Dari Blog lama : Februari 2006
Monday, February 27, 2006
Akhirnya aku pakai LINUX di rumah
Setelah bertahun-tahun menggunakan software berbasis microsoft OS,
mulai dari MS DOS, Windows 3.11, Windows 95, Windows 98, dan terakhir
pakai Windows XP, sekarang aku harus beralih ke Linux. Yupe, otomatis
semua software yang aku gunakan juga ganti dengan software sejenisnya
yang jalan di Linux (thanks to UBUNTU team).
Weekend kemarin Mas Tras, suamiku, sibuk nginstal komputer di rumah, mindahin file-file lama dan kadang-kadang harus migrasi file tersebut biar bisa dibaca di “komputer baru”ku. Dan, setelah seharian ngoprek, akhirnya selesai juga deh. Nah sekarang aku pakai Firefox, Evolution, OpenOfice, GIMP, GAIM, RythmeBox untuk menggantikan Internet Explorer, MS Outlook, MS Office, Photoshop, dan Yahoo Messenger, Winamp.
Memang ada beberapa program sih yang belum ada gantinya di Linux
, terutama program2nya Nadya seperti game-game Dora, Fun Fuctory, Anak
Cerdas dll. Tapi itu adalah resiko dari keinginan kami pindah ke Linux.
Mudah-mudahan kalangan komunitas Open Source ada yang tertarik ikut
membuat program2 game melatih kecerdasan buat anak-anak. Atau sudah ada?
Kenapa kami pindah ke Linux? sebetulnya ada dua hal yang membuat kami pindah ke Linux. Yang pertama adalah karena kita ingin menggunakan software yang legal. Sebetulnya kita maunya sih pakai software2 yang kemarin kita pakai, tapi untuk membuat itu legal perlu dana yang tidak sedikit, nah kalau kemarin software yang kita pakai adalah software GPL (Glodok Pirated License), yang ini kita bener2 GPL (General Public License).
Penyebab kedua adalah karena ditriger kejadian beberapa waktu lalu di mana komputerku ternyata terserang virus Brontok, dan suamiku terpaksa ngabisin waktu seharian untuk bersihin komputerku! Sebetulnya dulu, waktu aku masih langganan GPRS Matrix yang 200 ribu unlimited itu, program Anti Virusku selalu update, jadi nggak pernah kena virus. Begitu gak langganan Internet unlimited, aku sering ketinggalan update anti virus. Nah, kata suamiku dengan Linux, akan lebih tahan terhadap virus. Tapi kami berharap hal ini tidak menjustifikasi kegiatan orang yang bikin virus di Windows dengan harapan semua meninggalkan Windows.
Untuk pembuat virus: Yang kalian lakukan adalah dosa, karena dengan virus tersebut produktifitas banyak orang menurun! kalau diterjemahkan dalam rupiah berapa kerugian negara kita? Daripada bikin software yang merugikan banyak orang, kenapa kalian gak bikin software yang bermanfaat? Misalnya software yang dapat menganalisa ingridient dari suatu “resep rahasia” dan otomatis menuliskan resepnya.
Apakah microsoft rugi? Nggak! karena yang pindah ke Linux adalah orang2 seperti kita yang software2 microsoftnya diperoleh dengan murah. Pengguna microsoft kalangan korporasi akan tetap menggunakan produk2 Microsoft, mereka “cuma” akan terpaksa mendownload security patch lagi. Tapi that’s all! Yang rugi adalah orang2 seperti kita yang terpaksa nggak bisa ngeblog seharian karena komputernya restart-restart terus, order dari orang lain terpaksa hilang!
Kenapa kami baru hari ini pindah ke Linux? kata suamiku, “karena hari ini adalah hari ulang tahunmu. Jadi sekalian ini sebagai hadiah untuk dikenang. Selamat Ulang Tahun Bunda Rina”. He..he..he.. ada-ada saja alasannya. Tapi emang bener lho hari ini adalah hari Ulang Tahun ku.
