Dari blog lama : Februari 2007

Tanpa Judul ( 6 Februari 2007)

Jumat, 2 Februari 2007.
Hujan mengguyur Jakarta sejak Kamis malam kemarin. Deres lagi. Alhamdulillah rumah kontrakan ini sekarang sudah dilengkapi dengan “gajlokan” yg berfungsi sebagai tanggul, sehingga meski kamis malam hujan yg amat deras turun (dan cukup lama) dan teras terendam air, air tidak masuk ke dalam rumah.
Rumah kontrakan ini emang rumah lama, akibatnya rumah ini jauh lebih rendah daripada jalan di depan. Dulu rumah ini pernah kemasukan air hujan sebanyak 2 kali, waktu itu masih ada almarhumah Yayah. Setelah itu mas Tras inisiatif membuat tanggul di depan pintu ruang tamu. Membuat tanggulnya sekitar tahun lalu, pas aku lagi liburan Idul Adha ke Surabaya. Hujan yg deras ditunggu-tunggu untuk membuktikan keunggulan tanggul yg dibuat mas basuki akhirnya baru datang Kamis malam kemarin.
Hari Jumat pagi rupanya hujan belum berhenti turun. Bahkan akhirnya Nadya gak jadi sekolah. Sebetulnya sih Nadya sudah siap-siap sekolah, lha wong udah pake celana seragam (hari jumat pakai seragam baju muslim yg terdiri dari celana panjang dan baju lengan panjang) tapi karena Nungki telpon untuk minta info apakah Nadya sekolah atau tidak (karena Arief gak sekolah) akhirnya Nadya malah gak mau sekolah. Hujan masih tetap deras sampai akhirnya mas Tras memutuskan untuk nunggu hujan agak reda baru berangkat kerja. Tapi rupanya hujannya on-off dan sekalinya on pasti deres. Sampai jam 9 hujan tidak berhenti. Akhirnya mas Tras memutuskan untuk tidak pergi kerja. Aku pantau TV rupanya banjir melanda Jakarta. Banir yg cukup parah, karena melumpuhkan sebagian jalan di Jakarta. Walhasil seharian ini mas Tras di rumah.
Sore-sore pas Nadya bobok tiba-tiba dia ngelindur.
“It’s like this. It’s like this. It’s like this” begitu celoteh Nadya dalam tidurnya. Waduhhhh anak ayah ini gaya banget, ngelindur aja pake bahasa inggris, hihihi. Keseringan nonton Playhouse DIsney Channel (itu kata ayah).



Selasa, 6 Februari 2007.
Alhamdulillah hari Sabtu kemarin Nadya dapat peringkat 2 lomba baca ayat kursi. Sayang bunda gak sempat lihat ya nak. Maaf ya sayang. Soalnya bunda pikir lombanya akan lama karena bergabung dengan anak playgroup dan TK A tapi bunda salah Padahal dulu pas liburan semester bunda sempet khawatir gimanaaaaa cara ngajarin Nadya baca ayat kursi,. Secara bunda hafalnya juga pas udah tua banget.
Nadya dapat hadiah piala. Berarti sekarang piala Nadya ada 2 lho.
Pulang sekolah kita langsung pergi, maunya sih ke Bandung tapi mampir dulu ke Ketapang. Pas dhuhur kita baru berangkat menuju ke Bandung. Alhamdulillah perjalanan lancar. Kita mampir ke KM 18 makan di RM Sederhana. Nadya sempat berpikir kita mau ke AW tapi karena bosen makan di AW mulu akhirnya ayah mutusin kita makan di Sederhana aja. Untungnya Nadya gak marah atau ngambek meskipun kita gak makan di tempat makan favoritnya.
Kita sampai di Cikutra udah jam 3 sore. Karena rumah dalam keadaan terkunci, kita nunggu di Selasih sambil minum jus. Oh iya, cake Black Forest dari Tante Uceu yang uenak itu juga udah datang.
Malamnya baru kita ke Jl. Kampus VI ke rumahnya Otik.
Minggu siang kita ke acara pernikahannya rahmat, salah seorang awak Simetri.
Cerita tentang kisah cinta Rahmat versi ayah :
“Rahmat ketahuan mencuri di Optima” kata ayah suatu hari
“Ah…serius…” kataku terheran-heran, mengingat ada beberapa kejadian di Optima (ayah pernah kehilangan hp)
“Iya, mencuri hatinya Dina” jawab ayah sambil mesam-mesem.
Ah..ayah garing…….. tapi lucu juga sih



Dapat Hadiah…!!!! ( 24 Februari 2007)

Alhamdulillah…di pertengahan Februari ini aku dapat hadiah yang sudah lama aku idam-idamkan. Mikser. Mikser yang bisa nguleni adonan untuk bikin roti. Secara aku paling males nguleni, mesti membanting adonan, jadi aku berharap someday bisa beli alat untuk nguleni.
Pertama berharap bisa menabung dan beli Cencierto, alat yg bisa digunakan untuk mencetak pasta, membuat mie, dll plus bisa dibuat untuk nguleni. Tapi harapan tinggal harapan. Kandas deh rencana untuk beli Cencierto. Kemudian kasak-kusuk dengan Rita katanya ada Bosch yg murah (murahnya sih hampir 2 juta hisk…), jadi aku bilang ke mas Tras dan setelah di hitung (sambil nabung buat lahiran insya Allah April) kaya’nya sih bisa.
Kemudian datang kabar baik. Proyek mas Tras dengan kawan-kawan di Depkeu rupanya memuaskan semua orang. Mas Tras mau dapat hadiah dari Andre (teman mas Tras yg bertindak sebagai produser). Dipikir-pikir sama mas Tras lebih baik ngasih hadiahnya berupa mikser aja “Buat istriku” gitu katanya.
Alhamdulillah….
Aku dibeiin KitchenAid. Secara istrinya Andre juga menggunakan KitchenAid dan puas dengan performanya.
“Bosch sih jauh, masih bagus KitchenAid” begitu kata Andre yg mengomentari mas Tras kalau aku bercita-cita ingin membelikan aku mikser Bosch.
Sekarang mikser persis seperti ini duduk dengan manis di dapurku, menunggu untuk diperbudak Laughing


“Sekalian buat hadiah ulang tahun”, gitu kata mas Tras.
Ah…ternyata di balik wajah seriusmu itu (ha….serius..??) seolah-olah tidak pernah lepas dari kerjaan dan komputer, bisa juga dikau perhatian begitu rupa sampai daku takjub. I love you. Makasih say.

Comments

Popular Posts