Ke Surabaya Desember 2019

Sebetulnya aku pernah lho naik mobil dari Jakarta ke Surabaya, tapi itu 22 tahun yang lalu...hahahaha. Mudik bareng mas Azi dan mas Yus. Trus tahun berikutnya nyoba mudik lagi naik Feroza. Sebetulnya mau nekat ber-3 bareng Nungki dan Toni, tapi mas Yus yg denger kalo kami mau mudik dari Bandung ke Surabaya. langsung menawarkan diri jadi sopirnya. Makasih mas Yus. Trus pas balik ke Bandung sendirian aku gak mau bawa mobilnya hahahaha.. AKhirnya pak Erwin yg bawa mobil ke Bandung dan aku naik kereta :)

Rencana perjalanan Jakarta Surabaya lewat jalan darat dengan mobil ini tercetus saat mas Tras pas lebaran kemarin bareng sama Nungki dan Nunung naik mobil dari Jakarta ke Surabaya. Jalan tol yang sudah menyambung dari Jakarta ke Surabaya menjadi salah satu alasan kemudahan untuk perjalanan mudik. Jadi dimulailah pengalaman mudik dengan mobil setelah 22 tahun :)



Jam 5.20 pagi Kami baru berangkat dari rumah. di KM 57 isi bensin. Di rest area ini untuk isi bensin harus isi sendiri.



Tanggal 21 Desember sejak jam 7 pagi, jalan tol sejak KM 70 sampai KM 413 dibuka satu arah, yang artinya semua mobil yang menuju ke daerah Timur dimudahkan. 



Tumben pak sopirnya minta di foto, katanya untuk dokumentasi selama perjalanan.


Setelah melewati Palimanan, panasnya luar biasa, padahal belum jam 12 lho. Ini saat angetin bekal dari rumah, dengan menggunakan tenaga Matahari.


Makan siangnya di mobil aja, selain lebih cepat juga lebih adem, soalnya udara di luar amat sangat panas dan terik.


Gak jauh dari Semarang istirahat dulu, trus makan lunpia dulu, asli Semarang katanya :)


Ini penampakannya pak suami setelah istirahat di sekitar Semarang.


Suasana di meja makan eyang :)


Perjalanan kembali dari Surabaya ke Depok. Masuk dari Boyolali karena kami jalan-jalan dulu. Dari Surabaya mampir ke Solo dan bermalam di sana. Kemudian keesokan harinya meluncur ke Wonosari Gunung Kidul karena ada acara keluarga pak suami. Setelah makan siang kami langsung meluncur menuju Depok dan pintu masuk to-nya lewat Boyolali.


Kami sempat istirahat di KM 206, di situ ternyata bekas pabrik gula. Di renovasi untuk rest area. Ini lokomotif yang sering mengangkut tebu pada masanya.


Jam 1 pagi melintasi jalan tol layang Cikampek menuju Depok. Alhamdulillah 30 menit kemudian sampai dengan selamat di rumah.


Dan bersyukur banget pak suami yang gak biasa nyupir jauh (paling jauh depok-bandung dan itupun sudah lama kami gak ke bandung naik mobil) bisa tahan nyupir Depok-Surabaya pp (bahkan pulangnya mampir ke Solo dan Wonosari) dan tahan dengan celotehan istrinya di sampingnya yang sering gak nyambung hahahaha.

Comments

Popular Posts