Dari blog lama : Desember 2006
Kunjungan ke Ring Master Donuts bersama Milis BeingMom (3 Desember 2006)
Sejak
minggu lalu kalender di rumah sudah aku tandai kalau tanggal 3 aku gak
bisa ke bandung atau ke acaar lain karena di hari itu milis being mom
mau bikin acara kunjungan ke dapur ring master donut. Meskipun saat itu
aku belum di konfirmasi sebagai peserta, eh Nadya sing pesertanya aku
hanya pendamping, aku udah still yakin aja. Alhamdulillah ternyata Nadya
masuk ke list peserta kunjungan ke Ring Master Donut. Kok ya pas hari
Sabtu mas Tras mesti ke
Bandung, jadi aku akan ikut Nungki aja, soalnya Nungki juga daftar ikutan untuk Arief.
Bandung, jadi aku akan ikut Nungki aja, soalnya Nungki juga daftar ikutan untuk Arief.
Jam
10 aku, Nadya, Nungki dan Arief sudah meluncur dari rumah. Sampai di
Blok M Plaza jam 10.22 dan sampai di Ring Master Donutnya 15 menit
kemudian. Di sana sudah ada Ike dan Dini, kemudian menyusul Ervita,
Ibeth, Dea, Henny, Tina, Lilik, Devi, Fetty dan terakhir yg datang Dera
(yg namanya tidak tercatat maaf ya, lupa…..). eh iya mas Indroo yg
ketinggalan…
Acara
pertama perkenalan dengan miss Natali. Anak-anak sudah dikasih apron
dan topi, persis tulang masak deh, yg kesenengan ya ponakanku rief,
anaknya sih cowok tapi hatinya dapurrrrrr banget. Hal itu terbukti
dengan apronku yg disandera sama Arief, gak mau dibalikin, hihihi. Miss
Natali ngajarin lagu-nya Ring Master. Sayang lagunya kepanjangan dan
anak-anak gak pernah denger jadi agak sepi. Kemudian Miss cerita ttg
donut, gimana awalnya donut bisa berlubang di bagian tengahnya. Trus
menjelaskan donut terbuat dari apa. Kemudian anak-anak diajak ke
dapurnya. Setiap 5 anak didampingi 2 orang dewasa noleh masuk ke dapur
Ring Master. Setelah melihat donut berjalan di atas ban berjalan
anak-anak balik lagi ke tempat duduk dan mencoba mencetak donut sendiri.
Kemudian setelah donut tercetak kegiatan selanjutnya adalah makan
donut… yumyy… mereka makan donut glaze. Acara belum selesai karena masih
ada yg ditunggu anak-anak…… pembagian balon…..
Jadi,
begitulah cerita di hari Minggu kemarin. Seru ya. Nadya sih tidak
begitu terkesan dengan kunjungan itu, tapi bagaimana dengan Arief ???
Begitu sampai di rumahnya dia langsung pakai apronku beserta topi dari
Ring Master (sayang apron untuk anak kecil dari Ring Master dibalikin)
dan langsung berpura-pura jadi tukang donut, hehehehe..
Makasih kepada moderator milis BeingMom (Ike, Devi, dan Dini)
yg sudah bikin acara menyenangkan ini. Sering-sering bikin acara yg
bermanfaat kaya gini ya bu (kan kemarin udah ke dentist sam milis ini
juga). Seneng deh berbagung dengan kalian. Begitu juga dengan mommies yg
lain yg ikut berpartisipasi di acara ini, seneng deh ketemuan dengan
mommies sekalian. See you next time ya…
Oh iya, makasih ya mods atas perhatiannya, Nadya udah gak tahan buka kado-nya. Begitu sampai rumah dialangsung bilang
“Nadya udah gak tahan bunda, mau dibuka sekarang”
Hehehe…
5 tahun Nadya (4 Desember 2006)
Hari ini 5 tahun yg lalu jam 4 pagi Nadya lahir di RS Borromeus
Bandung. Waktu itu masih jam sahur, jadi ayah gampang menghubungi
keluarga mengabarkan kelahiran Nadya, soalnya semuanya pasti pada bangun
untuk sahur.

Dengan berat 3,63 kg dan panjang 50 cm, bayi Nadya sudah tampak besar. Tuh kan pipinya tembem banget sejak dari lahir
Alhamdulillah selama 1 tahun pertama dalam hidupnya Nadya cukup sabar untuk mengerti bahwa bundanya juga sedang belajar jadi bunda. Jadinya tidak terlalu banyak kehebohan yg terjadi, paling-paling Nadya yg gak bisa diam apalagi dengan kemampuan motorik kasarnya yg alhamdulillah cukup bagus, umur 10 bulan 2 minggu dah bisa jalan.
Momentum ini hanya untuk mengingatkan bahwa jatah usia Nadya sudah berkurang 5 tahun. Mohon doanya semoga Nadya kelak bisa menjadi anak yg sholehah, berguna bagi sekitarnya, diberi ilmu yg bermanfaat, dan diberi kesehatan. Amiin.

