Dari blog lama : Februari 2008
Nadya dan Susu Cair (6 Februari 2009)
Hari Rabu tanggal 6 Februari 2008.
Jam 11 siang.
Nadya pulang sekolah.
Begitu sampai rumah langsung meletakkan tas-nya dengan setengah melempar. Garis bibirnya turun yang artinya dia sedang manyun. Sambil menunduk menendang-nendangkan kakinya. Duduk di kasur bawah.
Mengusikku yang sedang asyik berkutat dengan spuit, ganache, dan cupcake yang sedang aku dandanin. “Ada apa sayang ?”
“Nadya bingung nih mana yang bener, bunda atau bu dokter” kata Nadya sambil terus menunduk, rona mukanya memerah, matanya mulai sembab.
“Memangnya kenapa ?”
“Kata bu dokter anak-anak tidak boleh minum susu cair” kata Nadya “mestinya susu bubuk” lanjutnya. Air matanya sudah menetes.
Hmmmm FYI Nadya memang hanya kenal ASI dan susu segar cair. Nadya tidak pernah suka susu bubuk alias susu formula. Mungkin pernyataan bu dokter yang hari itu datang ke sekolah mengusik Nadya.
“Tentu saja bunda yang benar nak”
“Kenapa bunda ?”
“Soalnya susu bubuk itu berasal dari susu cair juga tapi dipanaskan jadi zat gizi susunya hilang. Untuk itu susu bubuk ditambah lagi dengan vitamin dan lain-lain yang belum tentu bagus untuk tubuh. Kalau susu cair sudah bagus kenapa mesti pakai susu bubuk ?”
Heheh…aku ngomongnya gak persis gitu sih, aku ngomong kalau aku dapat ilmu dari internet, dapat update pengetahuan yang lebih cepat. Mungkin bu dokter belum langganan internet secara masih relatif mahal. Atau bu dokter gak sempat update ilmu karena sibuk ngurus pasien jadi lupa menimba ilmu lagi. Kemudian setelah itu baru aku kasih tahu tentang proses yg terjadi pada susu bubuk.
Jam 11 siang.
Nadya pulang sekolah.
Begitu sampai rumah langsung meletakkan tas-nya dengan setengah melempar. Garis bibirnya turun yang artinya dia sedang manyun. Sambil menunduk menendang-nendangkan kakinya. Duduk di kasur bawah.
Mengusikku yang sedang asyik berkutat dengan spuit, ganache, dan cupcake yang sedang aku dandanin. “Ada apa sayang ?”
“Nadya bingung nih mana yang bener, bunda atau bu dokter” kata Nadya sambil terus menunduk, rona mukanya memerah, matanya mulai sembab.
“Memangnya kenapa ?”
“Kata bu dokter anak-anak tidak boleh minum susu cair” kata Nadya “mestinya susu bubuk” lanjutnya. Air matanya sudah menetes.
Hmmmm FYI Nadya memang hanya kenal ASI dan susu segar cair. Nadya tidak pernah suka susu bubuk alias susu formula. Mungkin pernyataan bu dokter yang hari itu datang ke sekolah mengusik Nadya.
“Tentu saja bunda yang benar nak”
“Kenapa bunda ?”
“Soalnya susu bubuk itu berasal dari susu cair juga tapi dipanaskan jadi zat gizi susunya hilang. Untuk itu susu bubuk ditambah lagi dengan vitamin dan lain-lain yang belum tentu bagus untuk tubuh. Kalau susu cair sudah bagus kenapa mesti pakai susu bubuk ?”
Heheh…aku ngomongnya gak persis gitu sih, aku ngomong kalau aku dapat ilmu dari internet, dapat update pengetahuan yang lebih cepat. Mungkin bu dokter belum langganan internet secara masih relatif mahal. Atau bu dokter gak sempat update ilmu karena sibuk ngurus pasien jadi lupa menimba ilmu lagi. Kemudian setelah itu baru aku kasih tahu tentang proses yg terjadi pada susu bubuk.
Kopdar Mantan Kasie LFM (25 Februari 2009)
Dulu banget LFM adalah tempatku bermain-main. Tidak
heran banyak yang bilang kalau himpunanku LFM sedangkan unit kegiatanku
Nymphea, saking seringnya aku nongkrong di LFM daripada di himpunan.
Soalnya kalau nongkrong di LFM kemudian tiba-tiba ada yang muncul pasti
sembari bawa sesuatu, entah itu makanan untuk dicemil, foto-foto untuk
dilihat atau dikomentari, video untuk dilihat bareng di ruang santai
atau tiba-tiba muncul alumni ngajak makan siang, wahhhh serasa dapat
berkah.
Kemudian setelah selesai kuliah semua langsung menghilang, sesekali kirim kabar via sms atau e-mail tapi amat sangat jarang kopdar. Bahkan dengan Asrori aku terakhir ketemu ya sesaat setelah dia lulus thn 1994. Begitu dia lulus (dia angkatan yg lulus tepat waktu) langsung ke Medan sedangkan aku ya masih luntang-lantung aja di bandung. Kalau sama Vietha aku pernah ketemu tapi itupun sudah lama banget. Kaya’nya terakhir di bandung sekitar 3-4 tahun yang lalu.
Kemudian datang kesempatan kopdar saat Asrori “lewat” Jakarta dalam perjalanan pulang ke Jember. Aku dikontak. Vietha juga. Akhirnya aku kopdar juga sama Asrori dan Vietha Kamis 21 Februari 2008.
Kita ketemu di Dapur Sunda di Setiabudi One. Dan inilah dia, setelah 14 tahun tak ketemu Asrori ternyata dia gak beda jauh, hanya lebih “berisi” aja hahaha. Vietha semakin slim. Sedangkan aku, yang kondisi tubuh belum balik dari sejak hamil dan melahirkan Nadya eh udah keburu punya anak lagi hahaha (ah kalo ini sih alasan aja).

Kemudian setelah selesai kuliah semua langsung menghilang, sesekali kirim kabar via sms atau e-mail tapi amat sangat jarang kopdar. Bahkan dengan Asrori aku terakhir ketemu ya sesaat setelah dia lulus thn 1994. Begitu dia lulus (dia angkatan yg lulus tepat waktu) langsung ke Medan sedangkan aku ya masih luntang-lantung aja di bandung. Kalau sama Vietha aku pernah ketemu tapi itupun sudah lama banget. Kaya’nya terakhir di bandung sekitar 3-4 tahun yang lalu.
Kemudian datang kesempatan kopdar saat Asrori “lewat” Jakarta dalam perjalanan pulang ke Jember. Aku dikontak. Vietha juga. Akhirnya aku kopdar juga sama Asrori dan Vietha Kamis 21 Februari 2008.
Kita ketemu di Dapur Sunda di Setiabudi One. Dan inilah dia, setelah 14 tahun tak ketemu Asrori ternyata dia gak beda jauh, hanya lebih “berisi” aja hahaha. Vietha semakin slim. Sedangkan aku, yang kondisi tubuh belum balik dari sejak hamil dan melahirkan Nadya eh udah keburu punya anak lagi hahaha (ah kalo ini sih alasan aja).

Comments
Post a Comment