Keluarga Rustamaji Nyontreng di Bandung
Pulang dari jalan-jalan ke Anyer Ivan langsung demam.
Minggu sore demamnya hanya 38 dan kupikir masih aman, sebab menurut buku primbon yang aku yakini benar definisi demam itu kalau sudah 38.5 ke atas (untuk anak di atas 1 tahun atau sudah bukan bayi lagi). Tapi gelagatnya Ivan udah mulai aneh, maunya digendong terus, maunya ASI terus. Bahkan tidur malamnya juga kacau, hampir 2 jam sekali Ivan bangun dan langsung mencari ASI. Jadinya bicara deh sama ayah rencana nyontreng ke bandung. Karena menurut rencana sepulang dari Anyer kita pergi lagi ke bandung untuk nyontreng tanggal 8 Juli. Selain itu ada rencana untuk jalan-jalan keliling bandung dan sekitarnya seperti Ciwidey, tangkuban perahu, dll. Rencana sih aku mau tinggal di bandung lebih dari 1 minggu, tapi karena 1 dan lain hal diputuskan untuk kembali ke Depok hari Jumat.
Senin pagi Ivan makin tinggi suhu tubuhnya. Sewaktu mandi pagi aku guyur air panas dan suhu tubuhnya sedikit turun. Tetapi menjelang dhuhur sempat 39 dan menjelang maghrib 39.7. Alhamdulillah meski rewel tapi Ivan bisa tidur, jadi obat penurun demam yang sudah dibeli sama ayah dan sudah dibuka tidak jadi diminumkan ke Ivan. Setelah Isya' Ivan bobok lagi dan demam sudah mulai turun. Suhu tubuhnya tidak pernah melebihi 37.5. Malam itu Ivan tidurnya normal, maksudku bangun malam untuk minum ASI hanya 3 kali.
Selasa pagi Ivan sudah ceria lagi. Bahkan sudah bisa turun sendiri dari kamar ke ruang TV sambil senyam-senyum seolah-olah tidak pernah ada kejadian apa-apa. Alhamdulillah. Jadilah kita segera siap-siap menuju ke Bandung. Ayah mesti tune up mobil dulu sementara aku juga mesti membereskan rumah karena sang asisten lagi cuti. Setelah semuanya beres akhirnya kita berangkat ke Bandung sekitar jam 11 siang.
Istirahat pertama berhenti di KM 47 untuk makan siang di Solaria. Ivan masih gak mood makan, jadi dia hanya makan beberapa suap. Nadya sudah kenyang dengan minum es teh-nya jadi makannya tidak sebanyak yg biasa. Aku sedang bermasalah dengan gigi jadi makanku juga tidak sebanyak biasanya. Ayah juga makannya biasa-biasa saja. Jadi kesimpulannya, semuanya biasa-biasa saja :)
Beberapa moment saat menunggu makanan dihidangkan aku ambil.







Seperti ayah dan Ivan. Ivan yg (tumben) mau duduk di high chair. Biasanya kalau ada sofa maka Ivan gak mau duduk di high chair, dia milih duduk dan berguling-guling di sofa. Trus ayah yang selalu online dengan hp-nya itu dimanapun dan kapanpun.



Trus Nadya yg lagi bete. Gak tahu kenapa kok mood-nya tiba-tiba jelek, padahal ga ada tanda-tanda lho sebelumnya.
Sore jam 3 kita sudah sampai di Cikutra. Leyeh-leyeh dulu sebentar, menikmati udara bandung. Setelah malam menjelang dan waktunya makan malam kita jalan-jalan ke BIP. makan di food-court-nya bareng sama Lia.


Tanggal 8 kita nyontreng di SMK Citra (kalau gak salah, soalnya baru nih SMK, karena sebelumnya adalah gedung STIE Tridharma). gambarnya nyusul, ada di hp ayah. Toni, Endri dan Umar datang ke rumah. Jadinya makan siang itu naik mobilnya Toni aja biar muat banyak. Tujuan pertama mau ke PVJ tapi karena Wulan gak jadi ke PVJ tapi ke Gramedia BIP jadi ya muter balik arah ke BIP. Dalam perjalanan itu Ivan ngantuk dan saking ngantuknya dia bisa tidur dengan posisi apapun, termasuk posisi ajaib ini.

Begitu sampai di BIP aku langsung memisahkan diri dengan yg lain karena aku menyebrang menuju ke Gramedia, untuk bertemu dengan teman SMA-ku Wulan. Dah lama banget gak ketemu. Terakhir ketemu pas Wulan kost di rumahnya Fenny di Dago Atas. Setelah melepas kangen, ngobrol dan bertukar cerita akhirnya aku harus kembali dengan yg lain sedangkan Wulan juga mesti kembali bersama dengan anak dan suaminya.

