Ke Surabaya di Masa Pandemi (Juli 2020)
Di masa pandemi ini sebisa mungkin memang harus stay at home, ga usah pergi kemana-mana kalau tidak perlu banget. Berhubung menjemput Nadya pulang kembali ke Depok adalah hal yang sangat perlu, maka akhirnya pertengahan Juli kami ke Surabaya untuk menjemput Nadya.
Kenapa perlu ? Karena Nadya sudah kuliah online sejak pertengahan Maret, kasihan kalau Nadya tertahan di Surabaya terlalu lama. Mama papa juga kasihan kalau terbebani Nadya. Jadi setelah melalui berbagai pertimbangan, capcus deh kami ber-3 berangkat ke Surabaya dengan naik mobil. Mas Tras yang sudah pernah membawa mobil Depok-Surabaya-Depok sudah makin percaya diri aja nyetirnya.
Sempat istirahat dulu di masjid.
Perjalanan kali ini relatif lebih cepat, mungkin karena masa pandemi jadi orang memang tidak pergi kalau tidak perlu jadi jalanan relatif sepi dan lancar.
Dan sejak tahu bisa pakai spotify, perjalanan kali ini jadinya non stop musik dari spotify (ihiks...padahal maunya non stop doa, karena salah satu waktu doa diijabah adalah saat safar atau bepergian seperti ini).
Kami berangkat jam 6 pagi dan tiba di Surabaya jam 4 sore, saat hujan deras mengguyur Surabaya. Oh iya, sebelum berangkat kami ber-3 (aku, Ivan dan pak suami) rapid test dulu di RS Citra Arafiq, RS yang dekat dari rumah dan bisa rapid test yang instan (pada masa itu untuk masuk Surabaya harus ada rapid test yg hasilnya non-reaktif).
Begitu tiba di Surabaya hanya istirahat sehari, kemudian setelah itu kami segera kembali ke Depok. Tapi tetep aja pak suami memandang laptop nya dengan penuh cinta :)
Itu meja belajarku sejak aku masih SD :)
Dan itu kaki Ivan yang lagi tidur.
Istirahat sejenak di sini, bekas pabrik gula. Setahun yang lalu saat pertama kali ke Surabaya bawa mobil, pas balik ke Depok kami juga mampir ke tempat ini. Hanya saja saat itu sudah gelap jadi lokomotifnya gak terlihat dekil seperti ini :)





Comments
Post a Comment