Tamasya ke Colomadu
Ini masih dalam rangkaian jalan-jalan dari Surabaya ke Solo. Mumpung kami nginep di Lorin yang gak jauh dari PG Colomadu, jadi Ahad siang setelah check out dari hotel kami meluncur ke PG Colomadu yang sekarang dibuka untuk umum dijadikan sebagai museum.
Berkeliling di PG Colomadu yang sudah rapi seperti itu, mengingatkanku akan suasana saat sempat kerja di P3GI (Pusat Penelitian Pabrik Gula Indonesia) di Pasuruan. Bergaulnya dengan tebu dan produksi gula.
Jarak dari Lorin cukup dekat, sekitar 5-10 menit. Cukup dekat kan.
Karena hari itu cuaca Solo aduhai panasnya, jadi agak kurang nyaman berjalan dari pelataran parkir ke gedungnya. Alhamdulillah di bagian dalam gedungnya ber-AC jadi cukup adem.
Banyak spot yang menarik yang instagramable, tapi karena saat itu hari Ahad dan sudah siang menjelang sore, jadi suasana rame banget, udah malu bergaya kalau diliatin orang :)
Lain kali kalau memang niatnya mau foto-foto, sebaiknya datang pagi. Oh iya untuk masuk ke dalam gak ditarik biaya, hanya karcis masuk kendaraan saja.
Melihat kapasitas pabrik ini membayangkan pada masa itu gula menjadi primadona. Dan jadi ingat lagi deh suasana di P3GI saat aku mencoba menjadi peneliti tebu :)
Cafe Besali ini dulu adalah bagian Besalen atau bagian reparasi.
Besi-besi yang terpasang disitu memang aslinya begitu, oleh pihak pengelola di jadikan sebagai aksen untuk cafe.
Kami gak makan cuma lihat-lihat suasanya aja :)
Berkeliling di PG Colomadu yang sudah rapi seperti itu, mengingatkanku akan suasana saat sempat kerja di P3GI (Pusat Penelitian Pabrik Gula Indonesia) di Pasuruan. Bergaulnya dengan tebu dan produksi gula.
Jarak dari Lorin cukup dekat, sekitar 5-10 menit. Cukup dekat kan.
Karena hari itu cuaca Solo aduhai panasnya, jadi agak kurang nyaman berjalan dari pelataran parkir ke gedungnya. Alhamdulillah di bagian dalam gedungnya ber-AC jadi cukup adem.
Banyak spot yang menarik yang instagramable, tapi karena saat itu hari Ahad dan sudah siang menjelang sore, jadi suasana rame banget, udah malu bergaya kalau diliatin orang :)
Lain kali kalau memang niatnya mau foto-foto, sebaiknya datang pagi. Oh iya untuk masuk ke dalam gak ditarik biaya, hanya karcis masuk kendaraan saja.
Melihat kapasitas pabrik ini membayangkan pada masa itu gula menjadi primadona. Dan jadi ingat lagi deh suasana di P3GI saat aku mencoba menjadi peneliti tebu :)
Cafe Besali ini dulu adalah bagian Besalen atau bagian reparasi.
Besi-besi yang terpasang disitu memang aslinya begitu, oleh pihak pengelola di jadikan sebagai aksen untuk cafe.
Kami gak makan cuma lihat-lihat suasanya aja :)






Comments
Post a Comment