Sambil menunggu makan siang di hidangkan di Rice-Bowl Nadya, Ivan dan Umar main di dolphin funland yang ada di sebelah Rice-Bowl. Lumayan lah daripada bete nunggu 30 menit makanan dihidangkan.

Pulang dari BIP sudah sore dan setelah maghrib badan Ivan hangat. Aku ukur ternyata sudah 38. Rencana untuk jalan-jalan ke tangkuban perahu di hari kamis aku batalkan. hari Kamis itu kita di rumah aja, cuma keluar beli gudeg banda untuk beli lauk. Sementara ayah beli perlengkapan untuk bersepeda di Ahmad Yani.


Hari Jumat sebelum sholat Jumat ayah ngenterin aku dan anak-anak ke Lavie. Ada beberapa barang yang mesti dibeli dan aku nyaman kalau beli di Lavie. Setelah itu beli makan siang-nya di foodcourt Griya jl. Pahlawan dan setelah sholat ashar mulai siap-siap untuk balik ke Depok. Sementara itu Ivan sudah tidak panas lagi tapi meler hehehe.
Setelah sholat maghrib kita baru meluncur menuju Depok.
Di KM 88 berhenti dulu untuk makan. Aku bekal nasi bakar buatan salah seorang anggota milis masak yang aku ikuti. Hmmm enak. Soalnya gak ikutan masak hihihi. Tapi bener lho Is (yg bikin namanya Iis) nasi bakarnya enak. Anak-anak suka, aku suka ayahnya anak-anak juga suka.
Tuh lagi bergaya. Ivan bosen duduk di car seat jadi untuk sementara ivan dilepas dulu. Ayah yang nyuapin ivan sementara aku menghabiskan makananku. Baik ya suamiku ...Emberrrr. Pokoke superdad deh buat anak-anak. Secara anak-anak lebih suka becanda sama ayahnya, maklum becandanya fisik sih, sementara kalau sama aku becandanya kurang seru. Ya maklum aku males kalau diminta guling-guling atau ditindihin sama nadya dan ivan. Makanya anak-anak dekat sama ayahnya. Ehm..bukan anak-anak aja sih yg dekat akukan ikutan juga hahaha. Dan suamiku makasih untuk hari ini yang sudah banyak sharing atas pengetahuannya. Jadi punya wawasan baru, sudut pandang yg berbeda dan tahu sisi lain dari kehidupan ;) I love you.

Minggu sore demamnya hanya 38 dan kupikir masih aman, sebab menurut buku primbon yang aku yakini benar definisi demam itu kalau sudah 38.5 ke atas (untuk anak di atas 1 tahun atau sudah bukan bayi lagi). Tapi gelagatnya Ivan udah mulai aneh, maunya digendong terus, maunya ASI terus. Bahkan tidur malamnya juga kacau, hampir 2 jam sekali Ivan bangun dan langsung mencari ASI. Jadinya bicara deh sama ayah rencana nyontreng ke bandung. Karena menurut rencana sepulang dari Anyer kita pergi lagi ke bandung untuk nyontreng tanggal 8 Juli. Selain itu ada rencana untuk jalan-jalan keliling bandung dan sekitarnya seperti Ciwidey, tangkuban perahu, dll. Rencana sih aku mau tinggal di bandung lebih dari 1 minggu, tapi karena 1 dan lain hal diputuskan untuk kembali ke Depok hari Jumat.
Senin pagi Ivan makin tinggi suhu tubuhnya. Sewaktu mandi pagi aku guyur air panas dan suhu tubuhnya sedikit turun. Tetapi menjelang dhuhur sempat 39 dan menjelang maghrib 39.7. Alhamdulillah meski rewel tapi Ivan bisa tidur, jadi obat penurun demam yang sudah dibeli sama ayah dan sudah dibuka tidak jadi diminumkan ke Ivan. Setelah Isya' Ivan bobok lagi dan demam sudah mulai turun. Suhu tubuhnya tidak pernah melebihi 37.5. Malam itu Ivan tidurnya normal, maksudku bangun malam untuk minum ASI hanya 3 kali.
Selasa pagi Ivan sudah ceria lagi. Bahkan sudah bisa turun sendiri dari kamar ke ruang TV sambil senyam-senyum seolah-olah tidak pernah ada kejadian apa-apa. Alhamdulillah. Jadilah kita segera siap-siap menuju ke Bandung. Ayah mesti tune up mobil dulu sementara aku juga mesti membereskan rumah karena sang asisten lagi cuti. Setelah semuanya beres akhirnya kita berangkat ke Bandung sekitar jam 11 siang.
Istirahat pertama berhenti di KM 47 untuk makan siang di Solaria. Ivan masih gak mood makan, jadi dia hanya makan beberapa suap. Nadya sudah kenyang dengan minum es teh-nya jadi makannya tidak sebanyak yg biasa. Aku sedang bermasalah dengan gigi jadi makanku juga tidak sebanyak biasanya. Ayah juga makannya biasa-biasa saja. Jadi kesimpulannya, semuanya biasa-biasa saja :)
Beberapa moment saat menunggu makanan dihidangkan aku ambil.







