Nadya Kemping

Hari Rabu pagi kemarin aku bener-bener sibuk. Waktunya hanya sampai jam 9 pagi saja, tapi banyak yang mesti aku lakukan.

1. Mesti nganter kue pesenan ke DETOS.
2. Mesti ngaterin papa ke stasiun UI (untuk naik kereta AC ekonomi).
3. Menyiapkan Nadya yang akan berangkat kemping ke Cilember.

Realisasinya :

1. Karena 1 dan lain hal kue baru diserah terima jam 8 (dari perjanjian jam 7.30).
2. Alhamdulillah aku masih bisa mengantar papa ke stasiun UI untuk naik kereta yang jam 8.55
3. Aku juga sempat melepas rombongan Technonatura untuk kemping meskipun aku gak ketemu Nadya secara langsung.

Kemudian siang itu aku meluncur ke warung jati timur, ngambil bebek goreng pesenanku. Bebek goreng ini spesial karena dibeli langsung dari bratang surabaya, titip sama Fariz yang mudik. Sampai di rumah Nungki meski lapar aku gak makan, karena aku memilih untuk makan siang sama bebek goreng hehehe. Jadinya begitu sampai di depok aku langsung nggoreng bebek dan makan siangku jaid telat yaitu jam 14.30. Tapi alhamdulillah begor-nya tidak mengecewakan. Makasih Ma dan adik yang sudah membelikan aku bebek goreng.

Abis late lunch (hehehe..makan siang menjelang sore) aku leyeh-leyeh dulu sebentar abis gitu siap-siap mau ikut mbak Uning dan keluarga untuk ke Cilember, nengokin anak-anak technonatura yang lagi kemping.

Kemping kali ini diikuti sama adik-adik dari level 1 sampai 5. Kebayang dong adik-adik yang belum biasa tidur di alam terbuka, terpisah jauh dari ibunya. Kata mbak Uning biasanya yang seru kalau sudah malam. Ada anak yang nangis kangen sama ibu-nya, ada yang masih ngompol, dll.

Aku sendiri dulu baru ikut kemping pas sudah kelas 4 SD di Nongkojajar Malang. Jadi sudah agak besar dan ngerti. Dan seingetku aku gak nangis kangen sama mama :)

Jam 18.50 kita berangkat dari GTA dan sekitar jam 9 sampai di lokasi. Lokasi kemah becek dan tenda-tenda basah kuyup. Rupanya hujan mengguyur lokasi kemping dan hampir semua tenda bocor. Jadinya tenda kurang nyaman untuk dibuat tempat tidur karena basah. Alhamdulillah sebelum berangkat mbak Uning dan mas Riza sempat koordinasi kepada mentor untuk menanyakan keperluan yang dibutuhkan dari depok. Jadinya kita membawa beberapa lembar tikar, terpal, dan plastik untuk alas tenda.

Begitu tiba di lokasi suasana gelap. Sebetulnya banyak lampu emergency dan senter yang menyala tetapi karena daerah kemping juga luas jadi lampu emergency dan senter tidak bisa menerangi lokasi kemping. Paling-paling di dalam tenda ada 1 lampu emergency yang menyala.

Nadya yang melihat aku datang ehhh langsung mbrebes mili...apa ya...itu lho..udah nangis tanpa suara gitu. Duhhhh ...anakku yang lincah dan sepertinya pemberani ini ternyata bisa mewek juga lihat ibunya datang. Ahhh mungkin suasana yang gloomy dari perkemahan yang gelap, basah, becek, dan banjir yang membuatnya tersiksa. Atau mungkin ada hal lain ?? Ah ntar deh kalau Nadya sudah sampai di rumah aku akan tanya.

Tapi aku berasumsi di siang hari saat lokasi sudah terang benderang dengan sinar matahari insya Allah suasana akan cerah ceria lagi. Keadaan yang gelap memang sering membuat orang terpancing jadi melow. Tapi kalau lingkungan terang, udara juga segar, sepertinya Kamis pagi anak-anak bisa menikmati suasana kemping.

Kita di lokasi kemping itu sampai jam 10-an. Pas pulang ke depok aku gak bilang ke Nadya. Eh...jam 11 pas di perjalanan ada telpon dari mentor dan terdengar suara Nadya yang menangis sedih. Rupanya dia terbangun dan mencari aku. Sedangkan aku sudah turun dan dalam perjalanan ke depok. Mendengar Nadya yang seperti itu rasanya aku jadi gimannnnna gitu. Ada 1 perasaan seorang ibu yang dibutuhkan oleh anaknya. Rasa yang mengharukan. Ternyata Nadya masih memerlukan aku. Ya...tau sendiri kan anak seumuran Nadya seolah-olah semuanya bisa dilakukan sendiri dan gak perlu bantuan ibunya.



Sampai di rumah sekitar jam 23.30. Abis holat isya langsung teas dengan sukses. Alhamdulillah.

Tinggal siang ini nih mau ndengerin cerita Nadya selama kemping. Semoga anakku gak kapok kemping.

Sebetulnya akalau dibilang suka kemping, aku mau gak mau harus suka kemping. Selama kuliah di biologi kegiatan kemping sering aku lakukan, kalau sedang melakukan kuliah lapangan. AH...jadi kangen kulap sama temen-temen biologi.

Comments

Popular Posts