Pengumuman

Aku tuh bisa dibilang suka "nyampah". Banyak memorabilia jaman dahulu kala yang masih aku simpan di buku dokumen khusus yang berisi dokumen penting seperti akte kelahiran, dll.



Contohnya gambar di atas adalah pengumuman pas masuk SMA. Aku masih simpan sampai sekarang. Warna kertasnya sampai sudah gak jelas seperti itu. 

Bahkan pengumuman pas masuk SMP pun aku masih simpan, sayang pengumuman itu hanya mencantumkan nomer peserta tes saja, ga ada namaku tertera disitu. Oh iya, nomer pesertaku 0341.


Akan tetapi, koran pengumuman UMPTN yang tertulis namaku di dalamnya malah gak aku simpan, entah ada dimana. Lha wong korannya juga bukan koran khusus, tapi koran Jawa Pos yang datang pagi hari saat pengumuman. Di saat yang lain (mungkin) ke sekolah atau ke tempat distribusi koran pagi berada (dulu di dekat Tugu Pahlawan Surabaya), aku malah di rumah aja. Menunggu koran pagi datang. Dan beberapa hari setelah pengumuman aku harus segera ke Bandung karena waktu daftar ulang ternyata hanya 1 minggu dari pengumuman. Jadi entah dimana keberadaan koran pengumuman itu ada. Di samping itu sebetulnya gak percaya juga bisa diterima UMPTN di Bandung lagi. Beda sama pak suami yang yakin banget dia diterima di PTN, sampai dia pernah ngomong gini ke aku "Kalau aku gak diterima di PTN sih mengherankan". Weleh bojoku..ndak boleh gitu ya. Itu namanya ujub, dan itu adalah bibit kesombongan.

Nah kejadiannya sama seperti pas Nadya menunggu pengumuman SBMPTN nya tahun 2018 ini. Setelah sempat ada tragedi salah tanggal test ketrampilan di UNJ (yang ternyata tidak salah tanggalnya, hanya komunikasi yang tidak jelas aja di panitianya) dan test mandiri di PNJ, akhirnya setelah melihat situasi dan kondisi aku memutuskan untuk membiarkan Nadya ikut ujian mandiri di beberapa PTN yang melakukan ujian tanpa test masuk, tapi hanya berdasarkan hasil SBMPTN saja. 

Daftar yang dilakukan secara online ada untung ruginya. Untungnya ya kita gak harus repot-repot mengirim berkas ke PTN yang dituju, ruginya kalau ternyata server komputer PTN nya down atau error atau data di form komputer kurang lengkap. Contohnya, di database Unair untuk asal sekolah tidak ada tuh Madrasah Aliyah Swasta Technonatura, padahal Madrasah Techno sudah terdaftar. Jadinya ya aku mesti telpon help desk-nya dan supaya bisa berbicara dengan help desk memang membutuhkan kesabaran. 

Singkat cerita eyang kungnya Nadya (a.k.a Papaku) selalu update dengan perkembangan cucunya itu. Nyaris setiap hari di telpon, ditanya macam-macam, terutama tentang sekolahnya. Sampai Papa tahu kapan pengumuman di PTN ini dan itu, yang Nadya ikuti ujian mandirinya. Dan sampai pada tanggal 18 Juli 2018 saat pengumuman ujian mandiri Unair. Sejak pagi aku gak bisa buka website-nya. Trus aku tanya Nadya juga sama saja jawabannya, website gak bisa dibuka. Kemungkinan servernya down. Kemudian tgl 19 pagi aku juga belum bisa buka websitenya. Kupikir ya sudahlah, toh Nadya sudah besar, dia bisa cari info sendiri. Justru yang tidak terima dengan pikiranku adalah Papa. Papa sampai beberapa kali telpon aku menanyakan hasilnya dan aku jawab, servernya down, mungkin banyak yang akses untuk melihat pengumuman. Sampai akhirnya tanggal 21 Juli 2018, pas Papa sedang makan siang di luar dengan Mama dan teman-temannya, Papa telpon aku dan bertanya lagi hasilnya. Oke deh, berhubung aku gak mau tanya lagi ke Nadya, jadi aku cari sendiri dan alhamdulillah ternyata di detik.com sudah ada pengumumannya. Setelah mata agak keriting merhatiin daftar nama, alhamdulillah ada nama Nadya di situ dan langsung deh aku kabari Nadya. Dan ternyata Nadya belum tahu, karena dia memang hanya menunggu dari website Unair saja.

Dan pengumumannya aku pasang di sini :)

Comments

Popular Posts