Seperti ayah dan Ivan. Ivan yg (tumben) mau duduk di high chair. Biasanya kalau ada sofa maka Ivan gak mau duduk di high chair, dia milih duduk dan berguling-guling di sofa. Trus ayah yang selalu online dengan hp-nya itu dimanapun dan kapanpun.



Trus Nadya yg lagi bete. Gak tahu kenapa kok mood-nya tiba-tiba jelek, padahal ga ada tanda-tanda lho sebelumnya.
Sore jam 3 kita sudah sampai di Cikutra. Leyeh-leyeh dulu sebentar, menikmati udara bandung. Setelah malam menjelang dan waktunya makan malam kita jalan-jalan ke BIP. makan di food-court-nya bareng sama Lia.


Tanggal 8 kita nyontreng di SMK Citra (kalau gak salah, soalnya baru nih SMK, karena sebelumnya adalah gedung STIE Tridharma). gambarnya nyusul, ada di hp ayah. Toni, Endri dan Umar datang ke rumah. Jadinya makan siang itu naik mobilnya Toni aja biar muat banyak. Tujuan pertama mau ke PVJ tapi karena Wulan gak jadi ke PVJ tapi ke Gramedia BIP jadi ya muter balik arah ke BIP. Dalam perjalanan itu Ivan ngantuk dan saking ngantuknya dia bisa tidur dengan posisi apapun, termasuk posisi ajaib ini.

Begitu sampai di BIP aku langsung memisahkan diri dengan yg lain karena aku menyebrang menuju ke Gramedia, untuk bertemu dengan teman SMA-ku Wulan. Dah lama banget gak ketemu. Terakhir ketemu pas Wulan kost di rumahnya Fenny di Dago Atas. Setelah melepas kangen, ngobrol dan bertukar cerita akhirnya aku harus kembali dengan yg lain sedangkan Wulan juga mesti kembali bersama dengan anak dan suaminya.

Sambil menunggu makan siang di hidangkan di Rice-Bowl Nadya, Ivan dan Umar main di dolphin funland yang ada di sebelah Rice-Bowl. Lumayan lah daripada bete nunggu 30 menit makanan dihidangkan.

Pulang dari BIP sudah sore dan setelah maghrib badan Ivan hangat. Aku ukur ternyata sudah 38. Rencana untuk jalan-jalan ke tangkuban perahu di hari kamis aku batalkan. hari Kamis itu kita di rumah aja, cuma keluar beli gudeg banda untuk beli lauk. Sementara ayah beli perlengkapan untuk bersepeda di Ahmad Yani.


Hari Jumat sebelum sholat Jumat ayah ngenterin aku dan anak-anak ke Lavie. Ada beberapa barang yang mesti dibeli dan aku nyaman kalau beli di Lavie. Setelah itu beli makan siang-nya di foodcourt Griya jl. Pahlawan dan setelah sholat ashar mulai siap-siap untuk balik ke Depok. Sementara itu Ivan sudah tidak panas lagi tapi meler hehehe.
Setelah sholat maghrib kita baru meluncur menuju Depok.
Di KM 88 berhenti dulu untuk makan. Aku bekal nasi bakar buatan salah seorang anggota milis masak yang aku ikuti. Hmmm enak. Soalnya gak ikutan masak hihihi. Tapi bener lho Is (yg bikin namanya Iis) nasi bakarnya enak. Anak-anak suka, aku suka ayahnya anak-anak juga suka.
Tuh lagi bergaya. Ivan bosen duduk di car seat jadi untuk sementara ivan dilepas dulu. Ayah yang nyuapin ivan sementara aku menghabiskan makananku. Baik ya suamiku ...Emberrrr. Pokoke superdad deh buat anak-anak. Secara anak-anak lebih suka becanda sama ayahnya, maklum becandanya fisik sih, sementara kalau sama aku becandanya kurang seru. Ya maklum aku males kalau diminta guling-guling atau ditindihin sama nadya dan ivan. Makanya anak-anak dekat sama ayahnya. Ehm..bukan anak-anak aja sih yg dekat akukan ikutan juga hahaha. Dan suamiku makasih untuk hari ini yang sudah banyak sharing atas pengetahuannya. Jadi punya wawasan baru, sudut pandang yg berbeda dan tahu sisi lain dari kehidupan ;) I love you.


Comments
Post a Comment