Dari blog lama : September 2007
Pindah ke Astro (18 September 2007)
Sebetulnya tulisan ini pengen diposting sejak bulan lalu, yaitu pada saat kami pindah langganan dari Kabelvision ke Astro. Tapi berhubung suatu hal, maka tulisannya baru jadi hari ini.
Mungkin karena kami bukan pemerhati berita yang baik, pada saat orang ribut-ribut bicara tentang Liga Inggris yang telah dibeli hak siar ekslusivenya oleh Astro, kami santai-santai saja. Karena kami pikir ribut-ribut itu adalah antara TV berbayar dengan TV gratisan dan toh kami sudah berlangganan Kabelvision, ada ESPN dan Start Sportnya.
Minggu pertama Liga Inggris, Ayah hanya berkomentar, ”Mana siaran bolanya? Kok ESPN malah nyiarin cricket, baseball dan jenis olahraga yang mungkin baru ditemukan kemarin sore”. Pada saat itu baru nyadar ternyata di ESPN nya Kabelvision-pun juga nggak ada siaran langsung Liga Inggris. Kaciaaan… deh. Ya sudahlah, nanti nonton highlights nya saja.
Selang beberapa jam, Ayah menyalakan lagi ESPN dan Star Sportnya. ”Lho kok sekarang ESPN nyiarin Rugby dan Golf. Mana bolanya?” Running text yang nampilin score terkini half-time maupun ful-time pun nggak ada. Sialan! Ah ntar kali rada malam ada highlights Liga Inggris.
Menjelang tengah malam, Ayah nyetel lagi ESPN dan Start Sport. ”Masya Allah, cricket lagi! Basket lagi!” Garing juga ternyata ESPN dan Start Sport tanpa Liga Inggris. He..he..tapi santai aja lah, toh nggak mati kan kalau nggak nonton liga Inggris langsung. Besok ada siaran tundanya kalik?
Besoknya bener ternyata ada siaran tunda Liga Inggris di Star Sport, tapi siaran tundanya keterlaluan banget, pertandingan 10 tahun lalu! Ya, waktu itu lagi ada acara Classic Match antara Manchester United lawan siapa gitu, waktu MU lagi jaya-jayanya dengan Eric Cantona sebagai King.
Minggu kedua dan ketiga lewat sudah tanpa menyaksikan siarang langsung Liga Inggris, hanya membaca di koran bahwa Manchester United terseok-seok, nggak pernah menang di 3 pertandangan awal. Setiap nyetel ESPN dan Star Sport yang muncul adalah jenis olah raga yang nggak populer di negeri ini seperti Cricket, Baseball, American Footbal, Rugby, Basket Ball, Tenis, dan kalau ESPN sedikit lebih kreatif lagi mungkin ada pertandingan Gobak Sodor di situ. Asli garing! Eh ada sedikit acara hiburan deng, yaitu ”Top Corner” yang menyajikan goal-goal indah dari negara-negara ”berkembang” dalam hal persepakbolaan termasuk Indonesia.
Nggak kuat! Sialan Astro! Besok harus ganti ke Astro! Begitulah tekat Ayah. ”Bunda, tolong besok survey Astro. Berapa biaya pasangnya, biaya langganannya, dll. Tolong check juga apakah Channel favorit Nadya , Ayah dan Bunda juga ada di Astro.
Akhirnya di minggu ke-empat Liga Inggris kami baru pindah ke Astro, dan weekend serasa menyenangkan lagi tinggal di rumah. Channel favorit Nadya : Disney, Cartoon Network, Play House, dan Nickelodeon masih bisa ditonton, favorit bunda Discovery, Travel & Living, National Geography dan E! masih bisa dinikmati, Cuma Style Network yg nggak ada. Channel Ayah, ESPN dan Start Sport plus sekarang ada Goal TV1 dan Goal TV2. CNN, BBC dan Aljazeera tetap ada. CNBC digantikan Bloomberg. Plus, ada bonus selama 3 bulan pertama : HBO, Cinemax, Star Movies!
Tapi satu yang missing di Astro: Fox News! Ya, Fox News nggak ada di Astro. Mungkin anda bertanya, “Ngapain nonton TV sampah seperti itu?!” Well, Fox News memang keterlaluan kasar jurnalismenya, tapi TV itu mencerminkan America. Bahkan mereka menyebut dirinya America’s news room. Berbeda dengan CNN yang ”ngebodohin” kita dengan halus dan berkonsep, Fox News terlalu kentara propagandanya. Penyiarnya terlalu berapi-api kalau sudah mulai menyerang muslim atau negara Islam dan lebih sering bermain emosi ketimbang logic, tapi itu adalah cerminan America. Kalau kita ingin tahu bagaimana opini masyarakat America, mau nggak mau kita mesti dengerin Fox News. Ada sih sebagian rakyat America yang tidak sejalan dengan Fox News, tapi mereka minoritas!