Weekend kemarin Mas Tras, suamiku, sibuk nginstal komputer di rumah, mindahin file-file lama dan kadang-kadang harus migrasi file tersebut biar bisa dibaca di “komputer baru”ku. Dan, setelah seharian ngoprek, akhirnya selesai juga deh. Nah sekarang aku pakai Firefox, Evolution, OpenOfice, GIMP, GAIM, RythmeBox untuk menggantikan Internet Explorer, MS Outlook, MS Office, Photoshop, dan Yahoo Messenger, Winamp.
Memang ada beberapa program sih yang belum ada gantinya di Linux
Kenapa kami pindah ke Linux? sebetulnya ada dua hal yang membuat kami pindah ke Linux. Yang pertama adalah karena kita ingin menggunakan software yang legal. Sebetulnya kita maunya sih pakai software2 yang kemarin kita pakai, tapi untuk membuat itu legal perlu dana yang tidak sedikit, nah kalau kemarin software yang kita pakai adalah software GPL (Glodok Pirated License), yang ini kita bener2 GPL (General Public License).
Penyebab kedua adalah karena ditriger kejadian beberapa waktu lalu di mana komputerku ternyata terserang virus Brontok, dan suamiku terpaksa ngabisin waktu seharian untuk bersihin komputerku! Sebetulnya dulu, waktu aku masih langganan GPRS Matrix yang 200 ribu unlimited itu, program Anti Virusku selalu update, jadi nggak pernah kena virus. Begitu gak langganan Internet unlimited, aku sering ketinggalan update anti virus. Nah, kata suamiku dengan Linux, akan lebih tahan terhadap virus. Tapi kami berharap hal ini tidak menjustifikasi kegiatan orang yang bikin virus di Windows dengan harapan semua meninggalkan Windows.
Untuk pembuat virus: Yang kalian lakukan adalah dosa, karena dengan virus tersebut produktifitas banyak orang menurun! kalau diterjemahkan dalam rupiah berapa kerugian negara kita? Daripada bikin software yang merugikan banyak orang, kenapa kalian gak bikin software yang bermanfaat? Misalnya software yang dapat menganalisa ingridient dari suatu “resep rahasia” dan otomatis menuliskan resepnya.
Apakah microsoft rugi? Nggak! karena yang pindah ke Linux adalah orang2 seperti kita yang software2 microsoftnya diperoleh dengan murah. Pengguna microsoft kalangan korporasi akan tetap menggunakan produk2 Microsoft, mereka “cuma” akan terpaksa mendownload security patch lagi. Tapi that’s all! Yang rugi adalah orang2 seperti kita yang terpaksa nggak bisa ngeblog seharian karena komputernya restart-restart terus, order dari orang lain terpaksa hilang!
Kenapa kami baru hari ini pindah ke Linux? kata suamiku, “karena hari ini adalah hari ulang tahunmu. Jadi sekalian ini sebagai hadiah untuk dikenang. Selamat Ulang Tahun Bunda Rina”. He..he..he.. ada-ada saja alasannya. Tapi emang bener lho hari ini adalah hari Ulang Tahun ku.
Sunday, February 12, 2006
Cake Ulang Tahun Jihad
Jihad,
salah satu keponakanku, ulang tahun tanggal 13 Februari, tapi
dirame-ramein hari Minggu 12 Februari. Sebagai hadiah aku kasih hadiah
cake ulang tahun. Maksud hati mau bikin kastil tapi jadinya seperti ini.
Meskipun hasilnya masih jauh dari sempurna tapi paling tidak aku
menambah latihan untuk bikin menghias cake *critanya menghibur diir
sendiri*.
Thursday, February 9, 2006
Happy Birthday NCC
NCC
adalah salah satu milis “berbau” masak-memasak yg aku ikuti. Milis yg
diprakarsai Mbak Fatmah dengan suami ini (terkenal dengan inisial WAM)
seingetku awalnya bukan NCC karena begitu aku diundang mbak Fatmah aku
langsung daftar. Beberapa hari kemudian ganti nama atau tepatnya bikin
milis baru dengan nama Natural Cooking Club dan sebagai penggembira aku
tentu saja langsung approve saat ada undangan dari mbak Fatmah.