Nadya usia 1 tahun dan 2 tahun

Nadya usia 3 tahun dan 4 tahun
Dengan berat 3,63 kg dan panjang 50 cm, bayi Nadya sudah tampak besar. Tuh kan pipinya tembem banget sejak dari lahir
Alhamdulillah selama 1 tahun pertama dalam hidupnya Nadya cukup sabar untuk mengerti bahwa bundanya juga sedang belajar jadi bunda. Jadinya tidak terlalu banyak kehebohan yg terjadi, paling-paling Nadya yg gak bisa diam apalagi dengan kemampuan motorik kasarnya yg alhamdulillah cukup bagus, umur 10 bulan 2 minggu dah bisa jalan.
Momentum ini hanya untuk mengingatkan bahwa jatah usia Nadya sudah berkurang 5 tahun. Mohon doanya semoga Nadya kelak bisa menjadi anak yg sholehah, berguna bagi sekitarnya, diberi ilmu yg bermanfaat, dan diberi kesehatan. Amiin.
Nadya usia 1 tahun dan 2 tahun
Nadya usia 3 tahun dan 4 tahun
Ke Ancol (12 Desember 3006)
Hari Senin kemarin mas Tras memutuskan untuk istirahat sejenak dari
kesibukan yang luar biasa. Soalnya sudah lebih dari 1 minggu mas Tras
pergi dari rumah jam 7-8 pagi dan balik ke rumah minimal jam 12 malam.
Katanya mesti bikin laporan kerja proyek di Dekeu yg sekarang sedang
dikerjakan. Sampai om Andre (temen ayah) memutuskan untuk “menyogok
Nadya” dengan scooter dan birthday cake, hehehehe secara pas Nadya ulang
tahun mas Tras masih sibuk dengan kerjaannya jadi kata om Andre, ini
hadiah ulang tahun juga dari om Andre.
Awalnya sih cuma mau nginep di hotel deket rumah, tapi berhubung aku punya voucher Sea World aku usul nginepnya di Ancol aja. Lagian baca di milis BeingMom para mommies di situ kasih rekomendasi untuk nginep di Raddin yg katanya children friendly, plus ada yg bisa dapat harga kamar Raddin murah. AKhirnya bener deh, Senin siang sehabis makan siang kami meluncur ke Ancol. Sekitar jam 3 check in, trus istirahat sebentar, setelah ashar baru meluncur ke Sea World. Di Sea World Nadya sempet terheran-heran dengan ikan Duyung, dia pikir, kok ikan duyung begini sih… bukannya ikan duyung itu seorang putri dengan ekor ikan ??? Sampai-sampai Nadya keukeuh kalau ikan duyung itu pasti perempuan karena kan putri duyung bunda jadi pasti dia perempuan, hehehe.

Malamnya nyobain makan di Le Bridge. Ternyata….. menurutku cuma tempatnya aja yg sesuai dengan seleraku, sedangkan makanannya beda dengan seleraku, terutama spaghetti bolognaise-nya, soalnya saus bolognaise-nya dicampur sama saus sambal sihhhh.. plus malam itu pelayanannya lambat. Di Senin malam aja aku pesen sandwich beef black pepper, hot dog veal, dan burger le bridge memakan waktu 40 menit dari pesen sampai hidangan datang ke meja. Trus di meja juga tidak disediakan lap atau tissue, padahal kan makan makanan yg ada sausnya dah pasti cemot semua tuh. Ya… pokoke dah pernah makan di situ dan kaya’nya buatku dan mas Tras sih gak perlu diulangi lagi. Malam itu tewas dengan sukses, meskipun suara AC di kamar hotel agak berisik, tapi karena kita kecapekan jadinya gak masalah.

Selasa pagi Nadya sama sekali gak nafsu untuk sarapan. Berbagai macam bujuk rayu gak mempan menembus benteng pertahanannya untuk sarapan. Baru setelah di “takut-takuti” Nadya akan masuk angin kalau gak makan, baru deh dia sedikit mau makan, tapi untuk ukuran Nadya termasuk sedikit lho
Setelah sarapan, nunggu sebentar baru deh Nadya dan mas Tras berenang.
Terinspirasi oleh milis yang sip itu, aku minta tolong ke life guard yg
jaga untuk menyalakan water slide-nya atau perosotan air, soalnya
teorinya sih kalau weekdays dinyalakan jam 08.00 – 11.00 tapi nyatanya
saat itu water slide-nya mati. Jadi dengan baik-baik aku minta tolong
dan….. dinyalakan deh pompa airnya, jadi Nadya dan mas Tras bias main
water slide.

Setelah berenang baru Nadya merasa kelaparan alias laper banget, jadi abis bersih-bersih kita keluar jalan-jalan nyari makanan. Akhirnya diputuskan makan baso di pinggir pantai. Alhamdulillah seharian kemarin gak hujan jadi kita bisa asik-asik aja main di pinggir pantai. Setelah check out mas Tras langsung kerja (udah bekal baju kantor) karena ternyata lapangan banteng gak jauh dari ancol, sedangkan aku setelah nge-drop mas Tras di depkeu langsung pulang.
Alhamdulillah terpakai juga voucher sea world-nya hahahaha….
Oh iya hari ini tepat 39 tahun yg lalu ada pernikahan di jl. Imam Bonjol Ponorogo. Kok tahu… ya iyalah, kan yg nikah mama sama papa. Ini foto kenangan penganten (sayang fotonya dah rusak, yg foto pernikahan eyang Sujak malah masih bagus).

