Ke Taman Mini Indonesia Indah
Dulu nih pas aku masih jadi arek suroboyo kalau liburan ke Jakarta harus ke taman mini indonesia indah. Terpengaruh ama lagunya Chicha Koeswoyo tea hehehehe. Trus berfoto-foto ria di setiap anjungan. Hmmm mesti nyari foto lawasnya di rumah surabaya nih.
Trus kemarin kebetulan weekend ini ada undangan di gedung pewayangan jadi sekalian aja deh jalan-jalan sebentar ke taman mini. Sampai di kompleks bingung nih mau ke mana, akhirnya kita ke ppiptek aja deh.
Kenapa pilih ppiptek ?
karena di sana anak-anak tidak hanya bisa melihat-lihat tapi bisa mencoba alat peraga yang tersebar di antero penjuru ppiptek itu. Itu harapanku.
Setelah masuk, korban pertama yang dilihat adalah peswat bang (atau pesawat terbang).

Ini Nadya dan Ivan lagi duduk di kokpit pesawat N250 yang ada di ppiptek.

Ini bukan seorang pemandu wisata di ppiptek ya hehehe tapi ayah yg dari kondangan tapi langsung ke tmii dan sedang cerita ke Nadya kalo dulu ayah ikut dalam proyek pembuatan pesawat N250 itu. Kangen ya dengan teknologi pesawat say...

Ivan lagi naik ke pesawat model yang ada di ppiptek.

Tabung itu mestinya bisa hampa udara. Kemudian bisa dibalik dan kita bisa melihat apakah benda yang besar dan kecil (di dalam tabung) turun bersamaan atau beebda. Sayang pompa vaccum-nya rusak jadi si tabung panjang tiu gak akan pernah hampa udaranya. Jadinya gagal deh ngasih tahu ke Nadya ttg hal itu.

Paku-paku ini mestinya bisa menunjukkan pola tangan kita yang menekan paku dari bawha ke atas. Sayang sekali sudah banyak paku yang mulai berkarat jadi tidak bisa naik mengikuti pola tangan kita.

Komputer yang di depan Nadya itu mati. jadi kita gak tahu ada apa sih di situ. Padahal sepertinya menarik. Sayang ya tidak berfungsi.

Sebelum meninggalkan ppiptek kita numpang sholat dulu di mushola-nya. Yang motret ini ivan lho. paling bagus diantara belasan gambar yang diambil sama Ivan hehehe.
Trus pas lagi main-main gitu ayah dapat kabar kalau ada panitia reuni sma-nya lagi ngumpul di anjungan Jogja, jadilah kita meluncur ke anjungan Jogja.
Ikutan rapat ?? gak lah..ikut ngabisin makanannya aja hihihi...

Ini sebagian teman ayah yang kelihatan lagi rapat di anjungan jogja.

kalau Ivan senang banget bisa lari-lari di halaman yang luas sambil sesekali mengejar ayam atau sekedar waving hand ke sky lift yang lewat.
Pesan moralnya, sayang sekali ppiptek alat-alatnya sudah mulai rusak. Padahal menurutku di sini menarik karena anak-anak tidak hanya bisa mendengar dan melihatn tapi bisa mencoba dan membuktikan sendiri suatu teori. bagaimana ya supaya fasilitas seperti itu tetap terjaga ??
Trus kemarin kebetulan weekend ini ada undangan di gedung pewayangan jadi sekalian aja deh jalan-jalan sebentar ke taman mini. Sampai di kompleks bingung nih mau ke mana, akhirnya kita ke ppiptek aja deh.
Kenapa pilih ppiptek ?
karena di sana anak-anak tidak hanya bisa melihat-lihat tapi bisa mencoba alat peraga yang tersebar di antero penjuru ppiptek itu. Itu harapanku.
Setelah masuk, korban pertama yang dilihat adalah peswat bang (atau pesawat terbang).

Ini Nadya dan Ivan lagi duduk di kokpit pesawat N250 yang ada di ppiptek.

Ini bukan seorang pemandu wisata di ppiptek ya hehehe tapi ayah yg dari kondangan tapi langsung ke tmii dan sedang cerita ke Nadya kalo dulu ayah ikut dalam proyek pembuatan pesawat N250 itu. Kangen ya dengan teknologi pesawat say...

Ivan lagi naik ke pesawat model yang ada di ppiptek.

Tabung itu mestinya bisa hampa udara. Kemudian bisa dibalik dan kita bisa melihat apakah benda yang besar dan kecil (di dalam tabung) turun bersamaan atau beebda. Sayang pompa vaccum-nya rusak jadi si tabung panjang tiu gak akan pernah hampa udaranya. Jadinya gagal deh ngasih tahu ke Nadya ttg hal itu.

Paku-paku ini mestinya bisa menunjukkan pola tangan kita yang menekan paku dari bawha ke atas. Sayang sekali sudah banyak paku yang mulai berkarat jadi tidak bisa naik mengikuti pola tangan kita.

Komputer yang di depan Nadya itu mati. jadi kita gak tahu ada apa sih di situ. Padahal sepertinya menarik. Sayang ya tidak berfungsi.

Sebelum meninggalkan ppiptek kita numpang sholat dulu di mushola-nya. Yang motret ini ivan lho. paling bagus diantara belasan gambar yang diambil sama Ivan hehehe.
Trus pas lagi main-main gitu ayah dapat kabar kalau ada panitia reuni sma-nya lagi ngumpul di anjungan Jogja, jadilah kita meluncur ke anjungan Jogja.
Ikutan rapat ?? gak lah..ikut ngabisin makanannya aja hihihi...

Ini sebagian teman ayah yang kelihatan lagi rapat di anjungan jogja.

kalau Ivan senang banget bisa lari-lari di halaman yang luas sambil sesekali mengejar ayam atau sekedar waving hand ke sky lift yang lewat.
Pesan moralnya, sayang sekali ppiptek alat-alatnya sudah mulai rusak. Padahal menurutku di sini menarik karena anak-anak tidak hanya bisa mendengar dan melihatn tapi bisa mencoba dan membuktikan sendiri suatu teori. bagaimana ya supaya fasilitas seperti itu tetap terjaga ??

Comments
Post a Comment