Selain
kursus acara yg digelar NCC unik, sebut saja Tour De Toko. Awalnya cuma
ide beberapa orang tapi akhirnya berkembang menjadi rombongan 1 bis
dengan kapasotas 60 orang J.
Meskipun saat itu aku agak kelimpungan karena almarhum mpok Yayah saat
itu masih sakit dan artinya gak ada yg bantuin aku di rumah, tapi aku
keukeuh ikutan Tdt ini dan ternyata gak sia-sia. Mataku terbuka lebar
dengan kunjungan ke toko-toko bahan kue.
Atau
yang seru juga saat halal bihalal kemarin – yg akhirnya aku sadar kalau
kita gak pernah saling salaman tapi saling bungkus mak ana n J- yg juga seru dan heboh.
Pendek
kata, publikasi kegiatan NCC yg unik mampu menarik banyak member.
Semoga dengan banyaknya member ini semakin banyak pula ilmu yg bisa aku
peroleh J
Kemudian,
untuk memperingati 1 tahun NCC digelar acara unik –lagi-lagi khas NCC
nih- lomba menghias cake. Yang bikin unik jumlah pesertanya 100 orang.
Pas
hari Kamis aku telpon mbak Fatmah, beliau meminta aku untuk mengajak
rekan yg pernah kursus fondant –jaman dulu banget- yg seingetku
merupakan anggota senior NCC, tak kurang Luluk yg sekarang jadi
moderator juga sekelas denganku saat itu. Setelah dilihat daftar namanya
rupanya semua sudah daftar kecuali 1 orang dan sayangnya aku ga bisa
menghubungi orang itu. Akhirnya aku ajak Nungki, adikku, yg rumahnya gak
jauh dari kontrakanku ini. Alhamdulillah dia setuju. Jadinya hari Kamis
itu aku dan Nungki plus Nadya dan Arief dan Mama yg kebetulan ada di
jakarta , belanja-belanji di Mira Depok dan Titan untuk keperluan lomba
dekor cake plus untuk latihannya Nungki. Yup, Nungki belum pernah
menyentuh fondant sebelumnya.
Hari
Jumat pagi saat Nadya dan Arief sekolah Nungki ke rumahku dan kita
latihan menghias cake dengan bahan fondant. Alhamdulillah latihan
berjalan mulus dan aku berharap hari Sabtu tak terjadi hal-hal yg tak
diinginkan.
Sabtu
pagi jam 7 akhirnya aku meluncur ke Matraman dianterin mas Tras,
bersama dengan Nungki dan Widi yg hamil tua. Begitu tiba di taman amir
hamzah rupanya aku beruntung karena 5 menit kemudian bis shuttle yg akan
membawaku ke tempat lomba langsung berangkat menuju Pulogadung,
tepatnya di Sharp.
Aku dan Widi di depan lokasi Sharp Pulogadung
Nungki di depan meja pendaftaran dan konfirmasi
Sebelum
mulai lomba berpapasan dengan member NCC yg laiinnya, berjabat tangan,
say “hai” dan beramah tamah. Jam 10 tepat acara dimulai dan asli deh gak
terasa menggiling fondant-nya. Jam 12 tepat acara mendekor selesai.
Inilah hasil jerih payahku dan Nungki
Hasilnya emang amburadul, tapi yg penting dah meramaikan ulang tahun NCC
komentar Nadya : Wah..ada patty-nya, ada kejunya juga
komentar Arief : terima kasih mobil pemadamnya Ma, tapi kok warnanya pink…??
Mbak Fatmah baca piagam dari MURI, Riana yg pegang mic
Suasana sesaat sebelum peluit memulai lomba ditiupkan
Ibu admin dengan centhong-nya yg legendaris itu

Comments
Post a Comment