Foto pernikahan 39 tahun yg lalu dan sekitar lebih dari 65 tahun yg lalu. Waktu itu mama 22 dan papa 24 tahun, sedangkan alm eyang kung sudah 30-an dan alm eyang ti masih 13 tahun…….
Oh iya, nambahin, hari Minggu lalu aku ke rumah mbak Ita Kustina belajar bikin bunga dari buttercream alias menghias cake. Lumayanlah…. jadi pede nih bikin bunga-bungaan. Ini hasilnya. Sekalian menggantikan birthday cake dari om Andre (homemade, bikinan istri, gitu kata om Andre) yg sebagian hiasannya rusak gara-gara ayah kurang hati-hati pas bawa cake itu dari hotel Treva ke rumah.

Awalnya sih cuma mau nginep di hotel deket rumah, tapi berhubung aku punya voucher Sea World aku usul nginepnya di Ancol aja. Lagian baca di milis BeingMom para mommies di situ kasih rekomendasi untuk nginep di Raddin yg katanya children friendly, plus ada yg bisa dapat harga kamar Raddin murah. AKhirnya bener deh, Senin siang sehabis makan siang kami meluncur ke Ancol. Sekitar jam 3 check in, trus istirahat sebentar, setelah ashar baru meluncur ke Sea World. Di Sea World Nadya sempet terheran-heran dengan ikan Duyung, dia pikir, kok ikan duyung begini sih… bukannya ikan duyung itu seorang putri dengan ekor ikan ??? Sampai-sampai Nadya keukeuh kalau ikan duyung itu pasti perempuan karena kan putri duyung bunda jadi pasti dia perempuan, hehehe.
Malamnya nyobain makan di Le Bridge. Ternyata….. menurutku cuma tempatnya aja yg sesuai dengan seleraku, sedangkan makanannya beda dengan seleraku, terutama spaghetti bolognaise-nya, soalnya saus bolognaise-nya dicampur sama saus sambal sihhhh.. plus malam itu pelayanannya lambat. Di Senin malam aja aku pesen sandwich beef black pepper, hot dog veal, dan burger le bridge memakan waktu 40 menit dari pesen sampai hidangan datang ke meja. Trus di meja juga tidak disediakan lap atau tissue, padahal kan makan makanan yg ada sausnya dah pasti cemot semua tuh. Ya… pokoke dah pernah makan di situ dan kaya’nya buatku dan mas Tras sih gak perlu diulangi lagi. Malam itu tewas dengan sukses, meskipun suara AC di kamar hotel agak berisik, tapi karena kita kecapekan jadinya gak masalah.
Selasa pagi Nadya sama sekali gak nafsu untuk sarapan. Berbagai macam bujuk rayu gak mempan menembus benteng pertahanannya untuk sarapan. Baru setelah di “takut-takuti” Nadya akan masuk angin kalau gak makan, baru deh dia sedikit mau makan, tapi untuk ukuran Nadya termasuk sedikit lho
Setelah berenang baru Nadya merasa kelaparan alias laper banget, jadi abis bersih-bersih kita keluar jalan-jalan nyari makanan. Akhirnya diputuskan makan baso di pinggir pantai. Alhamdulillah seharian kemarin gak hujan jadi kita bisa asik-asik aja main di pinggir pantai. Setelah check out mas Tras langsung kerja (udah bekal baju kantor) karena ternyata lapangan banteng gak jauh dari ancol, sedangkan aku setelah nge-drop mas Tras di depkeu langsung pulang.
Alhamdulillah terpakai juga voucher sea world-nya hahahaha….
Oh iya hari ini tepat 39 tahun yg lalu ada pernikahan di jl. Imam Bonjol Ponorogo. Kok tahu… ya iyalah, kan yg nikah mama sama papa. Ini foto kenangan penganten (sayang fotonya dah rusak, yg foto pernikahan eyang Sujak malah masih bagus).
Foto pernikahan 39 tahun yg lalu dan sekitar lebih dari 65 tahun yg lalu. Waktu itu mama 22 dan papa 24 tahun, sedangkan alm eyang kung sudah 30-an dan alm eyang ti masih 13 tahun…….
Oh iya, nambahin, hari Minggu lalu aku ke rumah mbak Ita Kustina belajar bikin bunga dari buttercream alias menghias cake. Lumayanlah…. jadi pede nih bikin bunga-bungaan. Ini hasilnya. Sekalian menggantikan birthday cake dari om Andre (homemade, bikinan istri, gitu kata om Andre) yg sebagian hiasannya rusak gara-gara ayah kurang hati-hati pas bawa cake itu dari hotel Treva ke rumah.

Comments
Post a Comment