Mungkin karena kami bukan pemerhati berita yang baik, pada saat orang ribut-ribut bicara tentang Liga Inggris yang telah dibeli hak siar ekslusivenya oleh Astro, kami santai-santai saja. Karena kami pikir ribut-ribut itu adalah antara TV berbayar dengan TV gratisan dan toh kami sudah berlangganan Kabelvision, ada ESPN dan Start Sportnya.
Minggu pertama Liga Inggris, Ayah hanya berkomentar, ”Mana siaran bolanya? Kok ESPN malah nyiarin cricket, baseball dan jenis olahraga yang mungkin baru ditemukan kemarin sore”. Pada saat itu baru nyadar ternyata di ESPN nya Kabelvision-pun juga nggak ada siaran langsung Liga Inggris. Kaciaaan… deh. Ya sudahlah, nanti nonton highlights nya saja.
Selang beberapa jam, Ayah menyalakan lagi ESPN dan Star Sportnya. ”Lho kok sekarang ESPN nyiarin Rugby dan Golf. Mana bolanya?” Running text yang nampilin score terkini half-time maupun ful-time pun nggak ada. Sialan! Ah ntar kali rada malam ada highlights Liga Inggris.
Menjelang tengah malam, Ayah nyetel lagi ESPN dan Start Sport. ”Masya Allah, cricket lagi! Basket lagi!” Garing juga ternyata ESPN dan Start Sport tanpa Liga Inggris. He..he..tapi santai aja lah, toh nggak mati kan kalau nggak nonton liga Inggris langsung. Besok ada siaran tundanya kalik?
Besoknya bener ternyata ada siaran tunda Liga Inggris di Star Sport, tapi siaran tundanya keterlaluan banget, pertandingan 10 tahun lalu! Ya, waktu itu lagi ada acara Classic Match antara Manchester United lawan siapa gitu, waktu MU lagi jaya-jayanya dengan Eric Cantona sebagai King.
Minggu kedua dan ketiga lewat sudah tanpa menyaksikan siarang langsung Liga Inggris, hanya membaca di koran bahwa Manchester United terseok-seok, nggak pernah menang di 3 pertandangan awal. Setiap nyetel ESPN dan Star Sport yang muncul adalah jenis olah raga yang nggak populer di negeri ini seperti Cricket, Baseball, American Footbal, Rugby, Basket Ball, Tenis, dan kalau ESPN sedikit lebih kreatif lagi mungkin ada pertandingan Gobak Sodor di situ. Asli garing! Eh ada sedikit acara hiburan deng, yaitu ”Top Corner” yang menyajikan goal-goal indah dari negara-negara ”berkembang” dalam hal persepakbolaan termasuk Indonesia.
Nggak kuat! Sialan Astro! Besok harus ganti ke Astro! Begitulah tekat Ayah. ”Bunda, tolong besok survey Astro. Berapa biaya pasangnya, biaya langganannya, dll. Tolong check juga apakah Channel favorit Nadya , Ayah dan Bunda juga ada di Astro.
Akhirnya di minggu ke-empat Liga Inggris kami baru pindah ke Astro, dan weekend serasa menyenangkan lagi tinggal di rumah. Channel favorit Nadya : Disney, Cartoon Network, Play House, dan Nickelodeon masih bisa ditonton, favorit bunda Discovery, Travel & Living, National Geography dan E! masih bisa dinikmati, Cuma Style Network yg nggak ada. Channel Ayah, ESPN dan Start Sport plus sekarang ada Goal TV1 dan Goal TV2. CNN, BBC dan Aljazeera tetap ada. CNBC digantikan Bloomberg. Plus, ada bonus selama 3 bulan pertama : HBO, Cinemax, Star Movies!
Tapi satu yang missing di Astro: Fox News! Ya, Fox News nggak ada di Astro. Mungkin anda bertanya, “Ngapain nonton TV sampah seperti itu?!” Well, Fox News memang keterlaluan kasar jurnalismenya, tapi TV itu mencerminkan America. Bahkan mereka menyebut dirinya America’s news room. Berbeda dengan CNN yang ”ngebodohin” kita dengan halus dan berkonsep, Fox News terlalu kentara propagandanya. Penyiarnya terlalu berapi-api kalau sudah mulai menyerang muslim atau negara Islam dan lebih sering bermain emosi ketimbang logic, tapi itu adalah cerminan America. Kalau kita ingin tahu bagaimana opini masyarakat America, mau nggak mau kita mesti dengerin Fox News. Ada sih sebagian rakyat America yang tidak sejalan dengan Fox News, tapi mereka minoritas!

Comments
Post a Comment