukses adalah bertaubat.


Dalam hadis Qudsi Allah berfirman,
يَا عِبَادي، إنَّكُمْ تُخْطِئُونَ باللَّيلِ وَالنَّهارِ وَأَنَا أغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً فَاسْتَغْفِرُوني أغْفِرْ لَكُمْ
“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kamu selalu berbuat salah di malam dan siang hari, sementara Aku mengampuni seluruh dosa. Maka memohonlah ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu.”

Bahkan walaupun kita sudah rajin beribadah, masih banyak aib, cela, dan kekurangan dalam ibadah kita.

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nûr [24]: 31)

Bahkan Rasulullah saja tidak pernah berhenti untuk bertaubat.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ، تُوبُوا إِلى اللهِ واسْتَغْفِرُوهُ، فإنِّي أتُوبُ في اليَومِ مئةَ مَرَّة
“Wahai manusia, bertobatlah kamu sekalian kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya aku pun bertobat kepada Allah dalam satu hari seratus kali.”

Kembali kepada Allah SWT adalah makna taubat.



فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)
Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)


Sumber : https://rumaysho.com/6587-istighfar-sebab-kemudahan-rezeki-dan-turunnya-hujan.html


Semua kenikmatan dimulai dari bertaubat, surat Nuh 10-12



2. Melakukan Amal Dengan Ikhlas.

Yang akan menjadi pendamping setia kita adalah amal kita. Amal yang seperti apa ? Amal yang kita lakukan dengan ikhlas. Apabila tidak ikhlas, amal itu bagaikan debu yang berterbangan.

Jangan tertipu dengan banyaknya amal. 


Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]


Sumber : https://rumaysho.com/16311-hadits-arbain-01-setiap-amalan-tergantung-pada-niat.html



Ada yg orang nampak alim di mata manusia, tetapi ternyata dia masuk neraka. Setelah dikupas, ternyata orang itu beramal bukan karena Allah SWT.

Orang yang taat kepada Allah SWT akan selalu dibimbing oleh Allah SWT ke arah kebaikan.


3. Membiasakan mengerjakan yang baik selama hidup di dunia.

Manusia akan diwafatkan sesuai dengan kebiasaannya.
Apabila biasa berdzikir, insya Allah akan mudah saat di talqin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يفتح له عملا صالحا بين يدي موته حتى يرضي عليه من حوله
“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan jadikan ia beramal.” Dikatakan, “Apakah dijadikan beramal itu?” Beliau bersabda, “Allah bukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya, sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridla kepadanya.” (HR Ahmad dan Al Hakim dari Amru bin Al Hamq).

4. Berkumpul dengan orang soleh.

Orang soleh mengingatkan kita apabila kita berbuat salah.
Berteman dengan orang yang soleh akan memotivasi diri kita.




Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda,
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ 3545).



Sumber : https://rumaysho.com/1287-pengaruh-teman-bergaul-yang-baik.html



Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda,
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)


Sumber : https://remajaislam.com/110-pilihlah-teman-dekat-yang-sholeh.html



5. Banyak berdoa minta khusnul khotimah.

Selalu memperbanyak doa meminta diwafatkan dalam keadaan khusnul khotimah. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada hati kita. Allah SWT adalah Allah yang Maha Membolak-balikkan hati.


  • يامقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
    'Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik'

    Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”
    
[HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792]


حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يُحَدِّثُ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
Barangsiapa senang berjumpa dgn Allah, Allah pun senang berjumpa dengannya & barangsiapa yg benci berjumpa dgn Allah, Allah pun benci berjumpa dengannya. Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna & Ibnu Basysyar, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qatadah dia berkata; aku mendengar Anas bin Malik bercerita dari 'Ubadah bin Ash Shamit dari Nabi dgn Hadits yg serupa. [HR. Muslim No.4844].

Orang yang banyak beramal soleh, dia akan senang saat menyambut kematian karena akan bertemu dengan Allah SWT, oleh karena itu Allah SWT pun akan senang berjumpa dengannya.
Sedangkan orang yg banyak berbuat maksiat akan ketakutan saat menjelang kematiannya.

Saat akan meninggal dunia, manusia akan ditampakkan tempatnya kelak di akhirat, di surga atau neraka.

Rasulullah Saw, bersabda: “Tidak ada seorang pun yang akan meninggal dunia kecuali akan diperlihatkan kepadanya tempatnya kelak di akhirat serta ditampakan kepadanya tempatnya dari surga ataupun neraka” (HR Ibn Abid Dunya).


Begitulah sedikit catatan ilmu yang aku dapatkan Rabu siang kemarin di masjid dalam perkantoran Rekind. Sengaja di tulis di sini, supaya bisa dibaca berulang, dan lengkap dengan referensi ayat dan hadist nya.

Semoga bermanfaat.




Comments

Popular Posts